Tuesday, October 31, 2017

Jodoh Pasti Datang Bertamu

Jodoh Pasti Datang Bertamu

Oleh : Nur Baya

Adegan demi adegan di airport minggu pagi menyuguhkan pemandangan monoton nyaris menjenuhkan binti membosankan.

Masih seperti landscape bandara beberapa hari yang lalu saat kali pertama kaki Dian memijak di bandara ini. Geliat kesibukan menyapa hari menjanjikan asa. 

Beberapa orang  berpapasan dengannya berjalan tergesa bahkan setengah berlari-lari kecil.

Berburu waktu mengejar deadline, nampak semburat di wajah  mereka mewartakan kesibukan tingkat dewa.

Dian berjalan santai menuju pintu keluar. Travel bag mungil yang menyertai kepulangannya ditarik dengan pelan sambil sesekali pandangannya disapukan ke beberapa sudut penjuru mata angin.

Tetiba..

Jantungnya berdesir, hawa dingin perlahan menyusup ke  rongga hati tanpa permisi.

Deru nafas kian memburu serasa ada ribuan tangan berlomba mencengkram lehernya.

Denyut nadi berdetak 4x lipat, dalam durasi hitungan detik jantungnya memompa darah semakin tak terkendali, kini getarannya mendekati 8 skala richter.

Keringat tak mau ketinggalan, tanpa dikomando ikut-ikutan menyembul dari balik jilbab navi yg ia kenakan. Dian mencoba membangun pilar pertahanan sekuat tenaga.

Ya Allah, kenapa indera ini beradu tatap dengan sepasang mata itu? Rintihnya lirih.

Ia memejamkan mata sejenak lalu dengan buas menghirup udara sekitar untuk memastikan dia tak kehabisan oksigen.

Tuhaaaaannn, pekiknya dalam hati.

Takkan mampu kuhapus sosoknya sepanjang Engkau masih menganugerahiku kehidupan, selagi Engkau belum mencabut rezekiku berupa ingatan.

Yaaaahhh sepasang mata itu adalah netra yang dulu selalu kurindu, indera yg selalu menawarkan keteduhan.

Tak pelak lagi, pemilik indera itu, adalah laki laki yang kusangka akan menemaniku mendayung perahu kehidupan menuju JannahMu.

Laki-laki yang kuduga akan kujabat jemarinya sesaat setelah shalat jamaah ditunaikan, laki - laki yang kuharap mengecup keningku saat berpamitan mencari rezekiMu Allah.

Laki - laki yg padanya ingin kumandatkan sebagai Muhammad dalam episode perjalanan panjangku menjejaki semestaMu ini.

Astagfirullah Al Adziiimmm, kuatkan hatiku agar tangisku tak berderai di hadapannya ya Allah.

Demikian pekikan hati Dian yang menggema di relung hatinya.

Ingin rasanya ia berbalik membelakangi sosok lelaki itu. Tapi kenapa lelaki itu justru melemparkan senyuman?

Kenapa pula dia menghujaninya dgn tatapan penuh misteri? Dian tertunduk mencoba berdamai dan menenangkan diri.

Meskipun lelaki itu tak pernah raib dari kepingan ingatan dan tetap bertahta di sudut hatinya namun kenangan tentangnya telah ia benamkan jauh jauh dari permukaan qalbu. Ia telah menguburnya dalam - dalam di Taman makam Pahlawan Perasaan antah berantah.

Dian percaya dan meyakini sepenuh keyakinan bahwa suatu saat nanti jodohnya akan datang bertamu dan mengetuk pintu hatinya sekaligus mengetuk pintu rumah orang tuanya.

Biarlah lelaki di bandara itu cukup menjadi lelaki kenangan saja. Lelaki yang sempat mampir dalam episode kehidupannya.

#30DWC9Day20

** Nurb@y@ Tanpa Siti

Pasien Bukan Nasabah!!!

Pasien Bukan Nasabah!!!

Oleh : Nur Baya

Adakalanya kita sebagai tim medis dituntut untuk memperlakukan pasien layaknya seorang nasabah bank.

Oke lah untuk beberapa hal kami sepakat, 5 S ala pertamina sebaiknya memang kita terapkan.

Sependek ingatan saya klo tidak salah 5 S itu = Senyum, salam, sapa, sopan, santun.

Sebelum melanjutkan membaca, senyum dulu yuk? Minimal menghadiahi diri dengan senyum diri sendiri, hehehe

Ok, lanjut..

Mmmm, mari kita menghadirkan sesuatu terlebih dahulu di alam pikiran. Bayangkan gedung Bank BNI, BRI, BCA, MANDIRI, atau bank apa saja terserah. Suka-suka Anda, asal jangan membayangkan Bank-ku kuliah bersama si mantan terindah yah, hahaha.

Selanjutnya bayangkan gedung Rumah sakit, terserah Anda juga, mau membayangkan rumah sakit kelas Daerah, Provinsi, sampai rumah sakit bertaraf internesyenel.

Suka-suka Anda pemirsa. Membayangkan juga RS tipe C, tipe B, dst boleh-boleh saja asal jangan menghayalkan penyakit tipe-S alias Thypoid yah, hehehe.

Oke, setelah puas membayangkan gedung Bank dan gedung RS, sekarang tugas Anda mengingat-ingat aktivitas di dalamnya, kondisi ruangannya, dan siapa-siapa yang berkunjung ke tempat tersebut.

Sudah?

Kita coba menarik sedikit kesimpulan sederhana pemirsa yah.

Yang bertandang ke Bank itu mayoritas orang ''waras'',  datang dalam keadaan sehat walafiat, urusannya tidak jauh-jauh dari Dewa dunia (baca, duit), 80% orang berpendidikan, klopun tidak berpendidikan minimal didampingi orang berpendidikan.

Datang ke Bank dengan penampilan layaknya mengunjungi mall atau tempat-tempat penting, intinya rapi jali, wangi dan bersih.

Mulai dari satpam, CS, dan Teller dengan ramah bertanya, ada yang bisa kami bantu pak/bu? Tak lupa sunggingan senyumnya bikin hidung nyamuk yang belang meler sampe teler, hehehe bercanda.

Suasana Bank tenang dan adem ayem bukan? Suhu ruangan yang disetting berasa berada di tepi kutub Selatan. (Eh Selatan apa Utara seehh, ato semua kutub dingin yaaahh )

Yang pasti sih kutuk ibu itu paling dingin, saking dinginnya sampe-sampe si Malin Kundang membeku jadi -es- batu .

Baiklah, sekarang kita beralih ke rumah sakit yah.

Tak sedikit keluarga pasien yang komplain habis-habisan, kok pelayanannya gitu sih, koq perawat/bidannya ketus amat sih, bukannya harus mengutamakan pelayanan? Lihat tuh di Bank sana, pelayanannya mantapppp.

Hehehe, statement diatas gak salah sih, benar 10000000% malah. Tapi mari kita mencoba membuka jendela mindset kita. Kita geser sedikit, yuppp sikkiiiii' saja tak usah banyak-banyak .

Bapak-bapak, ibu-ibu semua yang ada di sini (Lagu mba Inul Dara Tista) jangan goyang yukkk.

Makin ngelantur saiahhh, hahaha emak-emak jaman NOW emang begini, susah ditebak pemirsa .

Baiklah, kita lanjutin yahhhh.

Perlu Anda-Anda ketahui bahwa untuk beberapa hal di RS mengharuskan pegawainya tak selemah lembut dan tak segemulai pegawai Bank.

Di RS tuh, aroma kepanikan memantul di seluruh tembok RS, grasak grusuk keluarga yang semuanya ingin mendahulukan keluarganya (padahal dokter / pegawai RS) insya Allah dengan kapasitas keilmuan yang diberikan Allah bisa mendiagnosa, mana pasien yang urgent ditangani terlebih dahulu, mana yang emergency dan mana yg bisa menunggu.

Tapi manusiawi koq kalo kita ingin diprioritaskan, cumaaaaa..

Cuma tiap RS punya SOP (Standar Operasional Prosedur) Pak/Bu. Dan SOP ini bersifat baku dan paten, jadi kudu sabar yaaahhh.

Next..

Di rumah sakit tuh apalagi di UGD akrab dengan darah, muntah, kadang feses dan jeritan-jeritan melengking yang bisa saingan dengan Ms.Kunti, hehehe.

Jadiiiiiii...

Jadi dalam penerapan 5 S kadang gak relevan atau bahasanya apa yah? Mmmm intinya gak sempat lagi deh.

Masak ia ada pasien datang dengan kondisi fraktur tulang disertai luka menganga trus masih sempat-sempatnya menelungkupkan tangan sambil senyum manis ala pegawai bank dan tak lupa dengan intonasi suara yang super empuk seempuk roti sobek lalu berkata ''Selamat pagi bapak, ada yang bisa kami bantu???''.

Belum lagi yang bertandang ke rumah sakit masing-masing kalangan punya perwakilan. Yg lugu, polos dan susah diajak komunikasi ada.

Yang cerdas sekali juga ada. Yang kaya sentosa raya ada sampai yang melarat kelas pauspun juga ada.

Btw, di rumah sakit pemandangan si pengantar pasien bisa 1 bataliyon hingga 1 kampung. Nah, menenangkan pengantar pasien ini kadang butuh tenaga ekstra juga.

Suasana di RS heterogen tingkat langit ke 7 pemirsa yang semoga budiman .

Sebagai penutup perlu saya sampaikan sedikit informasi bahwa dalam merespon
pasien yang perlu diperhatikan mencakup 3 hal yaitu reaksi membuka mata (Eye), bicara (Verbal) dan gerakan (Motorik).

Hasil pemeriksaan dinyatakan dalam derajat (score) dengan rentang angka 1 – 6 tergantung responnya.

(Silahkan Anda googeling about pemeriksaan GCS untuk informasi yang lebih komplit).

Yang jelas saat kita melakukan anamnese terhadap pasien, respon mereka beragam, ada yang alhamdulillah nyambung, ada yang ditanya ayam jawab unta.

Ada yang nyerocoooooooossss melulu tak terkendali, tapi ada juga yang diam membisu disertai tatapan kosong. (kira-kira yang potongannya seperti ini pernah mampir di bank? Hehehe, klo ia berarti Ayu Tinting salah kasih alamat, jadinya alamat palsu )

Klasifikasi kondisi pasien saat ''bertamu'' di RS seperti di bawah ini.

1. Composmentis : 15-14
2. Apatis : 13-12
3. Delirium : 11-10
4. Somnolen : 9-7
5. Stupor : 6-4
6. Coma : 3

Belum lagi menangani pasien yang keras kepala, bandel dan (maaf)sotoy, duuuuhhhh...  Plissssss deeeeehhhh!!!!

So, maafkan kami petugas medis jika kadang pelayanan kami tak sesuai ekspektasi Anda, tapi jauh dari lubuk hati kami yang paling dalam, jika Anda atau keluarga Anda menginginkan 10 kesembuhan maka kami menginginkan 100 kesembuhan untuk Anda.

Jika Anda bahagia setelah sehat, maka kebahagiaan kami justru berlipat-lipat karena telah berhasil menjadi perpanjangan tangan Allah memberi kesembuhan.

Kepuasan batin kami tak terbayar dengan setumpuk dolar tatkala Anda sukses melewati masa-masa kritis, lalu Anda dinyatakan sehat.

Kami mencintai pasien-pasien kami. We love you.

Kalo sudah sehat silahkan jalan-jalan ke Bank untuk ''cuci mata'' atau cuci uang (baca, sedekah).

Bravo tim medis, Indonesia  .

#30DWC9Day21

**Nurb@y@ Tanpa Siti

Barat dan Bab Tentang Taharah (Bersuci)

Barat dan Bab Tentang Taharah (Bersuci)

Oleh : Raidah Athirah

Memang ini bukan sesuatu yang ' wah ' untuk diterangkan tapi sebagai Muslim bab thaharah merupakan hal yang utama.Masyah Allah ...Beginilah ajaran Islam yang sempurna!

Bagi kita orang Indonesia bersuci dengan air sudah hal yang lumrah dan biasa bahkan sejak lahir mungkin.Beda dengan orang-orang Barat .

