Saturday, March 17, 2018

5 Langkah Menasehati Orang Tua



Oleh: Lulu Nugroho (muslimah pemerhati generasi muslim, komunitas revowriter)

Menasehati orang tua? Ah, yang bener....Apa nggak terbalik? Yang mesti dinasehati, anaknya atau orang tuanya?
Adalah suatu hal yang pasti akan terjadi, ketika seseorang mengetahui dan memahami suatu perkara, akan mengkritisi orang lain yang dianggap melakukan hal yang tidak tepat dengan yang dia kuasai. Seorang anak yang hidup di masa sekarang. Sekolah setiap hari dan mengakses info dari sumber yang beragam. Era digital dan sains yang semakin pesat membuat anak-anak seperti berlari untuk mendapatkan informasi baru.

Lalu ketika terjadi miskom dengan orang tua, apakah bisa anak menasehati orang tua? Apakah orang tua selalu benar dan anak selalu salah? Hal-hal apa saja yang perlu kita perhatikan pada saat menasehati orang tua. Perhatikan langkah-langkah berikut:

1. Situasi dan kondisi

Ketika orang tua lelah atau mereka terlihat banyak masalah, bukanlah saat yang tepat untuk dinasehati. Pilihlah situasi yang tenang, saat ngobrol santai dengan keluarga, di tengah gurau dan canda, nasehat bisa kita selipkan di situ.

2. Teknik penyampaian

Pilihlah bahasa dan kata-kata yang lembut dan santun. Bedakan berbicara dengan teman, adik atau dengan orang tua. Panduannya ada pada QS.an Nahl:125 "Serulah manusia kepada jalan Tuhanmu dengan hikmah dan pelajaran yang baik. Dan bantahlah mereka dengan cara yang baik".

3. Konten

Mau menasehati seseorang, tentu kita harus tau kontennya. Harus yakin bahwa isinya benar. Tau benar atau salahnya dari mana? Dari Allah dan rasulNya. Benar atau salah, baik atau buruk, tolok ukurnya adalah Alquran dan hadits. Perkara yang akan kita luruskan sesuai atau tidak dengan perintah Allah dan laranganNya. Jika bertentangan, berarti betul bahwa hal itu perlu kita perbaiki.

4. Sabar

Sabar ketika mereka merasa tersinggung. Cobalah untuk introspeksi, mulai dari langkah pertama. Mungkin bukan saat yang tepat untuk mengkritisi. Bisa jadi teknik penyampaiannya yang salah. Atau mungkin isinya yang kita tidak kuasai. Maka perbaiki dan ulangi beberapa waktu lagi.

5. Mengkaji islam

Islam sebagai akidah dan syariat yang mengikat perbuatan manusia, harus dipelajari agar terbentuk kerangka berpikir yang tepat. Mengenal Allah dan hukum-hukumNya membuat kita selalu mengajak orang lain untuk terus berjalan pada relNya. Sudah cukupkah ilmu kita? Bisa jadi nasehat kita tidak mempan pada siapapun karena memang kita sendiri yang perlu dinasehati. Kita sendiri yang harus memperbaiki diri. Ibarat kuman di seberang lautan, tampak. Gajah di pelupuk mata tak tampak. Sungguh amat besar kemurkaan Allah pada orang-orang yang mengatakan sesuatu tapi tidak dia kerjakan. Semangat muhasabah dan memperbaiki diri.






SHARE THIS

Author:

Etiam at libero iaculis, mollis justo non, blandit augue. Vestibulum sit amet sodales est, a lacinia ex. Suspendisse vel enim sagittis, volutpat sem eget, condimentum sem.

0 comments:

Mohon komentarnya santun dan sopan!