Wednesday, March 21, 2018

Dicari Pemuda Idaman!



Oleh : Susi Sumiati S.Pd
(Pengasuh Komunitas Muslimah Keren Dan Cerdas-KAMU KECE)

“Pacarku Ayo Kita Pulang...
Waktu hampir jam 12 malam...

Kiranya bait lagu slank yang hits tahun 2000an itu mewakili kehidupan sebagian
remaja dan kaum muda saat ini. Kongkow, pulang malam, main game online seharian, sudah menjadi agenda kehidupan sehari-hari .Tak jarang pula karena sedikit perselisihan atau karena menginginkan gaya hidup seperti yang lainnya, tega membacok atau bahkan membunuh. Seperti dilansir DIRIAU.COM, INHIL -Kepolisian Resor (Polres) Inhil, Riau terus melakukan penggalian informasi terhadap pelaku pembunuhan di Kecamatan Pelangiran, Inhil, Riau. Jika sebelumnya, sang pelaku Riz (16 tahun) mengaku nekad membunuh temannya itu karena tergiur dengan smart phone milik korban, kali ini, pelajar
yang masih duduk di SMA itu pun menceritakan awal mula timbulnya niat melakukan pembunuhan itu. Seperti yang dijelaskan Kapolsek Pelangiran, IPTU M Raffi saat Press Konfrence bersama awak media di Mapolres Inhil, Selasa (20/2/2018) siang, cerita berawal saat tersangka meminta sepeda motor kepada orangtuanya.

Juga  kasus-kasus bunuh diri kembali marak. Misalnya yang baru saja terjadi kasus bunuh diri seorang remaja berinisial FKH (15) warga Semolowaru, Surabaya, yang nekat mengakhiri hidupnya pada Senin (15/2). Teman kita ini bunuh diri karena diduga kecewa dengan orang tuanya yang nggak mau merayakan ulang tahunnya.(hai.grid.id)

 Pemuda : Agent of Change

Masa muda katanya adalah masa yang paling indah. Masa mencari jati diri, akan
dikemanakan kehidupan setelahnya. Masa ini pula yang akan menjadi titik tolak perjuangan bangsa selanjutnya, karena kelak ke pundak merekalah tongkat estafet ini akan diberikan. Tapi bagaimana mungkin kehidupan ini akan berlanjut, bila kehidupan kaum mudanya diliputi hedonisme, LGBT dilegalkan, kebebasan mencengkram di semua lini kehidupan.

Menelusuri Akar Permasalahan.

Maraknya fenomena remaja dan pemuda bunuh diri atau membunuh teman dan orang lain, tentunya bukan masalah kecil. Setidaknya menurut beberapa penelitian,misalnya  ketika
Rabu (14/1) Arangga Arman Kusuma juga memutuskan bunuh diri. Penyebabnya diduga karena  merasa kurang kasih sayang orang tua. Faktor depresi diduga menjadi pemicu bagi remaja untuk bunuh diri. “Terkadang memang tidak tampak ciri-ciri sama sekali dari fisiknya ketika seorang remaja sedang mengalami depresi. Sehingga banyak orang tua atau orang-
orang terdekatnya yang merasa kecolongan. Sebabnya, remaja memiliki emosi yang
fluktuatif, yang kadang sulit dipahami oleh orang-orang di sekitarnya," papar Anna Surti
Ariani, SPsi, MPsi, Psi, psikolog dari Klinik Terpadu Universitas Indonesia. .(hai.grid.id)

Selain itu, menurut Psikolog Nina, ketika depresi seseorang memiliki pola atau cara berpikir yang semakin berkembang dan terkadang menjadi abstrak.

Jika kita amati setidaknya ada 3 hal yang menyebabkan permasalahan ini terjadi.

1. Kurangnya keimanan dan ketakwaan individu. Tak pelak lagi sebagai orang tua
seharusnya kitalah yang menanamkan fondasi agama yang kokoh. pelajaran agama di sekolah yang berdurasi  2 jam pelajaran, tentu akan sangat kurang untuk menjadikan anak-anak kita faham terhadap Islam.

2. Masyarakat yang kurang peduli. Kita bisa rasakan bahwa merasuknya ide
individualisme, cenderung menjadikan masyarakat kurang peduli terhadap yang
lainnya. Tidak peduli anak tetangga hamil diluar nikah, asalkan bukan anak sendiri.

3. Sanksi yang diberikan penguasa tidak membuat jera. Anak SMP yang membunuh,
tidak bisa dipenjarakan, karena masih dibawah umur, padahal dalam Islam, anak yang sudah baligh, dia sudah terbebani seluruh aturan.

Pemuda di Masa Islam

Tengoklah kiranya para pemuda di masa sahabat, bagaimana mereka menjadi para
pengemban Islam tangguh di masa mudanya. Bagaimana mereka menjadi orang-orang yang lebih cinta akhirat dibandingkan dunianya. Sebutlah Di zaman Nabi shallallahu ‘alaihi wa
sallam, seorang pemuda yang kaya, berpenampilan rupawan, dan biasa dengan kenikmatan dunia. Ia adalah Mush’ab bin Umair. Ada yang menukilkan kesan pertama al-Barra bin Azib ketika pertama kali melihat Mush’ab bin Umair tiba di Madinah. Ia berkata, “Seorang laki-laki, yang aku belum pernah melihat orang semisal dirinya. Seolah-olah dia adalah laki-laki dari kalangan penduduk surga.” Ia adalah di antara pemuda yang paling tampan dan kaya di Kota Mekah. Kemudian ketika
Islam datang, ia jual dunianya dengan kekalnya kebahagiaan di akhirat. Demikianlah perubahan keadaan Mush’ab ketika ia memeluk Islam. Ia mengalami penderitaan secara materi. Kenikmatan-kenikmatan materi yang biasa ia rasakan tidak lagi ia rasakan ketika memeluk Islam. Bahkan sampai ia tidak mendapatkan pakaian yang layak untuk dirinya. Ia
juga mengalami penyiksaan secara fisik sehingga kulit-kulitnya mengelupas dan tubuhnya menderita. Penderitaan yang ia alami juga ditambah lagi dengan siksaan perasaan ketika ia melihat ibunya yang sangat ia cintai memotong rambutnya, tidak makan dan minum, kemudian berjemur di tengah teriknya matahari agar sang anak keluar dari agamanya. Semua yang ia alami tidak membuatnya goyah. Ia tetap teguh dengan keimanannya.

Atau kita ingat kisah Hanzhalah Sang Pengantin Langit. Takdir Allah Ta’ala mengantarkan Hanzhalah kepada kebaikan, menikah dengan kekasihnya Jamilah dimana pagi harinya Perang Uhud menawarkan sesuatu antara benci dan cinta. Keengganan berpisah dari
kekasihnya dan kerinduan akan pahala syuhada dan gugur di medan jihad meninggikan kalimat Allah. Hanzhalah pun bermalam bersama istrinya, ia tidak tahu pasti apakah ini pertemuan atau perpisahan bersama sang kekasih. Hingga ia syahid dan dimandikan para Malaikat.

Mulai saat ini, yuk kita mulai untuk jadi pemuda idaman, tentu bukan hanya tampan
rupawan, tapi juga mencintai Islam lebih dari segalanya. Perjuangan ini berat, dan kalianlah pemuda Islam yang akan jadi juaranya.




SHARE THIS

Author:

Etiam at libero iaculis, mollis justo non, blandit augue. Vestibulum sit amet sodales est, a lacinia ex. Suspendisse vel enim sagittis, volutpat sem eget, condimentum sem.

0 comments:

Mohon komentarnya santun dan sopan!