Thursday, November 16, 2017

Membangkitkan Kaum Muda (Bag. 1)

Oleh : Ustadz Pristian Surono Putro

Apa yang akan kita lakukan jika mendengar sebuah kabar bahwa di kota London, Inggris ada sebuah rumah terbakar ? Bagaimana respon kita setelah mendengar berita ini. Hampir mayoritas dari kita akan mendengar berita itu sambil lalu, biasa saja, diam saja tak ada pengatuhnya bagi kita. Namun responnya akan berbeda ketika ternyata rumah yang terbakar adalah rumah saudara kita, adik kita misalnya. Mendengar ini badan kita akan bergerak, bangkit minimal sekali mencoba menelfon, atau berusa mencari kabar, dan jika memungkinkan kita akan bangkit menuju London, Inggris.
-
Dan respon akan kita semakin cepat, akan segera bangkit lari, bergerak, ketika mendengar kabar bahwa tempat yang kita tempati saat ini terbakar.
-
Nah MEMBANGKITKKAN KAUM MUDA adalah mewujudkan sesuatu pemahaman yang mempunyai realita dalam benak para pemuda sehingga dengan pemahaman itu membuat mereka para pemuda bangkit, dan bergerak, bahkan lari, sebagaimana mereka akan bangkit, dan begerak lari ketika mendengar kabar bahwa rumah yang ia tempati saat ini terbakar.
-
Lantas seperti apakah pemahaman yang bisa digunakan untuk membangkitkan kaum muda ? Sehingga dengan pemahaman ini ia akan bangkit, bergerak. Wujud pemahaman itu adalah sesuatu hal yang paling mendasar yang sangat dekat dengan kehidupan mereka. Apa itu ?
-
Sesuatu itu adalah mewujudkan dalam benak para pemuda tentang dunia tempat ia tinggal, termasuk mewujudkan pemikiran yang mendedahkan tentang dirinya sendiri sebagai makkhluk yang bernama manusis, dan mewujudkan pemikiran tentang hakikat kehidupan yang ia jalani dari dulu tidak ada kemudian ada dan faktanya didapati bahwa setiap individu akan mati, dengan begitu mewujudkan apa yang terjadi setelah kematian.
-
Wujud pemahaman di atas adalah mewujudkan AKIDAH dalam diri para pemuda ! Inilah kunci pertama untuk MEMBANGKITKAN kaum Muda.

Kunci pertama untuk membangkitkan kaum muda adalah mewujudkan AKIDAH di dalam benak para pemuda. Metodenya adalah dengan mengajak, membuat mereka untuk memfungsikan potensi akalnya, alias merangsang mereka untuk berfikir. Berfikir tentang apa ? Berfikir tentang perkara AKIDAH. Lantas Akidah seperti apa yang bisa membangkitkan kaum muda ?
-
Yakni pemikiran menyeluruh tentang alam semesta, manusia, dan kehidupan, beserta apa yang ada sebelum dan sesudah kehidupan, dan kaitan antara apa yang ada sebelum dan setelah kehidupan. Singkatnya adalah memecahkan al Uqdatul Kubra, yakni dari mana alam semesta, manusia, dan kehidupan ini berasa ? Alias adakah pencipta ? Untuk tujuan apakah kita hidup di dunia ? Dan akan kemanakah kita setelah mati ?
-
Terlepas apakah kaum muda menjawab pertanyaan ini benar atau salah, ketika mereka mampu mewujudkan jawaban terhadap al uqdatul kubra ini dalam benak pemahaman mereka, maka pemahaman inilah yang akan membangkitkan, menggerakkan mereka.
-
Pertanyaan apakah alam semesta, manusia, dan kehidupan ini ada yang menciptakan ? Sebenarnya secara formal sudah diberitahukan kepada kita sejak kecil saat kita belajar dulu. Namun mengapa jawaban ini belum bisa membangkitkan ? Itu karena jawaban itu baru sampai pada level ma'lumat ( informasi ) semata. Sebagaimana informasi kalau kita mendengar kabar bahwa " ada sebuah rumah di kota london, inggris yang terbakar ", mendengar informasi ini paling respon kita sekedar sambil lalu, tidak berefek apapun dalam diri kita.
-
Yang kita inginkan adalah jawaban yang bisa membangkitkan dari tempat duduknya, bahkan berlari kencang sebagaimana ketika mendengar bahwa rumah tempat ia tinggal saat ini terbakar. Sebuah pemahaman membekas dan tergambar wujudnya dalam benak. Bagaimana mewujudkan jawaban ini ? Tidak bukan adalah dengan cara METODE AQLIYAH.

