Sunday, March 18, 2018

Baby Jaman Now



Oleh : Khotimah Ayu Maduratna (Mahasiswi Tadris Bahasa Inggris STAIN Pamekasan)

            Beberapa hari terakhir ini beredar sebuah video disosial media facebook dimana ada seorang anak kecil yang sedang mainan handphone dan dengan antengnya ia menonton sebuah video, setelah menyimak betapa kagetnya saya kala menonton video itu dimana anak kecil itu sedang menonton video adegan orang dewasa dan lebih parahnya lagi sang ibu yang duduk bersebelahan dengan anaknya sama sekali tidak menyadari dan tidak mengetahui hal itu sehingga pada saat itu juga tak ada kontrol dari ibu dan juga orang sekitar yang mengetahui tentang hal ini juga tak ikut menegurnya termasuk orang yang berhasil merekam kejadian ini.

            Selain fenomena diatas, tak bisa dipungkiri juga bahwa masih banyak fakta-fakta anak dibawah umur yang telah menonton adegan-adegan yang tak seharusnya mereka ketahui. Hal ini bisa terjadi karena tak lepas dari kondisi zaman yang begitu mudahnya dalam mengakses informasi sehingga dari saking boosternya konten-konten yang tak seharusnya ada, mudah sekali tersebar dan terakses hanya dengan satu klik jari saja. Selain itu, hal ini juga disebabkan dari kurangnya peran dan kontrol orang tua, khususnya sang Ibu, dimana sosok ini adalah sosok yang sangat dekat dan mumpuni untuk mempengaruhi pola pikir dan pola dalam bertingkah laku juga bertindak pada Ananda. Apabila sang Ibu acuh akan pola didik dan pola asuh yang harus diterapkan pada sang Ananda maka akan sangat mudah bila para anak-anak dibawah umurbmelakukan kemakisatan-kemaksuatan seperti ini. Disamping itu, peran Negara dalam memfilter konten-konten yang tersebar dalam media sosial sangatlah kurang, hal ini terbukti dari begitu marak dan mudahnya konten-konten pornografi dan hal-hal yang tidak pantas lainnya mudah sekali didapatkan dan diakses di media sosial. Sehingga sangat wajar sekali bila otak dari anak-anak bangsa bahkan anak dibawah umur telah diracuni dan terisi dengan pemahaman-pemahaman yang begitu jauh dari Islam. Wajar pula bila saat ini banyak sekali anak SD yang sudah tau dan paham dengan aktifitas maksiat seperti pacaran, khalwat, berboncengan dengan yang bukan mahramnya, bahkan banyak sekali jga ditemukan anak-anak yang tak segan mengeluarkan kata-kata kotor. Sangatlah miris dan begitu komplitenya permasalahan yang dihadapi oleh negeri ini. 

Anak yang seharusnya dididik dengan tsaqofah dan syakhsiyah Islam dengan tujuan untuk menjadikannya generasi untuk membangun kembali sebuah peradaban besar tetiba hancur oleh gerus system yang diterapkan oleh Negara ini. Lagi-lagi ini semua tak pernah lepas dari system yang diterapkan oleh Negara ini. System sekuler liberal kapitalis menjadi biang kerok akan seluruh konflik dan problematic Negara ini. Sehingga tak akan pernah bisa terselesaikan seluruh permasalahan-permasalahan Negara bila sang penguasa masih saja terus mengadopsi system yang bobrok ini.

Hal ini sungguh sangat berbeda dengan aturan yang ada didalam Islam. Islam yang tidak hanya memuat akan aturan ibadah namun juga didalamnya ada seperangkat lengkap aturan dalam menjalani kehidupan ini, mengatur dengan rinci bagaimana peran Ibu dalam meriayah anak-anaknya sehingga para Ananda tidak tercebur dalam kubangan kemaksiatan sejak dini. Disamping itu, Islam juga memberikan pedoman untuk penguasa bagaimana seharusnya bisa menyaring infomasi dan akun-akun yang nantinya akan merusak dan meracuni umat dan generasi-generasi penerus. Sehingga semua permasalahn diatas hanya bisa terselesaikan dengan menerapkan aturan-aturan Islam.



SHARE THIS

Author:

Etiam at libero iaculis, mollis justo non, blandit augue. Vestibulum sit amet sodales est, a lacinia ex. Suspendisse vel enim sagittis, volutpat sem eget, condimentum sem.

0 comments:

Mohon komentarnya santun dan sopan!