Thursday, March 22, 2018

Mewujudkan Remaja Islam Zaman Now

Oleh : Sari Mariana, drg ( Pemerhati Remaja dan Anggota Komunitas Revowriter)



Saat ini pergaulan remaja semakin mengkhawatirkan. Banyak remaja terjerat narkoba, pergaulan bebas bahkan tindakan kriminal. Seperti yang disampaikan dr Tribowo T Ginting dari Rumah Sakit Persahabatan di Jakarta mengatakan, “Anak remaja cukup rentan dengan narkoba, karena dia merasa tertantang, ingin tahu dan coba-coba terhadap ajakan orang lain. Pakar kesehatan reproduksi dr Boyke Dian Nugraha menyampaikan dari tahun ke tahun remaja yang melakukan hubungan seks, semakin meningkat. Penelitian yang dilakukan di beberapa kota besar di Indonesia, yaitu di Jakarta, Surabaya, Medan, Bandung dan Yogyakarta sekitar 29,9 persen remaja melakukan hubungan seks diluar nikah. Remaja terjerat tindakan kriminal juga semakin banyak. Kriminolog UI Ferdinand Andi Lolo menilai perlu ada tindakan hukuman kepada remaja yang melkukan tindakan kriminal dan meresahkan masyarakat.




Mengapa remaja hari ini kehilangan identitasnya? 


Ada beberapa faktor yang menyebabkan remaja terjerat dalam perilaku yang buruk:
Yang pertama, Remaja tidak memahami tujuan hidupnya. Mereka belum tahu bahwa mereka diciptakan oleh Allah sebagai hambaNya yang harus senantiasa taat kepada Allah. Ketika pondasi agama tidak kuat akan sangat mudah mereka melakukan hal-hal yang bermaksiat kepada Allah.
Yang kedua, Keluarga yang tidak harmonis. Remaja akhirnya mencari kesenangan di luar rumah. Remaja kehilangan kasih sayang dari Ayah dan Ibunya lalu mencari teman-teman yang bisa mengerti dirinya. Ayah dan Ibu yang tidak menjalankan fungsinya dalam keluarga untuk mendidik anak-anak mereka. Ayah hanya berpandangan bahwa tugasnya adalah mencari nafkah dan tugas mendidik anak hanya diserahkan kepda Ibunya. Ibu juga tidak memiliki bekal yang cukup dalam mendidik anak. Ditambah lagi kehidupan materialis yang juga menuntut Ibu bekerja untuk membantu dalam mencari penghasilan tambahan.
Yang ketiga, Pergaulan remaja akibat sistem kebebasan saat ini. Banyak kelompok remaja yang bukannya mengajak remaja lebih baik tetapi justru menghancurkan kehidupan remaja.Mereka merasa nyaman di kelompoknya dan menjauh dari keluarga. Mereka tidak memperdulikan nasehat dari orangtua, guru dan komunitas yang baik karena merasa dirinya sudah hebat dan mampu memilih hidupnya sendiri.



Untuk mewujudkan remaja yang mempunyai kepribadian Islam di zaman now bukanlah khayalan. Telah jelas bagaimana generasi Islam dulu punya remaja-remaja yang tangguh dalam memperjuangkan Islam. Sosok pemuda Islam yang layak untuk diteladani oleh remaja muslim zaman now. Ali bin Abi Thalib sejak kecil telah masuk Islam, dalam usia 8 tahun. Dalam masa menjelanng hijrah Rasulullah ke Madinah, beliaulah yang menggantikan tempat tidur Rasulullah. Keberanian yang sangat nyata jika dibandingkan dengan resiko maut yang akan diterimanya. Dalam usianya yang masih muda sebagai panglima perang, bahkan Rasulullah memberikan panji Islam kepada Ali.
Siapa yang tidak kenal dengan Muhammad Al Fatih?. Muhammad Al Fatih dalam usia 22 tahun menjadi Khalifah yang membebaskan konstantinopel dari tangan orang-orang kafir. Sejak baligh tidak pernah meninggalkan shalat tahajud, bahkan Rasulullah mengabarkan dalam sebuah Haditsnya yang mulia. “ Sebaik-baik pemimpin adalah yang menaklukakan Konstantinopel , dan sebaik-baiknya pasukan adalah yang menaklukkan Konstantinopel (HR, )


