Friday, November 17, 2017

Menulis, Caraku Bicara Pada Dunia

Oleh : Ana Nazahah

SEKS bebas menjerat remaja, angka aborsi mencapai 2.300.000 kasus/tahun di Indonesia (Kompas.com), prostitusi dan Narkoba meraja lela mengancam anak² bangsa, LGBT dan budaya amoral lainnya bebas menginjak injak maruah bangsa. Lalu apa yang kau rasa, keep calm, itu bukan urusan gue?.

Alqur'an dinista, Kalimah tauhid diklaim lambang teroris, Syari'ah dipersekusi, ulama dibungkam, yang kritis dibui, keadilan bukan bagi Muslim. Lalu apa yang kau rasa, diam saja. Yang penting masih bisa makan?.

Saat anak² Rohingya, saudara seakidah kita, mereka dibunuh bak makhluk hina, hanya karena mereka muslim. Tangisan Xinjiang, Palestina, Suryah. Apa yang kau rasa, santai saja, karena itu bukan negara kita?.

Aset² bangsa dikuasai Asing, Aseng, Asong. Freeport, Exxon Mobil, Shell, Chevron. Sementara anak bangsa harus hidup sulit melarat, terhimpit kemiskinan akut. Apa yang kau rasa, atau tak merasa apa², apa karena yang melarat bukan kita?.

Saudaraku.. ingatlah bahwa kita adalah umat yang terbaik yang pernah dibicarakan masa, tak ada yang bisa membantah peradaban cemerlang kejayaan kita. di bawah payung Islam kita pernah sejahtera.

Kita memang bukanlah sekaliber ulama yang mempertahankan singgasana Islam dengan darah dan tintanya mereka.  Kita hanya butiran debu yang hanya bisa melangkah kecil demi perubahan. tapi bukan berarti 'diam' menjadi pembenaran bukan?.

Jika sedih, marah, ingin bangkit, katakan pada dunia, bahwa kau masih ada disudut masa, bahwa kau tidak tinggal diam berpanggu tanggan saja. Katakanlah dengan do'a, katakan dengan bicara, katakan dengan tinta, katakan dengan apapun selama kau bisa. Katakan pada dunia bahwa "Aku menulis karena aku tidak diam saja ".

Sumber:

Fb: Ana Nazahah


SHARE THIS

Author:

Etiam at libero iaculis, mollis justo non, blandit augue. Vestibulum sit amet sodales est, a lacinia ex. Suspendisse vel enim sagittis, volutpat sem eget, condimentum sem.

0 comments:

Mohon komentarnya santun dan sopan!