Saturday, March 17, 2018

Dahsyatnya Gelombang Dilan



Oleh : Tari Ummu Hamzah (Pemerhati remaja dan Anggota Komunitas Menulis Revowriter)

Film memang terkadang memberikan efek yang luar biasa. Terkadang menyampaikan pesan lewat visualisasi lebih mudah diterima ketimbang harus membaca buku, itu sebabnya film lebih banyak digemari masyarakat, terutama kawula muda. 

Novel karya Pidi Baiq yaitu Dilan berhasil naik layar. Bahkan sukses mencuri banyak perhatian dari semua kalangan. Quote unik yang ada didalam film menjadi daya tarik sendiri. Quote inilah yang bisa terngiang-ngiang dibenak penikmat film. Parahnya malah bisa jadi filosofi hidupnya. Alhasil lahirlah generasi penerus Dilan. 

Dilan menjadi perbincangan hangat dibanyak kalangan. Tidak hanya  masyarakat biasa yang menyukai film Dilan, bahkan sekaliber presiden Joko Widodo pun tidak melewatkan film ini. Beliau tidak  luput dari sorotan media ketika menghadiri pemutaran film Dilan.

Dilansir oleh kompas.com Presiden Joko Widodo (Jokowi), Minggu (25/2/2018) siang, menyempatkan diri nonton bioskop di Senayan City, Jakarta Selatan. Sontak para penonton kaget ketika sang presiden ikut menonton film Dilan. Media beramai-ramai memberitakan perasaan beliau saat bernostalgia lewat film Dilan.

Kondisi ini berbanding terbalik dengan saudara-saudara kita yang ada di Ghouta. Mereka seharusnya layak mendapatkan sorotan media, karena peristiwa pembombardiran kota Ghouta,  akibat perlakuan kesewenang-wenangan penguasanya. Banyak kejadian-kejadian memilukan yang terjadi disana, tapi rupanya banyak yang luput dari peliputan media internasional. 

Gelombang Dilan begitu dahsyat, hingga mampu menyapu perhatian penguasa muslim terhadap peristiwa di Ghouta. Muslim di Ghouta adalah saudara kita, derita mereka juga merupakan derita kita juga. Persaudaraan seaqidah tidak akan terbatas meski ada batas-batas teritorial yang memisahkan kita. Mereka menunggu pertolongan dari saudara muslim dari seluruh dunia. Tapi apa hasilnya? Penguasa negeri-negri muslim mengambil sikap bungkam dalam peristiwa Ghouta. 

Seharusnya seorang pemimpin memberikan contoh sikap kepeduliannya terhadap saudara muslim yang sedang dizalimi dan mengambil sikap untuk andil dalam memberikan pertolongan. Didalam Islam seorang pemimpin adalah pelindung bagi kaumnya. Tak hanya yang ada di wilayahnya saja yang patut dilindungi , kaum muslimin di wilayah lain pun juga berhak mendapatkan perlindungan dari penguasa-penguasa muslim lainnya.

Wallahu a'lam bishowab.


SHARE THIS

Author:

Etiam at libero iaculis, mollis justo non, blandit augue. Vestibulum sit amet sodales est, a lacinia ex. Suspendisse vel enim sagittis, volutpat sem eget, condimentum sem.

0 comments:

Mohon komentarnya santun dan sopan!