Saturday, March 31, 2018

Pemuda dalam Pandangan Islam

Pemuda dalam Pandangan Islam

Oleh : Mulyaningsih, S.Pt ( Anggota Akademi Menulis Kreatif (AMK Kalsel) )



Dunia pendidikan kembali digegerkan lewat berita penganiayaan terhadap guru. Hal tersebut terjadi pada Senin, 22 Januari 2018. Kejadian bermula dari dua orang siswa SMKN V Semarang (kelas X jurusan Teknik Komputer dan Jaringan) keduanya berumur 15 (IBR) dan 16 (DIR) tahun. Mereka berani melakukan perbuatan yang tak pantas dilakukan oleh seorang pelajar. Perbuatan tersebut adalah membunuh dengan cara menggorok leher korban sampai meninggal dunia. Korbannya adalah bapak sopir taksi online yang bernama Deni Setiawan.



Awal kejadian bermula dari salah seorang dari pelaku yang berinisial  IBR. Pada hari Sabtu, 20 Januari 2018 memesan taksi online dengan tujuan ke daerah Sambiroto Tembalangan. Ketika sampai di daerah Citra Grand mereka mulai melakukan eksekusi. Satu orang duduk di samping sopir dan yang satu lagi berada dibelakangnya. Yang duduk di samping sopir (DIR) bertugas mengajak ngobrol si korban dan IBR yang berada di belakang bertugas mengeksekusi korban dengan cara menggorok leher dengan belati yang sudah dipersiapkannya.



Tak cukup itu, kabar yang tak kalah menghebohkan kembali datang dari daerah Sampang, Madura. Masih seputar pelajar, kali ini korbannya adalah gurunya sendiri. Kejadiannya terjadi pada hari Kamis, 1  Februari 2018. Pelaku berinisial HI adalah murid SMA Negeri 1 Torjun yang tega menganiaya gurunya sendiri hingga tewas. Awal mula kejadiannya yaitu pada saat guru Budi Cahyono sedang mengajar bidang studi kesenian. Pada saat itu HI tertidur di kelas. Melihat HI yang sedang tertidur guru Budi mendatangi dan mencoret mukanya dengan tinta. Tak terima mukanya dicoret, HI-pun dengan seketika langsung memukul sang guru di bagian belakang kepala. Merasa tak puas dengan kejadian di kelas tadi, maka HI mencegat dan memukuli guru Budi kembali setelah pulang sekolah. Ia kembali memukuli gurunya secraa brutal. Sesampainya di rumah, korban langsung pingsan dan dirujuk ke RS Dr Soetomo di Surabaya. Namun, sang guru tak dapat diselamatkan, beliau meninggal di Rumah Sakit. 



Fakta lain juga terjadi di wilayah Pontianak. Sang guru telah dipukuli muridnya sendiri hanya karena beliau menegurnya ketika sedang asyik bermain game online saat waktu belajar. Sungguh diluar nalar, para pelajar dengan arogansinya tega menganiaya gurunya sendiri. Tak ada tata karma atau etika lagi.
Dari kejadian di atas tadi maka patutlah kita merasa marah dan geram terhadap sikap para siswa zaman now. Mereka sungguh tak punya rasa takut dan malu lagi. Tak adakah keimanan yang melekat pada diri-diri mereka?



Sangat jauh berbeda ketika Islam sudah melekat dalam jiwa-jiwa para pemuda. Mereka ibarat buku-buku yang berjalan. Banyak karya-karya yang mereka hasilkan di masa mudanya. Dengan keislamannya Itu, mereka seperti mutiara yang memancarkan cahaya kemilaunya nan indah. 


Banyak sekali kisah yang dapat kita ambil hikmahnya. Yang sepatutnya bisa ditiru oleh para pemuda di zaman now. Rasa ketakutan terhadap Allah SWT menjadi hal yang utama dan pertama. Ditambah juga ketaatan yang sangat luar biasa mengkristal pada diri-diri pemuda Islam. Sebagaimana cerita yang telah tercatat dalam sejarah. Ada tujuh pemuda bersembunyi di gua. Mereka itulah Ashabul Kahfi, yang dengan keberaniannya menolak untuk kembali pada ajaran agama nenek moyang. Mereka dengan tegasnya mau mempertahankan agama yang sedang dianutnya. Keberanian mereka tercantum dalam Al Qur’an Surat Al Kahfi ayat 10 dan 26.


Contoh yang sangat nyata dan sudah semestinya dapat kita contoh adalah ketika Rasulullah SAW berdakwah. Pada saat itu, generasi pertama yang mau menerima dakwah Rasul mayoritas adalah pemuda. Mereka selalu ada pada garda terdepan untuk menjaga dan melindungi Islam. Pasukan perang yang ada juga dipenuhi oleh para pemuda. Begitu pula dengan utusan Rasulullah untuk berdakwah adalah pemuda. 


Mush’ab bin ‘Umair, beliau diminta oleh Rasulullah untuk berdakwah ke Madinah. Ia menjadi duta Islam yang pertama, mau meninggalkan segala kebanggaan dunia dan menggantikannya dengan kemuliaan hakiki. Berkat kiprah dan kerja keras Mush’ab, dalam tempo kurang dari satu tahun hampir seluruh penduduk Madinah memeluk Islam.

Dari gambaran contoh nyata diatas dapat ditarik satu kesimpulan bahwa posisi seperti itulah yang semestinya harus ada pada para pemuda Muslim kita. Mereka adalah pengemban dakwah Islam yang terpercaya, duta-duta propaganda syariah Islam yang akan menjadi rahmat bagi seluruh penduduk bumi jika Islam diterapkan secara kâffah dalam bingkai sebuah negara.


Posisi dan fungsi vital pemuda inilah yang harus kita kembalikan agar sesuai dengan tuntutan Islam. Oleh karena itu harus ada sebuah gerakan penyadaran kepada para pemuda Muslim yang dilakukan oleh semua pihak, khususnya partai politik Islam yang berpijak pada mabda’ (ide dan metode) Islam. Sejatinya peran penting pemuda akan teroptimalisasi dalam masyarakat yang menerapkan Islam secara kâffah. 


Negara akan menyiapkan segala sesuatu yang diperlukan untuk pemberdayaan pemuda. Sistem pendidikan, pergaulan, sosial, sistem ekonomi dan politik yang akan diterapkan negara mendukung pemberdayaan potensial para pemuda sebagai penjaga dan pelindung Islam terpercaya. Akal dan hati mereka akan senantiasa ditambatkan pada Islam dan kejayaan umatnya. Wallahu A’lam.[ ]

Mulyaningsih, S.Pt
Ibu Rumah Tangga
Pemerhati masalah anak, remaja dan keluarga
Anggota Akademi Menulis Kreatif (AMK Kalsel)


Jenuh Dalam Belenggumu

Jenuh Dalam Belenggumu

Oleh : Sunarti (Anggota Revowriter)


Mengingatmu bagai belenggu
Akankah terus berlalu
Bagian indah ini tanpamu
Maksud hati bukanlah begitu

Orang lain menyayatku dengan sembilu
Mengapa kau lakukan juga
Apakah kau tak sadar perilakumu
Inginkah dikau, diriku merana

Dalam diamku bersimpuh
Ampunan Illahi Robbi kini kuharap
Pun, jikalau waktuku masih utuh
Akupun tak tahu, apakah dikau masih terlelap

Nanar mataku masih pedih
Engganku mengingatmu
Ketika janjimu hanya omongan palsu
Harapku tak lagi padamu, manusia
Oh, Sang Pemilik Alam Semesta
Berikan pertolonganMu
Pada jiwa-jiwa terluka
AturanMu selalu kurindu
Izinkan kami menuai kemenangan
Kalahkan mereka, musuh-musuhMu

Tubuh Ghouta Tubuh Kita

Tubuh Ghouta Tubuh Kita

Oleh : Risma (Ummu Firaz) 



Langit yang cerah di selimuti awan yang menyapa hangat dipagi hariditemani secangkir teh hangat sambil mengawasi si kecil yang sedang mulai asik bermain dengan permainannya  lalu ku ambil hp karna greget  (pengen nyiram pake daun kalo pake uang nanti di tuding niru bu dendy ) dengan sosok yang terlalu sibuk di negaranya dengan berbagai kegiatan yang menurut saya tidak ada manfaatnya ( dalam segi pandangan islam ) lalu ku tuliskan sayatan" hati yang sudah  kupendam selama sepekan ini.     


Bagaimana hati ini tidak tersayat" Sudah lebih dari sepekan pesawat tempur rezim Basyar Assad dan Rusia menggempur warga sipil di wilayah Ghouta Timur. Operasi Darat pun mereka lakukan untuk menghentikan pergerakan oposisi yang dilakukan militer Suriah, mereka mengklaim hanya menargetkan militan meskipun realitasnya warga sipil lah yang menjadi sasaran.


Ratusan jiwa gugur termasuk anak-anak, dan ribuan lainnya terluka parah. Tim penyelamat dan evakuasi mengatakan rezim Suriah dan Rusia tidak memberikan cukup waktu bagi mereka untuk menghitung mayat-mayat dalam serangan udara paling berdarah dan mematikan yang berlangsung di Ghouta Timur tersebut.      



Dalam tragedi ini, belum ada tindakan nyata yang dilakukan oleh negeri-negeri yang tergabung dalam Perserikatan Bangsa-Bangsa, bahkan negeri-negeri muslim pun hanya mampu mengutuk dan melakukan kecaman terhadap rezim Basyar Assad.       



Rupanya tangisan dan ketakutan anak-anak Ghouta tak cukup keras untuk membangunkan para penguasa negeri-negeri muslim dari tidurnya. Bagaimana bisa saudara muslim kita berguguran bahkan anak" yang tidak berdosapun ikut imbasnya karna kebiadapan laknatulah bassar asad dan sekutunya yang terus"an menghantam pemukiman mereka.sedangkan belum lama kita lihat Presiden Indonesia masih sibuk mengunjungi bioskop untuk sekadar menikmati Film berjudul Dilan 1990.       


Sepintas saya berfikir, saudara muslim di ghouta menikmati kesakitan keperihan bahkan kebingungan kepanikan karna setiap hitungan menit tempat tinggal mereka di bom mereka kehilangan keluarga teman bahkan orang" terkasih dan tersayangnya.       



Okelah jangankan di ghouta rakyatnya sendiri aja banyak yang terabaikan. Padahal, dukungan dan tindakan para penguasa negeri muslim akan sangat mampu mengurangi derita saudara kita di Ghouta. Karena kekuatan negara tak pernah bisa diimbangi hanya dengan kekuatan individu, sehingga tindakan minimal yang bisa dilakukan adalah membantu mereka dengan mengirimkan pasukan militer dengan persenjataan lengkap.       


Umat butuh pemimpin yang bisa menjamin rasa aman. Dan itu hanya bisa dipenuhi oleh Negara Khilafah yang menerapkan Islam kaffah. Karena hanya dengan Islam lah yang mampu menjadi rahmat bagi seluruh alam       



Inilah yang hilang dari benak kaum muslimin, bahwa seharusnya ibarat satu tubuh yang jika satu bagian sakit maka bagian lain akan merasakan hal yang sama. Derita Ghouta adalah derita kita.  



Editor : Hardi Jofandu
Hidup Adalah Ujian Bagi Orang yang Beriman

Hidup Adalah Ujian Bagi Orang yang Beriman

Oleh : Dini A (Generasi Muda Peduli Negri)    



Pada dasarnya hidup di dunia adalah ujian. Ujian adalah sunatullah, yang tidak tau kapan akan datangnya. Kepada siapa Allah memberikan ujiannya? Dan mampukah kita melaluinya?Dalam islam ujian tidak hanya berupa kesusahan, kesedihan serta penderitaan. Namun, kebahagiaan dan kenikmatan juga merupakan ujian.    