Saya jujur saja ya hari -hari awal saya menginjakkan kaki di Eropa / Bandara Frankfurt  hal pertama yang bikin saya shock adalah cebok pake tissue . Alhamdulillah di apartemen sudah terpasang slang air untuk bersuci.

Tapi nggak mungkin khan ya saya terus-terusan berada di apartemen .Dilema lain muncul yakni dengan atribut pakaian yang sudah seperti lapisan bawang Bombay dan tiba-tiba alarm alam datang mau nggak mau harus mencari toilet.

Musim dingin di tahun-tahun awal biking saya sudah kayak orang kampungan .Hahahaha.Keluar apartemen bergaya kayak anak sekolah.Makanan dan botol air selalu saya bawa.Lama-lama saya mengerti itu bukan kampungan tapi kemajuan . Hihihihi

Bagi saya hanya air yang bisa membersihkan dengan baik.Pak Suami,Abu Aisha  alias Juragan sudah mengingatkan saya dari awal.Pelajaran hidup pertama dari juragan adalah jangan lupa bawa botol mineral kalau mau keluar !

Pernah sekali ,saya lupa menaruh botol air bekas .Sepulang dari belanja semua atribut saya masukkan ke dalam mesin cuci.Hahahha . Berlebihan ,ya begitulah .

Pernah juga sebelum masuk  toilet saya mengisi dulu botol air di ruang cuci tangan di saat bersamaan ada ibu-ibu cantik yang sedang berdandan.Matanya itu seperti mau menelanjangi saya nyata-nyata.Hahahha .Mungkin dia pikir saya lagi kehausan.

Jadi,botol bekas itu senjata saya bersuci kala keluar rumah .

****

Jangan malu untuk belajar.Prinsip ini yang saya tanamkan.Kalau belum paham ,buka lagi ,buka terus .Bertanya kepada yang ahli.

Allah dan RasulNya yang lebih tahu.

" Wahai orang-orang yang beriman, apabila kamu hendak mengerjakan shalat, maka basuhlah mukamu dan tanganmu sampai dengan siku, dan sapulah kepalamu dan (basuh) kakimu sampai dengan kedua mata kaki, dan jika kamu junub maka mandilah, dan jika kamu sakit atau dalam perjalanan atau kembali dari tempat buang air (kakus) atau menyentuh perempuan, lalu kamu tidak memperoleh air, maka bertayammumlah dengan tanah yang baik (bersih); sapulah mukamu dan tanganmu dengan tanah itu. Allâh tidak hendak menyulitkan kamu, tetapi Dia hendak membersihkan kamu dan menyempurnakan nikmat-Nya bagimu, supaya kamu bersyukur. [al-Mâidah/5:6]

Barat hari ini mengakui akan kebenaran ajaran Islam.Sering bahkan selalu saya kata ;

" Merugi ..."

" Merugi sekali ...."

Orang-orang Islam yang malu mengakui keislamannya ,yang merasa minder menunjukkan identitasnya,yang merasa kecil dan bodoh di hadapan peradaban Barat . Sesungguhnya Anda telah mempermalukan diri sendiri karena mencampakkan nilai-nilai peradaban yang tinggi.

Lihat dan bacalah bagaimana hari ini Barat perlahan-lahan mengakui,mengambil dan mempraktekkan ajaran Islam .Di saat bersamaan ada sebagian generasi zaman now yang bahkan bab Thaharah saja tak tahu.

1.http://www.dailymail.co.uk/health/article-5025367/Doctors-warn-toilet-paper-does-little-remove-feces.html

2.https://www.theguardian.com/commentisfree/2009/mar/04/stop-using-toilet-paper

3.https://www.quora.com/Why-do-we-use-toilet-paper-instead-of-water-showers-especially-in-the-West

4.https://www.thestudentroom.co.uk/showthread.php?t=942301&page=3

Dengan kita atau tanpa kita Islam kan selalu mulia bahkan sebesar apapun fitnah yang datang,kejayaan itu akan hadir.

Mengapa masih malu mempelajari ajaran Islam ?

Polandia,31 Oktober 2017

Tentang FPI, Felix Siauw : Keberadaan Mereka Memberi Ketenangan dan Kedamaian

Tentang FPI, Felix Siauw : Keberadaan Mereka Memberi Ketenangan dan Kedamaian

RemajaIslamHebat.Com - Sekitaran medio 2013, saya pernah ditanya jamaah saat mengisi kajian di Los Angeles, USA. "Bagaimana pandangan ustadz tentang FPI yang justru menurut kami merusak citra Islam dengan kekerasan yang mereka lakukan dalam berdakwah?". Dan hampir tiap kota menanyakan hal yang sama

Saya menjawab, "Dakwah itu ada amar makruf (mengajak kebaikan), juga ada nahi munkar (mencegah keburukan), nah FPI konsentrasi di nahi munkar, dan saya bertawaquf (berdiam diri), terhadap FPI, sebab saya tak bisa membenarkan karena saya tak berdakwah dengan kekerasan, juga tak bisa menyalahkan karena FPI pun berdalil dengan Al-Quran dan Al-Hadits", begitu kira-kira

Intinya dulu pandangan ummat terhadap FPI banyak mispersepsi, akibat opini buruk yang diciptakan media, yang terekspos FPI selalu melakukan kekerasan tanpa melihat sisi lain mereka yang penuh kasih sayang dan semangat membantu

Namun begitu mudah bagi Allah untuk membalikkan semuanya, kini FPI jadi bagian ummat. Perjuangan para ulama dan habaib termasuk Habib Rizieq dengan FPI, bersama ummat di 411 dan 212 membuktikan semuanya

Kini, FPI dan organisasi yang dianggap "seram" seperti Majelis Mujahidin, justru terdepan membela Islam, disayang oleh ummat. Keberadaan mereka, membuat tenang dan memberi kedamaian

Tuduhan intoleransi dan radikalisme pada mereka, justru dilakukan ormas yang menuduh, juga dilakukan oleh penguasa. Tapi Allah sudah membuka semuanya, jelas terang benderang bagi kita. Siapa yang bersama ummat, siapa yang hanya jadikan ummat alat mencapai kepentingan saja, lalu mengkhianati amanah

Salut buat FPI, Majelis Mujahidin, KOKAM Muhammadiyah, ANNAS, dan siapapun mereka yang berkumpul karena Allah di jalan dakwah, semoga Allah menjaga mereka dalam kebaikan.[ Ustadz Felix Siauw]

Cinta Terhalang Bin Terlarang

Cinta Terhalang Bin Terlarang

Oleh : Nur Baya

Fluktuasi perasaan terhadap pasangan lazim terjadi, tapi bukan berarti itu dijadikan dalih untuk "berpaling".

Sungguh aku berlindung pada Allah semoga ini bukan nafsu lawwamah yang tidak terkendali.
Saya sadar seeeee sadar-sadarnya bahwa bukan titik yang menyebabkan tinta, tapi tintalah yang menyebabkan titik.

Bukan cantik yang menyebabkan Cinta tapi Cintalah yang menyebabkan cantik.

Artinyaaaaa....

Rentang komunikasi yang intens kita lakoni, rentan sekali membuahkan rasa yang terlarang, rasa yang awalnya mungkin bias-bias Kasih alias biasa-biasa saja berpotensi besar untuk berubah haluan.

Saling mencari, saling membutuhkan dan saling ketergantungan lambat laun akan menjadi candu.

Persis dengan candaan kita yang penuh gelak tawa, ajang seru-seruan yang membuat saya ketawa ketiwi, tralala.. trilili.. (kita sudah terkena virus candu canda yg mengaktifkan produksi hormon endorfin, makanya lahirlah efek ketagihan).

Ya Allah jika sekiranya Engkau teggelamkan kami dalam lautan rutinitas itu lebih baik bagiMu maka tenggelamkanlah, agar kami tak ada waktu menjamah no kontak WA bersapa ria, say hello tanyakan kabar, ngobrol ngarol ngidul, dll, dsb, etc..

Kupeluk rasa ini, perasaan ukhuwah sebagai sesama muslim.

Kurengkuh penuh damai sambil bermunajat merapalkan do'a, semoga rasa ini bukan rasa terlarang, semoga rasa ini hanya rasa persaudaraan yang tulus sebagai adik & kakak.

Sebelum semakin jauh saling "menyakiti" perlu disadari bahwasanya ada fase dimana dia yang akhirnya pergi baik-baik, tidak benar-benar membuatmu baik-baik saja.

Bagaimanapun perpisahan bukanlah hal yang menyenangkan, walau kadang kita menutupinya dengan senyum (Senyum untuk menguatkan diri sendiri).

Dan mari kita belajar & berusaha meyakinkan diri, menabahkan hati untuk "memuseumkan" kenangan yang pernah hadir menyapa.

Tak usah risau menanggung beban rindu sendirian
tapi percayalah bahwa setelah badai melambaikan salam perpisahan akan ada hari-hari yang cerah.

Kita hanya butuh meyakini bahwa cinta sejati tidak pernah mengingkari pada siapa dia pertama kali melabuhkan ijab qabul dihadapan penghulu.

Tahukahhhh???

Bahwa hati yang saling menggapai dalam jauhnya jarak, hati yang saling berangkulan dalam ketiadaan, denting kerinduan dalam senyapnya melodi, kidung sendu mendayu merayu, serta tatapan tanpa kata tapi hati mampu mentranslate dgn sempurna esensi dari tatapan itu,  sungguh jauh lebih membinasakan daripada perselingkuhan fisik yang terpampang secara kasat mata.

Mari mengupgrade kedewasaan dengan mengafirmasikan bahwa kedewasaan adalah ketika seseorang menyakiti kita, kita lebih memilih untuk memahami situasi daripada mencoba membalasnya dgn perlakuan yang sama.

Sejatinya dalam hidup ini kita selalu berada pada ranah "trial n error" untuk kemudian bisa menjadi role model yang layak untuk diteladani.

Pun demikian dengan upaya saling menjaga hati, tidak akan lepas dari cengkraman trial n error yang membelenggu.

Tapi semakin kita mencobanya berulang-ulang insya Allah kita bisa, lalu terbiasa, lalu kemudian menjadi kebiasaan. Terbiasa tanpa kamu, iyaaaa kamuuu.. :)

Kebanyakan dari kita betah sekali bersemayam di samudera kemungkinan, mengira-ngira penuh praduga, hobi berprasangka, full telisik ala-ala detektif.

Sehingga tanpa disadari pikiran dan jiwa yang justru mengalami "persetubuhan". Rancu teracuni gelak emosi, tertikam belati perasaan sendiri, lalu perasaan itu bersarang kian lekatnya tak kunjung enyah.

Bukankah terasa istimewa saat kau begitu peduli menanyakan kesehatan kami, anak-anak kami, keluarga kami dan berbagai macam perhatian yang nyaris membuat kami kaum hawa jadi meleleh??

Bukankah terasa spesial saat kami tau bahwa ada kapling khusus di rongga hatimu meskipun hanya berukuran sekian cm??  Yang tanpa kami bertanya kau begitu ''disiplin laporan'' mengabarkan keadaanmu, kegiatanmu dan rutinitasmu.

Padahal jelas-jelas kita tahu firman Allah yang penuh dengan muatan kebenaran ''jangan mendekati zina''.

Yaaahhh mata berzina dengan penglihatannya, telinga berzina dengan apa yang didengarnya, mulut berzina dengan apa yang diutarakannya.

Tangan berzina dengan apa yang digapai (termasuk chatting ria dengan non mahram yang sama sekali tak ada unsur kepentingan).

Kaki berzina dengan ayunan langkahnya, pikiran berzina dengan apa yang dipikirkannya, lalu kemudian kemaluanlah yg membenarkannya.

Naudzu billah.

Mengakhiri tulisan ini, tolong makhluk hidup yang berspesies suami diluaran sana hargai dan muliakan kami sebagai orang yang dimandatkan Allah menyempurnakan separuh dien-mu.

Pun demikian dengan mahkluk yang bertitel istri, taati suamimu yang telah didaulat oleh Allah menjadi orang yang darinya kita bisa menggapai surga di istana bunda Khadijah yang telah Allah janjikan.

