Monday, March 26, 2018

Kalau Cinta Jangan Maksiat

Oleh : Najmah Muthmainnah
(Pemerhati Remaja, anggota komunitas Revowriter ) 



Sobat, apa rasanya jika sedang dilan-da jatuh cinta? Hati berbunga-bunga? Dunia terasa lebih berwarna? Atau serasa dunia milik berdua, yang lain cuma ngontrak? Beeuh.. Yang sedang atau pernah ngerasain jatuh cinta pasti setuju.


Yup, cinta adalah anugerah. Kala cinta menyapa, seseorang katanya merasakan hal yang berbeda. Dunia menjadi tak lagi sama. Semua menjadi tak penting. Yang terpenting hanya dia seorang. Wah.. Ini mah namanya mabuk. Mabuk cinta euy.. 


Seperti kisah muda mudi dimabuk cinta yang bertebaran di mana mana. Nggak cuma anak kampus, anak nongkrong, anak sekolahan sampe yang bocah masih bau kencur saja sudah terjerat cinta yang bikin kita geleng-geleng kepala melihat tingkahnya. Mulai dari panggilan mesra ayang beib, sampai yang panggilannya bak suami istri seperti mami papi, ayah bunda, abi umi. Et dah. Tepok jidat.


Dan mereka ini nggak pake malu malu lagi mengumbar kemesraannya di depan umum lho sobat. Mulai dari pegangan tangan sampai ciuman di tempat umum pun dijabanin. Kalau di media sosial jangan tanya deh. Bertebaran foto mesra mereka yang bisa dilihat penduduk seantero dunia. Serasa dunia milik berdua, yang lain cuma ngontrak. Eleuh, eleuh.. Padahal mereka bukan mahram lho.


Yup, itulah yang disebut mabuk cinta. Yang namanya orang mabuk, biasanya nalarnya menjadi kosong alias tumpul. Nggak bisa berfikir jernih dan bisa-bisa melakukan hal-hal yang tidak terduga sampai pada hal yang dilaknat Allah SWT semisal terjerembab ke lembah zina sampai melakukan aborsi untuk menutupi aib akibat perbuatannya. Astaghfirullahaladzim.


Sobat, miris kalau kita saksikan pembuktian cinta ala remaja saat ini. Mereka terbiasa untuk melakukan seks bebas, dan setiap tahun jumlahnya semakin meningkat. 


Berdasarkan data dari Komisi Perlindungan Anak Indonesia (KPAI) dan Kemenkes pada Oktober 2013, sebanyak 62,7% remaja di Indonesia telah melakukan hubungan seks di luar nikah. 20% diantaranya mengalami kehamilan diluar nikah dan 21% nya melakukan aborsi (Kompasiana.com)


Sepanjang 2015, Dinas Kesehatan DIY mencatat ada 1.078 remaja usia sekolah di Yogyakarta yang melakukan persalinan. Dari jumlah itu, 976 diantaranya hamil di luar pernikahan. Sedangkan di tahun 2017, masalah seks bebas ini kian mengkhawatirkan karena semakin banyak jumlah bayi yang baru lahir dibuang di jalanan.


Ind Police Watch (IPW) mencatat, di sepanjang 2017 ada 178 bayi baru dilahirkan yang dibuang di jalan. Jumlah ini naik 90 kasus dibanding tahun 2016, dimana ada 88 bayi yang dibuang. Dari 178 bayi itu, sebanyak 79 bayi di antaranya ditemukan tewas dan 10 bayi (janin) yang belum masanya lahir dipaksakan untuk dikeluarkan atau digugurkan dan dibuang di jalanan. Sementara bayi yang hidup karena diselamatkan warga, aparat desa, puskesmas dan pihak kepolisian ada sebanyak 89 bayi. (Panjimas. Com, 02/01/2018)


Cinta adalah anugerah 


Betul banget sob, cinta itu anugerah dari sang pencipta. Tapi walaupun cinta adalah anugerah, bukan berarti cinta itu bebas untuk diekspesikan bahkan dilampiaskan sesuka hati manusia. Why? Karena Allah SWT sudah menurunkan aturan yang lengkap bagaimana mengekspresikan rasa cinta pada lawan jenis. 


