Wednesday, March 21, 2018

Muslimah, Apa yang Kalian Cari?

 

Oleh Ina ratu B

"Press For Progress" adalah tema hari perempuan internasional tahun ini. Hari perempuan internasional dirayakan sebagai apresiasi atas segala prestasi yang diraih oleh para wanita dalam berbagai lini, sekaligus berperan sebagai katalisator perubahan bagi para pejuang kesetaraan gender (feminis), yang memiliki target kesetaraan mutlak antara laki-laki dan perempuan, baik dalam bidang sosial, ekonomi, maupun politik. Mereka membuat gerakan dengan target yang telah disebutkan sebelumnya. Hal tersebut merupakan bahaya yang tersembunyi. Muslimah harus waspada dengan gerakan ini.
.
Gerakan feminisme yang merupakan turunan ide sekularisme (pemisahan antara agama dan kehidupan) ini telah dimanfaatkan oleh negara adidaya untuk mengokohkan hegemoni kapitalisme dan penjajahan di dunia Islam. Mereka menjadikan para wanita sebagai alatnya.
.
Gerakan mereka telah secara nyata muncul di tengah masyarakat. Kaum wanita mulai menjadi pion kemaksiatan, mereka menggugat hal-hal yang sebenarnya muncul guna melindungi mereka kaum wanita. Salah satunya mereka menolak perluasan kata zina dalam draf rancangan Kitab Undang-Undang Hukum Pidana (RKUHP) yang tengah dibahas oleh DPR dan Pemerintah. Mereka mengklaim bahwa penolakan telah dilakukan oleh ribuan orang melalui petisi yang dibuktikan dengan tanda tangan (jateng.tribunnews.com, 11/3/2018).
MIRIS. Hanya itulah yang bisa dikatakan tentang dunia wanita masa kini, mereka terbelenggu dengan kata-kata emansipasi wanita. Mereka menganggap kesetaraan antara wanita dan laki-laki adalah mutlak, padahal secara nyata keduanya berbeda dan memiliki peran yang berbeda pula. Mereka merasakan kebebasan yang 'kebablasan' untuk bertindak dan bertingkah laku di depan umum. Mereka jadi pion dalam hal kemaksiatan. Naudzubillah min dzalik. 
.
Ide kesetaraan seakan membawa keadilan dan kebaikan yang banyak bagi kehidupan para wanita. Padahal nyatanya tidak. Keikutsertaan para wanita dalam kampanye feminis - terutama para wanita muslimah- hanya akan menceburkan mereka dalam kubangan kemaksiatan. Adapun orang-orang yang mendukungnya, sungguh mereka telah mentolerir kemaksiatan dan mencampur adukkannya dengan kebenaran. Allah Subhanahu Wa Ta’ala berfirman:
 وَلَا تَلۡبِسُواْ ٱلۡحَقَّ بِٱلۡبَـٰطِلِ وَتَكۡتُمُواْ ٱلۡحَقَّ وَأَنتُمۡ تَعۡلَمُونَ
Artinya: “Janganlah kalian campur-adukkan antara kebenaran dan kebatilan, dan kalian sembunyikan yang benar padahal kamu mengetahuinya”. (Q.S. Al-Baqarah [2]: 42).
.
Ide kesetaraan gender yang diusung para feminis hendak menjauhkan para wanita -terutama para muslimah- dari jati dirinya, yakni sebagai arsitek dan pencetak para generasi unggul penerus peradaban emas Islam yang mulia. Mereka digiring untuk ikut bertanggung jawab menyelesaikan problem kemiskinan keluarga, hingga mereka berbondong-bondong masuk dunia kerja, meninggalkan anak dan keluarga. Mereka dengan rela hati menjadi pemutar mesin industri milik para kapitalis, sekaligus di saat yang hampir bersamaan, mereka menjadi pasar bagi produk-produk mereka.
Apa yang kalian cari wahai wanita Muslimah ???



SHARE THIS

Author:

Etiam at libero iaculis, mollis justo non, blandit augue. Vestibulum sit amet sodales est, a lacinia ex. Suspendisse vel enim sagittis, volutpat sem eget, condimentum sem.

0 comments:

Mohon komentarnya santun dan sopan!