Untuk bisa membangkitkan kaum muda dengan AKIDAH adalah dengan metode aqliyah. Apa itu metode aqliyah ?  Yakni metode berpikir rasional. Maksudnya bagaimana ? Maksudnya adalah dengan mempertajam komponen berpikir kaum muda. Komponen berpikir itu meliputi 4 hal yakni, Panca Indera, Otak, Fakta terindera, dan Informasi sebelumnya yang menjelaskan fakta terindera. Metode aqliyah adalah mempertajam penginderaan terhadap suatu fakta terindera beserta mengkaitkannya antara fakta dengan informasi yang menjelaskan fakta terindera tersebut.
-
Contoh; ada sebuah kursi tempat duduk di depan kita. Kursi yang kita lihat itu adalah Fakta terindera. Kita mengindera kursi tersebut dengan indera penglihatan ( mata ). Kursi itu adalah buah karya buatan kreatif manusia ( ada pabrikannya ). Dengan mudah kita bisa menyimpulkan bahwa kursi tersebut adalah buatan. Inilah contoh penggambaran aplikatif metode berpikir aqliyah.
-
Lantas bagaimana menjawab " adakah pencipta ?" dengan metode aqliyah ini ?
-
Apa saja yang bisa kita indera secara garis besar adalah;  Pertama, Manusia dengan seluruh komponennya yang ada berupa warna kulit, tipe model rambut, suku bangsa, letak jantung, dua kaki, dua tangan , sepasang mata, sistem penghidu, sistem pencernaan, ekskresi, peredaran darah, pernafasan, kepala, posisi otak yang terlindungi tulang teengkorak,  jantung yang terlindungi tulang rusuk yang kuat, sistem moskuloskeletal ( kerangka ), gigi dengan beragam tipe dan tugasnya masing-masing.
-
Kedua, alam semesta. Termasuk di dalamnya planet bumi tempat manusia hidup. Termasuk planet-planet selain bumi yang berputar dalam garis edarnya masing-masing. Untuk bumi dengan kondisi cuacanya,kelembaban udaranya, curah hujan, pergantian siang dan malam, sistem gravitasi bumi, tujuh lapis langit sehingga sinar matahari yang sampai ke bumi adalah yang benar-benar dibutuhkan oleh makhluk di bumi, proses fotosintesis pada daun tumbuhan, gunung-gunung yang bagaikan pasak, beragam jenis hewan dan tumbuhan dengan segala keunikannya masing-masing.
-
Ketiga; Proses Kehidupan. Meliputi dulu kita tidak ada kemudian menjadi ada. Pertemuan antara spermatozoa dalam tubuh laki-laki dengan ovum ( sel telur ) yang ada tubuh wanita. Berproses pembelahan meiosis-mitosis, terbentuk segumpal darah, segumpal daging, terbentuk tulang belulang, jantung mulai berdetak, mata, hidung, kepala, telinga, tangan, kaki mulai terbentuk, kehidupan di dalam janin. Kemudian terlahir, bayi, masa kanak-kanak, remaja, dewasa, proses menua, kemudian mati. Walaupun kematian tidak harus menunggu tua. Proses kehidupan ini juga dilalui oleh hewan, dan tumbuhan.
-
Ketiga hal di atas adalah yang mewakili fakta terindera dengan segala ragam macamnya, yakni Manusia, alam semesta, dan kehidupan. Adakah yang menciptakan ketiganya ? Dengan mempertajam kemampuan berpikir kita marilah kita ajak kaum muda untuk melihat karakteristik dari ketiga fakta tersebut. Dan kalau kita amati secara lebih mendalam, akan kita dapati bahwa ketiganya ( manusia, alam semesta, kehidupan ) bersifat terbatas, serba lemah, dan saling membutuhkan( keterkaitan ) antara satu dengan yang lain.
-
Mari kita berpikir, adakah sebegitu rapinya manusia dalam sistem pernafasan, percernaan, eksresi, moskuloskeletal dan lainnya sebagaimana di atas ada dengan kebetulan saja tanpa ada rancang bangun ? Mari merenung sejenak wahai kaum muda, apakah alam semesta, bumi tempat kita tinggal yang cocok untuk kita tinggali dengan siang malamnya, musim panas, hujan, kemarau, semi, gugur, kemudian hewan dengan keunikannya yang membuat kita terkagum-kagum, semua itu adalah kebetulan,tanpa ada yang merancang bangun ? Mari berpikir dan merenung sejenak wahai kaum muda, apakah proses kehidupan yang kita jalani ini, dulu kita tidak ada kemudian menjadi ada, kita hidup sebagai janin hidup ditempat yang memang sangat pas untuk kita tinggali yakni rahim ibu kita, hingga kita terlahir dan melalui proses tumbuh dan berkembang. Kehidupan kita ada yang warna kulit putih, hitam, sawo matang, kekuningan. Mata ada yang sipit, rambut ada yang keriting, hidung ada mancung, ada pesek, dan sidik jari seluruh manusia yang pernah terlahir di dunia ini tidak ada yang sama, apakah semua ini hanya kebetulan,tanpa ada yang merancang ?
-
Dengan metode aqliyah akan kita dapati jawabannya PASTI Pencipta ( Al Khalik ) itu ada ( WAJIBUL WUJUD ).
-
Faktanya beragam kepercayaan, agama muncul di dunia ini dengan klaim Pencipta versi masing-masing, Bagaimana ini ? Sekali lagi untuk menjawab pertanyaan ini adalah dengan metode Aqliyah.