Untuk seorang muslim ujian adalah pemisah antara yang baik dan yang buruk. Karena setiap manusia mempunyai ujian yang berbeda-beda. Ada orang yang diuji dengan rezekinya. Ada orang yang diuji dengan pasangannya. Ada orang yang diuji dengan keturunannya. Ada orang yang diuji dengan kesehatannya. Dan adapun orang yang diuji dengan jodohnya. Allah menguji manusia dari sesuatu yang paling berharga yang manusia miliki. Ketika musibah atau ujian itu datang maka ucapkanlah "inna lillahi wa inna illaihi raji'un" Sesungguhnya kami adalah milik Allah dan kepadanyalah kami kembali.   



Allah SWT berfirman:"Apakah manusia mengira bahwa mereka akan dibiarkan hanya dengan mengatakan, Kami telah beriman dan mereka tidak diuji?" (QS. Al-'Ankabut 29: Ayat 2)   



Rosulullah Saw bersabda :    



"Sesungguhnya besarnya pahala tergantung dengan besarnya ujian. Sesungguhnya, apabila Allâh mencintai suatu kaum, maka Dia akan mengujinya. Siapa yang ridha dengan ujian itu, maka ia akan mendapat keridhaan-Nya. Siapa yang membencinya maka ia akan mendapatkan kemurkaan-Nya (HR At-tirmidzi)    



Ketika Allah Subhanahu Wata'ala memberi beban dipundak, jangan bertanya mengapa kita diberi beban yang berat? Tapi mintalah agar pundak kita mampu untuk memikulnya. Yakinlah akan ada kemudahan setelah kesulitan, jadikanlah sebuah ujian sebagai jalan menuju surganya Allah dengan keimanan, ketakwaan, kesabaran dan rasa syukur kepada Allah. Wallohu a'lam Bisshowab.
Islam Ada, Perempuan Mulia

Islam Ada, Perempuan Mulia

Oleh : Mulyaningsih, S.Pt (Pemerhati masalah Anak, Remaja dan Keluarga)



Allah menciptakan seluruh yang ada di muka bumi ini tentulah ada gunanya. Tak lepas pada binatang kecil seperti semut, lalat ataupun nyamuk. Semuanya Allah ciptakan dan mempunyai fungsi masing-masing. Apalagi manusia, pastilah ada tujuan mengapa ia diciptakan. Begitu juga dengan wanita atau perempuan. Mengapa Allah ciptakan ia? Untuk apa sebenarnya?



Mungkin itulah pertanyaan yang terlintas dalam benak kita. Kenapa Allah menciptakan perempuan? Ia lemah, terbatas, mudah menangis dan segudang keterbatasan lainnya. Bahkan kalau kita lihat pada sejarah kuno maka tak sedikit yang mengganggap bahwa perempuan sebagai sesuatu yang hina. Ibarat sampah, identik dengan kotor, bau tak sedap dan sarang kuman. 



Sejarah di dunia tentang perempuan
Berikut ini akan kita liat fakta sejarah yang terjadi pada kaum hawa. Dari semua negara di dunia, memandang bahwa perempuan itu adalah sesuatu yang sangat hina. Sebut saja di Yunani, perempuan yang hidup ketika masa peradaban kuno selalu dilecehkan. Mereka diperlakukan layaknya seperti tahanan yang di sekap di istana. Hal ini bagi perempuan dari kalangan elite (kaya). Bisa dibayangkan bagaimana nasib perempuan kala itu ketika dia berasal dari kalangan orang biasa. Bisa jadi mereka jadi bulan-bulanan pelampiasan hawa nafsu dari kalangan pria serta menjadi komoditas untuk diperjualbelikan. Tak bedanya di India kuno, fungsi perempuan hanya sebagai barang pelengkap bagi kaum pria. Kondisi ini tak jauh berbeda ketika masa Yunani kuno. Bahkan di India ini lebih parah, perempuan yang ditinggal mati oleh suaminya maka harus melakukan tradisi sati. Yaitu suatu adat kebiasaan yang harus dilakukan seorang janda dengan cara membunuh dirinya sendiri sebagai wujud pengabdian terhadap suaminya.



Lebih parahnya di Arab, bayi-bayi yang dilahirkan jika dia berjenis kelamin perempuan maka dibunuh atau dikubur hidup-hidup. Mereka menganggap bahwa perempuan adalah pembawa aib bagi keluarganya, sehingga wajib untuk dimusnahkan. Tak jauh berbeda dengan di Eropa, mereka mengganggap bahwa perempuan terutama janda, orang miskin, tabib perempuan dan kaum lansia dianggap sebagai tempat bersemayamnya setan dan roh jahat. Sehingga pada tahun 1481-1499 terjadilah pembakaran besar-besaran sebanyak 10.220 orang. (Siauw, Felix Y dan Tim Da’wah @Hijabalila, 2017)



Pandangan Islam



Sungguh miris melihat nasib perempuan ketika masa itu. Mereka sama saja ibarat sampah kotor yang wajib dibuang, dibakar serta dimusnahkan. Astagfirullah, sungguh perlakuan yang jauh dari kata layak.



Islam adalah agama yang sempurna dan paripurna. Didalam Islam ada aturan-aturan yang ditujukan kepada manusia sebagai pedoman dalam kehidupannya. Aturan itu sangat lengkap dan sempurna, mulai dari aturan yang mengatur hubungan manusia dengan dirinya sendiri, dirinya dengan manusia yang lain serta dirinya dengan Robbnya (Pencipta). Begitupula pada perempuan, dalam Islam ada aturannya, posisinya serta bagaimana memperlakukannya.




Pada kasus-kasus masa kuno yang menganggap perempuan ibarat sampah kotor yang perlu diberangus bisa dipatahkan ketika Islam hadir di dunia ini. Contoh nyata ketika di bangsa Arab jahiliyah membunuh atau mengubur hidup-hidup bayi perempuannya, ketika Islam datang hal tersebut tidak dilakukan lagi. Begitupula dengan perlakuan perbudakan yang sanagt kental disana,. Islam menghapusnya. Sekarang yang ada hanya kemuliaan serta posisi penting perempuan yang benar-benar dijaga oleh Islam.


Kemuliaan perempuan menurut pandangan Islam adalah ia sebagai tonggak peradaban dunia. Hal ini disebabkan karena dari rahimnya para generasi-generasi penerus terlahir ke dunia ini. Ditambah lagi berkat didikan darinya generasi tersebut mampu mengarahkan kemana peradaban dunia akan dibawa. Islampun memandang perempuan adalah suatu nikmat Allah SWT yang begitu mulia, Tentunya kemuliaan ini haruslah sejalan dengan ketaqwaannya kepada Allah. Barulah perempuan tersebut bisa dijuluki sebagai perempuan (wanita) sholihah. Sebagaimana hadist Nabi yang berbunyi “Dunia itu perhiasan dan sebaik-baik perhiasan adalah wanita sholihah” (H.R Muslim).



Proses taqwa didapatkan manakala perempuan tersebut mengetahui segala macam aturan yang berkaitan dengannya. Baik untuk dirinya sendiri maupun kaitannya dengan masyarakat. Hal tersebut tentunya bisa didapatkan ketika ia mau belajar Islam dengan serius. Ini juga menjadi bekalnya kelak ketika di yaumil akhir kelak. 



Ditambah lagi dengan posisi seorang ibu lebih dihormati dan didahulukan daripada ayah. Rasulullah SAW ketika ditanya siapa orang yang paling berhak untuk dihormati dan didahulukan, Rasulullah menjawab, “ibumu! Ibumu! Ibumu! Kemudian ayahmu”. Subhanallah begitu mulianya seorang wanita (perempuan) di mata Islam. Tak hanya itu, ada perkataan bahwa surga yang letaknya dibawah telapak kaki ibu. Tersirat makna bahwa keridhoan seorang ibu merupakan ridhonya Allah.



Hanya dengan Islam perempuan bisa hidup mulia, karena islam dengan seluruh perangkatnya akan mengatur hal tersebut. Harkat dan martabat perempuan hanya bisa terngkat jika sstem Islam diterapkan secara semprna dalam bingkai negara. Serta mampu menjadikannya berkilau bak mutiara yang memancarkan sinarnya ke segala penjuru dunia. Wallahu A’lam.[]



Mulyaningsih, S.Pt
Ibu Rumah Tangga
Pemerhati masalah anak, remaja dan keluarga
RO Ulin-Banjarbaru
"Istiqomahlah, Karena Allah Memilihmu"

"Istiqomahlah, Karena Allah Memilihmu"

Oleh : Masniati Sabarudin, S. Pd (Member Akademi Menulis Kreatif Bima)  




Tatkala kita sudah berazzam untuk mengambil bagian dalam memperjuangkan agama Allah, maka kita harus siap dengan segala konseskuensi yang akan dihadapi.    



Ingatlah tatkala kita masih belum mengenal Islam kaffah. Coba direnungkan kembali masa-masa itu, akan jadi apa kita jika tidak ada orang yang dengan ikhlas mau merangkul kita untuk mengenalkan kita konsekuensi keimanan, bahkan jauh sebelum itu kita diarahkan menuju iman yang lurus yang tidak terbetik keraguan sedikitpun di dalamnya. Apa jadinya kita, jika tidak ada yang memahamkan kita mengurai simpul besar (al Uqdatul kubro) sebagai landasan yang benar dalam mengarungi kehidupan ini. Tentunya kita tidak akan pernah tau misi penciptaan kita sebagai abdi di dunia ini.   



Bahkan kita tidak pernah tau orang-orang hebat itu begitu peduli begitu cinta dengan kita meskipun mereka sendiri diliputi dengan berbagai cobaan dan ujian hidup. Semestinya kita bersyukur Allah pertemukan kita dengan mereka.  



Itulah indahnya dakwah. Namun, nikmatnya bertahan di jalan dakwah tidak akan dirasakan oleh jiwa-jiwa yang hanya bermodalkan semangat dan harapan. Sebab berada di jalan dakwah pasti akan menemui onak duri yang akan terus menghiasi dan menjadi bumbu-bumbu pemanis dalam perjuangan. Dakwah adalah jalan warisan para Anbiya'. Maka, beruntunglah kita dipilih oleh Allah untuk meniti jalan mulia ini.  



Tidak semua orang mau mengambil bagian dalam berjuang di jalan dakwah. Karena, kadang tidak siap dengan segala konsekuensinya. Dakwah akan menuntut pengorbanan harta, waktu, tenaga, pikiran bahkan nyawa kita yang in shaa Allah semua itu akan diganti dan dibalas Allah dengan Surga yang luasnya seluas langit dan bumi. Maa syaa Allah, siapa yang tidak rindu dengan kenikmatan Surga yang telah dijanjikan itu.  



Allah Ta'ala berfirman;

"Sesungguhnya Allah membeli dari orang-orang mukmin, baik diri maupun harta mereka dengan memberikan surga untuk mereka. Mereka berperang di jalan Allah; sehingga mereka membunuh atau terbunuh, (sebagai) janji yang benar dari Allah di dalam Taurat, Injil, dan Al-Qur'an. Dan siapakah yang lebih menepati janjinya selain Allah? Maka bergembiralah dengan jual-beli yang telah kamu lakukan itu, dan demikian itulah kemenangan yang agung."[QS. At-Taubah: Ayat 111]  



Dakwah ibarat pohon, akan ada saja daun-daun yang berguguran namun akan diganti dengan tunas-tunas baru. Tidak akan pernah kosong dari orang-orang yang akan membela agama Allah. Sebab Allah sendiri yang memilih hamba-hambaNya yang layak menjadi pembela dan pejuang agamaNya yang kelak berhak mendapatkan naungan dariNya pada hari dimana tidak ada pertolongan dan naungan kecuali Allah Ta'ala. Semoga kitalah diantaranya."Angin tidak berhembus untuk menggoyangkan pepohonan, melainkan menguji kekuatan akarnya (Ali Bin Abi Thalib)Allahu a'lam bish showwab  
Menentukan Pilihan untuk Satu Kebahagian

Menentukan Pilihan untuk Satu Kebahagian

Oleh : Siti Rahmah



Mencari sesuatu yang sempurna di dunia ini rasanya tak akan pernah ada. Karena kesempurnaan hanya milik Allah. Sedangkan manusia di ciptakan dengan ke khasannya sebagai mahkluk, sebagai ciptaan yang serba kurang dan terbatas. Begitupun kiranya dalam memilih pasangan, ketika yang di cari adalah pasangan yang sempurna, maka tidak akan pernah di dapatkan sampai kapanpun. Tapi jika yang di cari adalah seseorang yang bisa menyempurnakan kekurangan - kekurangan kita maka pasti kau akan temukan. 


