Wednesday, March 14, 2018

Melejitkan Potensi Anak dengan Nyaman



Oleh : Dwi Susanti (Praktisi Pendidikan – Tulungagung)

Kunci mendidik anak oleh Rasulullah yaitu dengan cinta. Ada kisah pada suatu hari Rasulullah sedang duduk memangku seorang anak, anak di pangkuan Rasulullah itu tiba-tiba pipis maka seketika itu ibu si anak langsung mengambil anak tersebut dari pangkuan Rasulullah dengan kasar. Ekspresi Rasulullah menunjukkan bahwa beliau sangat marah dengan peristiwa tersebut dan berkata pada si ibu bahwa baju beliau akan bersih jika dibasuh dengan air tetapi luka di hati anak akan terus membekas sampai kapanpun.

Seorang ibu ahli neurologi melakukan penelitian dengan menempelkan kabel ke kepala anaknya yang masih balita dan menyambungkan satu bagian ke komputer, ketika si ibu menyusui anaknya sambil mengusap-usap kepala anaknya dengan lembut maka tampak warna merah muda yang semakin membesar, tetapi ketika tanpa sengaja si anak menyenggol kabel tersebut dan secara spontan ibunya berteriak maka warna merah muda tadi berubah menjadi abu-abu dan putus. Ini artinya perlakuan kita kepada anak-anak akan sangat berpengaruh pada perkembangan otak dan kecerdasannya. Karena itu kita perlu hati-hati  dalam bersikap terutama pada usia golden age karena efeknya bisa permanen. Jangan lupa hanya memberikan cinta pada anak.

Perlu diketahui bahwa pada dasarnya otak manusia terbagi menjadi 3 yaitu:
1. Otak Reptil
Berfungsi untuk gerak reflek misal mata berkedip, jantung berdetak dan untuk bertahan hidup. Karena itu jika seseorang atau anak kita perlakukan dengan tidak menyenangkan maka yang lebih berkembang adalah bagian ini sehingga cenderung membantah atau mencari-cari alasan untuk membela diri. 
2. Otak Mamalia
Berfungsi untuk mengatur emosi. Otak ini juga sangat mempengaruhi otak yang lain jika perasaan /emosi anak takut, kurang nyaman maka otak reptil yang akan muncul tetapi jika emosi anak senang maka otak berfikirnya yang akan muncul. Karena itu jika ingin ana
k-anak kita cerdas maka buat emosi anak senyaman mungkin. 
3. Otak Berfikir
Otak ini menentukan pintar atau tidaknya seseorang. Otak ini sangat dipengaruhi oleh emosi Kita. 

Sebagaimana tubuh otak juga butuh makanan
. Makanan otak ada 2 yaitu cinta dan stimulasi.
Bagamana supaya anak merasa kita cintai? Maka kita perlu belajar agar terampil memberikan cinta pada anak. Kuncinya dengan SKMDH3 yaitu:
1. Senyum
Kenapa harus dengan senyum karena senyum itu sedekah sebagaimana sabda nabi
: "Senyummu dihadapan saudaramu adalah sedekah". Senyum itu sehat. Senyum membuat orang lain bahagia, awet muda, dan senyum adalah solusi. Senyum ini adalah suatu ketrampilan yang perlu dilatih. 
2. Katakan Cinta
Kenapa cinta harus dikatakan? Apakah ini tidak terlalu
berlebihan? Jawabnya karena ini juga diperintahkan oleh Rasulullah : “Jika seseorang mencintai saudaranya karena Allah, maka kabarkanlah bahwa ia mencintainya". Seseorang akan bersama dengan orang dicintainya. Karena itu jangan malu dan ragu untuk mengatakan cinta kepada saudaranya terutama kepada suami dan anak-anak kita. Selain diperintahkan, ungkapan cinta juga bisa melembutkan hati pasangan lho. Silakan dicoba :)
3. Muliakan
Anak 
Cara untuk memuliakan anak sebagai berikut :
- Sambut kedatangan anak dengan gembira
- memanggil anak dengan nama kesayangan
- menjabat tangan anak
-mengelus kepala anak dan mendoakannya
-mencium anak
-memandang mata anak jika berbicara dengannya
-menghargai miliknya misal tidak memaksanya untuk menyerahkan miliknya pada adik dsb
4. Doa untuk anak setiap waktu 
Dimanapun saat teringat anak doakan dan bacakan Alfatihah untuknya
. Mohonkan agar Allah senantiasa menjaga anak kita. 
5.
Tiga Kata Ajaib saat berinteraksi dengannya yaitu minta tolong, maaf, dan terimakasih. 
Dengan kunci di
atas insyaallah emotional bonding anak dan orang tua akan terjalin.

Secara umum, anak usia kurang dari 8 tahun yang berkembang adalah otak reptil dan otak mamalia maka mereka belum memerlukan les yang beraneka ragam. Mereka hanya butuh disayang-sayang  dan distimulasi dengan gerak bervariasi maka mereka butuh lapangan untuk bereksplorasi.  Menurut penelitian, anak yang betah bergelayutan maka konsentrasinya lebih lama. Penelitian di Chicago terhadap anak miskin di daerah tersebut sebelum pembelajaran dimulai (masuk kelas) anak-anak diajak kegiatan fisik motorik misal berguling-guling di lantai, melompat-lompat, berputar-putar, dan setelah itu masuk kelas maka hasilnya menunjukkan peningkatan kecerdasan anak-anak tersebut.

Apa tugas orang tua selanjutnya? Tugas orang tua memperhatikan kemampuan anaknya untuk mengetahui bakat anak, potensi anak. Bagaimana cara mengetahui bakat anak? Dengan cara mengamati anak atau dengan teknologi salah satunya dengan metode STIFIN agar mengetahui karakter anak sejak dini. Mengenal karakter anak sejak dini membantu anak untuk menemukan passionnya, menemukan emotional bonding kita dengan anak sehingga anak akan nyaman ketika menjalani bidang yang memang tepat untuknya. Dengan demikian anak akan rajin belajar dengan sendirinya dan prestasi anak akan meningkat tanpa kita harus mengingatkan terus. Jadi jika kita ingin prestasi anak kita meningkat tanpa beban "Splash Your Love” (Guyur cintamu) untuk mereka.  

Penulis : Dwi Susanti
               Praktisi Pendidikan - Tulungagung

SHARE THIS

Author:

Etiam at libero iaculis, mollis justo non, blandit augue. Vestibulum sit amet sodales est, a lacinia ex. Suspendisse vel enim sagittis, volutpat sem eget, condimentum sem.

0 comments:

Mohon komentarnya santun dan sopan!