Pemuda seperti Ali bin Abi Thalib dan Muhammad AlFatih , mereka adalah pemuda-pemuda yang dididik dengan Islam. Islam menetapkan bahwagenerasi Islam dididik dengan pendidikan Islam. Konsep pendidikan dalam Islam adalah bagaimana mendidik generasi Islam agar mereka mempunyai kepribadian Islam. Langkah yang bisa dilakukan agar terwujud remaja Islami adalah sebagai berikut:



Yang pertama, Aqidah Islam ditanamkan kepada remaja dan menjadi landasan dalam beramal. Remaja harus dipahamkan bahwa ketika dia sudah baligh maka setiap aktivitasnya akan dimintai pertanggung jawaban dari Allah. Ketika beramal shalih dia akan mendapatkan pahala, sebaliknya ketika bermaksiat akan mendapatkan dosa. Mereka paham bahwa mereka akan dihisab oleh Sang Khaliq. Jika ini yang menjadi pedoman, maka remaja akan bertindak sesuai dengan perintah hukum syara, menjauhi apa yang dilarang Syariat Islam. Allah berfirman dalam Alqur’an Surat An Nisa;65. “ Maka demi TuhanMu, dikatakan kalian tidak beriman hingga menjadikanMuhammad sebagai hakim terhadap apa yang kalian perselisihkan, dan tidak ada keberatan dalam diri mereka terhadapapa yang kamu putuskan, kemudia mereka menerima dengan pasrah’’.


Yang kedua, Keluarga muslim harus kembali kepada Islam. Posisi dan kewajiban sebagai orang tua benar dijalankan demi mendapatkan keridhaan Allah. Ayah selain bertanggungjawab mencari nafkah, maka Ayah juga berkewajiban untiuk mendidik anaknya. Di dalam QS luqman :13 “ Dan ingatlah ketika Luqman berkata kepada anaknya, ketika memberi pelajaran kepada anaknya, “Wahai anakku, janganlah engkau menyekutukan Allah, sesungguhnya menyekutukan Allah adalah kezaliman yang besar”. Islam mengajarkan tugas mendidik anak juga di tangan ayah walaupun ibu sebagai madrasatul ula atau penddidik yang pertama bagi seorang anak.



Yang ketiga, Remaja harus bergaul dengan komunitas yang baik. Komunitas yang baik akan mengajak remaja dalam kebaikan. Aktif di kegiatan Islam yang diadakan sekolah, menggali potensinya sehingga remaja bisa menggunakan potensinya untuk Islam. Dalam sebuah hadits disampaikan “Jika engkau berteman dengan penjual minyak wangi engkau akan terkena wanginya, jika berteman dengan pandai besi akan terkena juga besinya”.Masa remaja adalah masa yang amat membutuhkan teman untuk mengaktualisasikan dirinya sehingga ia butuh komunitas-komunitas yang baik agar terarah pergaulannya. 


Yang keempat, Negara mendukung dengan menerapkan aturan yang bersumber dari Allah SWT dengan syariat Islam secara kaffah. Aturan yang berfungsi mencegah remaja melakukan kemaksiatan dan juga akan menebus dosanya di akhirat. Tayangan media akan diatur agar tidak ada lagi pornografi yang terpampang secara nyata. Kekerasan yang dipertontonkan media juga dilarang. Syariat Islam akan menutup celah-celah kejahatan yang akan dilakukan remaja Semasa Khilafah tegak orang mencuri kemudian dipotong tangannya bisa dihitung dengan jari. Orang yang berzina juga dihukum dengan hukum zina sehingga zina tidak merajalela seperti kondisi sekarang.
Kita sebagai Kaum muslimin amat mengharapkan remaja-remaja Islam yang punya kepribadian Islam. Remaja inilah yang akan meneruskan perjuangan Islam nantinya. Generasi yang akan membawa bangsa ini menuju peradaban agung dan mulia. Generasi yang akan membawa Islam Rahmatan lil ‘alamiin ke seluruh dunia. 


SHARE THIS

Author:

Etiam at libero iaculis, mollis justo non, blandit augue. Vestibulum sit amet sodales est, a lacinia ex. Suspendisse vel enim sagittis, volutpat sem eget, condimentum sem.

0 comments:

Mohon komentarnya santun dan sopan!