Friday, November 17, 2017

Antara Rina Nose dan Hijab


 

RemajaIslamHebat.Com - Viral dan Gempar! Rina Nose lepas hijab. Terlepas dari pengertian hijab yang syar'i ya. Sebut saja lepas hijab ala Rina Nose. Gegara ini, isi kepala saya, berloncat loncatan kata- kata. Ia menuntut untuk ditumpahkan dalam tulisan. Saya menulis ini bukan untuk menjudge mbak Rina Nose atau yang sefrekuensi dengannya, dengan sebutan apalah namanya. Yah, itung itung sebagai amalan baik. Semoga bisa ikut menjadi penjaga Islam yang terpercaya. Rina khan selebriti. Followernya banyak sist! Bayangin kalo dia ngajak kebaikan, berapa coba pahala yang ngalir untuknya..(iya khan?). Sebaliknya? Meski sedikit, Saya berharap tulisan ini, menjadi pemberat timbangan saya kelak di yaumil hisab, amiin.
.
Sebelumnya, saya juga mau curhat ala selebriti yah...(he..he_). Begini pemirsa...Saya tak tahu apa jadinya isi kepala saya kalau saya tak ngaji Islam Kaffah (hua..nangis haru). Ribuan terimakasih, kepada guru guru ngaji Islam Kaffahku yang tak bisa disebut satu per satu (barokah buat cik gu semua😇). Mulai dari proses beriman dengan benar, menjelaskan fungsi akal manusia. Sampai ketundukan totalitas kepada tuhan (baca : Allah) yang menciptakan saya dari tidak ada menjadi ada. So, saya ingin berucap dulu, Alhamdulillahi katsiran, saya terselamatkan ke jalan yang lurus. Semoga Allah mengistiqomahkan saya selamanya, aamiin.
.
Meski alasan Rina Nose melepas hijabnya tak diungkapkan. Namun dari kalimat-kalimat yang dilontarkan, cukup untuk mengetahui apa yang ada di benaknya Rina. Begini kata Rina, “aku melihat dari berbagai macam sudut pandang, yang selama ini belum pernah aku ketahui. Kalau kita melihat sesuatu hanya dari satu sudut pandang yang diyakini paling benar. Maka kita tidak akan pernah mengetaahui kebenaran kebenaran lainnya. Aku ini baru saja menemukan beberapa sudut pandang dari berbagai macam keyakinan....dst. "sebenarnya agama ini apa sih?" Bla..bla...Rina pun sempat menyebut tentang ilmu filsafat.
Yuk ah kita bahas, serius tapi santai aja yah..
.
Sebenarnya yang harus dilakukan manusia itu sederhana aja kok. Asalkan manusia menggunakan akal nya pada porsinya. Yang menjadi ruwet bin mumet itu karena manusia memaksa akalnya memikirkan sesuatu yang bukan pada jangkauannya. Ilmu filsafat berfikir sesuatu dengan meniadakan adanya informasi/ petunjuk (wahyu). Otak manusia dibiarkan 'berfikir' dan mengambil kesimpulan sendiri. Sehingga dalam proses pencariannya terhadap kebenaran berujung pada kebenaran itu relatif. Bisa banyak kebenaran itu. Ini juga yang membuat manusia menentukan kebenaran versinya sendiri. Ujung-ujungnya dia salah juga dalam mengambil kesimpulan. Sebenarnya saat itu, manusia sedang tak berfikir, tapi mengkhayal.
.
Dalam masalah keimanan, fungsi akal manusa itu ada 3 hal. Yaitu 1) membuktikan adanya Tuhan yang Menciptakan alam semasta, manusia dan kehidupan ini. 2) membuktkan bahwa Muhammad SAW adalah utusan Tuhan ( Allah). 3) membuktikan bahwa kitab suci Alquran adalah firman/kalam Tuhan (Allah). Semuanya ini formulasi untuk menjawab misteri besar pada manusia manapun, dari jaman nabi adam hingga hari kiamat (tak hanya Rina Nose ya!). Misteri ini adalah dari mana manusia hidup, untuk apa manusia hidup dan kemana manusia setelah hidup ini?
.
