Saturday, March 24, 2018

Negara Gemilang, Lahirkan Generasi Cemerlang

Oleh : Viki N. Muswahida, S.Pd (Praktisi Pendidikan dan anggota Revowriter)



Akhy wa ukhty yang dirahmati Allah,
Sudah pernah tau belum tentang peradaban Islam yang gemilang memimpin dunia hingga 1300 tahun lamanya?. Peradaban Islam yang mampu menguasai 2/3 bagian dunia, menjadi negara adidaya karena diterapkannya sistem Islam dari Sang Khaliq di seluruh lini kehidupan manusia.
.

Dari peradaban islam tersebut bermunculan generasi emas yang ahli dalam bidang SAINTEK dan agama islam. Diantaranya, banyak para ilmuwan muslim dan muslimah yang mampu menemukan beberapa ilmu dasar yang dapat menjadi tonggak bagi perkembangan teknologi masa sekarang. Ada juga yang ahli fiqih, ahli tafsir, periwayatan hadist, dsb.
.

Betapa luar biasa Islam  dan mampu mencetak generasi cemerlang dan menjadi pribadi yang bersyakhsiyah islam. Tahukah sobat apakah makna pribadi bersyakhsiyah islam itu? Yakni kepribadian seseorang yang terbentuk ketika aqliyah (pola pikir) dan nafsiyahnya (pola sikap) sesuai dengan syariat Islam.
.

Pola pikir islami tercermin ketika dia mampu menghukumi segala sesuatu sesuai dengan hukum islam. Ketika seseorang menemukan berbagai fakta problematika dihadapannya, maka dia mampu menyelesaikannya sesuai standar halal haram. Pola pikir islami senantiasa berkembang ketika seseorang terus tholabul ilmi (menuntut ilmu) islam, rajin datang ke majelis ilmu, rajin dirosah fardiyah (membaca) buku-buku tentang islam, serta bergabung dengan komunitas orang-orang saleh dan salehah untuk sharing ilmu islam bersama mereka.
.

Ternyata tidak cukup sebatas ilmu saja tanpa diaplikasikan melalui tindakan, sebab akan sebatas menjadi teori saja dan tidak menghasilkan kebangkitan pada umat. Pola pikir yang islami ini akan berpengaruh pada pemahaman seseorang dalam mencerna suatu fakta. Walhasil, tercermin dalam suluk (perbuatan) seorang hamba. Perbuatan seseorang yang senantiasa berlandaskan islam inilah yang disebut dengan nafsiyah islam (pola sikap).
.

So,,, untuk menjadi pemuda yang cemerlang dimasa sekarang, gunakan potensi yang dimiliki sesuai dengan syariat islam. Semakin bertaqarrub kepada Allah. Lillah ketika menuntut ilmu.
.

Jangan menjadi pemuda instan, ketika ingin menggapai tujuan dengan cara yang cepat, tanpa melalui proses terlebih dahulu. Misal saja, ingin nilai bagus yang harusnya ingin belajar  dengan giat, namun karena ingin instan dan cepat akhirnya beli kunci jawaban dan menggunakan hp untuk bertukar jawaban ujian. 
.

Ada juga ketika tidak dapat menahan hawa nafsunya, justru melampiaskan dengan cara haram semisal pacaran. Karena tak mampu menahan pandangan, tidak dapat meredam syahwatnya. Seharusnya ketika belum siap menikah, berusaha untuk bisa menjaga pandangan, berpuasa agar terhindar dari bisikan syetan, menyibukkan diri dengan hal-hal yang positif seperti belajar, mengikuti ekstrakurikuler yang dapat mengembangkan bakatnya, datang ke majelis ilmu atau ikut rohis untuk memperdalam ilmu agama.
.

Ada juga yang tidak memiliki pendirian, ngikut pergaulan teman, tak memiliki pedoman mana perbuatan baik dan buruk, justru ikut-ikutan teman menggunakan obat terlarang (narkoba). 
.

Jadilah generasi yang bersyakhsiyah islam, jangan generasi instan dan ikut-ikutan. Karena pemuda adalah tonggak peradaban. Ditangan pemuda nanti bangsa ini akan diberikan. Jika pemudanya sering melakukan kemaksiatan, bisa bayangkan akan dibawa kemana nasib bangsa ini?.
Belajarlah menjadi pemuda terbaik sesuai dengan syariat Islam. Insyallah Islam rahmatan Lil'alamin  akan segera terealisasikan.



SHARE THIS

Author:

Etiam at libero iaculis, mollis justo non, blandit augue. Vestibulum sit amet sodales est, a lacinia ex. Suspendisse vel enim sagittis, volutpat sem eget, condimentum sem.

0 comments:

Mohon komentarnya santun dan sopan!