Memilih bukanlah sesuatu yang mudah, apalagi memilih pasangan yang hendak di jadikan sahabat dalam mengarungi kehidupan ini, tentu harus pasangan yang cocok dengan kita. Memilih satu orang untuk di jadikan pasangan dari ribuan bahkan jutaan, memilih untuk satu kebahagian.


Memilih pasangan yang cocok di hati ibarat memilih sandal yang nyaman di kaki, gampang - gampang susah. Bukan yang mahal, bukan yang bagus tapi yang nyaman lah yang di pilih. Begitupun memilih pasangan hidup, bukan harus cantik atau tampan tampilan fisik, bukan kaya atau berharta dan bertahta tapi yang nyamanlah yang bisa bikin tentram.



Standar Pilihan


Islam sudah banyak memberikan tuntunan dalam pemilihan calon pasangan, ketika seorang laki - laki mau menentukan pilihan untuk calon istrinya maka Islam memberikan bimbingannya, misal dalam sebuah hadits di sampaikan rosululloh saw bersabda: "Wanita di nikahi karena empat hal; karena hartanya, karena kedudukannya, karena kecantikannya dan karena agamanya. Maka hendaklah kamu pilih karena agamanya (keislamannya). Kalau tidak demikian maka kalian akan merugi". (HR. Bukhori dan Muslim)




Begitupun Islam memberikan bimbingan bagi perempuan dalam memilih calon suaminya, dalam sebuah hadits di tuturkan Rasululloh saw bersabda; "Apabila datang seorang laki - laki yang kalian ridhoi agama dan akhlaknya, maka nikahkanlah ia. Jika tidak, maka akan terjadi fitnah di muka bumi dan kerusakan yang besar". (HR. Tirmidzi)



Pada dasarnya tidak salah memilih pasangan karena keelokan fisiknya, tampan atau cantik parasnya. Begitupun tidak di salahkan ketika memilih pasangan karena kedudukannya atau harta kekayaannya, hanya saja hendaklah yang menjadi pertimbangan utama dalam menentukan pasangan adalah agamanya. Ketika pilihan agama di jadikan yang utama maka kebahagian dunia dan akhirat bisa di dapat. Syukur - syukur mendapatkan pasangan yang memenuhi ke empat syarat tersebut. Jika pasangan yang kamu idamkan itu sudah di temukan maka bersegeralah menghalalkannya dan perbanyaklah doa.




Perasamaan visi dan misi


Pemilihan pasangan dengan standar agama tentu yang utama, namun adakalanya kita di hadapkan dengan pilihan yang sulit. Dalam kondisi seperti ini tentunya standar dalam menentukan pilihan harus lebih spesifik lagi, misal di teliti dari kepribadiannya sudahkan terbentuk kepribadian Islamnya. Kalau calon yang kita pilih sudah menata diri dengan hijrah sehingga pertimbangan agama sudah tidak menjadi masalah utama. Maka perlu kiranya kita menelisik perjalanan kehidupan hijrahnya, sedalam apa pemahamannya tentang Islam dan sejauh mana ke istiqomahan dalam hijrahnya. Selain itu hal yang terpenting yang perlu di samakan dengan calon pilihan kita adalah visi dan misi dalam menjalani kehidupan begitupan dalam rancangannya membangun mahligai rumah tangga.



Satu frekuensi dalam visi dan misi ketika membangun mahligai rumah tangga adalah hal yang sangat penting, sehingga hendaknya dari awal di sepakati mau di labuhkan kemana biduk rumah tangga yang di bangun. Di setting seperti halnya rumah tangga artiskah yang semua hal terjadi wajib menjadi konsumsi publik, atau rumah tangga Qurani yang kita bidik. Sehingga perjalanan rumah tangga di lalui semata - mata dalam rangka pelaksanaan kewajiban. Saling mengokohkan dalam ketaatan, saling menguatkan dalam pelaksanaan syariat dan itu semua bisa di capai ketika sebelum nikah di sepakati visi dan misi yang hendak di jalani, maka kesamaan frekuensi inilah yang akan melahirkan kenyamanan dak ketentraman. Inilah kiranya tips - tips yang bisa di aplikasikan ketika menentukan pilihan untuk satu kebahagian. Bahagia dalam dekapan RidhoNya.
Waallahu alam. 

Perempuan Mulia dengan Islam

Perempuan Mulia dengan Islam

RemajaIslamHebat.Com - Komunitas Muslimah Pecinta Islam menggelar Dauroh Taman Surga dengan tema Perempuan Mulia dengan Islam pada Jum'at (30/3) di Potoro, Konsel. Acara dibuka oleh Yunita Ummu Aqilla selaku MC. Selanjutnya acara dauroh dipandu dengan Siti Aminah.,S.Pd selaku moderator. Agar dapat berlangsung dengan hikmad, maka acara diawali dengan lantunan ayat suci al-Qur'an kemudian dilanjutkan sholawat nabi.
Antusiasme peserta dalam menghadiri agenda tersebut sangat responsif. Terlihat dari keterlibatan peserta dalam menyimak pemaparan materi yang dibawakan oleh Ustadzah Fadillah. Tidak hanya itu, mengingat bahwa materi yang diangkat pada acara kali ini sangat menyentuh kehidupan sehari-hari kaum perempuan. Sehingga beberapa peserta menggunakan kesempatan tersebut untuk mengajukan pertanyaan. 
Pemateri mengatakan bahwa, "Seorang istri adalah manager, bukan pelaku langsung. Nah, suami yang tidak bisa bantu istrinya ayo carikan pembantu. Kalo tidak bisa carikan pembantu, anak ada lima maka suami bisa turun langsung bantu istrinya. Jadi nggak usah pakai gender-genderan Bu dalam Islam. Karna Islam mewajibkan para suami untuk membantu istrinya. Rasulullah saw. itu, beliau sering membantu Aisyah. Ketika baju beliau robek beliau jahit sendiri, membantu menumbuk gandum, masak roti, ambil sendiri. Jadi untuk perkara-perkara yang beliau lihat istrinya repot, sibuk, Rasulullah terjun langsung dan itulah perlakuan suami kepada istrinya dengan perlakuan yang baik". []


Sobat, Kenali Dirimu!

Sobat, Kenali Dirimu!



Oleh : Minah, S.Pd.I
(Pengajar, Pemerhati Remaja dan Anggota Komunitas Revowriter)

Remaja now, masih banyak yang belum mengenal jati dirinya. Mereka nggak mau repot bin ribet, pengennya hanya happy fun. Senang-senang dan nggak mau diatur. Akhirnya kebablasan. Apa yang menyebabkan ini semua? Ini semua dikarenakan remaja banyak belum mengenal dan krisis identitas, identitas dirinya tidak jelas sehingga mudah terbawa angin. Ketika kita tidak mengetahui siapa dirinya, tujuan hidup pun jadi tidak jelas. Akibatnya, akan mudah terombang-ambing mengikuti gaya hidup agar bisa eksis. Persis seperti layang-layang. Padahal bekal hidup kita terbatas. Usia kita pun juga terbatas.

Namun, selain itu juga, remaja banyak mengikuti gaya hidup barat dalam semua lini kehidupan. Barat dijadikan kiblat dalam menjalani kehidupan. Apapun yang mereka kerjakan tanpa melihat apakah itu diperbolehkan atau tidak. Tidak memperhatikan halal dan haramnya. Berpakaian dipakai karena modis bukan karena syar’i dalam menggunakannya. Miris!

Oleh karena itu, yuk kenali dirimu. Bagaimana caranya? ketika kita beriman kepada Allah, yakin bahwa Allah adalah Sang Pencipta, dan hidup yang kita jalani ini adalah ciptaan Allah. Nah, ada 3 pertanyaan mendasar yang harus kita jawab yakni dari mana kita berasal, untuk apa kita diciptakan dan mau kemana kita setelah mati. Pertanyaan ini kudu kita jawab, agar kita bisa menjalani hidup lebih terarah dan benar, yang terpenting adalah kita akan kenal dengan diri kita, sehingga apapun yang kita lakukan sesuai dengan Aturan Allah.

Dari Mana Kita Berasal?

Islam memberikan jawaban bahwa kita berasal dari Allah. Allah yang menciptakan manusia. Allah sebagai Al-Kholiq (Pencipta) sekaligus Al-Mudabbir (Pengatur). Karena Allah yang ciptakan kita, Allah jugalah yang berhak mengatur kita. jadi, dalam hidup ada perintah dan larangan dari Allah.


Untuk Apa Kita Diciptakan?

Pertanyaan ini harus terjawab dengan benar, agar kita tidak bingung dan tersesat dalam menjalani kehidupan ini. Karena jika kita tahu untuk apa kita diciptakan oleh Allah maka kita akan mengetahui apa saja yang harus kita  lakukan didunia ini. Misalnya saja, jika kita ingin melakukan perjalanan maka kita harus tahu tujuan perjalanan kita. kalau nggak tahu arah dan tujuan, maka akan ngalor ngidul, nggak jelas arah. So, kudu tahu menjalani hidup dengan tujuan yang benar.

“Dan tidaklah Aku menciptakan jin dan manusia melainkan untuk beribadah kepadaKu” (QS. Adz-Dzariyat:56).

Tujuan Allah menciptakan kita semata-mata untuk beribadah kepada Allah SWT. Allah Sang Pencipta manusia serta Pengatur manusia yang menetapkan bahwa keberadaan manusia di dunia ini hanyalah untuk beribadah kepadaNya. Beribadah tidak hanya puasa, sholat, bacaan alquran saja, namun semua perbuatan kita harus terikat dengan hukum Allah, baik dalam ibadah sholat, puasa, baca alquran, berbuat baik, jujur, berbakti pada orang tua, pergaulan yang benar, muamalah, kesehatan dll, harus terikat pada hukum Allah. Taat, tunduk dan patuh kepadaNya serta terikat dengan aturan agama yang disyariatkanNya, menjalankan semua perintah Allah dan menjauhi segala laranganNya. Dengan itu semua insyaallah kita tidak akan tersesat dalam hidup ini.

Mau Kemana Kita Setelah Mati?

Ketika kita mati, kita akan kembali kepada Allah SWT, untuk mempertanggungjawabkan apa yang telah kita lakukan saat di dunia. Semua amal perbuatan kita di dunia akan dihisab oleh Allah. Jika kita di dunia benar-benar beriman kepada Allah, menjalankan semua aturan dari Allah, maka balasannya adalah surga, namun, jika kita melanggar aturan Allah, tidak beriman kepada Allah, bermaksiat, dll. maka sudah pasti balasannya neraka.

Oke sobat, terjawablah 3 pertanyaan diatas, dan semoga dengan jawaban tersebut, akal dan hati kita semakin terbuka untuk bisa menemukan jati diri kita yang sebenarnya, agar jalan hidup yang kita lalui tidak salah arah dan tersesat. Menjadikan hidup kita, semakin tunduk dan taat kepada Allah dimanapun kita berada.