Setelah dengan metode Aqliyah kita bisa membuktikan bahwa Pencipta ( Al Khalik ) itu pasti ada ( Wajibul Wujud ), apakah cukup ? Perlu dinaikkan level berpikirnya dari berpikir mendalam ke berpikir cemerlang ( fikrul mustanir ). Dan kaum muda senantiasa siap untuk melakukan hal tersebut. Idealitas yang ada pasa dirinya menuntut mereka mempertanyakan segala hal sampai ke akar-akarnya.
-
Tidak sedikit kaum muda yang sebenarnya mengakui adanya Pencipta, namun mereka kebingungan dalam menjawab "Siapa Tuhan Mereka ?" Dikarenakan realitas menunjukkan bahwa di dunia ini sepanjang sejarahnya kita dapati beragam model Tuhan. Dari yang menyatakan pencipta adalah satu diantara yang tiga, atau tiga dalam satu oknum ( Trinitas ). Didapati pula model Pencipta ( Brahmana ), Wisnu ( pemelihara ), dan Syiwa ( perusak ) dalam model Hindu. Ada Penyembah Api, Tuhan Matahari, Azhura-Mazda, Batu Punden, Roh nenek moyang, dan lainnya.
-
Sehingga menghadapi realitas ini, kaum muda yang mencukupkan diri dengan sekedar meyakini adanya Tuhan, maka akan menjadi agnostik ( percaya Tuhan, namun kepercayaan ini tidak masuk dalam Formal agama manapun ), atau ada juga pemuda yang mengeluarkan statment " Banyak Jalan menuju satu tujuan, Banyak agama menyembah Tuhan yang sama ", inilah Pluralisme. Lantas bagaimana ?
-
Membangkitkan Kaum Muda, adalah dengan menumbuhkan Berpikir cemerlang yang tidak menyerah pada realitas. Mengajak mereka untuk senantiasa berpikir, merenung, tafakur, menggunakan potensi akal yang mereka miliki ( ulul albab ).
-
Kalau kita cermati secara lebih mendalam, maka akan kita dapati bahwa yang mewakili realitas yang terindera ( manusia, alam semesta, kehidupan ) kita dapati ketiganya serba lemah, terbatas, dan saling membutuhkan antara satu dengan yang lain. Sebagai contoh ; Manusia membutuhkan Oksigen dalam batas tertentu dalam sistem pernafasan, kekurangan Oksigen dalam tubuh bisa mengakibatkan kandungan Oksigen dalam tubuh ( saturasi Oksigen ) menurun yang menjadi hal kematian. Oksigen sendiri adalah senyawa yang ada di udara yang kita hirup diantara senyawa-senyawa kimiawi lainnya yang berada di luar tubuh manusia. Salah satu proses pengolahan produksi Oksigen adalah dengan proses fotosintesis klorofil di stomata yang dilakukan oleh tumbuhan dengan melibatkan sinar Matahari sebagai salah satu bahan pengurainya. Sinar matahari yang sampai ke bumi pun setelah disaring tujuh lapis lapisan atmosfer sehingga sinar yang sampai ke bumi adalah yang dalam kadar sesuai dengan kebutuhan bumi. Matahari pun terbatas berada dalam garis edarnya sehingga terjadi proses siang-malam.
-
Dengan melihat satu contoh siklus ini saja bisa kita lihat bahwa manusia, alam semesta, dan kehidupan ini bersifat terbatas, serba lemah, dan saling membutuhkan. Karakteristik seperti inilah yang memastikan bahwa ketiganya dengan seluruh unsurnya yang ada adalah makhluk ( Yang diciptakan ). Sementara sang Pencipta ( Al Khalik ) memastikan dirinya bukan makhluk ( yang diciptakan ), begitu juga sebaliknya makhluk ( yang diciptakan ) memastikan dirinya bukan al khalik. Jadi setiap penyerupaan Al Khalik ( Sang Pencipta ) dengan Makhluk ( Yang diciptakan ) MEMASTIKAN bahwa yang diserupakan itu bukan Pencipta ( Al Khalik ).
-
Lantas kalau begitu siapa al khalik ? Dari berpikir cemerlang menggunakan metode aqliyah sebagaimana di atas maka pasti kaum muda akan bertemu dengan AKIDAH ISLAM. Terucap Lisannya " Laa illaha illallah ". Dengan inilah Kaum Muda akan bangkit, kemudian bergerak untuk melaksanakan apa yang menjadi tuntutan konsekuensi dari Kalimat Tauhid ini. Ia akan bergerak tiada henti hingga tidak ada yang lebih tinggi dari kalimat ini. Ia akan memegang Akidah Islam ini dengan genggaman yang erat hingga hidup dan matinya hanya demi Akidah Islam. Ia akan bergerak menyebar luaskan Akidah ini kesetiap sudut jengkal bumi milik Allah SWT ( aktivitas Dakwah ).
-
Setelah ini apa ? Bersambung....


SHARE THIS

Author:

Etiam at libero iaculis, mollis justo non, blandit augue. Vestibulum sit amet sodales est, a lacinia ex. Suspendisse vel enim sagittis, volutpat sem eget, condimentum sem.

0 comments:

Mohon komentarnya santun dan sopan!