Tuesday, March 27, 2018

Menggamit Rasa Iri




Setiap insan tak bisa dipungkiri  mempunyai rasa iri. Meski dengan kadar iri yang berbeda, Allah SWT telah melarang kita memiliki noda hitam ini.
"Dan janganlah kamu iri hati terhadap apa yang dikaruniakan Allah kepada sebahagiaan kamu lebih banyak kepada sebahagiaan yang lain....."
(QS. An Nisa: 32).

Biasanya iri hati terbesit jika seseorang melihat orang lain lebih kaya, lebih rupawan dengan fisik yang bagus, lebih sukses dunianya, lebih jago dalam berkomunikasi sosial, lebih populer di lingkungan kerja, atau bahkan iri terhadap saudara kandungnya sendiri karena merasa orang tua lebih berat sebelah.

Bagaimana agar kita bisa menghapus provokasi syaithan tersebut? Dengan  lebih mendekatkan diri pada Allah serta melatih kesabaran qalbu insyaAllah pendar-pendar hitam di hati kita akan terkikis. Tentu saja dengan amalan-amalan yang kontinyu/istiqomah.

Tapi jangan salah ya Sob...Iri bisa diperbolehkan dalam Islam. Rasulullah SAW  pernah bersabda: "Tidak boleh Iri hati kecuali pada dua orang, yaitu orang yang Allah anugerahkan harta lalu ia infakkan pada jalan kebaikan dan orang yang Allah beri karunia ilmu, ia menunaikan dan mengajarkannya." (HR.Bukhari)

Nah Sob, jika ada saudara muslim kita yang kaya raya namun low profile dan selalu bersegera jika ada tuntutan dana untuk dakwah, kita patut ber- iri-ria. Sebagai teladan untuk berinfak di jalan yang benar.

Iri yang kedua pada kepiawaian seseorang dalam berilmu terutama ilmu agama. Kita boleh  bahkan dianjurkan kok merasa iri pada mereka - mereka yang memiliki kemampuan, berwawasan, mumpuni dan mengamalkan ilmunya baik dalam perkara agama dan lainnya. Sehingga dengan begitu kita jadi terkompori untuk maju dan lebih semangat dalam mencari ilmu. Kita tak ingin merasakan perihnya kebodohan kan? Berlelah lelah mencari ilmu yang benar insyaAllah menghasilkan keberkahan.

Yang cukup memprihatinkan nih Sob, jika posisi sudah merasa pewe dengan seabrek keduniawiaan, kita jadi malas untuk menggali ilmu agama. Terkadang dibenak kita lebih merasa unggul dan berkelas, hingga timbul rasa hasad pada mereka yang cemerlang aqidah, nafsiyah, dan aqliyah Islamnya. Na'udzubillah... akan lebih indah jika iri hati kita bawa dalam koridor yang suci. Bergaul dan berfastabiqul khoirat akan berasa lebih elegan. Tak menghasud tak pula menabur benih kebencian di ruang hampa qolbu. Karena Allah akan melindungi para pencari dan pengamal ilmu dengan penjagaan Nya yang lebih indah.

Karenanya, mari kita ubah rasa iri yang negatif pada rasa iri terhadap orang orang yang senantiasa mengamalkan ilmunya demi kesejahteraan ummat. Jika berdekatan dengan mereka so pasti kita bisa folling in love. Yuk temukan mereka di majlis-majlis ilmu, di masjid, di diskusi-diskusi ilmu formal dan non formal, atau pun di kampung kita sendiri. Kita buka dunia dengan wawasan ilmu agama. Dengan begitu bisa mencerdaskan serta memajukan umat Islam.

Jika umat muslim berlomba-lomba menuntut iptek dan ilmu agama Islam, peradaban Islam akan kembali bangkit. Dari rasa iri yang positif akan melahirkan ghiroh untuk menuntut ilmu, berkompetisi dan mengamalkannya. Sehingga bisa menghadang lawan yang menyesatkan, menendang jauh kebodohan akhirnya menggoalkan  kesejahteraan dan kemuliaan Bak pemain sepakbola 😊

 Biidznillah...



🌺 _rafidah_🌺

#iriyangmengghiroh
#menulisuntukdakwah

SHARE THIS

Author:

Etiam at libero iaculis, mollis justo non, blandit augue. Vestibulum sit amet sodales est, a lacinia ex. Suspendisse vel enim sagittis, volutpat sem eget, condimentum sem.

0 comments:

Mohon komentarnya santun dan sopan!