Ingat! kematian bisa datang kapan saja dengan izin Allah dan tidak ada yang tahu kapan datangnya, maka sudah sepantasnya kita harus bersiap diri menghadapinnya, memanfaatkan kehidupan yang sebentar ini senantiasa untuk Allah, tunduk dan taat kepada Allah, ingat akan mati dan akhirat, merasa diawasi Allah, selalu introspeksi diri, memperbanyak amal kebaikan serta senantiasa berjuang dijalan Allah, agar kelak saat menghadapNya kita dalam keadaan yang husnul khotimah. Aamiin Ya Robb. Yuk sobat, kenali dirimu dengan benar. Oke!
Yang Muda Yang Diincar

Yang Muda Yang Diincar




Oleh: Vinci Pamungkas, S. Pd
(pemerhati remaja, anggota komunitas revowriter)

Tahun 2018 ini, disebut tahun politik. Pasalnya, 117 kota di Indonesia serentak ngadain pemilihan kepala daerah (pilkada). Dari total data pemilih, rata-rata 30% nya adalah pemilih pemula. (pikiran-rakyat.com)
Mereka yang baru punya hak pilih di tahun 2018 ini, yaitu para pelajar, mahasiswa, dan semua remaja yang berumur 17 tahun ke atas. 30% bukan jumlah yang sedikit lho.. Contoh di Jawa Barat (Jabar) jumlah
pemilihnya 32,5 juta jiwa. Maka 30% dari total pemilih adalah 9,75 juta jiwa merupakan pemilih pemula.

Mayoritas pemilih pemula alias para muda-mudi, punya karakteristik yang beda dengan seniornya.

Karakter yang pertama adalah labil. Mereka adalah mahluk terlabil sedunia. Bisa berubah dalam hitungan detik. Kelabilannya ini bisa dipengaruhin sama temen, keluarga, bahkan media sosial (medsos).

Karakter yang kedua adalah apolitis alias ga ngerti politik. Pelajar dan mahasiswa sibuk belajar dan ujian, tambah ngerjain tugas yang ga ada seleseinya. Ga sempet ngikutin berita politik. Kalau pun baca berita, cuma berita artis idolanya yang diikutin atau baca berita yang ringan-ringan aja. Ini nih yang bikin muda-mudi ga paham masalah perpolitikan di Indonesia apalagi dunia. Karena karakter inilah makanya mereka
milih jadi golput atau asal coblos. Toh siapapun pemimpinnya ga ngaruh katanya buat mereka.

Banyaknya jumlah pemilih pemula pastinya jadi incaran para paslon. Dari karakteristik muda-mudi yang gampang-gampang susah, bikin para paslon puter otak buat ngegaet suara mereka. Ga mungkin pake
cara konvensional pake juru kampanye plus dangdutan. Paslon gubernur Jawa Timur, Khofifah-Emil punya cara unik buat menarik perhatian muda-mudi, yaitu ngadain parade 1000 gitaris muda. Yang paling populer, tentu pendekatan via medsos. Karena hampir semua anak muda aktif di medsos. 1001 cara ditempuh para paslon demi masuknya suara pemilih pemula ke kantong paslon.

Para pemilih pemula harus segera sadar bahwa mereka sedang diincar demi meraup suara. So, paham politik jadi sesuatu yang wajib biar tau bagaimana menyikapi tahun politik ini. Karena setiap sikap dan tindakan akan dimintai pertanggungjawaban oleh Allah SWT, termasuk sikap asal-asalan.
Berabad-abad yang lalu, Islam telah menjelaskan bahwa politik (siyasah, dalam bahasa arab) artinya adalah mengurusi urusan umat. Allah SWT memerintahkan kita untuk mengurusnya sesuai dengan aturan Allah SWT dan apa yang telah dicontohkan oleh Rasulullah. Sebagaimana firmanNya dalam Quran surat An Nisaa ayat 65:

"Maka demi Tuhanmu, mereka (pada hakikatnya) tidak beriman hingga mereka menjadikan kamu (Muhammad) hakim terhadap perkara yang mereka perselisihkan, kemudian mereka tidak merasa dalam hati mereka sesuatu keberatan terhadap putusan yang kamu berikan, dan mereka menerima
dengan sepenuhnya."

Berdasarkan ayat ini, jelas banget kalau kita harus memilih pemimpin yang akan mengurus kita semua dengan aturan Allah SWT secara kaffah/menyeluruh. Aturan yang berasal dari sang Maha Adil, Maha
Sempurna.



Cantik Itu Anugerah, Sholihah Itu Wajib!

Cantik Itu Anugerah, Sholihah Itu Wajib!




Oleh: Ratu Ashya

Wanita cantik menurut kalian tuh gimana sih gaes? Yang fotonya di edit trus dipajang di sosmed? Atau yang pake baju kurang bahan alias kek gak pake baju? Atau yang giginya dipagerin alias behel? sebenernya standar cantik dalam pandangan islam tuh kek gimana sih? Yuk atuh kita bahas satu per satu.

Cantik itu anugerah yang Allah berikan. Cantik itu bukan hanya cantik fisik doang loh gaes, ada cantik yang terpancar dari dalam dirinya yang biasa disebut Inner Beauty. Cantik itu datang alami ya gaes..
makanya Cantik itu Anugerah yang emang Allah kasih. Cantik bukan sekedar edit foto sedemikian rupa biar terlihat putih, tirus atau apalah.. itu mah cantik nya gak Unchh.. gak like banget deh... kasian loh kalau temenan di sosmed, trus pas ketemu beda nyaaa naudzubillah sama yang difoto haha.. kena tipu deh lohh.. makanya tak sedikit korbannya yang sudah kena tipu kek begituan.

Gimana dung kalau kita yang biasa aja, cantik enggak, jelek engga (abstrak ehehe)? Siapa sih yang ingin terlihat jelek, gak adakan, tapi sekalinya di bilang cantik, beuh bisa ngefly tuhh.. Kalau aku sih
cuek aja, dibilang cantik alhamdulillah, dibilang jelek..(hem.. masih gua liatin..ehehe). Mendingan nih
ya gaes, terlihat cantik dihadapan Allah daripada terlihat cantik dihadapan manusia. Kalau manusianya gak ngebayangin tentang kita, kalau ngebayangin yang enggak enggak, kita juga yang
dosa loh gaes.. hati hati lohh. Guru aku juga pernah kok nyaranin buat ngapusin semua foto sendiri yang ada di sosmed, biar menjaga aja sih.

Kalian tau gak gaes, kita nih (para perempuan) adalah wanita yang sangat dimuliakan sama Allah. Kalian tau gak? Nih ya seperti hadits tentang kecantikan seorang wanita,
“Sesungguhnya dunia itu adalah perhiasan dan sebaik-baiknya perhiasan dunia adalah wanita
shalihah” (HR. Muslim)

Ibarat perhiasan mahal yang disimpen dikaca yang bagus dan dijaga dengan baik, itulah wanita Shalihah. Sekarang, kalian mau jadi wanita mahal yang susah didapat atau wanita murah yang
gampang diraih? Sok dah pilih.

Islam juga punya standar cantiknya wanita loh.. nih aku kasih deh tips-tipsnya,

 Wanita cantik adalah wanita yang beriman

Ditebelin tuh biar keliatan ehehe. Buat apa cantik kalau kalian gak beriman kepada Allah dan Rasul-Nya. Iman tuh sangat penting loh gaes.. karena kalau kalian gak punya iman, hidup kalian bakalan
ambigu gak punya arah. So, wajib kudu harus must banget nih kalian semua beriman pada Allah dan Rasul-Nya biar hidupnya ada arahnya.

 Wanita cantik senantiasa menjaga lisannya

Jaga lisan? Iyup perkataan. Kita juga kudu banget nih jaga lisan terutama kita sebagai wanita. Kek ketawa seperlunya, jangan terlalu kebawa suasana, belum lagi nih ya biasanya  ketika dua orang
perempuan udah ketemu, selaluuu aja ada perbincangan, entah itu ngomongin tetangganya, temennya, segala bae ge. Apalagi kalau udah emak emak gabung, gibah doang isinya. Inget dosa..

 Wanita cantik itu menjaga sholatnya

Menjaga sholat disini maksudnya itu sholat tepat pada waktunya. Shalat itu kewajiban bagi ummat Islam dan akan mendapat dosa  jika ditinggalin loh gaes.

Allah juga udah memerintahkan kita buat shalat, seperti firman Allah dalam
QS. An Nur ayat 56 yang artinya,
“Dan dirikanlah sholat, tunaikanlah zakat, dan taatlah kepada rasul, agar kamu diberi rahmat”.

 Wanita cantik ialah wanita yang berpendidikan

Berpendidikan itu gak harus sekolah yang tinggi kok, cukup bermodal pengaplikasian ilmu yang baik. 

Tapi juga bukan berarti ngelarang kalian buat sekolah tinggi yaa.. Pandai-pandai memanfaatkan ilmu.

Itulah wanita cantik, aduh idaman banget kan.

 Wanita cantik itu bisa menjaga auratnya

Hmm.. jaga aurat ya? menurut aku sih ya,  perempuan bakalan terlihat kecantikannya ketika dia memakai khimar dan jilbabnya, aslii banget ini mah gak tipu. Dan bukan hanya sekedar memakai, bukan sekedar nempel aja, tapi memakai jilbab dan khimar sesuai syari’at Islam. Aduuh cantiknyaa.  
Kamu adalah buktiii, eheey bukan bukti yang itu, kok malah nyanyi, ehehe.

Allah berfirman dalam QS. Al Ahzab ayat 59 yang artinya,

“Wahai Nabi! Katakanlah kepada istri-istrimu, anak-anak perempuanmu, dan istri-istri orang mukmin, Hendaklah mereka menutupkan jilbabnya keseluruh tubuh mereka. Yang demikiam itu 
agar mereka lebih mudah untuk dikenali, sehingga mereka tidak diganggu. Dan Allah Maha Pengampun Maha penyayang.”

Ohiya gaes, jilbab juga sebagai tanda pengenal kita sebagai Muslimah loh.. 

So, Cantik emang Anugerah yang Allah berikan, tapi Jadi wanita sholihah itu udah jadi kewajiban kita 
sebagai muslimah. Dan lebih lagi, wanita sholihah (seperti kriteria diatas) itu sudah mencakup standar kecantikan dalam pandangan Islam. Jadi, gausah takut keliatan kuno kalau berpakain sesuai 
syari’at Islam dan jangan takut dibilang kolot kalau ngomongin agama. Cantik di hadapan Allah lebih mulia dibanding dihadapan Ciptaan-Nya.

انظر ما قال ولا تنظر من قال
“Lihatlah apa yang dikatakan jangan melihat siapa yang mengatakan” 

Wassalam. 

Siapkan Calon Penulis Muslim Non-hoaks, TAKTIK Community Gelar Forsilatnas

Siapkan Calon Penulis Muslim Non-hoaks, TAKTIK Community Gelar Forsilatnas


Pemuda merupakan motor penggerak majunya sebuah bangsa. Oleh karenanya peran pemuda di jaman now sangat dibutuhkan. Selain itu kini marak beredar berita hoaks terutama melalui jaringan media sosial, menjadi keprihatinan banyak pihak. Kondisi tersebut perlu disikapi dengan menghadirkan informasi yang benar, tepat, dan sesuai dengan fakta. 


Inilah awal mulanya menjadikan sosok pemuda berusia 24 tahun ini, Andre Rahmatullah untuk membentuk sebuah komunitas yang dinamakan Komunitas Taklim Jurnalistik atau lebih akrab disebut Taktik Community. “Komunitas ini dirintis sejak 30 Desember 2016,” ujar Humas Rumah Sanggar Seni Nong Isa, Batam.  


Mantan Pengurus Wilayah Pemuda Hidayatullah Jawa Timur menjelaskan, kegiatan komunitas ini lebih mengacu untuk proses kaderisasi jurnalis Muslim non-hoaks.  “Kami ingin menghadirkan lebih banyak sosok jurnalis Muslim untuk menyampaikan informasi yang benar,” jelasnya, dalam siaran pers.


Maka itu, komunitas ini hadir di kalangan penulis pemula maupun berpengalaman untuk dikader menjadi jurnalis Muslim dalam memperjuangkan dakwah bil qolam. “Demikian pula untuk mengurangi permasalahan-permasalahan seputar informasi yang kini mengemuka,” ulas Anggota Penulis Muda Indonesia (PENA). 


