Thursday, March 22, 2018

Hidup Hanya Sekali, Jadilah Berarti Jangan Sampai Merugi !


Oleh : Nur’Aini Nora (seorang muslimah dan ibu rumah tangga, di Bandar Lampung)



Setiap manusia pasti menginginkan kehidupan yang sukses, baik secara materi maupun psikologi. Setiap muslim juga menginginkan kehidupan sukses bukan hanya dalam kehidupan duniawi tapi juga kesuksesan ukhrawi. Bahkan dalam sebuah surah pendek dalam al-Quran Allah SWT telah memberikan gambaran bagaimana agar tidak terjerumus dalam kerugian hidup dunia akhirat. Tepatnya, dalam surah al-Ashr ayat 1-3, dimana dalam surah tersebut Allah SWT bersumpah demi waktu bahwasanya semua manusia hidup dalam keadaan merugi, sia-sia. Mengapa Allah SWT bersumpah dengan waktu? Karena secara implisit Allah SWT ingin mengingatkan manusia bahwa waktu itu sangat berharga, dan waktu begitu cepat berlalu, sedetik tadi tidak akan mungkin terulang kembali. Maka sia-sialah kebanyakan manusia dikarenakan tidak menghargai waktu dan melalaikan banyak hal dalam hidupnya.

Seringkali kita merasakan cepatnya waktu berlalu, sebagai contoh ketika kita memperhatikan tumbuh kembang anak-anak kita, sering kita terkenang rasa-rasanya belum lama kita menimangnya sebagai sesosok bayi mungil yang menggemaskan, tiba-tiba sekarang anak kita sudah beranjak remaja atau bahkan sudah hampir menikah. Seringkali juga sebagai seorang ibu rumah tangga yang sejak bangun tidur sudah berkutat dengan segala kesibukan dan pekerjaan rumah, ketika selesai dari semua kesibukan tersebut tak terasa hari sudah siang, padahal mungkin masih banyak pekerjaan diluar rumah yang harus segera dikerjakan, dan begitulah seterusnya. Hidup kita seolah berkejaran dengan waktu. 

Didalam surah tersebut Allah SWT memberikan beberapa kriteria orang-orang yang hidupnya tidak merugi, yang pertama : Beriman. Orang yang beriman kepada Allah SWT, kepada Rasulullah SAW, kepada Hari Kiamat, dan kepada segala sesuatu yang Ghaib yang sudah dikabarkan oleh Allah SWT dalam firman-firmanNYA adalah kriteria pertama dan utama untuk tidak merugi. Tentu saja beriman ini tidak bisa berjalan sendiri, seperti dua sisi mata uang Iman harus bersanding dengan Ilmu. Karena beriman tanpa Ilmu membuat seseorang bisa saja keliru dalam mengaplikasikan keimanannya, misalnya cara beribadahnya tidak sesuai dengan tuntunan al-Quran dan sunnah, sedangkan berilmu tanpa Iman yang kokoh bisa mengakibatkan seseorang menjadi durhaka dan bermaksiat kepada Allah. Maka seorang manusia terutama muslim yang ingin sukses dunia akhirat haruslah memiliki keimanan yang kokoh yang didapatkan dengan menggali ilmu dunia akhirat yang mendalam dan sungguh-sungguh. 


Kedua: Amal Sholih. Orang yang tidak akan merugi adalah orang yang beramal sholih. Yang dimaksud amal sholih disini adalah melakukan segala aktifitasnya dalam kehidupan dengan benar. Suatu amal perbuatan akan dikatakan sholih atau benar hanya ketika memenuhi 2 syarat yaitu diniatkan Ikhlas hanya karena Allah SWT, dan dilakukan dengan cara yang sesuai tuntunan al-Quran dan sunnah. Disinilah pentingnya Iman dan Ilmu yang akan menjadi landasan aktifitas manusia dalam kehidupan.

Ketiga: Saling Menasihati tentang Kebenaran. Orang yang tidak akan merugi adalah orang melakukan aktifitas edukasi dan dakwah di tengah- tengah masyarakat. Mengajak sesamanya untuk melaksanakan kebaikan, membina masyarakat dalam ketaatan dan kebenaran. Aktivitas dakwah adalah aktifitas paling mudah yang bisa dilakukan semua orang tanpa melihat latar belakang tingkat pendidikan dan status sosialnya. Siapapun bisa menjadi da’i (penyeru) kepada kebenaran dan kebaikan. Dan tugas menasihati kebenaran ini bukan semata-mata dibebankan kepada para ustadz atau ustadzah saja. Karena semua manusia adalah lahan bagi seorang muslim untuk diseru kepada kebenaran dan kebaikan (Islam). Bahkan menjadi kewajiban individu (fardhu ‘ain) bagi setiap muslim untuk melakukan aktifitas dakwah amar ma’ruf nahi munkar, dimana saja, kapan saja dan kepada siapa saja.

Keempat : Sabar. Orang yang tidak akan merugi selanjutnya adalah orang yang sabar dan mengajak manusia untuk bersabar. Sabar dalam ketaatan, sabar dalam menjauhi kemaksiatan, sabar dalam menuntut ilmu, sabar dalam berdakwah, sabar dalam menghadapi seluruh ujian dan kondisi kehidupan, baik senang ataupun susah, lapang maupun sempit.

Demikianlah, sesungguhnya amatlah sederhana untuk menjadi sukses dunia akhirat. Lakukan saja keempat hal tersebut di sepanjang waktu hidup kita. Perkuat dan perbaharui keimanan kita setiap saat agar terus kokoh dan tak mudah tergoda kilau dunia yang melenakan dan membuat kita kehabisan waktu tanpa disadari, pelajari segala keilmuan dan perkaya wawasan baik yang berhubungan dengan kehidupa dunia terlebih yang akan menjadi bekal hidup di akhirat. Bersamaan dengan itu senatiasalah kita hiasi diri kita dengan segala amal sholih, bukan hanya ibadah ritual belaka, tapi segala aktifitas kita harus memenuhi standar benar menurut Allah SWT, lalu jangan pernah berhenti mengajak manusia melakukan hal sama dengan yang kita lakukan, agar kita bisa mengajak sebanyak-banyaknya manusia untuk juga sukses dunia akhirat. Kemudian menanamkan kesabaran yang luas dalam menyikapi setiap situasi dan kondisi dan mengajak orang lain untuk juga bisa bersabar. Jika sudah begitu maka hidup kita yang hanya satu kali ini akan menjadi berarti, kita akan pergi dari kehidupan dan meninggalkan kesan dan kenangan yang baik bagi sekitar kita, dan dengan izin Allah kita tidak akan menjadi manusia yang merugi.
Wallahu a’lam.



SHARE THIS

Author:

Etiam at libero iaculis, mollis justo non, blandit augue. Vestibulum sit amet sodales est, a lacinia ex. Suspendisse vel enim sagittis, volutpat sem eget, condimentum sem.

0 comments:

Mohon komentarnya santun dan sopan!