#30DWC9Day20

**Nurb@y@ Tanpa Siti

Editor kata : Hardi Jofandu

Suami Biasa atau Suami luar biasa ?

Suami Biasa atau Suami luar biasa ?

Oleh : Hilmi Firdausi

Bagi seorang Istri, mendapatkan suami luar biasa adalah Surga sebelum Surga. Begitupula sebaliknya, Istri sholihah adalah anugerah terindah bagi setiap suami di dunia ini.

Addunya mata'...dunia itu perhiasan, wa khoiro mata'iha al mar'atu sholihah, dan sebaik-baik perhiasan adalah istri yang sholihah.

Lalu siapakah suami yan pantas mendapatkan Istri sholihah ? Yuuk dibaca sampai bawah kira-kira suami mana yang berhak mendapatkan bidadari dunia. Kita lihat saja kesehariannya....

1. Bangun Tidur

Suami biasa ;
Bangun tidur, biasanya agak susah bangun karena tidur terlalu larut, sholat shubuh sendirian dirumah, terus tidur lagi sebentar sampai istri teriak nyuruh mandi karena harus bersiap pergi kerja.

Suami luar biasa ;
Bangun lebih awal, menyempatkan sholat malam, bahkan membangunkan sang istri "sayang, bangun, tahajjud yuk, sambil mencium keningnya...klo istrinya agak "kebluk" dia ciprati air hingga istri terbangun. Setelah tahajjud, istirahat sebentar lalu pergi ke masjid mengajak cah lanang sholat shubuh berjamaah.

2. Pamit pergi kerja

Suami biasa ;
"Mah...papah jalan dulu ya", sambil teriak, lalu tergesa-gesa mengambil tas kerja, lalu cuss begitu saja. Sempet sih ngomong "ntar malem papa pulang telat, ga usah ditungguin"

Suami luar biasa ;
"Bunda, Ayah berangkat kerja dulu ya. Doakan Ayah dpat bekerja dgn baik, dpt rizki yang halal dan terhindar dari yang subhat apalagi haram. Oiya, hari ini biar Ayah yang antar kakak ke sekolah, sekalian lewat, ini masih pagi jadi Ayah Insya Allah ga kan terlambat." Lalu ayah bergegas mengambil tas kerja, mencium kening bunda sambil berbisik "mau oleh-oleh apa?!"

3. Diperjalanan

Suami biasa ;
"Hahhhh...macet lagi, macet lagi. Ini pemerintah ngapain aja sih kerjanya, ngeberesin macet aja ga kelar-kelar dari dulu!". Tiba-tiba ada motor menyalip dari kiri mengagetkan "Wooooyyy, emang ini jalanan punya bapak moyang lu ya...dasar ******(sensor)"

Suami luar biasa ;
"Sudah kuduga bakal macet lagi...hhhhhh, smg jadi ladang amal sabar nih. Ya udah, kita dengerin murotal aja sambil muroja'ah hafalan Qur'an." Tiba-tiba ada motor menyalip dari kiri mengagetkan "Heiiii...astaghfirullah, sabar-sabar, Ya Allah lindungilah perjalananku ini"

4. Di kantor

Suami biasa ;
Datang seperti biasa, agak bete karena macet yang luar biasa, say hallo kepada teman sejawat buat basa-basi, langsung bekerja seperti hari-hari biasa, ga ada yang spesial...sesekali mencuri waktu buat buka Medsos atau main game. Siang hari, maksi di kantin, ga sempat sholat berjamaah di masjid/mushola terdekat lalu memilih sholat sendiri di kantor, pulang kerja berusaha lebih awal, biar ga terjebak macet...padahal mah udah bosan di kantor.

Suami luar biasa ;
Datang ke kantor dengan senyum ceria walau habis bermacet ria, say Assalamu'alaikum kpd rekan-rekan sejawat. Fokus bekerja, tidak disambi apapun. Semua dilakukan dengan niat ibadah dan mencari ridho Allah. Jam maksi segera ke masjid/musholla terdekat, menyempatkan sholat berjamaah, sebab ini hari senin, tidak maksi dulu krn sdg shaum sunnah. Membereskan pekerjaan kantor lebih awal dengan tujuan izin sbtar buat Sholat Ashar berjamaah. Pulang tepat waktu, jika kemacetan mendera, sebentar mampir ke Masjid di pinggir jalan untuk membatalkan shaum dan sholat  Maghrib berjamaah. Disamping masjid ada tukang roti bakar, tak lupa memesankan dua bungkus buat keluarga dirumah sebagai buah tangan tanda cinta dari sang Ayah.

5. Kembali kerumah

Suami biasa ;
Tidak hanya baju yang kusut dan lecek, muka juga ikut-ikutan kusut dan lecek karena lelah, istri dan anak-anak menyambut disikapi dingin-dingin saja. Setelah membersihkan diri lebih sibuk mainin hape dan remot TV.

Suami luar biasa ;
Datang dari kantor dengan muka berseri-seri karena disambut oleh senyuman cantik bidadari dan juga pelukan dari anak-anak yang sangat bahagia ayahnya pulang apalagi membawa dua bungkusan rotbak. Setelah mandi, makan malam lalu berbincang dengan keluarga, menanyakan kegiatan anak-anak seharian. Semua dilakukan dalam suasana kehangatan dan penuh cinta.

6. Di kamar tidur

Suami biasa ;
Dingin seperti es, tak ada komunikasi mesra dengan istri, memilih tidur dengan alasan lelah karena kecapean

Suami luar biasa ;
Hangat, komunikatif, mesra...dan selanjutnya terserah anda!

Suami luar biasa memang suami ideal, dambaan para istri. Namun Suami luar biasa juga terbentuk karena cinta, kasih sayang dan akhlaq mulia seorang istri dalam melayani  suami. Jangan lupa istri mendoakan para suami agar hidayah Allah menyapa bagi yang belum tersapa...jika sudah tersapa, doakan semoga istiqomah. Bahagia bersama di dunia, berlabuh hingga ke Surga. Aamiin.

Mengajarkan Si Kecil Sopan Santun

Mengajarkan Si Kecil Sopan Santun

RemajaIslamHebat.Com - Dari Ibnu Abbas, bahwa Nabi Shalallaahu A’laihi Wassalam bersabda kepada Al Asyaj Al ‘Ashri:"Sesungguhnya dalam dirimu terdapat dua sikap yang dicintai oleh Allah; yaitu sifat santun dan malu.” (HR. Ibnu Majah).

Ayah Bunda, sopan santun merupakan ciri kepribadian yang paling umum dan paling bisa dilihat oleh orang lain. Sepertinya sejak kecil kita sudah akrab ya dengan pelajaran ini. Tata krama, adab, kesusilaan yang sangat diperlukan dalam kehidupan bermasyarakat ini sering diajarkan oleh orang tua kita maupun guru di sekolah.

Belajar berlaku sopan termasuk bagian penting dalam perkembangan sosial si Kecil. Sopan santun juga berguna untuk memberi mereka aturan moral dalam menjalani kehidupan. Ketika si Kecil  bersikap sopan, mereka jadi lebih percaya diri dalam menghadapi berbagai situasi dan orang lain. Mereka pun lebih disukai dan dipandang positif oleh setiap orang, serta lebih memiliki rasa hormat dan peduli pada sekelilingnya.

Lalu, kapan sebaiknya kita mulai mengajarkan sopan santun pada si Kecil?

Jawabannya, sedini mungkin. Mulailah dari pembiasaan sehari-hari di dalam rumah dengan orang tua sebagai contoh/teladan. Perhatikan sikap, perkataan dan perbuatan kita sehari-hari karena ada makhluk mungil yang senantiasa melihat dan siap menyerap apapun yang kita contohkan.

CARA MENGAJARKAN SOPAN SANTUN PADA ANAK

Mulai dari hal sederhana dengan orang tua sebagai contohnya.

Ajarkan si kecil kebiasaan baik seperti memberi salam ketika masuk atau keluar rumah, makan di meja makan, mencium tangan orang dewasa, membiasakan memanggil dengan nama yang baik, membuang sampah di tempatnya, etika bertamu, tidak mengganggu saat orang tua berbicara dengan orang lain, hingga bagaimana sopan santun berbahasa termasuk tidak berteriak ketika meminta sesuatu.

Membiasakan kata dasar sopan santun

Ajarkan dan tanamkan kebiasaan si Kecil untuk menggunakan kata “maaf”, “terima kasih” dan “tolong”. Meskipun pada awalnya si Kecil belum sepenuhnya mengerti kata tersebut, setidaknya Ayah Bunda sudah membuat dasar tata krama yang baik.

Bersikap konsisten dan konsekuen.

Dengan meminta anak berlaku sopan, Ayah Bunda dituntut untuk tak mudah lelah dan bosan. Karena yang paling penting untuk si kecil adalah prosesnya. Pun ketika Ia melakukan kesalahan, tegurlah dengan santun dan penuh kasih sayang. Berikan konsekuensi sesuai yang disepakati, bukan sekedar maklum dan membiarkan karena lagi-lagi Ia akan belajar dari bagaimana kita bersikap.

Tidak menertawakan kesalahan anak.

Terkadang sebagai orang tua, kita kelepasan menertawakan anak atas kesalahannya yang kadangkala lucu di mata kita. Sebisa mungkin dihindari ya, Ayah Bunda, karena ini bisa membuatnya merasa mendapat perhatian dan akan mengulanginya lagi. Atau efek lainnya, Ia akan merasa ditertawakan dan berimbas pada harga diri yang rendah.

Kenalkan dengan nilai-nilai agama.

Ciri utama sopan santun ialah harus tampak di permukaan dan itulah yang akan menjadi indikator baik buruknya agama seseorang. Maka, Ayah Bunda, kenalkan si kecil dengan nilai-nilai agama dan adab dalam Islam: adab makan minum, adab berbicara, adab bertamu, adab belajar, batasan aurat juga tentang hal yang boleh dan tidak boleh dalam aturan Islam. Seorang muslim yang menjalankan semua aturan dan adab Islam, pasti dalam kesehariannya merupakan seseorang yang sopan dan santun.

Beri perhatian dan pujian.

Berikan si kecil perhatian sesibuk apapun kita, karena Ia akan merasa dihargai dan begitulah Ia akan bersikap sebaliknya. Puji juga perilaku baiknya, baik dengan kata-kata, peluk dan cium, maupun hadiah.

Demikian Ayah Bunda, beberapa cara yang bisa kita lakukan untuk menanamkan perilaku sopan santun pada si Kecil. Bisa disimpulkan ya, bahwa dalam pembiasaan baiknya, ada peran kita sebagai teladan yang utama dan tentu saja, keistiqomahan kita dalam menjalankannya. Semoga Allah mudahkan kita untuk mendidik si Kecil menjadi pribadi berakhlak mulia yang disayang oleh semesta juga Allah dan RasulNya^^

Salam hangat,
Admin El-Hana Learning Kit

Sumber:

Fb: El-Hana Learning Kit

Abah Wanto dan Perjuangan, Tidak Dapat Dipisahkan

Abah Wanto dan Perjuangan, Tidak Dapat Dipisahkan

Oleh : Tachta Rizqi Yuandri

BAGAIMANA SAKIT AKAN MENGHILANGKAN SENYUM DARI WAJAHMU, SEMENTARA KETIKA RUH TERPISAH DARI TUBUHMU, SENYUM ITU MASIH SETIA BERSAMAMU

KAMI PERSEMBAHKAN UNTUK PERPISAHAN TERAKHIR DENGAN JASADMU, AR RAYAH DARI PUNCAK TERTINGGI PULAU JAWA, AR RAYAH MAHAMERU 3.676 MDPL

Bertemu Ketika Berjuang, Berpisah Ketika Berjuang, Skenario Romantis Dari Allah Antara Saya Dan Abah Wanto

Ini merupakan pertama kalinya saya menulis mengenai seseorang yang saya kenal dan baru saja gugur beberapa jam lalu. Sungguh sulit mengatur konsentrasi dalam menulis di tengah perasaan duka yang berkecamuk. Persis ketika saya mesti memberikan sambutan di depan umum sesaat setelah menguburkan ayah saya.

