Wednesday, November 15, 2017

Rina Nose Lepas Hijab, ini Kebahagiaan Rina Nose Menurut Praktisi Parenting

Oleh : Ustadzah Yanti Tanjung (Pakar Parenting)

MEMAHAMI KEBAHAGIAAN RINA NOSE

Apa sih yang dicari oleh manusia di dunia ini? Pertanyaan ini peranh dilemparkan unstadz Dwi Condro saat saya mengikuti dauroh tentang Potensi Hidup semasa jadi mahasiswa. Mayoritas menjawab adalah kebahagiaan. Dari sinilah saya memahami munculnya kebahagiaan manusia dan tidak semua punya makna yang sama tetang kebahagiaan dan manusia memiliki beragam standar kebahagiaan. Inilah yang saya coba memahami kata-kata Rina Nose tentang ketenangan, tentang kebahagiaan, tentang tidak ada rasa takut.

Rina Nose buka kerudung, membuka auratnya yang semula dia tutup dan setelah melepasnya dia merasakan ketenangannya, merasakan kebebasannya. Bagi dia berhijab atau tidak berhijab tetap luar biasa, tetaplah Rina Nose dan dia tidak merasa ketakutan apapun menghadapi konsekuensi dari melepas kerudung di hadapan manusia , hanya dalam wawancara itu tidak ditanya saja apakah Rina takut azab Allah atau tidak. Jika ditanya saya juga ingin tahu responnya bagaimana, baru kelihatan apakah dia penentang agama Allah ataukah dia takut akan azab Allah. 

Sepertinya Rina selama ini memakai kerudung menyiksa batinnya antara tuntutan agama dan tuntutan dunia. Pergolakan seperti ini biasa dialami setiap muslimah dalam pencarian jati diri kemuslimannya, hanya mungkin Rina tidak mengiringinya dengan menambah tsaqafah Islam di majelis ilmu dan mencari teman yang bisa menguatkan imannya .

Kembali pada kebahagiaan, manusia bahagia apabila terpenuhi kebutuhan jasmaninya dan kebutuhan naluriyyahnya, telepas apapun standar kebahagiaannya. Dalam kasat mata, materi seakan menjadi standar kebahagiaan, diukurlah orang kaya itu bahagia, orang yang sudah mapan secara materi itu bahagia, orang yang berkuasa itu bahagia, orang yang memliki kebebasan itu bahagia, orang yang udah beristri itu bahagia, yang sudah punya anak itu bahagia, yang sudah punya sekolah itu bahagia dll.

Memang benar jika hawa nafsu yang harus diikuti setiap orang akan mendapatkan kebahagiaannya jika terpenuhi. Misalkan seorang laki-laki tertarik sama seorang wanita lalu mereka melakukan perzinahan, apakah mereka dapatkan kebahagiaannya. Pastinya iya karena sudah terpenuhi hajahnya.

Begitupun Rina saat kebebasannya dapat menentramkan hatinya dia akan dapatkan kebahagiaannya justru dia tidak bahagai jika masih tetap berkerudung.  Karena dengan tidak berhijab itu ada banyak hal lain yang bisa dia raih yang membuat hatinya damai dan bahagia. Inilah yang kita sebut kebahagiaan di dunia dimana standarnya asal kebutuhan nya terpenuhi walau nabrak-nabrak aturan agama yang diyakininya.

Namun sejatinya seorang muslim tidak hanya ingin bahagia di dunia tapi tembus hingga kebahgiaannya berlabuh di akhirat di surganya Allah dimana ia ridha pada Allah dan Allah ridha padanya. Maka baginya hakekat kebahagiaan itu bukanlah materi tapi ridhwanullah. Muslimah tak akan melepaskan kerudung dan jilbabnya walau dihadapkan pada kesulitan hidup, dia akan menjalani syariah pakaian muslimah itu dengan sabar sebab kebahagiaannya justru terletak saat dia menjalankan syariah Allah dalam mencari ridhaNya. Dan akan takut kebahagiaann akhiratnya tercabut dari dirinya jika dia melepaskan hijabnya karena ia yakin siksaan Allah di akhirat sangatlah pedih.

Sangat disayangkan dan beribu kali sayang Rina Nose mencari kebahagiaan dunia dengan mengorbankan kebahagiaan yang abadi yaitu surganya Allah. Seakan Rina menantang bahwa tak ada yang dia takuti dengan lepasnya hijab, padahal neraka jahannam sudah tersedia bagi wanita-wanita yang membuka auratnya. Dunia ini tidak selalu tempat kebahagiaan cantik, tidak ada jaminan jika kau lepas hijabmu benar-benar kau dapatkan kebahagiaan hakiki. Dan kebahagiaan akhirat itu tidak harus dijalani di air yang tenang tapi penuh gelombang yang mematikan. Disitulah kekokohan aqidah harus dipegang erat-erat.

Justru yang sangat saya khawatirkan dari ocehan Rina itu adalah pemanfaatan dari orang-orang liberal tentang  hijab yang memang sudah sangat digandrungi oleh muslimah. Sehingga dibuatlah opini bahwa berhijab atau tidak itu sama, sama-sama muslimah, sama2 bisa mendapatkan kebahagiaan, sama-sama wanita luar biasa, tak ada paksaan bagi siapapun dalam beragama dalam berhijab. Perkembangan ke arah ini tetaplah kita waspadai dan perang opini itu strategi-strategi baru akan selalu hadir untuk menghancurkan ajaran Islam.
Wallahu a’lam bishhsowab


SHARE THIS

Author:

Etiam at libero iaculis, mollis justo non, blandit augue. Vestibulum sit amet sodales est, a lacinia ex. Suspendisse vel enim sagittis, volutpat sem eget, condimentum sem.

0 comments:

Mohon komentarnya santun dan sopan!