Thursday, November 16, 2017

Anak ga BerGadget mesti Ngapain?

Oleh : Nurliani

Bismillah. Kemarin sempat ngobrol dengan beberapa teman. Perihal ada keponakan kelas 3sd yang nangis teriak-teriak jika gadget diambil. Anak TK muntah-muntah saat masuk ke dalam kelas karena berpisah dari gadget kesayangan. Terlambat bicara karena asik dengan gadget diusia balita. Dan kebingungan orang tua, jika anak ga dikasih gadget  terus anaknya ngapain atau main apa donk?

Hei..hei..inget loh ya, adanya teknologi sejenis gadget itu untuk mendekatkan yang jauh. Bukan menjauhkan yang dekat. Begitu Abah Ihsan Baihaqi Bukhari menyampaikan ke kami di grup WA yang beliau bina khusus kepada alumninya.

Lagian semasa kita kecil dulu, main tanpa gadget oke-oke aja kan. Yang sudah jadi orang tua sekarang, pasti masih ingat. Saat masih kecil jenis permainan apa saja yang bisa dimainkan.

Iya tapi kan zaman udah berubah, masa iya ketinggalan. Ga bisa disamakan donk.

Betul zaman memang udah berubah, tapi kenapa yaa orang terkenal seperti Bill Gates begitu ingin membatasi anaknya dalam menggunakan gadget dan social media sebelum batas usia tertentu ? Apakah mereka orang yang tidak paham teknologi? Kenapa tidak memburu-buru? kenapa ga dari bayi? 

Ketika orang tua ingin memberikan, meminjamkan dan memperbolehkan anak-anak memakai gadget sudahkah memberikan informasi yang jelas, lengkap, batasan apa yang boleh dan tidak dilakukan. Sudahkah diawali dengan informasi atau membuat kesepakatan bersama akan penggunaan gadget? kebanyakan belum. Ga heran, anak zaman now memang jadi canggih penggunaan tekonologi, tapi minim paham akan adanya aturan. Bahkan banyak yang jadi melanggar,  karena tidak sesuai ketentuan umur kapan dibolehkan untuk pengguna.

Kehadiran teknologi bukan untuk dimusuhi,  dijauhi. Terlepas dari segala yang ada dampak nya kini dirasakan secara pribadi, kehidupan sosial dan emosional. Tentu manfaatnya juga ada. Hanya saja, bagaimana orang tua menyikapi saat memperbolehkan anak mulai memakainya?

Gadget hanyalah sebuah alat yang banyak memiliki peran, tapi keberadaannya bukan berarti menghilangkan peran yang lain. Hingga kebutuhan saat menggunakannya menjadi tidak karuan. Kebablasan, hingga dampak negatifnya lebih marak dibandingkan manfaat yang akan diterima.

Jika orang tua kini bingung, masih repot anak jadinya mesti ngapain saat anak dianggap belum layak diizinkan menggunakan tanpa didampingi, pengawasan dan bekal ilmu yang cukup. Berikut ini saran yang bisa dicoba saat membersamai anak.

Sediakan sekian banyak perlengkapan anak, hingga anak bisa mengisi kegiatannya dengan sarana aktivitas alternatif yang mengolah daya fikir serta kreativitas. Misalnya : kain flanel, lem, gunting, alat jahit benang dkknya, kertas bekas, tepung, pewarna makanan, binatang piaran, buku bacaan, kain bekas, lego, layangan, gundu, congklak, karet gelang, tali, sedotan, plastik kiloan, lilin warna, dan masih banyak lagi yang bisa membantu anak berkreativitas.

Orang tua siap, rumahnya menjadi berantakan sebentar atau sementara waktu? Insya Allah orang tua yang peduli akan masa depan anaknya akan berkata dengan siap dan sigap.

Daripada menyesal dikemudian hari, ketika mendapati anak yang ga dibekali ilmu itu sudah berselancar kesana kemari di dunia maya hingga kemudian menjadi bertingkah pribadinya dan perkembangan emosional menjadi sulit dikendalikan.

Terus apakah anak sama sekali menjadi tidak diperbolehkan memegang gadget? Boleh, asalkan ada batasan dan kesepakatan bersama anaknya telah terpenuhi dengan baik. Bukan sengaja dikasih, tapi dipinjamkan. Jika memang dibutuhkan ( misalnya untuk keperluan tugas sekolah, belajar, mencari informasi ), Didampingi penggunaannya ( dengan batasan waktu yang jelas ).

Jika memang dirasa belum siap, mari silahkan orang tua bekerja keras terlebih dahulu agar anak bisa tetap happy bermain dan belajar walau tanpa menggunakan gadget.

Demikian sharingnya, semooga ada yang menjadi manfaat.

Nurliani

#BatasiGadget
#BikinKesepakatan


SHARE THIS

Author:

Etiam at libero iaculis, mollis justo non, blandit augue. Vestibulum sit amet sodales est, a lacinia ex. Suspendisse vel enim sagittis, volutpat sem eget, condimentum sem.

0 comments:

Mohon komentarnya santun dan sopan!