Sebagai agama yang komplit, Islam pun bicara cinta. Cinta di dalam Islam adalah manifestasi dari naluri. Naluri itu ada 3 jenis, yaitu naluri beragama atau Ghrizah Taddayyun, yang berarti naluri untuk mensucikan sesuatu. Cinta pada Allah adalah manifestasi dari naluri ini. Di wujudkan dengan ketaatan kita pada Allah SWT dan RasulNya. 


Yang kedua, yaitu naluri melestarikan keturunan atau Gharizah Nau'. Nah, Cinta pada lawan jenis adalah wujud atau manifestasi dari naluri ini. Pernikahan adalah cara paling logis untuk menyalurkannya agar terlahir darinya generasi penerus masa depan yang menuai rahmat, bukan terlaknat akibat nikmat sesaat. So, mengekspesikan cinta bukan dengan berkhalwat atau pacaran sobat.


Ketiga, naluri mempertahankan diri atau Gharizah Baqa'. Misalnya marah ketika diri kita dihina, atau cinta pada harta, dunia dan isinya. 


Sobat, Islam mengatur bahwa semua naluri di atas harus dipenuhi sesuai aturan Islam agar menuai pahala bukan laknat. Pacaran adalah perbuatan yang dilarang oleh Allah SWT dan RasulNya. Bahkan menjadi jalan bagi perbuatan tercela yaitu zina, baik zina tangan, zina hati, zina kaki dan zina sesungguhnya. Karena lazimnya pacaran disertai pegangan tangan, pelukan, ciuman hingga berzina, nauzubillahiminzalik.
Lalu jika ada yang beranggapan, pacaran tak melulu kontak fisik. Ada kok pacaran yang tidak pegangan tangan, tidak pelukan dsb. Wah, pacaran apaan tu? Katanya sih, cuma untuk saling semangatin belajar. Biar makin berprestasi karena ada yang memotivasi. Wah, pacaran atau minum vitamin?


Sob, kalaupun nggak ada sentuhan tangan, namun bukankah ada hati yang merindu di sana? Merindukan, membayangkan sosok yang belum halal baginya? Ini juga salah satu zina hati lho sobat. 


Allah SWT berfirman :
Dan janganlah kamu mendekati zina; sesungguhnya zina itu adalah suatu perbuatan yang keji. Dan suatu jalan yang buruk.(Qs Al-Isra : 32)



Rasulullah shalallahu ‘alaihi wasallam telah melarang tindakan khalwat dengan wanita asing ini dalam hadits shahih : 


“Janganlah seorang laki-laki itu berkhalwat (menyendiri) dengan seorang wanita kecuali ada mahram yang menyertai wanita tersebut.” (HR. Bukhari & Muslim)


Rasulullah saw juga bersabda :
“Ingatlah, bahwa tidaklah seorang laki-laki itu berkhalwat dengan seorang wanita kecuali yang ketiganya adalah setan.” (HR. Ahmad, At-Tirmidzi dan Al-Hakim) 


Kala Cinta Menyapa



Kalau cinta sudah melanda, tahi kucing rasa coklat. Uuh.. Begitu kata pepatah. Rasa-rasanya tak ada yang mau ya. Tapi itulah cinta karena nafsu. Apapun jadi indah di mata. Maksiat jadi nikmat. 



So, bagaimana jika cinta sudah melanda? Haruskah putus di tengah jalan? Sobat, baiknya jangan putus di tengah jalan. Saya kawatir kalian ketabrak. Putuslah di jalan yang tepat ߘ`Gimana caranya? 


Sebagai seorang muslim yang beriman, tentu kita akan senantiasa menjadikan Allah SWT dan Rasulullah saw sebagai cinta tertinggi. Juga akan sami'na wa atha'na ( taat dan patuh) jika diseru oleh Allah SWT dan RasulNya. Termasuk jika diseru untuk meninggalkan khalwat yang jadi ajang pelampiasan cinta alias pacaran.


Bagaimana jika cinta sudah terlanjur melekat? 



