Sunday, March 18, 2018

Muslimah Cantik


Oleh: Emma Elhira
(pembina remaja ideologis, Anggota Komunitas Revowriter)


“Mirror, mirror on the wall, who’s the fairest of all?”, dengan harapan si cermin menjawab bahwa dialah yang tercantik. Dan demikianlah selalu jawaban si Cermin. Eeeiits.. itu mah kisahnya seorang Ratu yang merasa paling cantik dikisahnya Putri Salju. Coba kamu cobain ngadep cermin sambil nanya begitu, niscaya si cermin retak gegara bosen ditanyain terus yang sebenarnya kamu sendiri tau jawabannya.. Jangan ngarep cermin jawab kamu paling cantik yaa.. Mimpi bin mustahil. 

Cewek mana sii yang ga pengen tampil cantik? Jujur deh, dari kamu yang berpakaian muslimah hingga yang berpenampilan ga karuan  pasti pengen tampil cantik. Yess..? Masalahnya, buat apa dan siapa sih kamu pengen teelihat cantik? Nah, itu kembali pada peesepsi masing-masing tentang kecantikan itu sendiri. Intinya setiap cewek pengen tampil cantik dan menarik. 

Cantik dan indah, adalah dua kata yang paling didambakan setiap cewek. Allah menciptakan mahluk lembut ini lengkap dengan software keindahannya. Tapi jangan saah, banyak juga cewek yang ga ngerti makna kecantikan itu sendiri. Yang justru akhirnya malah menjerumuskan dirinya ke lubang dosa hanya karena kecantikan itu sendiri. Padahal setiap cewek teelahir dengan segenap potensi keindahan yang melekat pada dirinya, dengan kada yang beebeda-beda. Dan setiap kadar dan potensi tersebut adalah amanah yang harus dijaga.

Apalah artinya keindahan rupa dan raga tanpa disertai kecantikan akhlaknya. Kecantikan fisik seringkali menjadi standar penilaian seseorang. Padahal hati dan amallah yang menjadi ukuran. Fisik seseorang tidak akan mempengaruhi nilai mereka disisi Allah. Maha suci Allah, yang tidak membedakan wujud ciptaan-Nya. Tubuh manusia hanyalah media yang hendaknya digunakan untuk melakukan ketaatan, dengameluruskan niat dan keimanan serta melaksakan amal ibadah.
Banyak cewek merasa dirinya tidak terlihat cantik, biasa-biasa ajah, atau bahkan kurang dari biasa... Hal ini bisa menyebakan perasaan rendah diri dan ga pede. Sebenarnya perasaan ini ga perlu ada, jika ia memahami bahwa keindahan fisik adalah karunia, anugerah sekaligus ujian dari Allah, bagi orang-orang yang dikehendaki-Nya.

Siapa sih yang ga pengen cantik? Hampir semua cewek menginginkan dirinya terlihat cantik dan menarik. Berbagai cara bisa dilakukan agar bisa tampil menawan. Tak peduli harus membayar mahal, menghabiskan waktu, tenaga dan pikiran bahkan mengabaikan rasa sakit asal bisa cantik. Semua ga masalah. Kan ada istilah beauty is pain.

Terus emang ga boleh kalo pengen tampil cantik? Boleh, boleh banget malah. Asal tidak melampaui batas kodrat yang sudah Allah berikan pada kita. Dengan melakukan Oplas, sedot lemak, sulam alis, sulam bibir, botox, tanam benang atau segala macem yang bisa bikin tampil cantik. Its so ga banget.
Gaes.. beauty is not skin deep. Cantik hanyalah persoalan kulit, tapi yang tersembunyi didalamnya adalah yang utama.

Terus gimana cara menaikan rasa percaya diri biar gaul aman, sehat tapi tetap syar’i sesuai peruntah Allah.

1.      Ubah pola pikir. Ubah cara pandang dalam melihat dan menilai diri kita. Mengubah pola pikir bukan berarti kemudian menjadi Oveconfidence  (kepedean). Banyak potensi lain yanga kita miliki dan bisa melejitkan kemampuan diri, Keindaham akhlak, kesucian hati, ketulusan, talenta, skill dan lainnya tanpa berpikir soal penampilan semata.
 
2.      Be a positive thinker. Selalu lah berpikiran postif atas apapun yang kita hadapi. Sebab, berpikir postif selain menghilangkan rasa tertekan, stress, ga percaya diri,yang justru malah menghambat kita untuk berprestasi. Berpikir pasitif bahkan bisa memunculkan rasa bahagia. Jika kita bisa menghargai orang lain dan melihat hal baik yang ada dalam diri orang lain secara positif, pastinya kita juga bisa lebih menghargai diri sendiri. Well, thinking is believing and you are what you think you are. 

3.      No Body’s Perpect. Ga ada gading yang ga retak (kecuali Gading Martin, heheh) Setiap orang Allah anugerahkan kelebihan juga Allah selipkan kekurangan.  Terima segala keadaan diri. Bersyukur atas apa yang sudah Allah berikan, dan bersabarlah atas apa yang tidak Allah titipkan. Bersikap qana’ah bikin kita ga baper. Woles menghadapi setiap apa yang dijalani.

4.      Jujur pada diri sendiri. Jujur mengakui kekurangan, dan jujur melihat kelebihan diri. Belajar menganalisa potensi diri. Apa yang bisa kita gali dari potensi yang kita miliki. Siapa tau, setelah kita nemu potensi diri kita, aaajustru itu lah yang kemudian menjadi potensi paling dahsyat yang pernah kita punya.

5.      Jaga dan optimalkan penampilan. Penampilan fisik yang kita miliki hendaklah dijaga dan dirawat. Tapi bukan berarti terus jadi tampil menor  mewah dan glamour. Jangan cuek juga sama penampilan. Upayakan diri merasa nyaman , tampil optimal, dan tetap pede tanpharus melanggar hukum syara. Jaga dan rawtlah tubuh, serta tampillah dengan rapi dan bersih. You’ll be charming and cool.

So gaes.. Jadilah pribadi yang unik dan menarik. Jadi muslimah cantik yang ga dari luarnya ajah. Ga usah ribet mikirin pengen tampil menawan yang imbalannya hanya pujian manusia sesaat doang...
Ga perlu secantik Mawar, cukup sewangi Melati. Kecantikan bukan segalanya, tapi dibalik kesederhanaan fisiknya terdapat kekuatan wewangian yang luar biasa. Karena itu, ga perlu secantik Mawar, cukup sewangi Melati, yang mampu menebar pesona dengan keharumannya.
Jika seindah Mawar, jangan tusukkan duri. Jikalau Allah karuniakan keindahan fisik, janganlah menjadi pemilik kecantikan yang sia-sia. Apalah artinya keindahan fisik tanpa keindahan batin serta akhlak yang terpuji. Kecantikan fisik bisa menjerumuskan kita pada dosa jika tidak dibarengi ketaatan pada Allah. Kecantikan bisa jadi fitnah. Tak perlu kita kagum pada kecantikan kita, hingga timbul ujub, kebanggan dan takjub pada diri sendiri. Jika kita secantik Mawar, jangan sekali-kali menusukam duri. Baik pada orang lain apalagi pada diri sendiri.
Salam.


SHARE THIS

Author:

Etiam at libero iaculis, mollis justo non, blandit augue. Vestibulum sit amet sodales est, a lacinia ex. Suspendisse vel enim sagittis, volutpat sem eget, condimentum sem.

0 comments:

Mohon komentarnya santun dan sopan!