Diketahui juga, Taktik Community telah hadir di setiap provinsi baik dari Sumatera, Kalimantan, Sulawesi, Maluku, Papua, Bali, Nusa Tenggara, Jabodetabek, Jawa Barat, Jawa Tengah, Yogyakarta,  Jawa Timur dan Madura dan juga Internasional. “Sejak tahun 2017-2018 Taktik berkembang cepat dan sudah hadir dari ujung Aceh sampai Papua,” urai Kepala Divisi Marketing Komunikasi Lembaga Zakat Nasional Baitul Maal Hidayatullah Kepulauan Riau. 



Lebih lanjut, Bang AR sapaan akrabnya selaku Founder Taktik Community menambahkan, pihaknya berkomitmen untuk terus menggerakkan kepengurusan Taktik sehingga lebih cepat maju dan bergerak melayani umat. Adapun salah satu kegiatan yang sudah dilakukan, yakni Forum Silaturrahmi Taktik Nasional (FORSILATNAS) 1, Rapat Koordinasi, Bakti Sosial (BAKSOS) dan Kopi Darat (KOPDAR) di setiap Taktik Perwakilan. 



Dan kini, Forum Silaturrahmi Taktik Nasional (FORSILATNAS) 2  kembali digelar oleh Pengurus Pusat Komunitas Taklim Jurnalistik (TAKTIK Community) terbuka untuk umum. Adapun acara tersebut akan diadakan pada hari Kamis-Jum’at, 21-22 Juni 2018 di Pusdiklat Villa Syariah Hidayatullah Kota Wisata Batu, Malang, Jawa Timur atau dikenal dengan Kota Apel. 



“Alhamdulillah, acara Forsilatnas kita buka untuk umum baik dari anggota taktik maupun bukan anggota,” paparnya. 



Pemuda Jebolan Pondok Pesantren Hidayatullah Gunung Tembak Balikpapan, Kalimantan Timur ini  mengatakan pada akhir acara Forsilatnas juga akan digelar acara selanjutnya, yakni Rapat Kerja (RAKER) oleh semua pengurus Taktik Community Indonesia, Jum’at, (22-23/06/2018). 



Ketua Panitia Pelaksana Forsilatnas 2, Hendriyan Rayhan menambahkan bilamana mungkin ada banyak acara besar, tapi tidak banyak yang menjadi penting. Ia berharap acara ini bisa menjadi penting, mengingat pentingnya penjagaan diri terhadap berita-berita bohong yang merugikan serta perlunya membuat produk media massa yang mencerahkan. 



“Jadi jangan ragu untuk bergabung di acara ini," tegas mahasiswa Fakultas Ushuluddin dan Pemikiran Islam UIN Sunan Kalijaga, Yogyakarta. 



Informasi lebih lanjut bisa menghubungi kepanitiaan pelaksana (Divisi Humas)



Ikhwan
Sholahuddin : +62 895-8043-70735
Ramadhani :  +62 895-3583-17854
Rayhan : +62 858-6882-5820
Saathir : 081 232 729 720
 


Akhwat
Dewi Pangesti : +62 821-3350-1296
Siti Kartika :  +62 857-9371-7969
Sulita Rohana : +62 856-4173-0771
Mulyani : +62 896-6945-2130

Mahasiswa dan Student Loan

Mahasiswa dan Student Loan

Oleh: Kartika S.Pd.I



Mendapatkan beasiswa peguruan tinggi adalah sebuah impian, Bagi setiap pelajar yang ingin meneruskan kejenjang penguruan tinggi. Karena merasa ada sebuah harapan dan impian yang akan dicapai. Tapi tak semudah itu mendapatkan beasiswa pendidikan tinggi.


Pemerintah mulai memikirkan bagaimana kredit pendidikan atau student loan bagi pelajar perguruan tinggi di Indonesia dapat dilaksakan kembali.


Mulai program ini, pelajar bisa mencicil biaya perkuliahannya ketika sudah diterima di dunia kerja. Tentu program semacam ini sangat membantu pelajar yang berasal dari keluarga tidak mampu.



Ide dimunculkan kembali program ini pertama kali diungkapkan Presiden Joko Widodo saat bertemu bos-bos perbankan Indonesia di Istana Negara, Jakarta, Kamis (15/3/2018) Jakarta kompas.com



Program diusulkan Presidean Joko Widodo dalam rangka mengubah kebiasaan masyarakat Indonesia, dari yang umumnya kredit untuk barang konsumsi menjadi kredit untuk jasa pendidikan.



Bahaya gagasan student loan


Program student loan terlihat sangalah membantu dalam segi ekonomi pendidikan, untuk melanjutkan pendidikan kejenjang pascasarjana, namun pendidikan semacam ini, malah secara tidak langsung pemerintah mendidik budaya berhutang atau kredit. Dan menjerumuskan kekubang dosa dalam praktek ribawi.



Dan kalau mendapatkan beasiswa pasti ujung ujungnya ada sebuah bersyaratan dan pengamdian yang mungkin ditengah perjalan bisa dilanggar. Kalau dilanggar pastilah dari pemerintah dikatakan hutang.
Tujuan awal melanjutkan ke peguruan tinggi adalah menuntut ilmu. Dengan adanya program loan ini tujuan belajar mahasiswa tergeser dengan pemikiran kapitalis yaitu bagaimana cara mendapat materi atau uang.



Yang dipikir pelajar mahsiswa setelah lulus mendapatkan sertifikat ijaza dan bisa langsung mendapatkan sebuah pekerjaan. karena terbebani dengan hutang, akhirnya semua cara dilakukan demi mendapatkan pekerjaan tanpa memikirkan rambu rambu syariat islam.


Sangat jelas sistem kapitalis sekarang, pemerintah melepaskan diri dari tanggung jawab sebagai pengurus rakyat yang melimpahkan tanggung jawabnya kepada kapitalis pemilik modal.



Inilah paradigma kepemimpinan dalam system kapitalistik neoliberal yang menjadi hubungan penguasa dengan rakyat sebagai hubungan dagang dan pembeli.



Pendidikan merupakan hal yang penting bagi masyarakat. Tapi di program student loan ini yang ada prinsip hitung dagang, bukan pengurusan.



Seharusnya pemerintah mampu mengurus dan melayani kebutuhan pokok rakyat seperti sandang pangan papan kesehatan dan pendidikan. Bukan malah tangung jawab seperti ini dibebankan ke individu.



Dalam islam, pendidikan adalah hak kolektif rakyat yang wajib dipenuhi oleh Negara tanpa kompensasi.
Islam adalah sebuah agama yang sempurna dimana kehadirannya adalah rahmat bagi seluruh alam.
Menurut pandangan islam pendidikan adalah kewajiban. Ketika sistem islam diterapikan, tanggungjawab semua layanan pendidikan difasilitasi oleh negara. Hubungan pemerintah dan rakyat sebatas pengurusan dan tanggng jawab
.



Dalam islam pemerintah bertanggung jawab penuh atas pemeliharaan urusan rakyat. 
Rosulullah saw bersabdah: Seorang imam (khalifah/kepala negara) adalah pengurus rakyat dan akan diminta pertanggung jawaban atas rakyat yang diurusya (HR. al Bukhari dan Muslim)



Maka Negara layaknya memberikan fasilitas sarana dan prasarana secara gratis dan tanpa syarat kepada rakyatnya. Karena pendidikan merupaan hak rakyat untuk mendapatkan ilmu dan cita-cita yang tinggi. Bukan dengan menjerumuskan masyarakat pada aktivitas dosa.
 

Friday, March 30, 2018

Menepati Janti dalam Sistem Demokrasi

Menepati Janti dalam Sistem Demokrasi

Oleh : Sunarti (Anggota Revowriter)



Tahun politik yang sedang berjalan dan akan terus berjalan hingga tahun 2019 mendatang agaknya menjadi tahun yang bersejarah bagi para penikmat sistem demokrasi. Hingar bingar nuansa 'pesta' tersirat di mana-mana, bahkan sampai di pelosok pedesaan. 


Mulai dari pensuasanaan yang sifatnya perlente, hingga lusuh bersama rakyat. Mulai dari pesta pora di atas panggung, di aula hotel mewah hinhga di sawah-sawah.  

Tak jarang yang sampai di lingkungan pesantren dan masjid-masjid yang konon untuk menjalin ukuwah. Bisa dipastikan juga nantinya akan merambah pada pengajian-pengajian, majelis taklim di desa-desa , sebagaimana tahun-tahun menjelang pemilihan-pemilihan (mulai pilpres , pilkada hingga pileg).  


Mulailah babak baru pencarian ajang pencari suara.  


Ibarat orang kampung membuat "bothok"/pepes yang membutuhkan "biting" untuk membungkus masakannya. Sama halnya pada waktu pemilihan presiden, pemilihan kepala daerah, pemilihan aleg dan lain sebagainya, yang membutuhkan suara rakyat untuk satu pemenang. 



Berbagai macam upaya dilakukan untuk mendapat simpati rakyat. Membangun jalan desa, membangun sarana air bersih, memyediakan kebutuhan darurat (ambulance, pemadam) , mengadakan pengajian, membagi makanan, pakaian, kerudung, sarana pertanian (sabit, capil, traktor, mesin perontok padi dll). Mengadakan pesta pora, panggung hiburan, pasar murah, khitan gratis, pengobatan gratis, dan semua yang berbau gratis. Termasuk memberikan bantuan "cuma-cuma" pada sekolah-sekolah, panti asuhan, panti jompo, para wira usaha, pondok pesantren, dan sederet bantuan yang lain. Pada tiap-tiap penyerahannya disertakan slogan-slogan yang mengandung makna "simpati" demi membuat masyarakat percaya. 


Di sisi lain, masyarakat yang sudah berpola pikir dan bermental materialistik menyambut uluran bantuan-bantuan tersebut dengan dalih, "ini yang memang dibutuhkan (materinya) ". 


Bahkan sebagian besar yang tinggalnya jauh dari perkotaan, memahami bahwa "jikalau aku bekerja sehari, tidak akan mendapatkan uang/barang sebanyak ini". Ada juga yang berpendapat "kalau waktunya pilihan-pilihan seperti ini, banyak yang memberi uang/barang-barang, ini kebetulan, anggap saja ininwaktunya panen raya". 


Tak ayal lagi jikalau pada waktu hari H pemilihan masing-masing salon mendapatkan suara sesuai dengan yang diinginkan. Fantastis memang hasilnya, namun mereka lupa bahwasannya slogan maupun suara rakyat sendiri adalah sesuatu yang "hambar".


Kosong tanpa muatan sama sekali untuk satu kebangkitan menuju arah yang lebih baik.  



Disadari atau tidak sikap masyarakat sekarang sudah berfikir pragmatis ditambah dengan kejenuhan dengan berbagai janji-janji yang tidak pernah ditepati. Slogan-sligan yang ada hanya sebagai pemanis baleho atau kampanyenya. 


Sikap para calon inilah yang sesungguhnya membawa masyarakat berfikir dangkal, "sudahlah, yang penting dapat uang/barang".


Masyarakat yang sudah kadung apatis, sudah enggan untuk memikirkan perubahan, akhirnya pesta demokrasi dinikmati saja selama mendapatkan materi. Sudahlah tak perlu berfikir lagi masalah nanti dan nanti, sekarang sedang menikmati hidangan di pestanya. Terlena akan materi yang banyak berjatuhan padanya. 


Di sinilah bagai "membakar jerami kering", seketika jerami menyala dan apinya sangat besar. Namun tidak disadari jikalau jerami ini mudah terbakar, namu juga akan cepat habis dan menjadi abu. Ketika sudah menjadi abu, tidak ada lagi panas di dalamnya. 


Sepeti inilah kondisi masyarakat menjelang pesta demokrasi. Akan cepat tersulut dengan "slogan berbau materi" namun akan padam setelah "bahan bakar materi" habis. 



Demikian pula semangat yang menggelora pada calon pimpinan dan calon anggota legislatif membara dan berkobar sebagaimana api pada jerami yang terbakar. Apinya meliuk-liuk dan panasnya menyeruak hingga kejauhan. Namun kobaran api dan panas ini hanya sebentar, sama halnya kejadian pasca pemilu. Dingin dan menjadi abu, semangat "mlempem" dan tinggal menunggu, menunggu 'pesanan' dari yang culong membatu. 