Sobat, Islam tidak melarang jatuh cinta. Namun Islam mengaturnya sedemikian rupa agar cinta bisa bernilai ibadah. Yup, Allah SWT telah memberikan tata aturan agar cinta berada pada koridor yang semestinya yaitu pernikahan. Cinta yang menuai pahala. Setiap tatapan mata berpahala. Setiap sentuhan tangan menggugurkan dosa.


Wah, bayangkan cinta yang terlarang dalam pacaran. Pandangan mata adalah anak panah setan. Sedangkan setiap sentuhan bisa menuai bara api neraka. Yakin kuat? So, jika masih pacaran karena cinta sudah terlanjur melekat? Udah, putusin aja. Dari pada menuai laknat. Hii.. Nauzubillahiminzalik. 


Pernikahan adalah jalan mulia membuktikan cinta. Bahkan Rasulullah saw menganjurkan agar para pemuda segera menikah jika sudah mampu. 


Rasulullah saw bersabda : 
“Wahai para pemuda, barangsiapa dari kalian mampu memberi nafkah maka hendaknya dia menikah karena ia lebih menundukkan pandangan dan lebih menjaga kemaluan. Barangsiapa belum mampu maka hendaknya dia berpuasa karena ia adalah kendali baginya.” (HR. al-Bukhari dan Muslim).


Menikah juga menyempurnakan separuh agama. Sebagaimana sabda Rasulullah saw : 
Barang siapa yang menikah, maka ia telah menyempurnakan separuh dari imannya, maka bertaqwalah kepada Allah dalam separuh yang kedua” (HR. Thabarani) 


Menikah juga butuh ilmu lho sobat. Jadi nggak cuma ada niat, namun juga harus ada ilmu. Karena pernikahan bukan sehari atau dua hari, tapi seumur hidup. Jangan sampai terlena dengan menikah muda tapi lupa membekali dengan ilmu. 


Pernikahan akan menuai pahala jika betul-betul di pahami dan diresapi bahwa makna pernikahan adalah sebagai sarana untuk menggapai ridho Allah SWT. Juga sebagai jalan untuk melahirkan generasi rabbani, yang akan menjadi kebanggaan umat Islam di masa depan. Menjadi anak-anak pengisi peradaban yang kemuliaannya terpancar dari pernikahan yang barakah, sakinah mawaddah wa rahmah. 



Lalu bagaimana jika belum mampu menikah? Maka berpuasa adalah lebih baik baginya. Selain itu, libatkan diri dalam kegiatan positif seperti mengikuti pengajian Islam agar memiliki aqidah yang kuat yang akan membentengi remaja dalam menolak semua pengaruh negatif dari lingkungan ataupun media. 



Selanjutnya, bergabunglah dengan komunitas yang positif. Komunitas yang baik tidak hanya akan menjaga pergaulan, namun juga akan menumbuhkan kepedulian terhadap sesama. Terlebih peduli terhadap permasalahan umat hari ini. Yup, umat butuh solusi islam yang revolusioner atas seluruh problematikanya hari ini. Dan itu hanya mampu dijawab oleh Islam saja. Karena islam adalah why of life yang sempurna. 



Komunitas dakwah lah jalannya. Ibarat berteman dengan penjual minyak wangi, kita akan kecipratan wanginya. Maka bergabung dalam komunitas dakwah akan membuat kita lebih peka, lebih peduli pada umat Islam hari ini, sehingga akan menumbuhkan semangat dan militansi untuk memberikan yang terbaik bagi umat. Karena hidup nggak cuma masalah cinta ya nggak sobat. Berkarya, dan berdakwah Islam adalah pilihan cerdas kita untuk menjadi orang yang memberi bobot pada bumi. 
Wallahu'alam bishawab 


Nama pengirim : Najmah Muthmainnah
Asal : Meulaboh, Aceh Barat

SHARE THIS

Author:

Etiam at libero iaculis, mollis justo non, blandit augue. Vestibulum sit amet sodales est, a lacinia ex. Suspendisse vel enim sagittis, volutpat sem eget, condimentum sem.

0 comments:

Mohon komentarnya santun dan sopan!