Tuesday, March 27, 2018

Membangunkan Kesadaran yang Pulas

Oleh : Shafayasmin Salsabila



Big Problem 


Gaeeeys... Pernah gak sih ngalamin, kamu lagi di dalam mobil. Dalam keremangan malam. Di jalanan yang berlubang dan sempit. Dan percis di hadapan ada anak muda bawa motor ugal-ugalan, berboncengan, gak pada pake helm, lampu motornya depan belakang mati. Ngebutnya pake gocekan saat ngindarin lubang, dengan kecepatan yang bikin sulit mobil kita nyalip. Kagok. Maras. U know lah ya, what's the meaning of 'maras'. 


Tiba-tiba aja kepikiran. Vrooh, apa kalian dah pada bosen idup?! 
Kenapa helmnya gak dipake, padahal jalanan gelap dan penuh lubang.
Kenapa lampunya tidak dibetulkan dulu?

Kenapa bawanya ngebut sembari mlapar mlipiiiiir gt?

Terpikirkah akan keselamatan dan nyawamu?

Atau apakah sebegitu yakinkah kamu bahwa anak muda masih akan sangat jauh waktu pemakamannya?


Kamu tidak sadar tengah membahayakan diri kamu sendiri. Bahkan diri orang lain.
Kesadaran kamu terlelap. Pulas. Kamu hidup, namun apatah mengapa, akalmu tidak membuatmu memahami tentang resiko dan tanggung jawab dari pilihan perbuatanmu. Dari keputusan-keputusan dalam hidupmu.


Gaeeys, jika saja anak muda paham betapa berharga nilai hidupnya. Niscaya ia akan menjalani kehidupan ini dengan penuh perhitungan. Pertimbangan yang matang, dan berpikir panjang.

Big Why?


Tanda tanya besar. Saat fenomena pemuda berseliweran dalam fragmen-fragmen yang tercabik. Jauh dari mutu. Hampa cita. Lemah semangat. Tak mengenal ghirah. Hampa motivasi. Apa yang sebenarnya tengah terjadi?


Rupaya semua berangkat dari krisis jati diri. Pemuda hari ini banyak yang masih mencari bahkan belum menemukan hakikat kehidupan ini. Cara pandangnya dibonsai lewat sinetron. Dibentuk oleh pergaulan yang rusak. Mereka tumbuh bukan dengan tempaan akidah dan agama.
Pemuda kebanyakan dijauhkan dari tsaqofah islam. Dari jalan keselamatan. Jangankan sampai menyelami kedalaman Adz Dzariyat : 56, huruf hijaiyah pun tak mampu diterjemahkan mata. 

Big Insecure


Gaees.. Untuk membalik keadaan. Pemuda butuh disadarkan, jangan lagi mereka seperti mayat hidup. Yang berjalan di muka bumi tanpa tau arah dan tujuan. 


Bahwa pemuda adalah bagia dari manusia, ciptaan bagi Penciptanya, yakni Allah Azza wa Jalla. Ada alasan kuat mengapa, Allah memilihnya untuk menghirup udara. Ada misi dipundak untuk menjaga bumi dengan aturan Sang Pencipta. Memastikan hukum Allah tegak dan sempurna terlaksana. 



Sadar bahwa dunia hanya tempat singgah yang akan ditinggalkan, untuk melanjutkan perjalanan menuju alam akhirat yang abadi. 
Ada amal yang akan dihitung. Semua pilihan semasa hidup di dunia akan diadili. Meyakini ada hari pembalasan atas setiap keputusan. 


Inilah pandangan hidup yang akan menampar sadar para pemuda. Hingga ia akan mereformasi keseluruhan hidupnya. Mengumpulkan kepingan mimpi yang terserak. Membangun cita dan asa agar hidupnya memiliki nilai tawar. 


Pemuda akan behati-hati dalam meniti hari. Berubah menjadi sosok pejuang yang terpancar dari matanya aura keberanian untuk menjadi mutiara yang kemilaunya membangunkan kepulasan, hingga semua mata terbuka dan tersadar. Pemuda berada di garda terdepan membawa perubahan. Angin segar bagi kebangkitan. 

Gaeeys. Tidak kah kita merindukan surga? 











SHARE THIS

Author:

Etiam at libero iaculis, mollis justo non, blandit augue. Vestibulum sit amet sodales est, a lacinia ex. Suspendisse vel enim sagittis, volutpat sem eget, condimentum sem.

0 comments:

Mohon komentarnya santun dan sopan!