Pertama kali saya bertemu Abah Wanto adalah ketika saungnya digunakan untuk konsolidasi melaksanakan Ekspedisi Pengibaran Bendera Tauhid Raksasa Di Puncak Gunung Burangrang. Tidak cukup sampai di situ, bahkan Abah Wanto pun mempersilakan rumahnya untuk dititipi berbagai perlengkapan dan logistik.

Abah Wanto merupakan salah satu pihak yang sangat banyak membantu dalam keberhasilan ekspedisi tersebut. Apalagi, mengingat ekspedisi tersebut bisa dikatakan sangat sulit. Pertama, kami melakukan pendakian pada saat melakukan Shaum Ramadhan. Kedua, tidak ada satupun dari seluruh anggota ekspedisi yang pernah melakukan pendakian saat Shaum Ramadhan. Namun, alhamdulillah, kami semua berhasil mengibarkan Bendera Tauhid di Puncak Gunung Burangrang dan seluruhnya melaksanakan shaum dengan sempurna.

Pertemuan berkesan dengan Abah Wanto pun berlanjut setelahnya. Saya kerap berada di samping beliau ketika dirinya bercerita mengenai lika liku kondisi dakwah di sekitar Kabupaten Bandung Barat.

Kadang saya dan lainnya juga tertawa mendengar bagaimana kelucuan beliau saat berceloteh, terutama ketika bercerita bagaimana dirinya kerap dikunjungi dan ditelepon oleh aparat kepolisian dan berdiskusi mengenai keislaman.

Cerita-cerita tersebut kerap saya dengarkan langsung dari Abah Wanto pada momen perjuangan berbagai aksi damai di Jakarta. Meski domisili saya di Kota Bandung, tapi saya selalu berangkat ke Jakarta bersama rombongan dari Kabupaten Bandung Barat. Sebab, sejumlah perlengkapan koordinasi ada di rombongan tersebut, sehingga memudahkan saya untuk koordinasi ketika sampai di Jakarta.

Bila saya mesti ke Jakarta untuk melaksanakan aksi damai, maka hiburan selama di perjalanan adalah segelas kopi, sebatang rokok, dan ngobrol seru soal dakwah di daerah masing-masing dengan sahabat-sahabat seperjuangan, dan salah satu yang paling seru adalah ngobrol dengan Abah Wanto.

Pertemuan terakhir saya dengan Abah Wanto adalah pada Aksi 2410 lalu. Saya menyempatkan diri berfoto bersama beliau. Saya sangat kagum dengan keberanian dan keteguhan beliau. Mesti harus menggunakan kursi roda, tidak sedikitpun mengurangi kekuatan dan ketegaran Abah Wanto dalam berjuang.

Sebuah kisah romantis yang indah. Saya mengawali pertemuan dengan Abah Wanto dalam momen perjuangan, bersama-sama dalam momen perjuangan, dan mengakhiri kebersamaan dengan beliau dalam momen perjuangan.

Maka Saya Hanya Bertemu Dan Mengenal Abah Wanto Sebagai Pejuang. Dan Saya Akan Menjadi Saksi Untuknya Di Hari Akhir.

Pemuda: Tonggak Peradaban dan Kemajuan Bangsa

Pemuda: Tonggak Peradaban dan Kemajuan Bangsa

RemajaIslamHebat.Com - Serang, (29/10). Komunitas Intelektual Muslimah Banten kembali menyelenggarakan Diskusi Aktivis bertemakan Pemuda Sebagai Tonggak Peradaban dan Kemajuan Bangsa. Acara yang dihadiri oleh para aktivis muslimah di Kota Serang dan sekitarnya ini diselenggarakan di Cafe Banten House Cijawa, Serang serta menghadirkan Ires Restu Indah Fauziah S.H sebagai pemateri.

Ires menyampaikan berbagai fakta pemuda khususnya di Indonesia yang telah kehilangan jati dirinya sebagai seorang muslim, dimana saat ini para pemuda telah terjangkit penyakit hedonisme sehingga mereka lebih fokus pada sesuatu hal yang bersifat kesenangan dan kemewahan gaya hidup.

"Mereka menjadi apatis terhadap permasalahan yang menimpa masyarakat padahal ditangan merekalah harusnya perubahan besar itu terjadi, karena pada dasarnya para pemuda adalah pemegang estafet perjuangan untuk memajukan bangsa", ungkapnya.

Selanjutnya, Ires juga mengungkapkan bahwa penyebab apatis dan hedonismenya para pemuda adalah karena para pemuda saat ini tidak memiliki sebuah ideologi yang shohih didalam dirinya. Karena dengan adanya ideologi tersebut akan menciptakan suatu idealisme yang tidak bisa ditukar dengan apapun bahkan nyawa sekalipun yang menjadi taruhannya.

"Rusaknya kepribadian para pemuda saat ini salah satunya disebabkan karena lingkungan rusak yang tercipta akibat ummat islam yang telah meninggalkan aturan-aturan Allah. Sehingga solusi satu-satunya bagi permasalahan pemuda saat ini adalah kembali kepada Islam, karena islam adalah satu-satunya agama yang sempurna dan paripurna. Satu-satunya agama sekaligus ideologi yang ada didunia ini, yang darinya akan terpancar idealisme yang shohih bagi para pengembannya", pungkasnya.

Diakhir acara, para peserta bersepakat atas solusi Islam yang ditawarkan. Mereka pun siap menghadiri kembali diskusi-diskusi yang akan diadakan berikutnya dan acara pun diakhiri dengan berfoto bersama.[Muslimah Banten Ideologis]

Monday, October 30, 2017

Suka Selfie (Harus) Suka Khilafah!

Suka Selfie (Harus) Suka Khilafah!

Oleh : Hardi Jofandu (Blogger)

Masih terngiang di ingatan kita, foto 'cute' pak Jokowi-JK saat masih menjadi Capres dan Cawapres. Dengan gaya khasnya waktu itu, salam 2 jari, keduanya dengan pose yang sangat 'cute' dan imut, berselfie ria di depan kamera.

Kita juga ingat, foto 'merakyat' pak Jokowi yang rela 'masuk got' demi untuk membersihkan gotnya. Foto tersebut, tentunya sangat berpengaruh terhadap 'suara' di pemilu tahun 2014 lalu.

Kali ini saya tak mau membahas masalah Presiden dan wakilnya, bagaimana kinerjanya selama menjabat ataupun yang lainnya. Saya juga tidak mau menyebut pencapaian buruk pemerintahannya, seperti hutang yang makin menumpuk, kemiskinan makin tinggi, dana haji mau digunakan untuk infrastruktur, masuknya pekerja cina ke negeri ini dan lain-lain. Sekali lagi, pencapaian buruk rezim ini tidak ingin saya sebut, karena saya tak mau dicap menebar kebencian.

Yang saya ingin soroti cuma satu: Pak Jokowi-JK menggunakan KAMERA untuk berselfie dan berkampanye. Itu artinya, kamera sudah berperan penting bagi kemenangan Pak Jokowi-JK dalam pemilu. Itu saja!

*****

Tak banyak yang tahu, kamera yang sering kita gunakan, termasuk yang digunakan pak Presiden ternyata ditemukan pertama kali oleh Ilmuwan Khilafah, Ibnu Al-Haitham. Nama lengkapnya Abu ‘Ali Al-Hasan Bin Al Haitham. Ia lahir di Bashra, Iraq, pada tahun 965 M di masa Kekhalifahan Abbasiyah. Ia dipanggil dengan Ibnu Al-Haitham, Ibnu Haitham atau Al Hazen.

Secara historis, ilmuwan muslim, Ibnu Al-Haitham bersama muridnya Kamaluddin al-Farisi menemukan kamera obscura sekitar akhir abad ke-10 M. Pada saat bersamaan, Barat waktu itu masih dilanda kegelapan, tanpa ada kemajuan sama sekali. Istilah kamera obscura yang ditemukan al-Haitham baru diperkenalkan di Barat sekitar abad ke-16 M. Lima abad setelah penemuan kamera obscura, Cardano Geronimo (1501 -1576), yang terpengaruh pemikiran al-Haitham mulai mengganti lubang bidik lensa dengan lensa (camera). Penggunaan lensa pada kamera obscura juga dilakukan Giovanni Batista della Porta (1535–1615 M). Joseph Kepler (1571 - 1630 M), meningkatkan fungsi kamera itu dengan menggunakan lensa negatif di belakang lensa positif, sehingga dapat memperbesar proyeksi gambar (prinsip ini digunakan dalam dunia lensa foto jarak jauh modern).

Robert Boyle (1627-1691 M), mulai menyusun kamera yang berbentuk kecil, tanpa kabel, jenisnya kotak kamera obscura pada 1665 M. Setelah 900 tahun dari penemuan al-Haitham, pelat-pelat foto pertama kali digunakan secara permanen untuk menangkap gambar yang dihasilkan oleh kamera obscura. Foto permanen pertama diambil oleh Joseph Nicephore Niepce di Prancis pada 1827. Tahun 1855, Roger Fenton menggunakan plat kaca negatif untuk mengambil gambar dari tentara Inggris selama Perang Crimean.

Tahun 1888, George Eastman mengembangkan prinsip kerja kamera obscura ciptaan al-Haitham dengan baik sekali dan George Eastman lah yang menciptakan kamera kodak. Sebuah versi kamera obscura digunakan dalam Perang Dunia I untuk melihat pesawat terbang dan pengukuran kinerja. Pada Perang Dunia II kamera obscura juga digunakan untuk memeriksa keakuratan navigasi perangkat radio. Begitulah penciptaan kamera obscura yang dicapai al-Haitham mampu mengubah peradaban dunia.

Peradaban dunia modern tentu sangat berutang budi kepada al-Haitham dan Khilafah sebagai negara yang melahirkannya. Semua didedikasikannya untuk kemajuan peradaban manusia. Sayangnya, umat Islam lebih terpesona pada pencapaian teknologi Barat, sehingga kurang menghargai dan mengapresiasi ilmuwan Muslim. Umat Islam saat ini juga kurang mengapresiasi dan menghargai negara Khilafah yang telah melahirkan ilmuwan yang berkualitas.

Di negeri ini, negara Khilafah dengan segala jasanya malah dianggap sebagai ancaman, bahkan terlarang. Orang memperjuangkannya akan dikriminalisasi dan diancam pidana. Padahal pada waktu yang bersamaan kamera yang kita tahu dilahirkan oleh ilmuwan Khilafah justru digunakan di negeri ini. Yang menggunakannya pun adalah mereka yang sangat anti terhadap Khilafah. 

Maka sungguh lucu bila ada yang menggunakan kamera untuk berselfie, bahkan berkampanye, malah menuduh Khilafah berbahaya, bahkan mengeluarkan Perppu untuk melarangnya. Penemuannya diambil, ilmuwannya dipuji sedangkan negara yang melahirkan ilmuwannya malah dibenci sedemikian rupa. Orang semacam ini terkategori manusia-manusia yang tidak tahu berterimah kasih. Dan sepantasnya orang semacam ini dinasehati : Kalau suka selfie (harus) suka Khilafah! Wallahu a'lam bish shawab.[dari berbagai sumber]

Sunday, October 29, 2017

Sang Sanggala!

Sang Sanggala!

Oleh : Rizqi Awal

Perkenalkan, namanya Hikma Sanggala, mahasiswa IAIN Kendari. Saya bertemu dengannya salah satunya saat mengisi di Kendari beberapa waktu silam. Anaknya semangat, jiwanya pemberani, pendiriannya teguh.

Jiwanya yang terlanjur membara dengan islam itu, memberanikan diri membuat video dukungan aksi bela islam 299. Dilalah, jas almamater kampusnya yang bertulis IAIN itu, ternyata "ngeri" dengan video itu. Wajarlah, institutnya tak berani menyampaikan islam yang kaffah yang terselip dalam kepanjangan nama lembaga itu.

Melalui surat tertanggal 5 Oktober 2017 itu, skorsing resmi dijatuhkan kepadanya. Apakah dia berhenti untuk mewacanakan islam? Saya rasa, Hikma adalah salah satu dari sedikit mahasiswa yang idealis yang sulit dibungkam hanya dengan skorsing 1 semester yang diterimanya. Hikma, dan sejumlah aktivis BEM yang juga diciderai oleh keadilan itu, adalah para pemberani.

