Wednesday, March 14, 2018

Islam Mangkrak, Kekerasan Pelajar Makin Marak



Oleh : Mira Sutami H ( Pemerhati Sosial dan  Generasi - Tulungagung)

Kekerasan pada guru yang dilakukan oleh anak didiknya  terulang  kembali. Kini giliran Bu Nurul Kurniawati guru Sejarah SMP Darussalam Pontianak. Kejadian itu bermula  tatkala bu Nurul sedang mengajar di kelas Vlll. Pada saat proses belajar  mengajar itulah NF asik main HP dan bu Nurulpun menegur namun NF tidak terima  dan sempat terjadi adu mulut, diapun   memukul kepala bu Nurul dengan kursi hingga kepala berdarah dan harus dilarikan ke  rumah sakit . 

Kekerasan yang dilakukan oleh pelajar semakin marak saja. Hal itu terjadi karena mereka menyaksikan banyak kekerasan di sekitar mereka seperti kekerasan yang sering terjadi di keluarga dan lingkungan tempat tinggalnya. Ditambah lagi  tayangan televisi, game online, dan media sosial pun menayangkan kekerasan. Begitupun sistem yang menumbuh suburkan hal itu seperti menganggap wajar kekerasan yang dilakukan oleh anak bahkan orang tuapun turut mendukung hal tersebut karena menurut mereka  pelajar atau pemuda dalam masa transisi. Seseorang berusia dibawah 18 tahun masih dianggap anak - anak  dan  bila melakukan kekerasan atau pelanggaran maka sanksi hukum yang dijatuhkan  berbeda dengan orang dewasa. Padahal lslam memandang usia dewasa tidak ditentukan umur tetapi ditandai dengan haid pada wanita dan mimpi basah bagi laki - laki. Jadi ketika seseorang sudah baligh atau dewasa maka dia terbebani hukum dan bila melanggarnya harus menerima sanksi yang tegas. 

Sistem pendidikanpun turut andil dalam peningkatan kekerasan yang dilakukan oleh pelajar dan juga pemuda karena materi agama yang  diberikan dalam porsi yang sedikit dibanding mata pelajaran lainnya. Dan  penanaman akidah juga kurang tapi malah dijejali teori - teori yang seharusnya belum waktunya mereka dapatkan. Serta kebebasan bertingkah laku yang diagungkan di sistem kapitalis ini tak kalah membuat maraknya kekerasan yang dilakukan pelajar  dan pemuda adalah  sanksi yang dijatuhkan tak tegas dan tidak membuat jera para pelakunya.

Memang selain peran orang tua, kontol masyarakat pun sangat berperan dalam mendidik generasi. Pemerintah juga harus sigap dalam menangani masalah kekerasan yang dilakukan oleh generasi saat ini karena  jumlahnya makin meningkat dengan cara menerapkan kurikulum berbasis akidah sehingga para generasi mengerti bahwa setiap aktivitas akan dimintai pertanggung jawaban oleh Allah. Tak hanya sampai di situ, pemerintah pun harus bisa mengawasi dan melarang tayangan yang memuat kekerasan sehingga tidak merusak akidah generasi.  Yang paling penting yaitu dengan memberikan sanksi kepada para pelaku kekerasan dan kejahatan dengan sanksi hukum yang tegas sehingga membuat jera pelaku.

Namun faktanya hal itu tak akan mungkin terjadi  selama negara menerapkan Sistem Demokrasi.  Jadi solusi kongkritnya tidak lain hanya dengan lslam. Karena dalam Sistem lslam pendidikannya berbasis akidah lslam sehingga bisa melahirkan generasi yang santun dan berprestasi tinggi. Memang hanya lslam yang mampu menyelesaikan masalah sampai akar - akarnya bila diterapkan secara kaffah.

SHARE THIS

Author:

Etiam at libero iaculis, mollis justo non, blandit augue. Vestibulum sit amet sodales est, a lacinia ex. Suspendisse vel enim sagittis, volutpat sem eget, condimentum sem.

0 comments:

Mohon komentarnya santun dan sopan!