Saturday, March 24, 2018

Manusia Yang Melawan Arus

Oleh : Ummu Azizah



Ketika aturan Islam tak lagi di terapkan secara menyeluruh, kaum muslim kehilangan identitas nya. Perisai kaum muslimin (Khilafah) telah di runtuhkan sejak 3 Maret 1924 M bertepatan dengan 27 Rejab 1342 H oleh Mustafa Kemal Atartuk. 


Kerajaan Islam terakhir yang mampu bertahan sehingga jatuhnya Khilafah Islamiyyah ini adalah Kerajaan Utsmaniyyah.Perlahan tapi pasti, satu persatu hukum-hukum Islam ditinggalkan di gantikan dengan hukum-hukum yang bukan dari aturan Islam.Kehidupan kaum muslimin di jauhkan dari Islam, aturannya hanya sebatas ritual di ranah privat saja (Sekularisasi). Aturan Islam tak lagi mengatur kehidupan, aturan Kapitalis dengan Demokrasinya lah yang kini telah mendominasi.Akibat tidak di terapkannya aturan Islam, di tengah-tengah kehidupan kaum muslim terjadilah berbagai krisis dan kekacauan.Krisi moralitas, akhlak yang tercela, korupsi, pelecehan seksual, kriminalitas, pembunuhan, krisis ekonomi, pasar bebas, riba yang terus berkembang, kemiskinan, toleransi yang kebablasan, fluralisme, bahkan pelecehan agama Islam kerap terjadi, penghinaan terhadap para ulama dan lain sebagainya, masih banyak lagi kerusakan dan kekacauan yang terjadi sehingga permasalahan yang tak ada penyelesaiannya di karena kan hukum yang di pakai adalah hukum buatan manusia. Hukum yang tajam kebawah dan tumpul ke atas, hukum yang berdasarkan asas mamfaat semata.

Kemunculan para pengemban dakwah lah yang ingin mengembalikan kehidupan Islami yang meperjuangkan kembali tegak nya Daulah Khilafah, senantiasa terus berjuang meski melawan arus aturan para penguasa yang  terus mendzolimi umat dengan segala kebijakan nya.Berani menyuarakan yang haq (kebenaran), meski cacian, cibiran, bahkan di asingkan karena berbeda dari yang lain nya, maka beruntung orang-orang yang terasing.  

بَدَأَ الإِسلامُ غريبًا، وسَيَعُودُ غريبًا كما بدَأَ ، فطُوبَى للغرباءِ  

“Islam muncul dalam keadaan asing, dan akan kembali asing seperti saat  kemunculannya. Maka beruntunglah orang-orang yang asing”. (HR. Muslim).  

فَقِيلَ : يَا رَسُولَ اللَّهِ، وَمَا الْغُرَبَاءُ؟ قَالَ :”الَّذِينَ يُصْلِحُونَ عِنْدَ فَسَادِ النَّاسِ  


“Siapakah orang-orang yang terasing itu ya Rasulullah ? “Orang-orang yang selalu memperbaiki (amar ma’rur dan nahi munkar) di saat manusia dalam keadaan rusak”, jawab Rasulullah   (HR. Thabrani, dengan periwayat yang terpercaya /shahih).  

Mereka tetap teguh dalam pendirian dan keyakinanya. Karena janji Allah SWT dan Rasul_Nya lah yang menjadi penyemangat.Banyak hadis Nabi saw, mengabarkan bahwa kekhilafahan Islam seperti pada masa Khulafaur Rasyidin akan kembali tegak sekali lagi. Salah satunya adalah hadis yang menggambarkan bentuk dan tahapan kekuasaan yang akan terjadi sepeninggal beliau sampai hari kiamat secara urut. Beliau bersabda:  

تَكُوْنُ النُّبُوَّةُ فِيْكُمْ مَا شَاءَ ا للهُ أَنْ تَكُوْنَ ، ثُمَّ يَرْفَعُهَا إِذَا شَاءَ اَنْ يَرْفَعَهَا ، ثُمَّ تَكُوْنُ خِلآفَةً عَلَى مِنْهَاجِ النُّبُوَّةِ ، فَتَكُوْنُ مَا شَاءَ اللهُ اَنْ تَكُوْنَ ، ثُمَّ يَرْفَعُهَا إِذَا شَاءَ أَنْ يَرْفَعَهَا ، ثُمَّ تَكُوْنُ مُلْكًا عَاضًا ، فَتَكُوْنُ مَا شَاءَ اللهُ أَنْ تَكُوْنَ ، ثُمَّ يَرْفَعُهَا إِذَا شَاءَ أَنْ يَرْفَعَهَا ، ثُمَّ تَكُوْنُ مُلْكًا جَبَّرِيًّا ، فَتَكُوْنَ مَا شَاءَ اللهُ أَنْ تَكُوْنَ ، ثُمَّ يَرْفَعُهَا إِذَا شَاءَ أَنْ يَرْفَعَهَا ، ثُمَّ تَكُوْنُ خِلآفَةً عَلَى مِنْهَاجِ النُّبُوَّةِ ، ثُمَّ سَكَتَ  


“Periode kenabian akan berlangsung pada kalian dalam beberapa tahun, kemudian Allah mengangkatnya. Setelah itu datang periode khilafah aala minhaj nubuwwah (kekhilafahan sesuai manhaj kenabian), selama beberapa masa hingga Allah ta’ala mengangkatnya. Kemudian datang periode mulkan aadhdhan (penguasa-penguasa yang menggigit) selama beberapa masa. Selanjutnya datang periode mulkan jabbriyyan (penguasa-penguasa yang memaksakan kehendak) dalam beberapa masa hingga waktu yang ditentukan Allah ta’ala. Setelah itu akan terulang kembali periode khilafah ‘ala minhaj nubuwwah. Kemudian Nabi Muhammad saw diam.” (HR Ahmad; Shahih)

Para pengemban dakwah terus bergerak melawan arus menentang aturan yang tidak sesuai dengan aturan Islam dan berpegang teguh pada Al Qur'an dan As Sunah.  



SHARE THIS

Author:

Etiam at libero iaculis, mollis justo non, blandit augue. Vestibulum sit amet sodales est, a lacinia ex. Suspendisse vel enim sagittis, volutpat sem eget, condimentum sem.

0 comments:

Mohon komentarnya santun dan sopan!