Menunjukkan betapa dangkal kondisi umat sekarang, mudah terbakar dan mudah padam. Lantas bagaimana bisa dikatakan ini jalan menuju perubahan/kebangkitan ?


Janji Manis Demokrasi


Secara keseluruhan dalam sistem demokrasi menjanjikan manis di depan dan mengundang simpati yang menawan. Tidak disadari oleh khalayak jikalau kenikmatan ini akan membawa kesengsaraan pada hari-hari berikutnya. 


Dalam sekali pemilihan, tak jarang rakyat dapat merauo materi yang melebihi pendapatannya sehari-hari. Pun akan lebih berlimpah tatkala mau menjadi team suksesnya (baca jongos). 


Harta berlimpah bahkan bisa didapat bila seseorang bersungguh-sungguh memperjuangkan calinnya (baca : tuannya). 


Setelah selesai pestanya, maka suara rakyat ditinggalkannya. Sebagaimana slogan dan janji di balehonya, dibuang dan dilupakan. 
Kembali pada komunitasnya di ranah "kotak kekuasaan" . 


Menjalankan tugas dan kewajiban yang dibebankan padanya. Sibuk sana dan sini, rapat di sana dan di sini, kunjungan ke luar dan dalam negeri. Semua dilakukan dengan niatan "amanah" rakyat.  


Namun, disadari atau tidak semua kebijakan ternyata tidak memihak rakyat yang dari semula mendukungnya. Arus yang berjalan membawa orang-orang yang mnjalankan pemerintahan menjadi jauh dari rakyat. 


Semua kebijakan berasa menjadi milik para pengusaha. Pengelolaan sumber daya alam mislanya, bukan digunakan untuk kesejahteraan rakyat, hampir seluruhnya dikelola oleh para pengusaha


Mereka yang duduk sebagai pembuat atau pelegal seolah hanya sebagai robot-robot yang dijalankan dengan mesin-mesin uang. Di mana pada waktu pemilihan mereka daoatkan dari para pengusaha. Tak terasa semua "bantuan tanpa pamrih" mengharuskan dirinya meninggalkan rakyat yang telah mendukungnya. 


Bagaikan masuk dalam satu kotak, mau tidak mau harus mau menuruti segala yang ada di dalam kotak. Pilhannya menentang aturan dalam kotak, berati siap terdepak. Patuh pada aturan dalam kotak, siap jadi kaya, selamat dan jadi nikmat. 


Di pilahan kedua menjadikan ia lupa pada rakyat, maka terjadilah "ingkar janji"dan "tidak amanah". 
Karena aturan yang ada di dalam kotak, sudah tinggal memakai. Kalauoun mau dirubah sesuai keinginan, itu membutuhkan biaya yang sangat besar dan itu hanya dimiliki oleh para oengusaha tadi. Mau tidak mau, ya harus bekerjasama dengannya. 
Untuk mengembalikan modal yang diawal untuk pemilihan dirinya. Dan sebagai balasan atas jasa pengusaha padanya. 


Janjinya menjadi "ngabar" entah ke mana, dan rakyatpun hanya bisa menggerutu dan kecewa. 
Berulang dan berulang kekecewaan mendera, bagai sumber mata air yang tak pernah berhenti mengalir. 



Islam Mengajarkan Amanah dan Menepati Janji


Dalam sistem Islam, diajarkan untuk amanah dan menepati janji. 
Sebagaimana seorang muslim yang taat, para pemangku kebijakan juga akan menjalankan amanahnya sesuai dengan yang Allah perintahkan. 



Kepemimpinan dan kewajibannya akan dipertanggung jawabkan tidak hanya di hadapan rakyat banyak, namun juga di hadpan Allah SWT. 
Sebagai pelaksana tugas-tugas negara, semua kebijakan berdasarkan pada kepentingan rakyat, tidak secara pribadi, individu maupun golongan. 
Kebijakan yang menyangkut kehiduoan orang banyak akan diselesaikan sesuai dengan yang sudah Allah tentukan. 



Misalkan saja sumber daya alam, kebijakannya tentulah kebijakan kesejahteraan rakyat. Yang mana SDA dikelola oleh negara, dan hasilnya disalurkan pada fasilitas umum milik rakyat, sekolah, laboratorium, rumah sakit, fasilitas ibadah dan lain sebagainya. 




Tidak akan didapati lagi pemimpin, mulai dari Khalifah hingga para Wali yang mengumbar janji dan mengingkarinya. 



Rakyat dan Mahkamah Madzalim akan segera memberikan sakwa apabila ditemukan penyelewengan atau ketidak puasan akan kinerja pimpinannya (Khalifah dan Wali). 
Para penguasa menyadari betul amanah yang diembannya, sehingga ketakutan akan pertanggungbjawaban di hadapan Allah SWT akan lebih dia prioritaskan. 


Islam mengajarkan sikap amanah dan menepati janji dalam anjura berakhlak baik kepada seluruh warga negara (termasuk penguasa). Adapun sikap amanah dan menepati janji, tidak semata-mata untuk mendapatkan simpati umat, akan tetapi lebih kepada dorongan ketaatan kepada Allah SWT. Jikalau orang lain atau rakyat simpati, itu efek sampibg saja, yang utama adalah oerbuatannya mendapatkan ridhlo Allah semata. 
​Allah Subhanahu wa Ta’aalaa berfirman yang artinya :


“ Hai orang-orang yang beriman, penuhilah akad-akad (janji-janji) itu ”(Al-Maidah: 1)


Dalam ayat lain, Allah juga berfirman yg artinya :


“ Dan tepatilah perjanjian dengan Allah apabila kamu berjanji.” (An-Nahl: 91)


Nabi Shallallahu ‘alaihi wasallam bersabda yg artinya ::


“ Ciri-ciri orang munafik ada tiga: apabila berbicara ia berdusta, apabila berjanji ia tidak menepati, dan apabila diberi amanah ia berkhianat .” (HR Al-Bukhari dan Muslim). 


Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabdayg artinya :


“ Ciri-ciri orang munafik ada tiga: apabila berbicara ia berdusta, apabila berjanji ia tidak menepati, dan apabila diberi amanah ia berkhianat .” (HR Al-Bukhari dan Muslim)


“Ada empat (perkara) jika terdapat pada diri seseorang, dia adalah orang munafik murni. Dan barangsiapa yang melakukan salah satu perkara itu, maka padanya terdapat bagian dari sifat munafik, hingga ia meninggalkannya. Empat perkara itu adalah apabila berbicara ia dusta, apabila berjanji ia ingkar, dan apabila diberi amanat (dipercaya) ia berkhianat, dan apabila bermusuhan dia aniaya.” (HR. Bukhari, Muslim, Abu Dawud, Tirmidzi, dan Nasai)


Waallahu alam bisawab. 
Pacaran No Way

Pacaran No Way

Oleh: UyounH2I (Anggota revowriter Karawang)



Putus nyambung putus nyambung putus nyambung

Sekarang putus besoknya menyesal

Kalau loe laku hari ini putus
Ya putus aja…



Siapa yang hapal sama liriknya dari band BBB Lagu ciptaan musisi papan atas. Yap. Melly goeslaw, yang dinyanyikan oleh artis-artis yang kece-kece ganteng dan cantik. Yang di gangungi oleh raffi ahmad dan kawan-kawannya. Sangat menggambarkan pergaulan para remaja yang identik dengan aktivitas pacaran, yang udah putus terus nyambung lagi. Udah putus nyambung lagi dapet pacar yang baru. Kok.. cepet amat sih beralih hatinya. putus, nyambung lagi dapet yang baru, putus lagi dapet yang baru lagi. Terus aja gitu.



Seakan-akan pacaran itu bikin pelakunya kecanduan. Jangan dikira ya, yang bikin kecanduan itu narkoba saja. Ternyata aktivisas pacaran juga bisa bikin nyandu. Ketika sudah asyik pacaran dan putus bisa dengan mudahnya nyari ganti. Yang pasti dua-duanya mau narkoba ke mau pacaran sama saja HARAM. Gerbang awal mendekati zina ya itu pacaran.


“Dan janganlah kalian mendekati zina; Sesungguhnya zina itu adalah suatu perbuatan yang keji. dan suatu jalan yang buruk.” (Al-Israa’: 32).


Tuh... mendekati saja gak boleh.


Lirik lagu itu cukup menggambarkan remaja zaman now yang dengan mudahnya dapet gebetan baru. Banyak kasus pacaran yang bertahun-tahun dijalani tapi akhirnya putus juga. So belum tentu orang yang sedang dipacari itu kelak berjodoh. Tidak sedikit juga kisah pacaran akhirnya kandas ditengah jalan. Bahkan kisah cinta dengan jalan pacaranpu banyak menelan korban. Hamil di luar nikah. Nauzubillah 



Rasa cinta itu fitrah


Kalau udah ngomongin cinta semua orang jadi mendadak puitis, yang garang saja jadi luluh. Cinta itu fitrah udah dari sononya karna menyangkut Naluri Gharizatun Nau yaitu naluri melangsungkan keturunan atau kasih sayang. Cuman jangan dipersempit ya makna kasih sayang ini. Bukan ke lawan jenis aja. Kamu bisa ungkapkan ke kedua orang tua, ade, kakak, temen seperjuangan di kajian. Tapi jangan temen tapi mesra ya. Gak ada dari sananya. Cinta itu fitrah sudah diberikan kepada tiap manusia oleh pemberi rasa cinta itu. 
“Dan bahwasanya Dialah yang menciptakan berpasang-pasangan pria dan wanita.” (Q.S. An-Najm : 45) 


So jadi wajar kalau kamu. Ya. Kamu mulai terkena virus merah jambu alias jatuh cinta. Karna itu fitrah artinya kamu wajar kalau suka sama lawan jenis. Justru yang gak wajar itu suka sesama jenis. Allah cuman ngasih rambu-rambu lalu lintasnya saja supaya cinta itu berjalan sesuai aturannya. Supaya jangan sampe kena razia oleh Allah.

Allah gak nyalahin kamu naksir sama lawan jenis karna itu normal. Cuman Allah ngasih batasan atau aturan mainnya saja supaya naksir kamu itu bukan dosa yang didapat tapi pahala dan ridho Allah. Mau ga?



Saat cinta itu datang
Panik, galau, resah atau takut atau malah bahagia ketika cinta itu mampir ke hati. Hanya mampir ya bukan menetap. Karna mampir artinya gak betah lama-lama. Kalau menetap artinya selamanya harus dengan cara nikah dulu. Pilih mana mampir atau menetap?


Saat cinta mampir ke hati kita, kita slow saja jangan langsung kepedean. Kalau dia cinta yang bener-bener cinta yang dikirimkan oleh Allah. Sambil mengidentifikasi apakah cinta itu serius atau cinta non serius alias pacaran. Jangan langsung kasih lampu hijau ya. Banyakkan modus-mudes berbalut islami. Berawal saling mengingatkan kebaikan, pinjem buku dan lainnya. 


Solusi Islam


“Dan diantara tanda-tanda kekuasaan-Nya ialah Dia menciptakan untukmu isteri-isteri dari jenismu sendiri, supaya kamu cenderung dan merasa tenteram kepadanya, dan dijadikanNya diantaramu rasa kasih dan sayang. Sesungguhnya pada yang demikian itu benar-benar terdapat tanda-tanda bagi kaum yang berpikir.” (QS. Ar-Rum: 21)


Ayat tersebut sudah gak asing lagi, pasti yang selalu ada di surat undangan pernikahan. Islam hanya memberikan solusi ketika cinta itu menghampiri kita dan kita sudah mampu, mampu disini terutama ilmunya ya. Diperintahkan untuk mengsegerakan menikah. Trus kalau merasa blum mampu berpuasa sebagai perisai dan melayakan diri dengan ilmu. 