Rintangan ini, harus dihadapi manusia sejak awal ia berakal sempurna alias baligh. Tujuannya untuk mengetahui sember kebenaran yang akan ia pegang teguh sepanjang ia hidup di dunia ini. Karena itulah manusia harus menyibukkan pikirannya dengan 3 hal tersebut sampai pada akhirnya ia memeluk agama. Ringkasnya, bahwa dibalik alam semesta ini mustahil tak ada yang menciptakan. Mustahil juga alam semesta yang penuh keteraturan ini tak ada yang mengaturnya. Lantas siapakah Sang Pencipta? Siapakah Yang Mengatur? Manusia mustahil mengetahuinya kecuali ada petunjuk atau informasi. Maka, ia butuh informasi yang super valid /pasti) berasal dari tuhan. Informasi ini harus dijamin berasal dari Tuhan. Maka inilah perlunya kita membuktikan dulu, kalau Al Quran itu kalamullah atau wahyu Allah, bukan karangan manusia. Agar manusia selalu memegang teguh seluruh isinya.
.
Mengapa urgen membuktikan Al Quran adalah wahyu Allah? Karena manusia akan meyakini sesuatu sebagai kebenaran jika berasal dari Tuhan. Tak mungkin kebenaran dari manusia, karena manusia lemah, terbatas. Sementara Tuhan serba Maha. Maha Mengetahui, Maha Melihat, Maha Besar, Maha Kuat. Maha Benar. Disinilah urgensinya.
Allah SWT berfirman :
الْحَقُّ مِنْ رَبِّكَ فَلَا تَكُنْ مِنَ الْمُمْتَرِينَ
Apa yang telah Kami ceritakan itu), itulah yang benar, yang datang dari Tuhanmu, karena itu janganlah kamu termasuk orang-orang yang ragu-ragu. (TQS Ali Imran : 60).
.
Sejak saat al quran diturunkan sampai zaman now, tak satupun yang mampu membantah bahwa Al quran itu wahyu Allah. Meski yang mengingkarinya banyak, karena faktor kesombongan yang diwarisikan Iblis. Zaman nabi Muhammad SAW, orang kafir Makkah yang ahli syair sekalipun tak mampu menjawab tantangan Allah SWT menandingi Al Quran. Meski mereka saling tolong menolong, baik golongan jin dan manusia (Lihat QS hud :13, surat Yunus :38). Dari dulu sampai sekarang, gagal total dalam menyaingi Al Quran. Seharusnya ini membuat manusia takjub dan tunduk pada Al Quran. Bukan malah ingkar dan tak mau tahu. Itulah manusia yang tahu diri dan sadar akan dirinya. (iya enggak?)
.
Begitupun Muhammad, harus dibuktikan bahwa memang utusan Allah SWT. Ininpun bertujuan.memastikan agar yang dibawa Muhammad merupakan kebenaran. Faktanya, Muhammad adalah orang yang membawa Al Quran dan menyampaikan isinya. Begitu juga.mukjizat yang menyertai beliau. Ini sudah cukup bukti meyakinkan bahwa memang beliau adalah utusan Allah alias Rasulullah. Sehingga apa yang di bawa Muhammad SAW baik ucapan, perkataan, maupun diamnya ( Al Hadits) adalah berasal dari Allah SWT. Al Hadits ininpun menjadi dalil atau sumber kebenaran / hukum bagi manusia. Karena berasal dar wahyu Allah SWT, yang merupakan sumber kebenaran. (yes, dari Tuhan Pencipta alam).
.
Tugas akal manusia itu selesai dalam beriman pada Allah, Muhammad-Rasulullah dan Al Quran-kalamullah. Bukti buktinya terjangkau oleh inderanya/akalnya. Selanjutnya akal manusia dalam masalah syariat tugasnya hanya memahami syariat. Maka tugas akal manusia adalah menyibukkan dirinya dengan mempelajari al quran dan hadits agar ia dapat memahami.firman Allah serta menjalankan titah Tuhannya. Bukan memikirkan atau mempertanyakan, mengapa Allah mensyariatkan ini, mensyariatkan itu, dll, kecuali yang dimuat di dalam Al quran dan Hadits. Sesuatu yang tidak diinformasikan di dalam Al Quran dan Hadits mustahil menjadi obyek manusia untuk memikirkannya, karena akal manusia lemah, terbatas oleh apa yang diinderanya saja.
.
Setelah manusia lulus dalam ujian kekufuran, selanjutnya manusia akan diuji dengan ujian kepatuhan. Seringkali manusia mengakui adanya Allah tapi mengingkari wewenang Allah. Wewenang Allah adalah menetapkan halal haram, menentukan terpuji tercela, menentukan benar dan salah. Banyak manusia gagal dalam ujian ini. Karena ini menjadi rumit tatkala manusia disertai dengan hawa nafsu dan godaan syaitan. Maka siapa yang memenangkan urusan ini? Terserah manusia itu sendiri, ada pilihan kok. Tak dipaksa sama Allah. Adil khan? Ada syurga dan neraka sebagai reward atas yang patuh dan yang tidak patuh. Dia mau memenangkan siapa? Mau memenangkan hawa nafsu keinginan pribadinya, maka ia menuhankan hawa nafsu. Jika ia memenangkan godaan syaitan maka ia menuhankan syaitan. Jika ia memenangkan Allah, saat dia tunduk pada aturan Allah, maka lulus dari ujian kepatuhan kepada Allah. Inilah yang disebut di dalam Al Quran sebagai mukmin yang bertaqwa.
