Thursday, March 15, 2018

Anugerah Cinta


Oleh : Susi Sukaeni

Cinta adalah anugrah....

Maka berbahagialah....

Sebab kita sengsara....

Bila tak punya cinta....


Itu bukan puisi bro, tapi sebait tembang jadul dari album Pakde Doel Sumbang di era 90-an. Oalah lagu zaman now kenape?,  maklum yang nulis emak-emak jadul. Lagu itu mengajak manusia untuk bersyukur pada Sang Maha Pemberi Cinta Allaah Swt. Coba sobat muda bayangkan hidup manusia tanpa cinta.?. Ih horror banget, pasti sengsara, menderita, kesepian, hampa dan berasa garing bukan?. Berkat cinta hidup terasa penuh warna dan membuat hidup jadi lebih hidup (bukan ngiklan rokok lhoya )

Cinta ternoda

Namun begitu tak jarang cinta dan kasmaran menjadi perangkap bagi kaum muda yang berujung penderitaan dan kehancuran masa depan. Sesungguhnya bukan cinta yang menjadi masalah karena itu hal yang naluriah dan fitri. Akar masalahnya,. remaja telah terjebak pada pola pikir dan prilaku sekuler yang tengah menguasai dan menjajah dunia saat ini tak terkecuali dunia islam.

Mereka memiliki cara pandang yang berbeda dengan Islam termasuk masalah seksual dan cara mengelolanya. Para penganut sekuler berpikir bahwa kebutuhan seksual sama persis dengan kebutuhan fisik seperti rasa lapar. Rasa lapar ini mengharuskan manusia makan jika tidak ingin sakit dan mati kelaparan. Demikian pula dengan naluri seksual menurut mereka harus segera dipenuhi dah disalurkan bahkan perlu dirangsang. Jika tidak, akan menyebabkan kerusakan fisik maupun psikis dan kematian.

Oleh karenanya mereka lakukan berbagai cara demi merangsang dan memuaskan syahwat tanpa mengindahkan aturan Tuhan Sang Pencipta. Mereka menginginkan liberalisasi syahwat tanpa pembatasan. Munculah seks bebas alias kumpul kebo. Kini kumpul kebo pun sudah dianggap kuno dan membosankan. Mereka begitu terobsesi untuk menikmati sensasi seks gaya mutakhir yang semakin liar berkembang.

Ada yang menyebutkan jenisnya sampai 50 gaya. Gaya terbaru dan terpopuler diantaranya lesbian, gay, biseksual, trangender dan fedophil. Ada juga gaya nyeleneh bikin geleng-geleng kepala seperti ekshibisionisme, voyeurisme, bestially, incest, necrophilia dll. Bahkan hal yang menjijikan dan tak masuk nalar dilakukan demi melampiaskan nafsu syahwat seperti fethisisme yaitu melampiaskan syahwat dengan menggunakan benda-benda tertentu seperti serbet, jarit, hewan, pohon, boneka, tembok bahkan mayat. Astaghfirullah...naudzubillahi min dzalik.

Sobat muslim...mungkin terpikir mengapa kita harus khawatir dan peduli dengan apa yang mereka lakukan saat ini?.?. Bukankah hal itu wajar sebagai konsekuensi sesat pikir dan prilaku para pemuja sekuler dan liberal?.

Sobat...masalahnya mereka tidak hanya menerapkan ideologi sekuler tetapi juga mempropagandakannya ke seluruh dunia. Mereka sangat berambisi melakukannya karena ada keuntungan materi. Mereka menjadikan pemuas syahwat sebagai alat komoditas yang menggiurkan. Mereka ingin menjajah kita dengan jualan alat pemuas syahwat.

Sahabat butuh bukti?. Dengan cara apa mereka melakukannya?. Baiklah penjajahan syahwat itu dilakukan dengan memproduksi dan menjajakan konten pornografi dan pornoaksi. Mereka mengemasnya dalam berbagai media seperti majalah, komix, novel, vcd, film, musik, internet, game, foto, lukisan, patung, fashion, bahkan di buku pelajaran sekolah.

Islam Merawat Cinta Suci

Rasa cinta kepada keluarga dan cinta kepada seorang kekasih memang berbeda. Namun keduanya merupakan manifestasi dari naluri yang sama yaitu naluri berketurunan. Allah menciptakan naluri ini agar manusia lestari dan terhindar dari kepunahan. Inilah tujuan mendasar diciptakannya naluri ini, bukan untuk memenuhi hasrat seksual semata.
Allah ‘Azza wa Jalla berfirman:


يَا أَيُّهَا النَّاسُ إِنَّا خَلَقْنَاكُمْ مِنْ ذَكَرٍ وَأُنْثَىٰ وَجَعَلْنَاكُمْ شُعُوبًا وَقَبَائِلَ لِتَعَارَفُوا  إِنَّ أَكْرَمَكُمْ عِنْدَ اللَّهِ أَتْقَاكُمْ  إِنَّ اللَّهَ عَلِيمٌ خَبِيرٌ
Wahai manusia! Sungguh, Kami telah menciptakan kamu dari seorang laki-laki dan seorang perempuan, kemudian kami jadikan kamu berbangsa-bangsa dan bersuku-suku agar kamu saling mengenal. Sungguh, yang paling mulia di antara kamu di sisi Allah ialah orang yang paling bertaqwa. Sungguh, Allah Maha Mengetahui, Mahateliti.” [Al-Hujuraat : 13].

