Sunday, March 18, 2018

Jalan Meraih Cinta Mulia; Pacaran atau Taarufan?




Oleh: Siti Rahmah


Dear, Sis,..Sadar atau nggak ketika manusia memasuki usia dewasa munculah aroma rasa yang di namakan cinta, indah tentu geloranya menderu di dalam dada. Hanya saja tentu berbeda cinta yang di rasa remaja labil dengan apa yang di rasa oleh remaja yang mulai menginjak dewasa, keinginan untuk melabuhkan rasa dalam sebuah hubungan, sebuah ikatan yang terjalin antara dua insan mulai tumbuh dan menjadi kebutuhan. Tentunya  ikatan yang terjalin bukan hanya sekedar hubungan yang di jalin tanpa komitmen yang jelas, ikatan yang di harapkan adalah ikatan yang bisa menjamin keberlangsungan eksistensinya dan terpeliharanya keindahan rasa. Sebagai seorang muslim tentu yang di harapkan, ikatan yang terjalin di dunia sampai di jannahNya.


Pada dasarnya Islam sudah memiliki rule of game untuk mengatur hubungan tersebut, begitupun dengan jalan yang menghantarkan sampainya pada ikatan tersebut, Islampun memiliki aturannya. Namun tidak bisa di pungkiri derasnya arus propaganda yang di lancarkan musuh - musuh Islam untuk menghantam kehidupan remaja menjadikan mereka gamang dalam bersikap dan bias dalam mengambil langkah. Pengarusan opini yang melenakan remaja mampu menggerus keyakinannya  yang belum begitu kokoh terbangun, terutama untuk remaja - remaja yang baru mulai menata hidupnya dengan hijrah yang baru di tapakinya.

Tidak di pungkiri geliat bangkitnya remaja saat ini begitu deras yang di tandai dengan keingianan mereka untuk menapaki jalan sesuai titahNya, sehingga  hijrah pun menjadi jalan yang di tempuh  remaja demi menguatkan azzamnya. Hal ini tentu patut diapresiasi mengingat remaja adalah garda terdepan dalam proses perubahan menuju kegemilangan, remaja juga merupakan tonggak estafet yang akan menjadi penentu lahirnya peradaban baru. Sehingga gelombang massif hijrahnya remaja menjadi kode tersendiri sebagai sinyalemen kebangkitan Islam.

Upaya menjauhkan Islam
Apa yang menjadi kebahagian bagi umat Islam tentu berbanding terbalik dengan yang di rasakan oleh musuh Islam. Mereka senantiasa melakukan upaya untuk trus menghadang laju kebangkitan Islam, terutama penghadangan terhadap kebangkitan remaja. Berbagai amunisi sudah mereka persiapkan, jebakan sudah mereka rencanakan, jeratanpun sudah mereka susun. Tentu mereka tidak melakukan penyerangan dengan sesuatu yang bisa berujung perlawanan, mereka melakukan propaganda dengan sedikit demi sedikit menyamarkan ajaran Islam, sampai akhirnya kita mengikuti mereka.

Allah SWT berfirman:

وَلَنْ تَرْضٰى عَنْكَ الْيَهُوْدُ وَلَا النَّصٰرٰى حَتّٰى تَتَّبِعَ مِلَّتَهُمْ ۗ   قُلْ اِنَّ هُدَى اللّٰهِ هُوَ الْهُدٰى  ۗ  وَلَئِنِ اتَّبَعْتَ اَهْوَآءَهُمْ بَعْدَ  الَّذِيْ جَآءَكَ مِنَ الْعِلْمِ ۙ  مَا لَـكَ مِنَ اللّٰهِ مِنْ وَّلِيٍّ وَّلَا نَصِيْرٍ

"Dan orang-orang Yahudi dan Nasrani tidak akan rela kepadamu (Muhammad) sebelum engkau mengikuti agama mereka. Katakanlah, Sesungguhnya petunjuk Allah itulah petunjuk (yang sebenarnya). Dan jika engkau mengikuti keinginan mereka setelah ilmu (kebenaran) sampai kepadamu, tidak akan ada bagimu pelindung dan penolong dari Allah."(QS. Al-Baqarah 2: Ayat 120)