Di kampusnya, Hikma tak sendirian. Ada 5 sahabatnya juga yang kena kasus demikian. Ujian itu telah membuktikan, bahwa Hikma, berusaha mentalak tiga dunia ini. Ia berani jual beli dengan Allah SWT bukan dengan harga yang murah. Pertaruhan idealis seorang anak muda islam, berjaket mahasiswa dan lantang bicara kebenaran.

Pada aksi 2410 kemarin, jauh dari Kendari, beliau nekat datang ke Jakarta. Berdiri di atas podium, sembari menyatakan diri, bahwa "KAMI TIDAK TAKUT!". Ya sesungguhnya pihak REKTORAT IAIN Kendari lah yang KALAH telak. Argumennya termentahkan, persekusi dilakukan. Wajarlah, intelektual yang kalah dengan jiwa idealis anak muda islam.

Wahai Rektor seluruh Indonesia, adakah mahasiswa-mahasiswa anda adalah pecundang belaka? yang duduk terdiam, tanpa mengkiritisi setiap argumen intelektual yang ada. Bersiaplah, kita akan sambut masa di mana Warga Indonesia menjadi babu di negeri sendiri!

Apa yang dilakukan oleh aktivis-aktivis BEM SI, Aktivis Gema Pembebasan dan Aktivis Mahasiswa lainnya yang kritis, mereka sesungguhnya tengah memainkan politik masa depan mereka! Sebab, mereka belajar dari perihnya hidup, melemparkan bara api kebenaran ditengah-tengah bungkamnya suara perubahan!

KERJA! KERJA! KERJA! Tak akan mendapatkan esensi penuh arti, sebab daya kritis dan kreatif tiada. Maka, lahirlah jiwa pekerja yang mengejar dunia, dan mengabaikan kebenaran dan amal urusan akhirat dikesampingkan.

Terima kasih mas Sanggala atas kesan dan pesan perjuanganmu yang penuh makna!

Akhukum,

Rizqi Awal,
Anggota Perisai Alumni Dakwah Kampus Indonesia

Saturday, October 28, 2017

Spirit Sumpah Pemuda Hakiki Melawan Kapitalisme Global

Spirit Sumpah Pemuda Hakiki Melawan Kapitalisme Global

Oleh : Rahmadinda Siregar, Mahasiswi Sejarah Kebudayaan Islam UIN Sunan Kalijaga

Pemuda merupakan salah satu pilar penting penopang setiap perubahan masyarakat dan bangsa. Setiap perjuangan yang mengarah pada perubahan, tidak akan pernah absen di dalamnya peran sentral pemuda. Begitupun sejarah bangsa ini, berdirinya NKRI tidak lepas dari peran pemuda dalam pentas perlawanan menghadapi tiran penjajah kolonial.

Hari ini, bertepatan 28 Oktober 2017, sejarah mengingatkan kita sebuah ikrar para pemuda yang bersikukuh membebaskan negeri ini dari penjajahan klasik. Ikrar yang mengisyaratkan satu tanah air, satu bangsa dan satu bahasa terucap dari lisan para pemuda.

Meskipun kini, usia sumpah pemuda sudah 89 tahun sejak diikrarkan pertama kalinya dalam kongres pemuda 27-28 Oktober 1928. Namun apa yang kita saksikan hari ini? Gerakan dan semangat sumpah pemuda semakin menghilang dan mengalami kepudaran. Ibarat orang yang berlari membawa air di dalam ember bocor, itulah gambaran spirit sumpah pemuda kini dari masa ke masa.

Gerakan dan semangat itu telah tertawan oleh kepentingan pragmatis ideologi Kapitalisme sekuler yang terus mengeksploitasi pemuda.

Kesetiaan mereka terhadap persoalan negeri ini semakin memudar, jarak pemuda dan masyarakat pun kini mengaga lebar bagaikan menara gading dan akar rumput.

Pemuda kini tak lagi hadir untuk rakyat, mereka memilih lebih apatis terhadap fakta sosial yang terjadi di tengah masyarakat. Tumpulnya daya kritis terhadap kebijakan-kebijakan rezim yang merugikan rakyat seakan tertutupi kabut tebal dari pandangan pergerakan pemuda.

Bagaimana tidak, kita menyaksikan mahasiswa -yang merupakan elemen pemuda- juga turut menggantungkan almamater-almamaternya seraya duduk manis di antara pesta pora kekuasaan. Ada yang menjadi pejabat, ada yang menjadi DPR, ada yang menjadi menteri. Semua telah bungkam pada nurani perjuangan.

/ Kesetiaan pemuda terhadap sumpah setiannya haruslah direnungkan kembali /

Cukupkah sumpah yang hanya lahir dari spirit ruh nasionalisme semata, yang sejatinya juga adalah racun yang dihembuskan penjajah Barat untuk semakin memecah belah persatuan umat Islam atas nama bangsa (nation) dan kemerdekaan. Sumpah yang hanya membangkitkan sentimen atas dasar emosional semata tatkala ada ancaman fisik dari penjajah asing.

Sumpah yang seperti itu bukanlah sumpah hakiki yang membawa pemuda negeri ini ke arah kebangkitan yang benar. Pasalnya, sentimen nasionalisme muncul hanya ketika ancaman fisik itu ada.

Sedangkan saat ini, di saat negeri ini dijajah oleh Kapitalisme neoliberal, dalam bidang ekonomi misalnya, perampokan legal kekayaan SDA oleh asing dan aseng dibiarkan begitu saja, lampu hijau yang terus dinyalakan bagi investor asing dan aseng pada pembangunan meikarta, reklamasi teluk jakarta, proyek infrastruktur lainnya.

Sumpah sejati mustinya tidak hanya slogan dan jargon semata, namun sumpah yang benar-benar membangkitkan dan membawa perubahan hakiki di tengah-tengah masyarakat.

Untuk itu perlu kiranya para pemuda negeri ini mengokohkan kembali visi hakiki sumpah yang hidup dalam ruh perjuangan mereka.

Sumpah yang menjadi saksi pula kelak di yaumul akhir hakikat diri mereka sebagai hamba Allah swt.

“SESUNGGUHNYA SHALATKU, IBADAHKU, HIDUPKU, DAN MATIKU HANYA UNTUK RABBIL'ALAMIIN!”

Inilah sumpah hakiki kita wahai pemuda! Sumpah yang akan menggerakkan kaki-kaki ini melawan kezhaliman dan menyapu bersih setiap ancaman yang merongrong negeri ini dari penjajahan neoimperialisme dan neokolonialisme.

Sumpah setia kita kepada rabbul ‘aalamiin yang akan menjadi ruh dan akar kebangkitan hakiki yang tidak bisa digantikan oleh slogan slogan kosong manusia. Sumpah yang tidak akan menerima tawar menawar kepentingan demi menggadaikan idealisme kita.

Maka ingatlah, tatka kita membacanya dalam sholat, doa dan harapan kita dengan penuh kekhusyukan dan ketundukan bahwa kita telah berikrar untuk setia dan mengikatkan diri sepenuhnya dalam seluruh aspek kehidupan kita dengan tali agama-Nya. []

Mengurus Ruhiyah Anak

Mengurus Ruhiyah Anak

Oleh : Abah Ihsan Baihaqi Ibnu Bukhari

Anak kita lebih duluan kenal kita, orangtuanya atau lingkungan pergaulannya? Anak kita lebih lama hidup dengan kita, orangtuanya atau lingkungan pergaulannya?

Jawabannya jelas: orangtua. Jadi mengapa menyalahkan lingkungan pergaulan anak atas perilaku anak yang tidak kita harapkan?

Jika ada anak terpengaruh teman-temannya, sudah jelas, mereka tidak mendapatkan banyak pengaruh dari orangtuanya. Mungkin orangtua sudah berusaha mempengaruhi, tapi karena mengasuh anak seadanya (tanpa ilmu) maka akhirnya yang sampai kepada anak pun seadanya.

Akibat tidak sampai pengaruh itu kepada anak seadanya, wajar anak-anak ini akhirnya lebih banyak terpengaruh teman-temannya dibandingkan orangtuanya.

Padahal, andaikan semua anak menerima cinta orangtua, maka kecil kemungkinan bagi anak untuk tidak menjadikan orangtua sebagai sumber referensi kehidupan terpercaya.

Jika orangtua sudah memberikan cinta pada anak dengan benar, seharusnya semua anak yang menerima cinta orangtuanya, akan kecewa jika membuat orangtuanya kecewa, akan sedih jika membuat orangtuanya sedih.

Bayangkan kita bersahabat dengan seseorang. Katakanlah nama sahabat kita: Fulan. Kita sangat akrab dengan Fulan. Sering curhat bareng. Sering ngobrol. Sering bercanda. Apa yang kita rasakan jika suatu hari, secara tidak sengaja, mengecewakan Fulan? Bukankah kita dalam hati juga merasa kecewa? Bukankah kita akan merasa sedih jika tak sengaja, apalagi sengaja, membuat dia sedih?

Jadi, jika ada anak-anak setelah dewasa terlalu sering menyusahkan hidup orangtua, mengecewakan orangtua, membuat sedih orangtua, bahkan berani menyakiti orangtuanya, tandanya apa? Sungguh mereka tidak menerima cinta kita.

Memberi cinta pada anak berarti memberikan tidak hanya KASIH tapi juga SAYANG (pelajari tentang apa bedanya orangtua pengasih dan penyayang di chanel youtube saya). Memberi cinta pada anak berarti tidak sekadar ngurus fisiknya, tapi juga jiwanya.

Seseorang di sesi konseling sast mengadukan anaknya bermasalah, lalu saya ungkapkan soal di atas, dia segera membantah "saya kerja untuk anak, saya masakin anak, saya pulang kerja mandiin mereka, ngasi makan mereka, beliin baju dan mainan mereka, bukankah saya sudah memberikan cinta?"

Lalu ibu ini sesegukan menangis, ketika saya katakan bahwa memberikan cinta pada anak juga berarti ngurus "ruhiyah" atau hati anak, bukan hanya fisiknya.

Ngurus hati anak berarti kita benar-benar menyediakan waktu BERSAMA mereka untuk menginstall nilai-nilai kebaikan kepada mereka, menyediakan majlis ilmu di rumah, membuat halaqoh ilmu dengan mereka. Program 1821 adalah ikhtiarnya.

Andai saja setiap hari orangtua mau nyediakan waktu untuk anak 3 jam saja bersama mereka untuk 1821 atau ta'lim dengan anak, insya Allah seharusnya semua anak akan benar-benar keurus ruhiyahnya.

Ini minimal, apalagi lebih dari itu. Ingat ya bersama anak, bukan di dekat anak. Bersama anak itu berarti benar-benar fokus, tidak disambil dengan mengerjakan urusan domestik, pekerjaan kantor, bermedsos, bergadget dan gangguan "pihak ketiga" lainnya.

Insya Allah semua anak yang diurus ruhiyahnya, anak-anak itu semuanya mencintai orangtuanya kok.

Seorang guru melaporkan kepada saya dengan penuh haru, bahwa seorang murid menulis ini saat ditanya pekerjaan orangtuanya. Ini kira-kira bunyinya:

"Abahku (panggilan anak ini untuk ayahnya) bekerja demi keluargaku. Aku sangat bersyukur mempunyai abah seperti sekarang.

Dulu abahku tidak seperti aku, kalau minta apa-apa harus jualan dulu, membantu dirumah orang kaya. Aku bangga dengan abahku, dia selalu menemaniku setiap malam. Ia tak pernah merasa lelah di depan kami, tetapi hatinya lelah.

Aku sangat senang mempunyai abah, dia yang mengingatkanku selain umi.  Dia hebat bekerja, tidak pernah malas. Iya sangat baik, bekerja seminggu 2 kali, sabtu-Ahad. Aku juga bersyukur pada Allah telah mencukupkan keluargaku.

Aku akan membahagiakan Abah dan Umiku. Aku akan berusaha untuk membuat mereka bahagia, hanya dengan senyumannya aku sudah bahagia. Terimakasih ya Rabbi kau telah berikan abah seperti abahku yang sangat hebat.

Terimakasih telah menafkahi keluarga, aku akan berusaha sekuat tenaga untuk membahagiakan engkau."

