Thursday, March 15, 2018

Generasi Dalam Cengkraman Narkoba, Hentikan..!



Oleh : Hazimah Asma (Aktivis Mahasiswa)

Setelah tertangkapnya  berton-ton narkotika jenis sabu oleh kepolisian dan Bea Cukai di Batam, Kepulauan Riau, muncul wacana legalisasi narkoba bagi warga negara asing di Bali yang disampaikan oleh Desmond Junaidi Mahesa, Wakil Ketua Komisi III DPR  RI. Meskipun baru sekedar wacana, namun wacana tersebut sangat berbahaya bagi masa depan bangsa negeri ini. Alih-alih menyelesaikan masalah narkoba, justru legalisasinya akan menjadikan masalah narkoba semakin tak terselesaikan di negeri ini. Tanpa legalisasi saja, pemerintah kualahan menyelesaikannya, apalagi diberikan UU pelegalan. Maka, tidak menutup kemungkinan dalam waktu dekat Indonesia akan menjadi “Surga Narkoba” bertaraf internasional.

Sementara, telah diketahui bersama bahwa narkoba bukan hanya barang haram menurut Islam, tetapi narkoba juga sangat berbahaya bagi manusia. Bahkan saking bahayanya, sampai-sampai narkoba sudah menjadi musuh bagi penduduk dunia. Beberapa negarapun menabuh genderang perang terhadap narkoba seperti  Singapura, Malaysia dan Jepang. Artinya, dunia telah menyadari bahwa narkoba sangat berbahaya bagi eksistensi masa depan suatu negara. Pertanyaannya, bagaimana dengan Indonesia?

Masalah narkoba merupakan salah satu masalah klasik dinegeri ini. Terungkapnya penyeludupan narkoba dari kapal Taiwan dan China yang mencapai lebih dari dari 2 ton menunjukkan  bahwa pemerintah Indonesia lemah dan gagal dalam menjalankan fungsi sebagai pelindung dan pengurus rakyatnya. Bukan karena pemerintah tidak memberi solusi, namun karena standar solusi bukan halal haram, jadi solusi yang diberikan selama ini baru menyentuh permukaan belum sampai ke akar permasalahan. Akibatnya, permasalahan narkoba bagaikan ‘gunung es’ yang dari hari ke hari grafiknya semakin tinggi tanpa penyelesaian yang menuntaskan. Baik dari sisi jumlah pengedar dan penggunanya, maupun jumlah narkobanya itu sendiri yang sudah tidak lagi berkisar kilogram, tetapi sudah mencapai berton-tonan (ribuan kilo). 

Hal ini berbeda dengan Islam. Dalam pandangan Islam standar pemecahan permasalahan kehidupan adalah halal haram bukan untung rugi. Sebagai agama yang sempurna, Islam memiliki pandangan khusus terhadap narkoba. Narkoba bukan hanya dipandang sebagai dzat yang berbahaya, tetapi dipandang sebagai dzat yang di haramkan oleh Allah SAWT. Dalam Islam narkoba terkategorikan sebagai khamr, yaitu zat yang memabukkan dan dapat menutup akal. Dalam al-Qur’an Allah SWT berfirman: “Hai orang-orang yang beriman, Sesungguhnya (meminum) khamar, berjudi, (berkorban untuk) berhala, mengundi nasib dengan panah, adalah termasuk perbuatan syaitan. Maka jauhilah perbuatan-perbuatan itu agar kamu mendapat keberuntungan.” (QS. Al-Maidah [5]: 90)

Tak berhenti sampai disitu, selain mengharamkan secara zatnya, Islam juga mengharamkan segala aktivitas yang terkait denganya. Sebagaimana hadits: “Rasulullah SAW mengutuk sepuluh porang karena khamr: pembuatnya, pengedarnya, peminumnya, pembawanya, pengirimnya, penuangnya, penjualnya, pemakan hasil penjualannya, pembelinya dan pemesannya.” (HR. Ibnu Majah dan Tirmidzi)

Selain itu, Islam juga bukan hanya sekedar memberi batasan larangan, tetapi Islam juga memberikan sanksi/hukum bagi siapa saja yang terlibat didalamnya, baik peminum, pembuat, pengedar dan pembelinya. Seperti hadits: “Bahwasannya Rasulullah SAW telah mendera orang yang meminum khamr dengan dua pelepah tamar empat puluh kali” (HR. Muslim)

Sementara orang yang menjual, membeli, meracik, mengedarkan, atau menyimpan narkoba akan disanksi cambuk dan penjara selama 5 tahun serta membayar denda sebanyak yang ditetapkan oleh qadhy (hakim). (Sistem Sanksi dalam Islam, Abdurrahman al-Maliki)

Oleh karena itu, jika memang pemerintah ingin bersungguh-sungguhnya menyelesaikan permasalahan narkoba sampai keakar-akarnya, hendaknya pemerintah meneladani Rasulullah SAW. Standar pemecahan yang digunakan adalah standar halal haram bukan untung rugi. Sebab selama pemerintah masih berstandar kemanfaatan materi dalam kasus narkoba, maka tidak menutup kemungkinan peluang kong kalingkong antara lembaga pemerintahan atau perangkat hukum berkerjasama dalam rangka mendapatkan keuntungan didalamnya kehancuran negeri siap menanti…. Allahu’alam bi showwab


Oleh : Hazimah Asma
Aktivis Mahasiswa



SHARE THIS

Author:

Etiam at libero iaculis, mollis justo non, blandit augue. Vestibulum sit amet sodales est, a lacinia ex. Suspendisse vel enim sagittis, volutpat sem eget, condimentum sem.

0 comments:

Mohon komentarnya santun dan sopan!