Salah satu sisi kehidupan remaja yang begitu "seksi" untuk mereka jerat adalah penyaluran syahwat. Terlepas remaja yang sudah hijrah atau belum sepertinya tak mampu lepas bahkan acapkali tertunduk dalam jebakan syahwat ini. Bagi remaja labil mungkin pacaran secara pulgar menjadi sarana yang dianggap tepat dalam menyalurkan hasrat, tentu berbeda dengan remaja yang sudah mulai menata diri, pacaran dianggap sarana tidak halal dalam sebuah ikatan, hanya saja jeratan syahwat tidak berhenti sampai disitu. Rasa yang sedang di pelihara butuh muara sehingga "taarufan" di tempuh sebagai jalan yang sah dalam menyalurkan rasa.

Taarufan dalam bingkai keberkahan

Taarufan menjadi istilah populer di kalangan remaja Islam yang sudah memiliki kesadaran untuk meninggalkan aktifitas pacaran. Ketika tumbuh riak - riak rasa yang tak mampu di elakan sedangkan pacaran sudah tidak lagi jadi pilihan maka taarufan menjadi  jalan yang begitu menawan untuk di tempuh oleh remaja. Hanya saja kurangnya pemahaman mengenai rambu -  rambu pergaulan dalam Islam kadang menciderai makna hakikinya. Ta'aruf  hakikatnya adalah perkenalan menuju pernikahan, jalan ini di tempuh ketika sudah memantapkan hati dan menentukan pilihan dan siap melangkah untuk menjalin ikatan suci pernikahan. Sehingga taaruf bukan lah ajang penyaluran hasrat ala pacaran, bukan juga  topeng yang di gunakan untuk menutupi aktifitas pacaran terselubung supaya terkesan Islami, tapi langkah taaruf di tempuh sebagai konsekuensi logis dari keimanan dan ketundukannya kepada syariat dan sebagai langkah awal menuju pernikahan yang akan mengundang turunnya keberkahan.

Batasan -batasan dalam Taarufan
Adapun yang membedakan antara pacaran dengan taaruf bukan lah hanya sekedar penyebutan dan arti kata yang memaknainya, lebih dari itu perbedaannya terletak pada aktifitas yang di jalaninya. Diantara batasannya adalah:
1. Rahasiakan taarufan
Ketika pilihan sudah di tetapkan, khitbah di jatuhkan maka masa taaruf di jalani, hanya saja pada masa ini lebih baik di rahasiakan sesuai dengan hadits Nabi. "Rahasiakan taaruf, umumkanlah pernikahan".(HR. Tirmidzi)

2. Menjaga komunikasi

Ini penting di lakukan oleh dua insan yang sedang menjalani proses taaruf, mereka belum sah untuk melakukan komunikasi bebas tanpa batasan seperti halnya orang pacaran. Demi menjaga hati maka untuk komunikasi hanya di perbolehkan dalam hal - hal yang terkait dengan persiapan pernikahan.

3. Tidak berkholwat

Pada dasarnya khitbah bukanlah menikah sehingga syariat menggariskan batasan - batasannya termasuk di dalamnya tidak di perkenankan berkholwat sekalipun untuk persiapan pernikahan."Dan janganlah seorang laki - laki berdua -duan dengan seorang wanita kecuali wanita tersebut di temani mahrom".(HR. Al Bukhori)

4. Doa
Seseorang yang sedang menapaki masa taaruf dianjurkan untuk melakukan Istikhoroh, memohon petunjuk kepada Allah agar di berikan jodoh yang terbaik. Karena menikah adalah ibadah sehingga mengawali dan menjalankannya pun harus dengan ketentuanNya supaya bernilai ibadah di sisiNya.
Itulah sekelumit batasan yang membedakan antara taarufan dengan pacaran sehingga perlu kiranya para remaja mengokohkan benteng keyakinannya, menguatkan azam dalam hijrahnya dengan terus mengikuti kajian supaya tidak ada celah kesalahan dalam melakukan ketaatan dan meneguhkan keistiqomahan.
Waallahu 'alam


SHARE THIS

Author:

Etiam at libero iaculis, mollis justo non, blandit augue. Vestibulum sit amet sodales est, a lacinia ex. Suspendisse vel enim sagittis, volutpat sem eget, condimentum sem.

0 comments:

Mohon komentarnya santun dan sopan!