Bukan hanya anak ini, bagi saya, semua anak bahkan jika mereka ditanya, apakah mereka mencintai orangtuanya?

Jika orangtua sering menghabiskan waktu bersama anak, sering mengisi ruhiyahnya, sering ngobrol dengan mereka dan seterusnya, jika mereka diberikan kesempatan meluahkan perasaan, termasuk tulisan, insya Allah mereka akan menuliskan perasaan yang sama bahwa mereka mencintai orangtuanya.

Jika itu terjadi, maka saya ucapkan, selamat, Anda sudah jadi orangtua BETULAN, in sya Allah.

Tak Sakit Ketika Tertembus Panah

Tak Sakit Ketika Tertembus Panah

RemajaIslamHebat.Com - Beliau adalah Abbad bin Bisyr yang termasuk di antara ahli ibadah, tetapi juga termasuk golongan para pahlawan yang gagah berani dalam menegakkan Islam. Ketika Islam mulai tersiar di Madinah, usia Abbad bin Bisyr belum mencapai 25 tahun.

Dia mendekatkan diri kepada seorang da'i dari Makkah yang bernama Mush'ab bin Umair. Dalam tempo singkat saja, hati keduanya telah terikat dalam ikatan iman yang kokoh. Abbad mulai belajar membaca Al Qur'an kepada Mush'ab. Suaranya merdu, menyejukkan hati serta menawan. Oleh karena itu, ia terkenal di kalangan para sahabat sebagai imam dan pembaca Al Qur'an.

Abbad bin Bisyr turut berperang bersama Rasulullah SAW dalam tiap peperangan yang beliau pimpin. Dalam peperangan-peperangan itu, dia bertugas sebagai pemabawa Al Qur'an.
Ketika Rasulullah SAW kembali dari perang Dzatur Riqa', beliau beristirahat dengan seluruh pasukan muslim di lereng sebuah bukit. Setibanya di tempat peristirahatan di atas bukit, Rasulullah SAW bertanya,
”Siapa yang bertugas jaga malam ini?”
”Kami ya Rasulullah,” kata Abbad bin Bisyr dan Amar bin Yasir seraya berdiri.

Rasululah SAW telah menjadikan keduanya bersaudara ketika kaum Muhajirin baru tiba di Madinah. Ketika keduanya keluar ke pos penjagaan, Abbad bertanya kepada Ammar,
”Siapa di antara kita yang berjaga terlebih dahulu?”
”Aku yang tidur lebih dahulu,” jawab Ammar yang bersiap untuk berbaring tak jauh dari tempat penjagaan.

Dalam suasana malam yang tenang dan hening, Abbad shalat malam dan larut dalam manisnya ayat-ayat Al Qur'an yang dibacanya. Dalam shalat itu ia membaca surat Al Kahfi dengan suara memilukan bagi siapa saja yang mendengarnya.

Ketika Abbad tenggelam dalam kekhusyukan shalat Tahajud, seorang musuh datang menyelinap. Musuh itu yakin bahwa Rasulullah SAW ada di tempat itu dan orang yang sedang shalat itu adalah pengawal yang bertugas jaga.

Orang itu menyiapkan anak panah dan memanah Abbad dengan tepat mengenai tubuhnya. Abbad mencabut anak panah yang bersarang di tubuhnya sambil meneruskan bacaan dan tenggelam dalam shalat. Orang itu memanah lagi dan mengenai tubuh Abbad dengan jitu lagi. Abbad kembali mencabut anak panah dari tubuhnya dan kembali meneruskan ibadahnya. Kemudian orang itu memanah lagi dan Abbad mencabut lagi anak panahnya seperti dua anak panah sebelumnya.

Kini giliran jaga diemban oleh Ammar bin Yasir pun tiba..
Abbad merangkak ke dekat saudaranya yang tidur lalu membangunkannya seraya berkata,
”Bangunlah saudaraku, aku terluka parah dan lemas,” kata Abbad.

Sementara itu, si pemanah tadi yang mengetahui melihat pasangan saudara itu, buru-buru melarikan diri. Ammar menoleh ke arah Abbad dan melihat darah bercucuran dari tiga luka di tubuhnya.
'Subhanallah, mengapa engkau tidak membangunkan aku ketika panah pertama mengenai tubuhmu saudaraku?” kata Ammar.
”Aku sedang membaca Al Qur'an dalam shalat. Aku tidak ingin memutuskan bacaanku hingga selesai. Demi Allah, kalaulah tidak karena takut akan menyia-nyiakan tugas jaga yang dibebankan oleh Rasulullah SAW untuk menjaga pos perkemahan kaum muslimin, biarlah tubuhku putus daripada harus menghentikan bacaan Al Qur'an dalam shalat,” jawab Abbad.[Wadah Aspirasi Muslimah]

Suamiku Kuat Sekali

Suamiku Kuat Sekali

Oleh : Hilmi Firdausi

BAGI seorang Istri, memiliki suami yang kuat adalah segalanya. Kuat dalam berbagai macam hal, tak hanya kuat yang "itu" , tapi juga kuat dalam hal lain, hingga sang Istri akan merasa aman dan tentram jika bersama suami. Setangguh apapun wanita, bohong besar jika ia tak menginginkan dipimpin, dipandu, dituntun dan dimanja oleh lelaki. Itulah fitrah wanita, fitrah seorang Istri...punya suami "kuat" yang bisa melindungi. Kuat seperti apa aja sih ???

1. Kuat dalam memimpin

Seorang Suami adalah Pemimpin sejati dalam keluarga. Pemimpin yang telah ditaqdirkan Allah utk memimpin. Pemimpin yang tidak meminta-minta jabatan, pemimpin yang anti pencitraan, pemimpin yang ga suka marah-marah, apalagi sampai melecehkan ayat Al-Qur'an... eh...kok jadi kemana-mana, jadi inget yang lagi di Mako Brimob . Poko'e, Sang suami itu punya jiwa kepemimpinan yang setrongg. Dihormati seisi rumah. Perintahnya (dalam kebaikan) bak sabda Pandito Ratu. Tak perlu marah untuk memberikan perintah, berwibawa dan terutama, sekeluarga akan merasa tenang, aman, nyaman, gemah ripah lohjinawi jika bersamanya. Satu lagi, bagi seorang Suami ga kenal istilah SUSIS (SUami Sieun IStri), adanya SOSIS (Suami Oke Sayang Istri Sekeluarga)---yang paling nikmat tentunya SOSIS BRAGA "Suami Oke Sayang Istri Sekeluarga BeRsama hinggA surGA".

2. Kuat dalam memotivasi

Tak perlu ikut seminar motivasi atau pelatihan sana-sini untuk dapetin suntikan motivasi kece. Seorang Suami kuat mampu membangkitkan semangat istri dalam mengarungi bahtera kehidupan, dan juga mengarungi setumpuk cucian dan setrikaan. Dia akan berkata "Istriku yang super, aku yakin cucian dan setrikaan menggunung ini tak ada apa-apanya dibanding rasa cinta kita. Semangat istriku, doaku senantiasa menyertaimu! (Dalam hati istri berkata...bantuin napa, ngomong doank! )

3. Kuat Agamanya

Inilah seharusnya kriteria utama seorang wanita dalam mencari pasangannya, yakni mengerti tentang agamanya dan selalu mengajak kebaikan. Suami yang baik agamanya visi misinya selalu Ukhrowi. Ngajak sekeluarga bareng-bareng ke Surga. Ga pernah berpikiran, "ah saya mau ke Surga sendirian aja, nanti kalo ngajak Istri ga bisa bebas sama bidadari ", klo ada suami yang mau sendirian ke Surga, anak dan istri berhak komplain, karena Suami adalah penanggung jawab Istri dan anak-anaknya. Kalo Istri dan anak ga beres, maka Suamilah yang harus pertama disalahkan. Berat kan jadi suami? Makanya klo menikah kudu punya Ilmunya dulu wahai para Bujang, juga yang mau berniat nambah lagi, yakinkan bahwa pernikahan anda selanjutnya bermotivasi Surga, bukan hanya mencari kesenangan dan kenikmatan sementara.

4. Kuat dalam mendidik

Selayaknya seorang guru yang sabar dalam mendidik muridnya. Seorang Suami yang baik juga akan dengan sabar mendidik istrinya, tidak terburu-buru dalam menyampaikan ilmu, dan tidak galak jika Istri nakal dan membandel, ga main langsung setrap. Ga lucu kan lihat istri berdiri ngangkat satu kaki sambil jewer kuping di depan rumah .

5. Kuat dalam menghibur

Kekuatan menghibur ini yang paling disuka oleh keluarga. Seorang Suami yang bisa menghibur, akan membuat rumah menjadi hangat dan penuh kegembiraan. Inilah inti dari sakinah, seisi rumah merasa tentram, rumah menjadi hal yg paling dirindukan. Kekuatan entertainer seorang Suami yang lebih spesial ditujukan utk istri. Sang suami tau bagaimana menyenangkan seorang istri, tidak melulu  harus bersifat materi...menghibur istri bisa juga joget-joget ala boneka mampang misalnya , klo ga mampu ya minimal sering-seringlah ngabodor didepan istri, jangan serius mulu...menurut survei, lelaki yg humoris itu amat sangat lebih dicintai dibanding lelaki yg terlalu serius. Karena biasanya klo Serius itu hobinya teriak-teriak "rocker juga manusiaa...." .

6. Kuat dalam menggombal

Kekuatan yang ini spesial buat menaklukan hati istri. Jangan berpikir mentang-mentang sudah halal, istri ga perlu dirayu, digombalin, diromantisin...tetot ! Anda salah ! Justru setelah menikah, suami (pun juga istri) harus pandai merayu dan menggombal pasangannya. Untuk apa ? Ya agar pasangan kita termotivasi untuk menjadi lebih baik. Ini gombalan halal, rayuan syar'i dan Insya Allah berpahala besar. Saya kasih contoh, misal Istri agak malas masak ; "Sayang, emang enak sih masakan si Bibi, tapi sesekali boleh donk aku nyicipin masakan bidadari?" Asyeekkk Atau istri cerewet, kerjaannya ngomel terus, maka suami akan bilang "Honey, aku tau...marah atau diam kamu sama cantiknya, tapi aku khawatir kalau kamu ngomel terus, wajah kamu akan terlihat lelah, stress dan tidak fresh, aku ga pingin bidadariku turun satu level kecantikannya."#eeeaaaa
Atau juga Istri kita agak malas beribadah, malas menuntut Ilmu agama, suami akan bilang ;"Cinta, aku tau di Surga ada bidadari yang akan menemani para lelaki sholih, namun izinkanlah aku untuk meminangmu menjadi Permaisuriku kelak di JannahNya, yuuk bersama-sama kita mencari ridhoNya, kita saling mengingatkan dalam kebaikan dan ketaqwaan ya..." #meleleh

7. Kuat secara finansial

Nah...ini nih, kekuatan idaman, ajian pamungkas...ga boleh ga ada. Kudu n wajib dimiliki oleh Suami. Haram hukumnya suami pelit n bakhil sama Anak Istri ( jika suami mampu tentunya). Sering ngajak jalan-jalan, sering ngasih hadiah, sesekali ngajak makan diluar rumah, sesekali juga buat kejutan...pokoknya ga pedit, medit n buntut kasiran...ngerti ga? . Lalu bagaimana kalau suami penghasilannya pas-pasan, ya disesuaikan...ngajak jalan yang hemat, ke taman kota, ke alun-alun, naik odong-odong kan ga mahal. Lalu ngajak makan, pecel lele, sate madura pinggir jalan, soto lamongan seporsi 10ribuan...tak kalah menyenangkan. Hadiah juga bisa beli yang 5ribuan buat anak-anak, pasti mereka happy karena bukan nilai barangnya yang mereka lihat, tapi kecintaan dan kepedulian Ayahnya kepada mereka. Lalu buat istri, kalau ga bisa beli baju, sepatu dan tas branded, ya ajak aja Istri keliling Pasar tradisional, bisa tawar menawar, sampaikan "Honey, buat aku, kamu pakai baju pasar ini pun cantiknya luar biasa, tak kalah dengan baju rancangan desainer ternama". Saya yakin Istripun akan sangat faham kondisi ekonomi keluarga, tidak mungkin minta materi berlebih jika belum ada. Namun perhatian yang diberikan Suami tercinta itu jauh lebih utama.