“Wahai sekalian para pemuda, barang siapa di antara kalian telah mampu untuk menikah maka hendaknya ia menikah, karena menikah dapat lebih menundukkan pandangan, dan lebih menjaga kehormatan. Barang siapa yang belum mampu menikah maka hendaklah ia berpuasa, karena puasa adalah penjaga baginya.” (HR. Bukhari dan Muslim)


Cinta yang Allah ridhoi hanya cinta lewat ikatan pernikahan bukan ikatan pacaran. Biarkan cinta indah pada waktunya. Cinta yang kau membuatnya melayakan diri dengan ilmu, menjaga kesuciannya dengan ketaatan kepadaNya. Wallu a’lam.
Anak-anak Darurat Pornografi dan Pornoaksi, Apa Solusinya?

Anak-anak Darurat Pornografi dan Pornoaksi, Apa Solusinya?

Oleh: N. Vera Khairunnisa



Sekitar dua minggu yang lalu, seorang anak perempuan tertangkap kamera sedang menonton video porno melalui telepon genggam. Ironisnya, seorang perempuan dewasa yang diduga ibunya, sedang berada di samping sang anak. Namun tampaknya si ibu tidak menyadari perilaku anak tersebut.



Video memprihatinkan itu beredar dan viral di media sosial Facebook serta Instagram yang diunggah oleh sebuah akun yang bernama Yuni Rusmini pada Rabu (tribunnews.com, 14/3/2018).



Fakta di atas hanyalah secuil contoh kasus anak-anak korban pornografi dan pornoaksi. Akan ada banyak kasus-kasus yang serupa bertebaran di luar sana, dan ini menjadi PR besar untuk para orangtua, masyarakat dan juga negara. Agar tidak lagi cuek terhadap permasalahan yang menimpa calon penerus generasi ini.



Apa penyebabnya?



Kita tahu sendiri, sekarang era semakin canggih. HP dan Internet bisa dijangkau oleh hampir semua kalangan, tak terkecuali anak-anak. Padahal, dua hal tersebut memiliki andil yang cukup besar untuk merusak, jika tidak diatur dengan aturan yang benar. Maka tidak heran, banyak para orangtua yang melempar kesalahan pada HP. Apakah benar penyebab utamanya HP? 



Pada dasarnya, HP hanyalah benda. Internet pun kalau dimanfaatkan dengan baik, justru akan membawa pada kemajuan. Sebab di sana banyak bertebaran ilmu yang itu tidak mudah kita dapat di dunia nyata. Tapi sebaliknya, akan menyebabkan masyarakat rusak, jika pemanfaatan internet menyalahi aturan syariat Islam.



Tidak sedikit orangtua yang abai terhadap anaknya. Mereka merasa jadi orangtua yang baik ketika memberikan anaknya HP. Tanpa melihat dampak buruk dari keputusannya tersebut. Rumah terasa sepi dari hangatnya bercengkrama dengan penuh kasih dan cinta, lantaran seisi rumah sibuk masing-masing dengan HPnya.


Masyarakat yang di dalamnya terdapat media, juga punya andil yang besar untuk merusak generasi. Mereka menyebarkan apa saja yang bisa menghasilkan pundi-pundi rupiah, tanpa mempertimbangkan halal haram. Juga tidak mempedulikan akibat buruknya bagi generasi. 



Di sisi lain, pemerintah seolah tidak peduli terhadap masalah ini. Mereka membiarkan media bekerja tanpa diberikan batasan aturan yang jelas. Sehingga apapun yang disebarkan oleh media, meski kontennya jelas merusak, ini tidak bisa dituntut. Karena apa yang mereka lakukan tidak bertentangan dengan aturan negara.



Inilah buah dari penerapan sistem yang bukan islam, sekuler. Sistem ini menjadikan para orangtua jadi sosok materialis. Yang membuktikan kasih sayang hanya dengan memberi materi. Sistem ini membuat media rakus, sehingga mereka menjual konten apapun demi ambisinya. Sistem ini juga menciptakan negara mandul, yang tak bisa melahirkan aturan untuk membatasi media. Sebab buah dari sekuler adalah demokrasi. Dan dalam demokrasi, kebebasan berpendapat menjadi salah satu jargon kebebasan.


Maka apa solusinya?


Pertama, orangtua harus tahu bagaimana cara menjaga dan mendidik anak-anaknya. Rasa sayang dan cinta tidak diukur dengan memberi mereka materi. Mainan mahal, pakaian bagus atau makan enak bukan hal penting yang harus mereka dapatkan. Apalagi HP mahal yang diberikan pada anak yang belum mengerti kegunaan HP. Ini tentu tidak tepat.


Yang dibutuhkan anak adalah dididik dan diarahkan. Terlebih untuk anak yang masih belum baligh. Maka penguatan akidah dan memberi pemahaman tentang ilmu agama ini menjadi sesuatu yang sangat penting ditamankan pada anak. Sehingga ketika mereka keluar dari rumah, mereka tahu mana yang baik dan buruk. Mereka punya imun yang akan menjaga mereka dari penyakit sosial yang ada di lingkungan masyarakat.



Kedua, masyarakat yang peduli terhadap generasi. Mereka tidak akan membiarkan kerusakan merajalela. Media yang selalu menyebarkan konten islami, memiliki andil untuk mendidik generasi. Maka mereka tidak hanya mengedepankan materi, tapi justru selalu berpikir untuk kemajuan dan kebaikan generasi. Sebab masa depan negara dan dunia, ada di tangan mereka.



Ketiga, pemerintah membuat aturan yang jelas untuk membatasi kerja media. Pemerintah tidak boleh membiarkan media seperti pornografi dan pornoaksi bertebaran dengan seenaknya. Apakah bisa? Tentu saja. Sebagaimana mereka mampu memblokir website-website islami beberapa tahun lalu. Maka bukan hal yang sulit juga seharusnya mereka memblokir setiap media yang memiliki andil untuk merusak generasi.



Insyaallah, dengan ketiga solusi di atas, keberadaan HP dan internet tidak akan menjadi momok yang menakutkan bagi para orangtua. 

Wallahua'lam

Kesibukan Yang Melenakan

Kesibukan Yang Melenakan



Oleh: Minah, S.Pd.I
Praktisi Remaja

Terkadang kita sibuk dalam mengarungi kehidupan. Tanpa memilih kesibukan apa yang harus didahului. Sehingga kesibukannya itu melenakan dirinya.

Di saat amanah bertumpuk, sebagian amanah yang lain ditinggalkan. Tak Jarang yang wajib malah ditinggalkan.

Saat bekerja, mereka berusaha semaksimal mungkin untuk kerja dan tidak meninggalkannya. Dia rela korbankan waktu hanya demi pekerjaannya.

Anaknya rela dititipkan ke orang tua yang penting dia bisa bekerja. Padahal bagi seorang wanita, wajib mendidik anak maupun merawat dan membesarkanya

Namun sayangnya saat diajak pengajian atau kajian Islam, beraneka ragam alasan yang dia sampaikan hingga tidak datang ke acara tersebut.

Alasannya sibuk jaga anak, cuaca ngak mendukung, mendung or hujan, kecapean jadi harus istirahat sehingga ngak bisa datang pengajian. Hmm.. banyak saja alasannya.

Sedih rasanya. Padahal kalau bekerja, mau hujan, mendung, anak rewel, capek tapi tetap saja bisa bekerja. Huff.

Inilah kesibukannya yang melenakan, lebih mementingkan pekerjaan Padahal, mengkaji Islam adalah suatu kewajiban.

Belum lagi ketika diberi amanah, banyak saja alasannya kenapa ngak amanah, alasannya sibuk  bekerja, ngak ada waktulah de el el banyak deh alasanya.

Ini akan menyebabkan semangat mengkaji Islam tidak ada, ibadahnya terbengkalai, karena lebih mementing kerjaannya.

Padahal bekerja bagi seorang wanita hanyalah mubah (boleh) sedangkan mengkaji Islam adalah wajib.

Oleh karena itu, kita ngak boleh terjebak, jangan sampai kesibukan-kesibukan yang ada, malah meninggalkan yang wajib, sudah seharusnya pilihlah amanah yang benar benar sesuai, yang tidak melenakan kita. Agar kita mampu bertaqarrub ilallah, menjalankan aturan Allah. Bisa membagi waktunya baik dalam hal yang mubah, dalam hal keluarga maupun saat kajian Islam.

Karena kita tidak mau kan jika kesibukan sehari-hari kita melenakan bahkan sia-sia? Sudah capek, tapi malah berdosa atau melalaikan.

So, jangan sampai kesibukan kita melenakan.  namun bersibuk-sibuklah dalam hal kebaikan. Dahulukan yang wajib baru yang mubah.

Semoga kita mampu menyibukkan diri dengan hal-hal yang bermanfaat serta Allah ridho. Aamiin. InsyaAllah.
Apa kabar Indonesiaku?

Apa kabar Indonesiaku?

Oleh : Putri Mayang 

Dimana posisi pemuda Indonesia? 
Dimana letak kekuasaan Indonesia? 
Dimana kekayaan yang dimiliki Indonesia? 
Dimana kesejahteraan Indonesia? 
Dimana hukum Indonesia? 
dan Apa kabar Indonesiaku?.  



Pemuda Indonesia sudah mulai redup sudah tersibukkan dengan urusan peribadi, terkadang narkoba pun dilakui untuk standar exsistensi diri Tak heran jika masuk nya narkoba sampai berton-ton ke Indonesia sedih rasanya melihat fenomena saat ini ....



Pemimpinpun yang memiliki kekuasaan tak lepas dari kasus jeratan korupsi, sampai kasus E-KTP rakyatpun jadi bahan keuntungan dimana letak pemimpinku dalam kuasanya dimana rasa perlindungan yang harus kami dapati jika tanda bukti warga negara saja kami tak miliki.  



Kekayaan apapun Indonesia punya dari sabang sampai maroke dan menjadi bagian strategis secara geopolitik, tapi mengapa kemiskinan masih banyak di Indonesiaku. Mengakibatkan kurangnya kesejahteraan dimasyarakat sinsitif dan emosional yang terjadi akibat tuntutan ekonomi. 


Menjadikan kriminalitas dimana-mana, tak herannya tak membuat jerah, nyatanya masih banyaknya kejahatan yang terjadi. ....



Melihat tanggapan dari Wakil Ketua Dewan Perwakilan Rakyat (DPR) Fadli Zon, terkait pidato Ketua Umum Partai Gerindra Prabowo Subianto yang menjadi perbincangan publik atas pernyataannya bahwa Indonesia akan bubar ditahun 2030. ....


Berikut postingan Fadli Zon terkait hal tersebut. "RI harus kita jaga selamanya dg sepenuh tenaga n usaha jgn smp alami disintegrasi spt Uni Soviet atau Yugoslavia. ....Bahkan negara besar pun bisa pecah atau bubar jika tak dijaga kekuatan2 yg menyatukannya. ( TRIBUNWOW.COM Sabtu, 24 Maret 2018 13:56). ....


Selain itu menurut Bp.Gatot Nurmantyo, prediksi yang diambil dari sebuah novel Ghost Fleet itu bisa lebih cepat apabila kepastian hukum makin lemah, krisis ekonomi dan sosial makin mengancam, kesenjangan makin terbuka, sumber daya alam banyak dikuasai asing, dan lemahnya daya saing sumber daya manusia (SDM) Indonesia.Gatot melihat hal itu dalam konteks pertahanan dan keamanan negara. ( CNNIndonesia.com Jumat, 23/03/2018 07:41) ....



Apakah kalian masih diam, atas semua yang sudah kalian lihat, atas semua yang kalian dengar, Jika kita tidak perduli dalam urusan masyarakat, lantas dengan apa kalian hidup dimasa depan dengan kenikmatan dan hura-hurakah yang seperti kalian lakukan sekarang. .....



Jika bukan kalian yang menjadi bagian dari perubahan, lantas siapa yang kalian andalkan bersuara lah, perjuangkan lah karena suara kita suara rakyat bukan hanya suara mahasiswa saja yang diandalkan. ....



