Wednesday, March 14, 2018

Bukan Cinta Biasa


                                     


Oleh: Dwi Rahayuningsih,S.Si (Praktisi Pendidikan dan Penggiat Revowriter)


Pacaran dikalangan anak remaja zaman now adalah suatu keharusan. Jika tidak pasti akan mendapat banyak julukan. Seperti: jones, gak laku, gak gaul, kudet, kuper, dll. Seolah-olah bagi mereka yang tidak aktif pacaran adalah remaja yang paling menderita sedunia.

Enggan mendapat cap jones dan semacamnya membuat para remaja berlomba-lomba untuk mencari gebetan. Tidak peduli seperti apa orangnya, bagaimana mendapatkannya, dan berapa usianya. Yang penting bisa diajak jalan, bisa antar jemput sekolah (tukang ojek kaleee...), bisa bayarin makan kalo pas lagi jalan (padahal uang jajan masih nodong ke ortunya). Pokoknya yang penting happy. 

Aktivis pacaran ini anggotanya tidak hanya yang berumur 18 tahun ke atas lo. Cie...kayak komunitas aja ada anggotanya. Maksud penulis, yang melakukan aktivitas pacaran ini usianya bervariasi. Mulai dari usia SD, SMP, SMA, Kuliah, bahkan emak-emak ataupun bapak-bapak yang sudah pernah berkeluarga. 

Gaya pacaran mereka juga sangat mengkhawatirkan. Bikin deg-degan yang melihat, bukan karena jatuh cinta lo ya...tapi karena adegan yang dilakukan itu lo. Bikin miris! Swer.

Pernah suatu saat penulis buka fb, dan terlihatlah disitu sebuah video dua anak kecil (bukan remaja karena masih SD) sedang melakukan aksi tembak menembak. Ups, maksudnya menembak untuk jadi pacar. Setelah diterima, kira-kira begitu di video tersebut, sang cowok langsung mencium si cewek dan memeluknya. Tanpa rasa sungkan mereka melakukan hal itu seperti sudah biasa melakukannya. Padahal yang menonton sudah ketar ketir, dag dig dug ser. Kok bisa? Pertanyaan ini akhirnya muncul juga dari bibir penulis.

Paham Liberal Sebagai Acuan
Sekulerisme melahirkan paham kebebasan. Atas nama HAM, kebebasan harus dijunjung tinggi termasuk kebebasan berperilaku. Pacaran termasuk salah satu perilaku yang lahir dari paham ini. Tidak aneh jika kita bisa menyaksikan aktivitas pacaran ini dimanapun. Bahkan mereka tidak malu lagi mengumbar kemesraan di depan umum. 

Tidak sedikit adengan ciuman, pelukan, dan semacamnya yang berseliweran di sosmed. Ucapan mesra dan  kata-kata cintapun bertebaran bak bintang di langit. Begitu mudah kata "cinta" terucap dari dua sejoli yang sedang terinfeksi virus merah jambu. 

Tak peduli meski kesucian terenggut sebagai bukti cinta pada sang pacar. Akibatnya banyak yang akhirnya putus sekolah karena hamil duluan. Aborsi meningkat, pembuangan janin tiap hari selalu bertambah. Kalau sudah begini mau apa lagi? Sesal kemudian tiada arti. Masa depan hancur, harga diri punah, masa muda yang harusnya ceria tergantikan dengan beban mental tak berujung. Siapa yang akan mengembalikan semuanya? Tidak ada. 

Yuk Jadi Remaja Cerdas

Masa remaja hanya sekali seumur hidup. Sungguh jika masa ini terlewati dengan kemaksiatan, maka tidak akan ada waktu lagi untuk kembali. Terkadang manusia menganggap hidup ini lama, maka harus diisi dengan kesenangan dunia. Padahal sejatinya ada 3 hal yang jika terwati, tidak akan bisa kembali lagi. Masa muda, waktu, dan kesempatan. 

Untuk itu, jangan sia-siakan masa mudamu untuk mencari kesenangan semu yang melenakan. Gunakan waktu sebaik mungkin agar masa depan gemilang tanpa ada penyesalan.

Cinta adalah fitrah yang Allah berikan pada setiap hamba. Untuk itu harus tetap dijaga kesuciannya hingga akhir hayat nanti. Timbulnya rasa cinta dalam diri seseorang merupakan manifestasi dari naluri nau' (naluri untuk memepertahankan keturunan). Penampakannya dapat dilihat dari adanya rasa suka terhadap lawan jenis. 

Namun, bukan berarti rasa cinta itu harus diumbar kemana-mana. Berpindah dari satu hati ke hati yang lain. Jadikan rasa cinta itu adalah hal yang akan menuntunmu ke surga. Yaitu dengan menjaga cinta itu semata-mata karena Allah. Jika saat ini sudah muncul cinta itu terhadap lawan jenis, maka jangan jadikan cinta itu menyeretmu ke neraka. Jagalah, simpanlah hingga sampai waktunya nanti siap untuk dihalalkan melalui pernikahan. Agar cintamu istimewa, bukan sekedar cinta biasa.


Berikut saya lampirkan biodata saya:
Nama: Dwi Rahayuningsih,S.Si
Alamat: Blora, Jawa Tengah
Aktivitas: Pendidik dan aktivis revowriter
Hp: 085228674545


SHARE THIS

Author:

Etiam at libero iaculis, mollis justo non, blandit augue. Vestibulum sit amet sodales est, a lacinia ex. Suspendisse vel enim sagittis, volutpat sem eget, condimentum sem.

0 comments:

Mohon komentarnya santun dan sopan!