Allah SWT juga berfirman:

“Allah telah menjadikan dari diri-diri kamu itu pasangan suami istri dan menjadikan bagimu dari istri-istri kamu itu, anak-anak dan cucu-cucu, dan memberimu rezeki yang baik-baik. Maka mengapakah mereka beriman kepada yang bathil dan mengingkari nikmat Allah?” (An-Nahl: 72).
Sudut Pandang ini sangatlah penting karena mempengaruhi terhadap cara pemenuhan naluri berketurunan saat kemunculannya. Pandangan ini pula mampu mengarahkan seorang remaja muslim selalu menjaga kesucian cintanya dengan tidak menjadikan kenikmatan seksual sebagai orientasi utama dan satu-satunya. Dia akan memenuhi dan merawat hasrat cintanya sebagai jalan meraih ridlho Allaah dan melahirkan generasi tangguh. Dalam hal ini pernikahan adalah jalan satu-satunya yang harus ditempuh agar manusia dapat menggapai tujuan yang hakiki.

Islam sangat memuliakan ikatan pernikahan, sampai-sampai ikatan itu ditetapkan sebanding dengan separuh agama. Anas bin Malik ra: “Telah bersabda Rasulullah SAW yang artinya:

“Barang siapa menikah, maka ia telah melengkapi separuh dari agamanya. Dan hendaklah ia bertakwa kepada Allah dalam memelihara yang separuh lagi.” (Hadits Riwayat Thabrani dan Hakim).

Rasulullah SAW memerintahkan untuk menikah dan melarang keras kepada orang yang tidak mau menikah. Anas bin Malik ra. berkata:

“Rasulullah SAW memerintahkan kami untuk menikah dan melarang kami membujang dengan larangan yang keras..” (Hadis riwayat Ahmad dan disahihkan oleh Ibnu Hibban).

Memenuhi hasrat seksual dalam pernikahan yang syar'i bahkan berpahala. Rasulullah shallallaahu ‘alaihi wa sallam bersabda:

…وَفِي بُضْعِ أَحَدِكُمْ صَدَقَةٌ، قَالُوْا: يَا رَسُوْلَ اللهِ، أَيَأْتِي أَحَدُنَا شَهْوَتَهُ وَيَكُوْنُ لَهُ فِيْهَا أَجْرٌ؟ قَالَ: أَرَأَيْتُمْ لَوْ وَضَعَهَا فِي حَرَامٍ، أَكَانَ عَلَيْهِ فِيْهَا وِزْرٌ؟ فَكَذَلِكَ إِذَا وَضَعَهَا فِي الْحَلاَلِ كَانَ لَهُ أَجْرٌ.


“… Seseorang di antara kalian bersetubuh dengan isterinya adalah sedekah!” (Mendengar sabda Rasulullah, para Shahabat keheranan) lalu bertanya: “Wahai Rasulullah, apakah salah seorang dari kita melampiaskan syahwatnya terhadap isterinya akan mendapat pahala?” Nabi shallallaahu ‘alaihi wa sallam menjawab: “Bagaimana menurut kalian jika ia (seorang suami) bersetubuh dengan selain isterinya, bukankah ia berdosa? Begitu pula jika ia bersetubuh dengan isterinya (di tempat yang halal), dia akan memperoleh pahala.”

jPemikiran sekuler yang beranggapan bahwa kebutuhan seksual sama persis seperti kebutuhan perut adalah salah besar. Hal ini berentangan dengan realita yang ada. Memang benar kebutuhan perut kebutuhan yang tidak bisa ditunda dan harus segera dipenuhi karena bisa melemahkan bahkan mematikan. Berbeda dengan kebutuhan seksual,,jika tidak tersalurkan tidak menyebabkan seseorang sakit dan mati, hanya gelisah saja. Kegelisahan pun akan hilang seiring dengan perginya hal-hal yang membangkitkan hasrat seksualnya Bahkan ia bisa meredam hasratnya sampai berhenti bergejolak. Sebagaimana arahan Islam bagi para pemuda yang belum siap menikah untuk meredam hasratnya dengan cara berpuasa. Sabda Rasulullah saw:

“Wahai generasi muda, barangsiapa di antara kamu telah mampu berkeluarga hendaknya ia menikah, karena ia dapat menundukkan pandangan dan memelihara kemaluan. Barangsiapa belum mampu hendaknya berpuasa, sebab ia dapat mengendalikanmu.”[Muttafaq Alaihi]



SHARE THIS

Author:

Etiam at libero iaculis, mollis justo non, blandit augue. Vestibulum sit amet sodales est, a lacinia ex. Suspendisse vel enim sagittis, volutpat sem eget, condimentum sem.

0 comments:

Mohon komentarnya santun dan sopan!