Thursday, March 15, 2018

Kenakalan Remaja, Penyumbang Catatan Hitam Negara



Oleh : Kanti Rahmillah


WHO menyebutkan angka aborsi di dunia menyentuh 56 juta jiwa per tahun. Praktek aborsi ilegal lebih banyak lagi. Mirisnya, pelaku aborsi ditingkat remaja meningkat. Aborsi tanpa ikatan pernikahan, itu artinya aborsi karena perjinahan. Ngeri.

Sepanjang tahun 2017 terdapat 46.537 kasus narkoba. Terbanyak dari kalangan pelajar. BNN menyebutkan, data pengguna narkoba 27 persen dari kalangan remaja. Pelajar dan Mahasiswa. (Republika.co.id)

Tak habis kata untuk menceritakan tingkah laku seorang remaja. Keberadaanya bak rumput liar. Indah dipandang jika ada yang menatanya. Ada yang memotonginya. Ada yang peduli denganya.

Jangan pernah mengabaikannya, karena rumput liar akan terus tumbuh dan mengganggu lingkungnnya. Dia akan merambah dan menjadi sampah yang sulit dihilangkan.

Remaja hari ini, yang hidupnya sudah terlanjur dicekoki budaya kebebasan. Terjebak dalam jurang kapitalisme. Menghantarkannya pada individu yang tak peduli pada sesama. Tak berteman dengan adab dan tatakrama. Hidup hanya untuk menikmati kebahagiaan materi semata.

Kenakalan remaja, menjadi penyumbang terbesar bobroknya negeri ini. Kasus narkoba yang seolah tak ada hentinya. Freesex yang menghantarkan pada pembunuhan tersadis, Aborsi. Geng motor penjagal malam, menjadi momok mengerikan sekaligus memilukan.

Tak habis cerita dalam semalam, untuk menceritakan kenakalan remaja. Ibu menangis, Ayah murka, saat mengetahui anak perjakanya pengedar narkoba. Ibu malu, Ayah membatu saat tahu anak gadisnya sedang berbadan dua.

Kenakalan Remaja, Buah Sekulerisme

Remaja akhir zaman, menjadi catatan penting goresan peradaban. Mau diarahkan kemana mereka? Menjadi pemuja narkoba ataukah pemimpin bijaksana. Menjadi corong kebebasan yang membawa malapetaka atau  menjadi batu penyusun peradaban mulia.

Tak bisa dipungkiri, jejak pemuda hari ini dipengaruhi ideologi mainstream negeri ini, sekuler kapitalisme. Paham ini mengesampingkan ajaran agama. Agama hanya ditempatkan pada wilayah ibadah saja.

Sekulerimse menjadi biang kerok amoralnya remaja hari ini. Bagimana tidak, sistem ini menjadikan anak tak memahami agama dari dini. Padahal agama adalah pondasi yang harusnya di tempatkan diawal kehidupan mereka.

Bahwa mereka lahir atas ijin penciptanya. Maka  ibadah menjadi konsekuensi logis yang akan dilakukannya. Syariat adalah tali pegangan hidup selamat dunia dan akhirat. Maka aktivitasnya senantiasa akan mendekatkan dirinya pada yang maha kuasa. Semua ini tak dipahami mereka.

Sayang, banyak keluarga muslim saat ini, terjerumus pada model keluarga barat. Ibu harus membantu pundi keuangan keluarga. Dipaksa bersaing dengan para pria diluar sana. Padahal ibu adalah pendidik pertama dan utama pada anak. Wajar, pendidikan moral absen dari pribadi anak.

Era industri, para buruh diperas habis oleh para kapital. Jam kerja tak manusiawi. Akhirnya, rumah hanya terminal. Tempat istirahat ayah. Anakpun kehilangan sosok ayah. Buah hati seperti duri yang menjadi beban keluarga. Sang anak pun mencari sosok yang peduli dengan eksistensinya.

Terbentuklah komunitas-komunitas mubazir. Seperti komunitas game online, komunitas pecinta band musik, pecinta drama korea. Bahkan komunitas kriminal, geng motor, ayam kampus, ayam online dan masih seabrek tingkah polah remaja.

Kebijakan bernafas sekuler pun menjadi jalan masuknya ide kebebasan dalam benak mereka. Lihat saja kurikulum sekolah yang hanya menjadikan agama sebagai pelengkap. Bertaburnya budaya porno, nyaris tak ada sensor dari penguasa. Sanksi yang tak menjerakan bagi pengedar narkoba. Menjadi pelengkap maraknya kenakalan remaja.

Oleh karena itu, permasalahan remaja hanya akan bisa selesai jika syariat menjadi pakem pola fikirnya. Ketika seorang anak terlahir dari keluarga yang pondasi agamanya kuat. Ibu nya menjadi madrosah ula bagi anak-anaknya. Ayah hadir dalam kehidupan mereka. Menjadi sosok tauladan dalam keseharian mereka.
Insyaallah ketika mereka remaja, tak akan kehilangan identitas dirinya sebagai muslim sejati.

Disamping itu, aqidah adalah hal pertama yang diajarkan di sekolah. Akhlak, adab pun tercipta. Kebijakan yang diterapkan negeri ini bukan hanya sekedar pro syariah. Lebih dari itu, seluruh kebijakannya berbasis syariatNya. Maka, tegaknya syariat Islam dalam naungan Daulah Khilafah menjadi perkara yang urgen untuk menyelesaikan problematika remaja.



Biodata

Nama : Kanti Rahmillah, M.Si
Alamat : perum Hegat Asih Jl Anyelir no 96
TTL : Bandung, 17 Mei 1985
Aktivitas : Pemerhati Masalah Perempuan
Pendidikan : Sarjana di Unpad dan Master di IPB






SHARE THIS

Author:

Etiam at libero iaculis, mollis justo non, blandit augue. Vestibulum sit amet sodales est, a lacinia ex. Suspendisse vel enim sagittis, volutpat sem eget, condimentum sem.

0 comments:

Mohon komentarnya santun dan sopan!