Sunday, March 18, 2018

Auratmu Sumber Inspirasi



Oleh : Siti Saodah, S.Kom (Pemerhati Perempuan dan Generasi)


International Women’s Day diperingati setiap tahun pada tanggal 8 Maret, tak terkecuali di Indonesia. Peringatan hari perempuan Internasional kaum perempuan melakukan aksi long march di kawasn MH. Thamrin Jakarta untuk menyuarakan tuntutan demi keberpihakan kepada kaum perempuan. Tuntutan mereka memang tak muluk – muluk sebagai seorang perempuan adalah rasa ingin dihargai, dihormati, disayangi dan dilindungi. Dalam aksinya mereka menyuarakan 8 (delapan) tuntutan diantaranya yang termasuk ke dalam delapan tuntutan tersebut adalah Negara harus mencabut kebijakan dan peraturan yang mendiskriminasi perempuan dan upaya penghentian persekusi, diskriminasi, kekerasan perempuan dan pemidanaan kelompok LGBT. Aksi Women March dimanfaatkan kaum pelangi untuk bersuara bagi mereka untuk dapat diterima di masyarakat (m.cnnindonesia.com).


Peningkatan Kekerasan Perempuan

Tuntutan yang dilakukan dalam aksi tersebut tak jauh berbeda dengan tahun – tahun sebelumnya yaitu penuntutan kesetaraan jender kaum perempuan. Namun penuntutan kesetaraan jender tersebut lantas tidak menjadikan perempuan semakin sejahtera, terbukti dengan laporan oleh Komnas perempuan bahwa ada 348.446 kasus kekerasan pada perempuan selama kurun waktu 2017. Sebagai perbandingan data tahun sebelumnya yaitu 2016 tercatat 259.150 kasus kekerasan. Angka ini meningkat drastic dibandingkan tahun sebelumnya. Komnas perempuan mencatat kejahatan cyber di dunia maya korbannya adalah perempuan, kasus dunia maya seringkali berhubungan dengan tubuh perempuan yang sering kali dijadikan objek pornografi (bbc.com). dalam kasus pelaporan yang meningkat tersebut yaitu pembunuhan terhadap istri, tingginya cerai gugat terhadap istri yang disebabkan oleh rumah tangga yang tak harmonis papar ketua Komnas Perempuan Azriana (m.detik.com).

Kesetaraan Tak Membawa Sejahtera Perempuan

Kesetaraan jender yang sangat keras disuarakan oleh kelompok feminis terbukti tak mampu membawa kesejahteraan bagi perempuan. Dari data diatas yang dipaparkan hal itu menggambarkan bahwa perempuan hanya dijadikan objek komoditi kenikmatan. Perempuan tak ayal seperti barang pajangan para pembeli dan penikmatnya. Kaum perempuan hanya dijadikan objek pelampiasan nafsu para kapitalis demi mencari keuntungan materi. Kesetaraan jender yang santer dilantangkan pun seperti slogan manis namun tak membawa manis bagi perempuan. Kemanisan yang ingin dirasakan kaum perempuan di sistem kapitalis saat ini tak mereka dapatkan. Kaum kapitalis hanya menjadikan kaum perempuan sebagai alat untuk mencapai keinginan mereka tak peduli jika hal itu melanggar norma agama. Lihat saja, perempuan banyak dijadikan ikon – ikon produk untuk menarik peminat konsumen dengan bermodalkan tubuh yang langsing dan wajah cantik, Tak peduli jika perempuan itu harus menampakkan auratnya. Aurat yang ditampakkan kaum perempuan dapat mengundang mata – mata jahat untuk sekedar menikmati keindahan tubuhnya. Keindahan perempuan bagi mata laki – laki adalah sumber inspirasi untuk dinikmati maka tak ayal akan memunculkan kejahatan seperti kasus pemerkosaan, permokosaan disertai pembunuhan bahkan tubuhnya dimutilasi dan dibuang. Belum lagi kasus pelecehan seksual yang terjadi di kehidupan umum karena perempuan menggunakan baju  seksi menampakkan aurat ataupun hanya sekedar suitan kaum laki – laki dipinggir jalan. Demi sebuah kebebasan berekspresi kaum perempuan dengan rela menampakkan keindahan tubuhnya kepada laki – laki asing.



Islam Memuliakan Perempuan

Fitrah yang diberikan Allah Swt kepada perempuan adalah ia mahluk yang lemah lembut, sebagai pendidik generasi bagi anak – anaknya, dinafkahi, disanyangi, dihormati, dijaga, dilindungi dan dipenuhi hak – haknya. Allah Swt demi menjaga kehormatan kaum perempuan ia menurunkan perintah agar mereka menutup auratnya surah Al Ahzab [33] : 59 yang artinya “ Wahai Nabi ! katakanlah kepada istri – istrimu, anak – anak perempuan dan istri – istri orang mukmin, “ Hendaklah mereka menutupkan jilbabnya ke seluruh tubuh mereka” yang demikian itu agar mereka lebih mudah untuk dikenali, sehingga mereka tidak diganggu. Dan Allah Maha Pengampun dan Maha Penyanyang ”. Perintah yang Allah berikan ini bukan semata – mata untuk mendiskriminasi kaum perempuan yang disuarakan oleh kelompok feminis namun ini adalah bentuk penjagaan Allah dan Islam kepada perempuan. Menutup aurat bagi perampuan dapat memberikan perlindungan terhadap dirinya bahkan keindahan seorang perempuan di dalam islam hanya boleh dinampakkan kepada mahramnya saja.  Perempuan di dalam islam tetap diberikan hak kebebasan untuk berkarya dan berkiprah untuk umat dengan memperhatikkan hukum syara yang melekat pada dirinya. Seperti halnya perempuan ketika keluar rumah atau berpergian jauh maka harus ditemani mahramnya. Perempuan di dalam islam boleh tetap menduduki jabatan di Pemerintahan dan perempuan tetap dibolehkan ikut serta dalam berpolitik, dan masih banyak aktivitas lain yang dapat dilakukan perempuan. Namun semua kemuliaan yang dimiliki tersebut hanya bisa didapatkan jika penerapan aturan islam dapat diterapkan secara menyeluruh di dalam kehidupan.

SHARE THIS

Author:

Etiam at libero iaculis, mollis justo non, blandit augue. Vestibulum sit amet sodales est, a lacinia ex. Suspendisse vel enim sagittis, volutpat sem eget, condimentum sem.

0 comments:

Mohon komentarnya santun dan sopan!