Tuesday, March 27, 2018

Berhijab Tapi Masih Maksiat





Oleh: Minah, S.Pd.I
(Pengajar, Pemerhati Remaja dan Anggota Komunitas Revowriter)

Sering sekali mendengar orang yang beranggapan lebih baik hati kita yang baik dulu baru berhijab, karena ada yang berhijab kog masih maksiat, berhijab kog pacaran, berhijab kog ghibah, saat seorang wanita berhijab tapi tingkah laku tidak sesuai dengan pakaiannya, menjadi bahan perbincangan. Padahal perkara tingkah laku dan berhijab adalah 2 perkara yang berbeda dan sama-sama wajib. Wajib berhijab dan wajib berakhlak baik.

Inilah realita yang ada, seolah yang berkerudung itu haruslah orang yang baik-baik, sehingga jika ada yang berkerudung tetapi sikapnya tidak baik, maka terkadang seorang wanita itu males-malesan untuk berkerudung karena menganggap lebih baik sikap dulu yang baik baru berkerudung..hmm… Menyedihkan!

 Saudariku, didalam al-Qur’an berkerudung itu adalah suatu kewajiban yang harus dijalankan, menutup aurat harus sempurna. Dan berbuat baik atau berakhlak baik adalah kewajiban. Sebagaimana sabda Nabi Muhammad SAW: 

“Sesungguhnya orang yang paling aku cintai dan paling dekat kedudukannya dengan majelisku pada hari kiamat nanti adalah orang yang paling baik akhlaknya. Sebaliknya orang yang paling aku benci dan paling jauh dari diriku adalah orang yang terlalu banyak bicara (yang tidak bermanfaat ) dan sombong.” (HR. at Tirmidzi).

Sabda Rasulullah SAW kepada Asma’ binti Abu Bakar: “ Wahai Asma’ sesungguhnya seorang wanita itu, apabila telah baligh (haidh) maka tidak boleh baginya menampakkan tubuhnnya kecuali ini dan ini, seraya menunjukkan wajah dan telapak tangannya.” (HR. Abu Dawud).

Jadi jelaslah bahwa berkerudung dan berbuat baik adalah kewajiban sehingga kedua ini harus dilaksanakan. Jika salah satunya ditinggalkan maka akan berdosa.

Jika pun ada yang berhijab malah maksiat, sudah seharusnya kita mengingatkan dan menasehati, menasehatinya untuk meninggalkan maksiat tanpa menyalahkan hijabnya. Sama halnya jika  ada orang baik tapi belum berhijab, maka nasehati dia untuk berhijab agar bertambahlah kebaikannya.

Perlu kita ketahui bahwa wanita yang berhijab memang belum tentu baik dan benar, tapi wanita yang baik dan benar sudah pasti berhijab. Lagipula, sebenarnya menutup aurat dengan baik-buruk hatinya/kelakuannya itu tidak  ada hubungan atau sangkutpautnya. Akhlak punya hitungan amal sendiri, begitu juga dengan menutup aurat. Pelanggaran dan dosa yang didapat juga dipisah, tidak  gabung hitungannya. Jadi, menutup aurat adalah suatu kewajiban dan berbuat baik juga adalah suatu kewajiban. Iman itu mencakup amalan lisan, hati dan perbuatan. Hati kita harus baik dan menutup aurat juga harus, karena suatu kewajiban, jika tidak maka iman kita belum sempurna.

So, jika belum bisa berhijab, jangan mencela yang sudah berhijab dengan mencari-cari kesalahannya. Wanita berhijab karena ingin memenuhi kewajibannya pada Allah, dia takut kepada Allah, ingin dekat dengan Allah. Jika kamu sudah berhijab, maka bimbing dan tuntunlah dengan baik dan benar kepada saudarimu yang masih belum berhijab. Jika maksiatmu dikaitkan dengan hijabmu, maka perbaikilah dirimu agar akhlakmu baik.

Hijab adalah ketaatan kita kepada Allah, Allah pasti menghargai prosesnya walaupun masih belum sempurna, namun teruslah belajar dan sempurnakan hijabmu. Allah pasti akan memudahkan. Hijab akan tetap wajib walaupun dicela karena maksiat, setiap orang tak luput dari kesalahan  dan berhijab tidak menunggu kita itu bebas dosa. Namun berupaya untuk berhijab. Orang maksiat wajib berhijab, orang yang taat wajib berhijab karena  berhijab itu sudah menjauhi maksiat, dan akan dimudahkan Allah  untuk makin taat.

So, saudari Muslimah, yuk berhijab dan jauhi maksiat. Dekatkan diri pada Allah, tingkatkan ketakwaaan kita, untuk senantiasa tunduk dan taat kepada Allah.


SHARE THIS

Author:

Etiam at libero iaculis, mollis justo non, blandit augue. Vestibulum sit amet sodales est, a lacinia ex. Suspendisse vel enim sagittis, volutpat sem eget, condimentum sem.

0 comments:

Mohon komentarnya santun dan sopan!