Semoga bermanfaat
Baarakallahu fiikum.[]

Menonton dan Menyaksikan

Menonton dan Menyaksikan

Oleh : Ina Ratu

“Tidaklah sama antara mukmin yang duduk yg tidak mempunyai ‘uzur dengan orang-orang yg berjihad di jalan Allah dengan harta mereka dan jiwanya. Allah melebihkan orang-orang yg berjihad dengan harta dan jiwanya atas orang-orang yg duduk satu derajat. Kepada masing-masing mereka Allah menjanjikan pahala yang baik (surga) dan Allah melebihkan orang-orang yang berjihad atas orang yang duduk dengan pahala yang besar.” (TQS. An-Nisaa [4]: 95)

“saya tidak begitu minat masalah politik”.(karna bukan ranah saya) .. benang merahnya adalah, hal yang dikatakan benar jika yang dimaksud adalah politik kotor dalam sistem kufur semacam demokrasi, pastilah siapapun akan muak mendengar dan membicarakannya. karena saya juga demikian. Tak ada satu hal pun yg baik untuk dijadikan contoh dari sebuah sistem yang bobrok dan diragukan kesuksesannya semacam itu. Tak ada yang menarik untuk dibicarakan mengenai sistem demokrasi yang berasal dari peradaban yunani yang hancur dan tak menghargai harkat dan martabat manusia!!!

Tetapi ketika politik yang di bicarakan adalah politik islam maka tentu ini sesuatu yang berbeda. Politik islam yang kita bicarakan adl sistem politik yang HANYA bisa diterapkan dlam sebuah sistem kenegaraan yang disebut Khilafah Islamiyah, tidak dalam bentuk sistem selain itu. Sistem politik ini adl sistem politik terbaik yang pernah dijalankan di muka bumi, pernah terbukti berhasil menyejahterakan manusia selama 1300 tahun, pernah membuat peradaban muslim menjadi peradaban yang begitu jaya, hebat, disegani dan dihormati oleh kawan maupun lawan. Karena sistem ini berasal langsung dari sang pencipta manusia, Allah swt.
Tidak akan ada kehinaan di sisi Allah bagi siapapun yang membicarakan, mengkaji, memikirkan, apalagi memperjuangkan politik islam dalam bingkai khilafah. Justru memperjuangkannya adalah sesuatu yang wajib hukumnya bagi semua muslim, tanpa terkecuali. Jadi jika saat ini tak ada ketertarikan dalam hati untuk memikirkan masalah politik islam, maka ubahlah mindset bahwa “saya harus mau tahu, dan saya harus tahu”. Krna tanpa adanya kekuasaan politik, agama kita tak akan pernah bisa menjadi agama yang rahmatan lil ‘alamin.

“Sesungguhnya dunia adalah ladang bagi akhirat, tidaklah sempurna agama kecuali dengan dunia. Kekuasaan dan agama bagaikan saudara kembar dimana agama merupakan pondasi dan penguasa adalah penjaganya. Apa saja yang tidak memiliki pondasi akan hancur, dan apa saja yang tidak memiliki penjaga akan hilang. Dan tidaklah sempurna kekuasaan dan hukum kecuali dengan adanya pemimpin.” – Ibnu Sina, dalam buku Al-Qanun.

Memang benar, ada atau tidak adanya orang yang memperjuangkan sistem politik islam tidaklah masalah bagi Allah, karena jika Allah sudah berkehendak untuk merealisasikan janjiNya maka “kun fayakun” pasti akan terjadi juga. Tapi apakah iya kita hanya akan menjadi penonton dan menunggu Allah menampakkan kekuasaannya tanpa ada keinginan kita untuk memperjuangkan tegaknya agama yang indah ini di muka bumi?

Cobalah baca sabda Rasulullah berikut,

“Barang siapa yang pada pagi hari hasratnya adalah selain Allah maka pada sisi Allah bukanlah apa-apa, dan barang siapa yang pagi harinya tidak peduli dengan urusan kaum muslimin maka dia bukan bagian dari mereka.”(HR. Imam Al Baihaqi dalam Syu’abul Iman)

Nasehat dosen saya yang tidak akan saya lupa: "Jangan Buat Allah Kecewa pada kita atas amanah yang lagi Allah percayakan pada kita. Andai Ummat muslim memahami IslamNya, Maka yakin Bahwa Peradaban Barat Kapitalisme akan cepat HANCUR!!!
Tugas kita adalah bagaimana kita mengubah pemikiran Ummat yang Belum Faham. 1 peluru bisa menembus 1 Kepala manusia, Tapi 1 Pemikiran Bisa menembus Ribuan Bahkan Jutaan kepala Manusia".

*Kontribusi kita, apakah siap atau tidak.. ???
itu Pilihan!

Sumber:

Fb: Ina Ratu

Friday, October 27, 2017

Menjadi Negara Polisi

Menjadi Negara Polisi

Oleh: Prof.Daniel Mohammad Rosyid

Pada saat PERPUU tentang Ormas disahkan menjadi UU, walaupun ada frasa penghibur "akan direvisi setelah menjadi UU", Republik ini kian menjadi negara polisi, menjauh secara perlahan dari negara hukum. Peristiwa ini sebetulnya tidak mengejutkan karena negara yang sedang lapar investasi akan harus mengurangi kebebasan sipil. Investor asing menghendaki jaminan kepastian pasar yang ramah terhadap mereka.

Bahkan AS yg konon menjadi kampiun demokrasi, di bawah Trump -seorang pengusaha investor- makin menjadi negara polisi. Tahun 2017 ini saja, polisi AS telah menembak mati 7ribu warga mereka sendiri karena berbagai alasan, semantara polisi Inggris telah menembak mati kurang dari 70 orang selama 20 tahun terakhir ini. Kita bisa hitung berapa WNI yang mati di tangan polisi selama 2017 ini. Keamanan (kepastian investasi) secara umum harus dibangun dengan cara mengorbankan kebebasan sipil. Segera harus dicatat bahwa kebebasan sipil dalam masyarakat yang majemuk adalah prasyarat bagi sebuah masyarakat yang kreatif dan inovatif.

Sikap pemerintah yg lapar investasi akan menunjukkan perilaku yang sama ini. Namun sikap memolisi masyarakat sipil ini sudah dimulai jauh lebih awal, yaitu pengontrolan pikiran warga negara secara diam-diam melalui sistem persekolahan yang pada hakekatnya adalah sistem persekolahan paksa massal mass forced schooling.

Melalui kurikulum nasional yg ditetapkan pemerintah, cara berpikir warga negara di awasi dan dibentuk sesuai dengan harapan investor. Investor mengharapkan warga yang patuh dan berdisiplin serta mudah diatur. Masyarakat yang cerdas dan bebas berpikir serta berjiwa merdeka akan sangat mengganggu investasi. Saat ini kita sudah menyaksikan, seperti dikatakan Buya Syafii Ma'arif, bahwa ekonomi kita makin terjajah karena dikuasai oleh pemodal besar asing.

Misi terpenting pendidikan bagi Ki Hadjar Dewantara adalah menumbuhkembangkan jiwa merdeka sebagai syarat budaya bagi Proklamasi Kemerdekaan 17/8/1945. Jiwa merdeka lebih penting daripada kompetensi teknikal industrial, ahlaq mulia atau IMTAQ sekalipun.

Dalam perspektif itu, pada saat DPR menyetujui PERPUU Ormas menjadi UU, DPR bersama Kemendagri dan persekolahan paksa massal semakin membuktikan diri sebagai lembaga yang jauh lebih membahayakan Pancasila daripada HTI.

Sukolilo, 25/10/2017

Stop Makan Bangkai

Stop Makan Bangkai

Oleh : Annisa Afriliani Hana

APA yang terbayang dibenak kita saat mendengar kata bangkai? Bau, busuk, menjijikan bukan? Tapi sayangnya banyak orang yang makan bangkai saudaranya sendiri tanpa ia sadari. Ya, mereka lah orang-orang yang suka meng-ghibah. Ghibah adalah dosa besar yang dapat menyeret pelakunya dalam kerugian dunia akhirat. Bagaimaba tidak, di dunia ia dijauhi manusia karena hobinya ngomongin orang, di akhirat ia pun mendapatkan adzab dariNya.

Dari Abu Hurairah radhiyallahu ‘anhu, Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda, “Tahukah engkau apa itu ghibah?” Mereka menjawab, “Allah dan Rasul-Nya yang lebih tahu.” Ia berkata, “Engkau menyebutkan kejelekan saudaramu yang ia tidak suka untuk didengarkan orang lain.” Beliau ditanya, “Bagaimana jika yang disebutkan sesuai kenyataan?” Jawab Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam, “Jika sesuai kenyataan berarti engkau telah mengghibahnya. Jika tidak sesuai, berarti engkau telah memfitnahnya.” (HR. Muslim no. 2589).

Kenapa mengghibah diumpamakan seperti memakan bangkai manusia? Karena mengghibah sama dengan mengoyak kehormatan orang lain dan orang tersebut diibaratkan seperti mayat karena tidak berdaya melakukan pembelaan, termasuk membela dirinya saat kehormatannya dikoyak, harga dirinya dijatuhkan.

Namun sayangnya, di sistem kapitalisme sekuler ini, ghibah seolah dihalalkan secara kolektif. Dia dikemas dengan sangat apik, dibahasakan dengan keren, yakni bernama “infotaiment”. Mengghibah pun dikapitalisasi. Rating tinggi, uang mengalir, tak peduli tentang dosa.

Akhirnya makan bangkai pun membudaya. Ada makan bangkai pagi, makan bangkai siang, sampai makan bangkai sore. Naudzubillahi min dzalik....

Mirisnya ghibah sering tak disadari. Kumpul-kumpul dengan tetangga sambil membicarakan aib orang lain. Kumpul keluarga pun saling membuka aib pasangan. Tak hanya itu, di era digital ini, ghibah juga merambah ke dunia medsos. Mengubar aib orang lain lewat status. Mengungkapkan permasalahan rumah tangga di facebook. Istri menjelek-jelekan suami, suami menjelek-jelekkan istri. Untuk apa?

Sejatinya ghibah itu mengungkapkan sesuatu yang benar terjadi pada seseorang, namun sesungguhnya orang tersebut enggan atau merasa malu jika hal itu diketahui orang lain. Tapi kalau ngomongin sesuatu yang sebatas dugaan kita tentang orang lain, dan faktanya memang tidak benar, maka itu namanya fitnah. Keduanya haram hukumnya.
Tahanlah lisan dari berbicara yang sia-sia, apalagi membicarakan orang lain.

Rasulullah saw sungguh telah mengingatkan kita untuk menjaga lisan kita dari sesuatu yang dapat menyakiti orang lain. Beliau bersabda “berkatalah yang baik atau diam.” (HR.Muslim). Stop menggunjing, stop mengghibah. Karena sejatinya menggibah sama saja kita memakan bangkai saudara kita sendiri. Naudzubillahi min dzalik....

“Dan janganlah kalian saling menggunjing. Adakah seorang diantara kamu yang suka memakan daging saudaranya yang sudah mati? Maka tentulah kamu merasa jijik kepadanya. Dan bertakwalah kepada Allah. Sesungguhnya Allah Maha Penerima Taubat lagi Maha Penyayang” (QS. Al-Hujurat: 12).

“Tuh, makanya udah deh gak usah berisik ngomongin penguasa mulu, ghibah tau!” tiba-tiba ada yang nyeletuk demikian. Sesungguhnya itu celetukan gagal paham. Sebab tidaklah dikatakan ghibah aktivitas mengoreksi kedzaliman penguasa. Justru Rasulullah saw bersabda bahwa mengatakan yang haq di depan penguasa dzalim adalah jihad yang utama. Melakukan amar ma'ruf nahyi mungkar juga adalah kewajiban setiap muslim, termasuk kepada penguasa. Lebih-lebih jika penguasa yang ada nyata-nyata tidak berhukum pada hukum Allah swt.