Apabila Indonesia terus seperti ini tak bisa dipungkiri apa yang dinyatakan tersebut akan benar-benar terjadi, jadilah bagian gerakan perubahan yang menutup jalan kezaliman dan kemungkaran. ....


Berhentilah menikmati dunia, jika tidak dirimu akan terus terlena. Lakukan perjungan seperti perjuangan para pendakwah bukan hanya dunia, akhirat pun akan jadi bagiannya. Walahua'lam.  
Tips Meraih Dukungan Suami Saat Memulai Hijrah

Tips Meraih Dukungan Suami Saat Memulai Hijrah

Oleh: Wati Umi Diwanti*


Bersyukur adalah yang terbaik. Terlambat lebih baik dari pada tidak sama sekali. Meski hidayah menyapa dalam usia yang tak muda lagi. Sudah tak sendiri lagi. Kadang masalahnya adalah jika keinginan hinjah hanya sebelah. Hanya kita yang mau. Tak jarang tantangan hijrah adalah pasangan.

"Kamu ngapain pakai pakaian serba panjang dan lebar gitu? Aku gak suka. Kalo mau jalan sama Ayah harus cantik, ga boleh pakaian gituan."

"Ngapain sih ma sering-sering pergi pengajian? Kayak masih single aja. Kasian anak-anak dibawa keluar terus."

"Jadi istri itu yang penting nurut sama laki. Nga usah macem-macem, biasa-biasa aja."


Nah kalo seperti itu gimana?7 Terus gimana dong? Yang harus kita lakukan bukan meratapinya. Apalagi menyerah kalah lalu berbalik arah. Tapi harus dihadapi dan disiasati agar tentangan berubah yang justru di barisan terdepan dalam setiap kebaikan.


Hal pertama dan utama adalah menyadari bahwa setiap orang beriman pasti akan diuji. Sebagaimana Allah Swt telah mengabarkan hal ini dalam firmanNya.


"Apakah manusia itu mengira bahwa mereka dibiarkan (saja) mengatakan : “Kami telah beriman”, sedang mereka tidak diuji lagi? Dan sesungguhnya kami telah menguji orang-orang yang sebelum mereka, maka sesungguhnya Allah mengetahui orang-orang yang benar dan sesungguhnya Dia mengetahui orang-orang yang dusta." (QS. Al-Ankabut: 1-3)


Selanjutnya yang harus kita lakukan adalah memperdalam ilmu agama. Hijrah tak cukup bermodal semangat. Dengan memahami mengkaji Islam lebih dalam. Memahami dalil-dalil perintah dan larangan Allah. Niscaya niat hijrah akan semakin kuat dan terpelihara.


Tak kalah penting mencari komunitas yang sevisi. Dekatilah mereka-mereka yang telah lebih dulu dan berhasil melewati berbagai ujian. Mintalah nasehat dan tips-tips praktis meluluhkan hati suami pada mereka. Tapi ingat, jangan copy paste. Pas untuk suami orang belum tentu untul suami kita. Resapi, tiru dan modifikasi. Sesuaikan dengan karakter suami dan sikon rumah masing-masing. 


Benar dalam memilih pertemanan akan memperkokoh pilihan hijrah. Demikian sebaliknya. Teman yang salah akan membuat lemah. Sebagaimana Rasul menyampaikan bahwa pengaruh teman itu sangatlah besar.


مَثَلُ الْجَلِيسِ الصَّالِحِ وَالسَّوْءِ كَحَامِلِ الْمِسْكِ وَنَافِخِ الْكِيرِ ، فَحَامِلُ الْمِسْكِ إِمَّا أَنْ يُحْذِيَكَ ، وَإِمَّا أَنْ تَبْتَاعَ مِنْهُ ، وَإِمَّا أَنْ تَجِدَ مِنْهُ رِيحًا طَيِّبَةً ، وَنَافِخُ الْكِيرِ إِمَّا أَنْ يُحْرِقَ ثِيَابَكَ ، وَإِمَّا أَنْ تَجِدَ رِيحًا خَبِيثَة

“Permisalan teman yang baik dan teman yang buruk ibarat seorang penjual minyak wangi dan seorang pandai besi. Penjual minyak wangi mungkin akan memberimu minyak wangi, atau engkau bisa membeli minyak wangi darinya, dan kalaupun tidak, engkau tetap mendapatkan bau harum darinya. Sedangkan pandai besi, bisa jadi (percikan apinya) mengenai pakaianmu, dan kalaupun tidak engkau tetap mendapatkan bau asapnya yang tak sedap.” (HR. Bukhari 5534 dan Muslim 2628)


Pendekatan pada suami adalah hal wajib. Ada baiknya kita evalusi diri lebih dulu. Kiranya apa yang membuat beliau berat menerima perubahan kita. Padahal kita sedang berusaha lebih baik. Jika tak bisa menemukan jawabannya sendiri. Tak salahnya menanyakan langsung pada pasangan. Tentu harus mencari waktu yang tepat dan pilihan bahasa yang nikmat. Agar tidak menimbulkan debat yang akhirnya justru membuat hubungan tersekat.  


Walau bagaimanapun bliau adalah pemimpin kita. Jangan sekali-kali berbicara dengan bahasa menggurui. Jika sudah terdeteksi masalahnya dimana. Perbaiki diri, penuhi yang beliau ingini. Buat beliau mampu menghilangkan segala kekhawatiran. Misalnya, beliau takut kita terseret pengajian sesat. Maka ajaklah bliau sesekali hadir di majelis ilmu yang biasa kita hadiri. Atau pertemukan dengan guru tempat kita menimba ilmu. Yang terpenting adalah tunjukan perubahan baik kita seiring pengajian yang kita ikuti. 


Perlihatkan rumah semakin rapi. Wajah semakin berseri di depan suami. Urusan anak-anak tidak terbengkalai. Bahkan sikap kita pada anak yang semakin sabar akan mampu menarik simpati suami. Jangan lupa sampaikan bahwa kita bisa begitu berkat ilmu yang kita dapat di jalan hijrah.


Perlembut tutur kata, santunkan sikap. Sering-sering tawarkan layanan plus-plus. Menyajikan makanan, menemani ngobrol, memijit dan seterusnya apa yang disukai suami kita. Tahu sendiri kan? Hee


Saat momentnya pas bicaralah dari hati bahwa semua kita lakukan agar bisa bersamanya hingga ke Syurga. Ceritakan hal-hal menyenangkan, sementara simpanlah pengalaman yang kurang menyenangkan. Yakinkan pasangan bahwa jalan inilah yang membuat kita bahagia. Dan akan lebih bahagia jika si dia turut membersamai adinda.


Tidak dipungkiri, itu semua pastinya tidak ringan untuk dilakukan. Karenanya yang harus dilakukan secara bersamaan adalah mendekatkan diri padaNya. Mintalah kekuatan dan kesabaran dengan memperbagus ibadah wajib, memperbanyak amalan sunah. Memanjangkan dzikr, melipat gandakan istigfar dan sholawat. Tentu untuk amal-amal sunah tak boleh membuat kewajiban kita pada suami dan anak terbengkalai. Mintalah izin suami jika ingin puasa sunah. Siapa tahu beliau ada 'hajat'.


Dawamkan bangun di sepertiga malam. Curhatkan semua yang yang kita rasa padaNya. Mintalah apa saja padaNya. Kekuatan, kesabaran, keistiqomahan. Niscaya semua akan diberikanNya. Insya Allah dukungan kekasih hati akan kita dapati. 


*Pengasuh MQ.Khadijah Al-Qubro, Revowriter Kalsel

Thursday, March 29, 2018

Remaja Teladan di Zaman Millenial

Remaja Teladan di Zaman Millenial

Oleh : Risma Althafunnisa ( Pemerhati Remaja )

Perkembangan peradaban dengan revolusi arus informasi memang mau tak mau membentuk kecenderungan sosial kaum muda. Seperti juga yang terjadi pada generasi Y alias generasi millennial, yang mendominasi kaum muda saat ini.

Generasi Y adalah cohort (kelompok demografis) yang lahir setelah Generasi X (umum kita sebut ABG, Angkatan Bapak Gue!)

Menurut para peneliti sosial, generasi Y atau Millennials ini lahir pada rentang tahun 1980an hingga 2000. Dengan kata lain, generasi millennial ini adalah anak-anak muda yang saat ini berusia antara 15-35 tahun. Berarti aku dan kamu juga bagian dari Millenials. tuh kan ketahuan deh masih muda #ekh tua :smile:

Generasi y ini banyak sekali macamnya ada yg tipe kekinian ada yg tipe gadget banget ada yg tipe baperan ( cinta ) bahkan ada juga loh yg tipe aktif dalam kegiatan sosial

Remaja itu harus gaul tidak kuper agar bisa dapetin pacar yang ganteng tajir dan coolyaps begitulah anggapan remaja millenial tipe cinta"an ini. 

Mereka beranggapan masalah laki" adalah hal pertama dan utama yang harus di bahas dan penampilan serta merta di pergunakan untuk menarik perhatian laki" yang bukan mahrom. 

Padahal remaja adalah masa dimana mencari jati diri sibuk dalam mencari ilmu bukan kongkow kesana kemari haha hihi di pinggir jalan. Bukan juga sibuk kepoin status laki" yang bukan mahram sampe relain nabung untuk beli kuota agar bisa kepoin terus akun sosmed si diabahkan mungkin lebih dari itu hanya demi si dia rela ga jajan sampe perut keroncongan * duh rugi banget ya dears, Remaja sejati itu sosok perempuan yang peduli sesama, peduli kaumnya,dan kepedulian itu di tunjukan dengan menjadi muslimah sholihah, muslimah cerdas dan paham islam secara keseluruhan ( kaffah ) dan tentunya mengajak kepada yang makruf ( kebaikan serta mencegah kepada yang mungkar ( kemaksiatan ) ya dear

Karna sesungguhnya mengajak kepada kebaikan dan mencegah kemungkaran adalah sebabnya tegaknya agama ini. Hal ini pula yang membuat Allah menjadikan umat ini sebagai sebaik-baik umat. 

Allah ﷻ berfirman :

,كُنْتُمْ خَيْرَ أُمَّةٍ أُخْرِجَتْ لِلنَّاسِ تَأْمُرُونَ بِالْمَعْرُوفِ وَتَنْهَوْنَ عَنْ الْمُنكَرِ وَتُؤْمِنُونَ بِاللَّهِ

“Kamu adalah umat yang terbaik yang dilahirkan untuk manusia, menyuruh kepada yang ma´ruf, dan mencegah dari yang munkar, dan beriman kepada Allah.” (QS:Ali Imran | Ayat: 110).

Dan firman-Nya :

,وَلْتَكُنْ مِنْكُمْ أُمَّةٌ يَدْعُونَ إِلَى الْخَيْرِ وَيَأْمُرُونَ بِالْمَعْرُوفِ وَيَنْهَوْنَ عَنْ الْمُنْكَرِ وَأُوْلَئِكَ هُمْ الْمُفْلِحُون


“Dan hendaklah ada di antara kamu segolongan umat yang menyeru kepada kebajikan, menyuruh kepada yang ma´ruf dan mencegah dari yang munkar; merekalah orang-orang yang beruntung.” (QS:Ali Imran | Ayat: 104).

Allah menyebutkan orang yang beruntung adalah mereka yang menyuruh kepada kebaikan dan mencegah kemungkaran. Adapun orang-orang yang tidak menyuruh kepada kebaikan dan tidak melarang kemungkaran, maka mereka adalalah orang" yang rugi 


Pasti gamau kan dear hidup yang singkat ini sia " begitu saja 

Yuk ah segera taubat hijrah dan menjauhkan teman dari kemaksiatan serta menolak ajakan kemaksiatan dan mengajak mereka pada kemuliaan femahaman islam

Maka menjadi muslimah teladan di zaman millenial ini tak harus mengikuti tren dan gaya kekinian tapi cukup menjadi sosok muslimah sejati yang siap berjuang untuk melawan kemaksiatan agar peradaban islam yang di nanti segera kembali.


Editor kata : Hardi Jofandu