Saturday, March 24, 2018

Negeri Sekelas Vampir

Oleh : Tari Ummu Hamzah (Pemerhati Remaja dan Anggota Komunitas Menulis di Revowriter).



Buat kamu-kamu yang ngaku book lover pasti tahu sama epic novel Twilight karya Stephanie Meyer. Yups, novel yang berasal dari literatur Amrik ini mengangkat cerita tentang vampir yang beda dengan yang lain. Dicerita-cerita film atau novel lain, vampir selalu  memburu manusia, tapi di novel Twilight ini berbeda.

Diceritakan bahwa ada sekelompok klan vampir  bernama Cullen yang  sudah 3 abad tidak memburu manusia. Yups 3 abad sob. Ketika ketua kelompok mereka yang bernama Carlisle menciptakan vampir baru, dia juga ngajarin keluarga barunya ini untuk tidak memburu manusia.Inilah sisi unik dari cerita ini, vampir yang diceritakan tidak memburu manusia sebagai pemuas dahaga mereka akan darah, tapi sebagai gantinya mereka memburu binatang predator, seperti singa gunung atau beruang untuk mereka hisap darahnya sampai kering, untuk memuaskan dahaga mereka akan darah. Tapi meski yang mereka hisap adalah darah binatang, tapi tetap aja esensinya mereka itu  sang penghisap darah.

Dalam cerita ini para vampir bersifat Imortal alias abadi, ngga bakalan menua, cepat bagai kilat, kuat melebihi banteng. Pesona vampir-vampir ini luar biasa, selain ngga bisa menua, paras mereka juga cantik, ganteng, punya kornea mata berwarna emas, suaranya merdu, plus kaya raya. Siapa yang memandangnya bakalan klepek-klepek. Karena itu emang senjata alami mereka untuk menarik mangsanya.

Apa sih maksud judul diatas? Emang ada ya negeri sekelas Vampir? Ada donk, mau tahu buktinya?  Sebelumnya gue kasi prolog dulu ya guys. Di dunia ini ada yang disebut negeri-negeri berkembang kayak indonesia ada juga negeri-negeri maju kayak negeri-negeri di  Eropa dan Amerika serikat. Apa sih yang dimaksud dengan negeri maju? Negara maju adalah sebutan untuk negara yang menikmati standar hidup yang relatif tinggi melalui teknologi tinggi dan ekonomi yang merata. Tuh catet ya guys siapa tahu nongol di soal ujian kamu.

Kita ambil contoh Amerika serikat. Negeri ini punya kekayaan alam yang paling menonjol adalah penghasil batu bara terbesar di dunia. Tapi apakah mereka puas? Never! Mereka dari dulu udah terkenal sebagai salah satu bangsa penjajah setelah Inggris dan Belanda. Banyak banget negera-negara yang udah dikeruk sumber daya alamnya sama Amerika, salah satunya ya di Indonesia.Banyak tambang-tambang mineral yang udah dikeruk sama Amerika, contohnya aja tambang emas di Freeport papua. Bahkan konon katanya, jika salah satu kota terbesar di Amerika hancur karena bom, Amerika bisa bangun kota itu lagi pakai emas yang mereka ambil dari Freeport, bahkan bisa 2x lebih bagus dari pada sebelumnya.

Wuih... Kebayang donk guys seberapa banyak sumber daya alam yang kita punya tapi dihisap sama Amerika. Pantes aja kan mereka jadi negara maju, lha wong kerjaan menghisap kekayaan alam di berbagai negeri di belahan dunia. Terutama negri-negri muslim. Alhasil mereka jadi kaya, rakyatnya makmur, teknologi nya canggih, sekolah gratis, kesehatan gratis, bahan pokok murah. Tapi itu semua hasil menghisap kekayaan alam dari negara jajahannya. Jadi mereka itu kuat karena sokongan energi dari negeri jajahannya. 

Trus gimana nasib negara jajahannya? Ya kayak kita ini guys, miskin di lumbung padi. Kondisinya berbanding terbalik 180 derajat. Ngga ngerasain hasilnya malah ngerasain akibatnya. Tersebab Amerika dan negara-negara maju lainnya udah menghisap hasil kekayaan kita, baik didalam laut, didalam tanah, diatas tanah, semua udah diambil semua, kita yang harus menanggung hutang negara, ngga dapet pendidikan gratis, kesehatan gratis, bahan pokok murah dll.

Dari sini kita udah paham kan guys, kalau negara-negara maju yang menghisap sumber daya alam di Indonesia itu udah kayak vampir yang gue ceritain tadi. Korbannya dibiarin kering kekurangan darah, lama-kelamaan kalau ngga bisa bertahan bisa sekarat, biar ngga sekarat butuh transfusi, apa itu? Ya hutang itu tadi guys.

Nah pertanyaannya guys, gimana tampang para penjajah ketika masuk kedalam negeri kita? Tampang mereka bak dewa yang penuh pesona. Mereka menawarkan banyak banget kesenangan, terutama buat generasi mudanya. Apa itu? food, fashion, film, sport, gadget.  Kesenangan kayak gitu lah bikin para pemuda terlena. Bahkan sebagian malah menyibukkan diri dengan kesenangan yang dibawa barat. 

Why? Karena masyarakat kita terutama pemudanya sudah terlalu silau dengan budaya barat. Endingnya akhlak kita yang dirusak. Lah kenapa harus merusak akhlaq juga? Iya donk guys, secara, kalau pemudanya ngga dirusak akhlak nya bisa jadi pemudanya bangkit pemikirannya untuk tidak membiarkan asing mengambil sumber daya alam kita. So kita dibungkam dengan berbagai kesenangan. Akhirnya kita mati gaya sama agama kita sendiri, bahkan sampai pada kondisi lost identity.

Nah dari sini kita udah paham kan guys kalau negeri sekelas Vampir itu emang ada. Siapa? Ya negeri-negeri penjajah itu. Mereka udah menghisap kekayaan alam kita sampai kering, merusak akhlak kita,  so jangan sampai mereka juga menghisap aqidah dan keimanan kita. Ingat sob, mereka itu ngga bakalan rela sebelum kita mengikuti langkah-langkah mereka.



Tapi jangan khawatir sob, ada cara biar kita ngga sampai terhipnotis dengan pesona mereka plus biar aqidah kita ngga dihisap sama negeri penjajah. Kuatkan iman dengan mengkaji Islam secara kontinyu plus cari lingkungan orang-orang sholeh lagi berilmu, yang punya kebiasaan baik amar ma'ruf nahi mungkar, saling nasihat menasehati. Kalau kita punya lingkungan orang-orang yang sholeh, ini bisa menjadi perlindungan buat kita dari budaya barat. Perlindungan yang kayak gini insya Allah ngga bakalan bisa ditembus sama si "vampir" so kamu bisa save didalamnya. Jangan lupa untuk mendekatkan diri kepada Allah, banyak-banyak berdoa agar kita tetap teguh dalam keimanan kita.Wallahu a'lam bishowab



SHARE THIS

Author:

Etiam at libero iaculis, mollis justo non, blandit augue. Vestibulum sit amet sodales est, a lacinia ex. Suspendisse vel enim sagittis, volutpat sem eget, condimentum sem.

0 comments:

Mohon komentarnya santun dan sopan!