Firman Allah SWT:
إِنَّمَا كَانَ قَوْلَ الْمُؤْمِنِينَ إِذَا دُعُوا إِلَى اللَّهِ وَرَسُولِهِ لِيَحْكُمَ بَيْنَهُمْ أَنْ يَقُولُوا سَمِعْنَا وَأَطَعْنَا ۚ وَأُولَٰئِكَ هُمُ الْمُفْلِحُونَ
Sesungguhnya jawaban oran-orang mukmin, bila mereka dipanggil kepada Allah dan rasul-Nya agar rasul menghukum (mengadili) di antara mereka ialah ucapan. "Kami mendengar, dan kami patuh". Dan mereka itulah orang-orang yang beruntung. (QS An Nur : 51).
.
Mengapa Harus Berhijab?
Alasan mengapa muslimah berhijab, semata mata agar masuk dalam kategori orang yang beriman lagi taat. Sebutan lain orang taat adalah taqwa. Taqwa adalah taat-tunduk-patuh kepada semua perintah dan larangan Allah SWT, dimana pun kapanpun dalam situasi apapun. Muslimah berhijab, bukan karena di tengah mayoritas wanita berhijab, bukan juga karena di Indonesia diijinkan untuk berhijab. Muslimah berhijab karena Allah memerintahkan wanita untuk menutup Aurat. Meski di Jepang, Amerika, Eropa mayoritas membuka aurat , maka kita muslimah harus tetap berhijab. Karena aturan Allah berlaku di wilayah bumi manapun. .
.
Apakah dengan taat akan menenangkan ? Yuk kita bahas teori galau. Galau/gelisah itu terjadi jika naluri yang ada pada manusia tak tersalurkan. Baik naluri beragama, seksual maupun mempertahankan diri. Jika tersalurkan, otomatis naluri itu akan tenang, atau tak galau. Contoh, naluri seks yang disalurkan dengan pelacur itu bisa "menenangkan", tapi pertanyaan berikutnya apakah penyaluran ini benar dan layak? Begitu juga naluri memiliki sesuatu padai manusia. Jika disalurkan dengan mencuri bisa saja "tenang" karena terpenuhi, tapi apa bisa dibenarkan? Begitu juga menyembah berhala, itu bisa saja "menenangkan" karena terpenuhi naluri beragama. Tapi apakah cara cara seperti itu dibenarkan? Otoritas menilai benar atau tidak cara cara itu, adalah otoritas tuhan (Allah SWT) semata. Bukan yang lain, apalagi manusia. Maka, "tenang" saja tidak cukup untuk meyalurkan naluri, butuh nilai kebenaran. Itulah gunanya agama sebagai tuntunan. Agama itu.sebagai kacamata alias sudut pandang.(menjawab pertanyaan Rina nih saya😁 ).
Maka, dengan agama ketenangan sejati akan didapat, karena selalu ingat/taat kepada Allah SWT. Naluri tersalurkan secara benar.
.
Islam adalah agama yang diturunkan oleh Allah SWT, kepada Nabi Muhammad SAW untuk mengatur hubungan manusia dengan Allah, dengan dirinya dan dengan sesamanya. Memang taat itu tidak mudah. apalagi di tengah orang yang tak taat. Namun disinilah perjuangannya dalam pembuktian iman. Solusinya bersahabatlah dengan yang sesama taat, agar urusannya menjadi lebih mudah. Bukti iman itu adalah kepatuhan terhadap perintah dan larangan Allah. Disinilah Allah SWT menyediakan pahala dan syurga bagi orang yang taqwa.
.
Walhasil, jangan heran, bagi orang iman bahagianya terletak pada ridho Allah, yang diperoleh dari kepatuhannya pada Allah SWT. Maka, sibukkanlah diri kita dengan kepatuhan. Untuk bisa patuh itu sulit , jika tak dekat dengan Al quran dan Hadits, Karenanya dekat-dekatlah dengan keduanya. Plong deh! Wallahu a’lam bish shawab


Penulis : Desi Yunise

SHARE THIS

Author:

Etiam at libero iaculis, mollis justo non, blandit augue. Vestibulum sit amet sodales est, a lacinia ex. Suspendisse vel enim sagittis, volutpat sem eget, condimentum sem.

0 comments:

Mohon komentarnya santun dan sopan!