Maka, di sinilah pentingnya kita ngaji islam kaffah agar pemahamannya pun utuh, tidak asal comot dalil untuk menghukumi sesuatu. Sebab bisa jadi tidak tepat.
Jadilah muslim sejati yang kaffah memahami Islam, tidak makan bangkai saudara sendiri dengan sibuk menggunjing di belakangnya sementara manis di depannya. Apalagi jika gunjingan tersebut nyata fitnah belaka, maka hati-hati mendapat dosa karena telah menyebarkan fitnah. Sungguh amat banyak kita menyaksikan fitnah bertebaran terhadap para mengemban dakwah yang menyerukan khilafah, mereka dituduh pembuat makar, teroris, hingga ingin menghancurkan NKRI. Subhanallah....betapa lisan dapat menjerumuskan pelakunya ke dalam api neraka jika tak dijaga. Yuk sibukkan lisan kita dengan menyebarkan kalimatullah. Stop makan bangkai!

#CatatanAnnisa
#Muhasabah

Menjaga Gharizah di Dunia Maya

Menjaga Gharizah di Dunia Maya

Oleh : Kholda Naajiyah

Fenomena media sosial memang tak habis dibicarakan. Apalagi di kalangan muslimah, postingannya sungguh beragam. Dari urusan dapur, sumur hingga kasur. Dari urusan anak, suami, mertua, orangtua hingga tetangga.

Memang, tidak ada yang berhak mengatur-ngatur isi akun masing-masing. Selama hal yang diposting tidak melanggar hukum syara', silakan.

Tetapi, terkadang sadar atau tidak, para netizen mengekspos sisi-sisi gharizah yang seharusnya dijaga. Pertanyaannya, benarkah hal itu tidak melanggar hukum syara'? Berikut rambu-rambu untuk menjadi renungan:

1. Tidak Mengekspos Gharizah Baqo

Hari ini parade kepemilikan akan barang-barang mewah seolah menjadi hal wajar di kalangan netizen. Para tokoh media sosial yang dijadikan panutan, kebanyakan adalah potret kalangan the have, glamour, fashionable, dan trend setter.

Seperti artis hedonis yang suka pamer barang branded supermewah, tapi giliran didatangi petugas pajak, langsung mengaku miskin. Ada juga yang mengunggah tumpukan foto miliaran, eh, ternyata nyomot dari Google. Sadar atau tidak, postingan seperti itu telah “mendakwahkan” gaya hidup hedonis yang diikuti banyak followernya.

Nah, saat ini, pengemban dakwah tidak sedikit yang dikenal sebagai jutawan atau miliarder, dikarenakan postingan-postingannya yang tak jauh dari pencapaian akan kesuksesan berbau kekayaan. Mungkin tidak secara langsung (dan tidak berniat) “memamerkan” harta atau kekayaannya, tetapi bisa disimpulkan dari status-status yang dibuatnya.

Sebaliknya, keluarga Muslim juga tidak perlu mengekspos kemiskinan yang dideritanya. Terkesan berkeluh-kesah dengan segala kekurangan rezeki yang ada. Sudah cukup banyak problematika umat, kita tidak perlu menambah panjang. Tentunya beda dengan mengritik fakta dan kebijakan. Ketika kita “mengeluh” garam telah berganti harga, bukan karena tidak mampu beli garam, tapi itu kritik pada sang pengambil kebijakan.

2. Tidak Mengekspos Gharizah Tadayun

Ada sindiran yang mengatakan: mau ibadah saja lapor ke media sosial. Yup, betul sekali. Urusan ibadah ritual, seharusnya rahasia antara seorang hamba dengan Allah SWT. Tidak usah mengekspos di media sosial.

Walaupun, kadang cara mengeksposnya tidak vulgar, seolah hanya menginspirasi atau memotivasi orang lain. Seperti: “selamat menunaikan salat Tahajud.” Seolah ingin memberitahu dunia bahwa dia telah melaksanakan tahajud.

Memang, biasanya untuk ibadah yang sangat langka momennya, akan mendorong kita untuk mengekspos karena saking bahagianya. Selain, boleh jadi menjadi bagian dari syiar Islam. Seperti salat Idul Fitri, Idul Adha, umrah atau haji. Silakan pertimbangkan masak-masak niat dan motivasinya. Juga, cara memposting agar tidak terkesan riya'.

3. Tidak Mengekspos Gharizah Nau'

Keluarga Muslim paham, gharizah nau' (naluri melestarikan jenis, berkasih sayang), tempatnya ada di ruang privat. Tidak boleh diumbar baik melalui ucapan dari mulut ke mulut, maupun diekspos di media sosial.

Seperti memposting perasaan mabuk cinta pada pasangan, menjabarkan kemesraan antara suami-istri, memposting foto-foto atau video romantisme suami-istri. Apa bedanya dengan para pelakon gaya hidup sekuler kapitalis yang hobi mengumbar hal-hal privat ke ruang publik? Cuma pakaiannya saja yang beda? 

4. Tidak Mengekspos “Aurat” Rumah Tangga

Antar anggota keluarga Muslim harus saling menutupi “aurat”. Tidak saling membuka aib. Suami adalah pakaian bagi istri, dan sebaliknya. Juga tidak mengumbar aib anak-anaknya. Misalnya menceritakan keburukan-keburukan suami, istri atau anak-anak. Jika bermaksud mencari solusi, sampaikan saja pada pihak yang tepat, baik online maupun offline, tapi tidak untuk konsumsi publik.

Demikianlah, hal privat tidak boleh diumbar ke ruang publik. Lebih baik menjaganya supaya tidak jatuh pada pelanggaran syara. Sebab Islam memerintahkan umatnya untuk memiliki rasa malu, menjaga kemaluan dan menjaga nama baik/martabat.(kholda)

Menghapus Sejarah

Menghapus Sejarah

Oleh : Doni Riw

Manusia bisa menghapus sejarah yang tertulis di buku, tetapi tak mampu membuat kejadian sejarah yang pernah terjadi itu menjadi tidak pernah terjadi.

Sekali saja anda pernah bertemu says, maka sampai kapan pun kejadian itu akan tetap pernah terjadi. Tak bisa dihapus. Apapun upaya kita.

Sekali saja seseorang bernama Muhammad saw. pernah hidup di dunia menyampaikan pesan Allah, maka sampai kapan pun kejadian itu tak bisa dihilangkan dari muka bumi.

Sekali saja Rasulullah pernah mendirikan negara berlandaskan syari'at Islam, maka sampai kapanpun dunia akan mencatatnya. Dan selamanya hal itu akan menjadi teladan bagi para pengikutnya. Tak bisa dihapus dengan perppu apapun.

Sekali saja sahabat-sahabat beliau;  Abu Bakar - Umar - Usman - Ali, mewarisi kepempinan muslimin mendudukkan syari'at sebagai kedaulatan tertinggi, maka selamanya hal itu akan menjadi  rujukan bagi generasi setelahnya. Tak bisa dihapus dengan pengesahan perppu menjadi UU sekalipun.

Meski seribu retorika diucap, bahwa Khilafah itu bertentangan dengan ideologi ini-itu-dll, tak kan bisa menghapus fakta, bahwa sistem negara Islam bernama Khilafah itu pernah dipraktikkan Rasulullah, Khulafa Ar Rasyidah, Khilafah Umayah, Khilafah Abasiyah, dan Khilafah Turki Usmani.

Retorika itu justru sama saja tengah berkata bahwa ideologi tersebut bertentangan dengan Islam.

Dan orang-orang beriman pasti akan memilih Islam di atas apapun yang telah diberhalakan melebihi Allah. Apapun ancamannya.

Yogyakarta, 2/10/17

Tulisan lain fb Doni Riw :

KEMENANGAN DI DEPAN MATA

© Doni Riw

Gerbang kemenangan telah nampak di depan mata. Tak jauh lagi.

Ketika dakwah makin dipersulit, bersamanya, kemenangan semakin dekat.

Sesungguhnya bersama kesulitan terdapat kemudahan.

Di balik hambatan yang mereka tebarkan untuk menjerat kaki para pengemban dakwah, sungguh pesan dakwah justru semakin lantang menggema di seluruh sudut negara.

Semakin rezim bertindak otoriter, semakin menegaskan nubuwah Rasulullah tentang era Mulkan Jabariyyan, era penguasa otoriter nan sombong.

Bersamanya, semakin dekat pula masa Khilafah ’ala minhaj an-nubuwwah.

Semakin vulgar kezaliman, manipulasi, dan kediktatoran,  dipertontonkan, semakin penat jiwa rakyat, semakin tak mungkin ditahan ledakannya.

Ditinjau dari teori apapun, kemenangan itu makin dekat.

Hari ini kita maju selangkah lagi, esok lagi, dan lagi.

Tak mungkin lagi terhenti.

Pilihan kita hanya dua;
Mengikuti derapnya,
Atau tergilas selamanya.

Yogyakarta 27 Oktober 2017

Nikah Sirri dan Lelang Keperawanan

Nikah Sirri dan Lelang Keperawanan

Oleh : Kholda Naajiyah

Tujuan menikah bukan mengubah zinah menjadi ibadah, bukan pula solusi mengentaskan kemiskinan.
.
***
.
Dilelang keperawanan! Harganya 400 jutaan. Milik gadis Tiongkok, Xu Yanhua (19). Uangnya untuk biaya pengobatan saudara yang menderita kanker darah, serta membayar utang  keluarga. Ada yang mau beli?
.
Astaghfirullah! Fenomena jual keperawanan demi uang itulah yang menjadi inspirasi menyesatkan bagi Aris Wahyudi, sang penggagas aplikasi nikahsirri. Dengan tagline "mengubah zinah menjadi ibadah," program ini menjebak para perawan dan perjaka untuk menjual kelaminnya demi mengatasi problem keuangan.
.
Sebab, menurutnya, orang-orang miskin pasti punya aset paling berharga miliknya: keperawanan. Jika dijual dengan harga tinggi, tentu akan menaikkan taraf hidup. Mengentaskan kemiskinan, menuju Indonesia sejahtera. Na'udubillahi minzalik.
.
Berkedok istilah nikah siri, program ini juga “mempermudah” orang untuk “menikah”. Cukup klik fotonya, langsung bisa nikah. Sebab, semua yang bergabung di situ, sudah berkomitmen siapapun yang mengklik fotonya harus mau dinikahi. Tidak ada proses ta'aruf, saling mengenal dan sebagainya.
.
Bagaimana jika setelah nikah ternyata tidak cocok? Ya, tinggal cerai. Talak tanpa perlu ke Pengadilan Agama, toh hanya nikah siri. Jadi gak perlu ribet. Ini yang disinyalir semacam nikah kontrak, atau bahkan prostitusi. Nikah jadi ajang legalisasi seks semata. Demi penyaluran libido biologis, karena menurutnya Indonesia akan damai jika nafsu seks masyarakatnya terpenuhi dengan mudah. Astaghfirullah!
.
SESAT PIKIR
.
Nikah Sirri dari bahasa Arab, yang artinya “nikah rahasia". Nikah yang dirahasiakan atau tidak diumumkan kepada publik. Di masyarakat umum, dipahami arti nikah sirri sebagai pernikahan yang  dilakukan tidak di hadapan  pegawai pencatat nikah (PPN) dan tidak dicatatkan  di Kantor Urusan Agama (KUA). Biasanya akad saja oleh penghulu setempat, tanpa resepsi/walimahan.
.
Istilah nikah sirri ada, karena kehidupan bernegara saat ini yang sekuler. Masalah agama dipisah dari negara. Nikah yang sah menurut agama, tidak otomatis tercatat di dokumen negara. Walhasil banyak orang yang mempermainkan pernikahan, menganggap enteng karena toh “hanya” nikah sirri. 
.
Seolah, jika tidak terdokumen dalam catatan negara, maka bebas dari konsekuensi hukum syara' seputar pernikahan. Seperti mudahnya main talak, karena toh tanpa melalui proses bertele-tele di Pengadilan Agama. Juga, adanya pandangan jika pasangan nikah sirri tidak akan mendapatkan harta gono-gini pasca perceraian. Padahal jika pernikahan sah, hak dan kewajiban pascatalak tetap berlaku.
.
Praktik nikah sirri juga dimanfaatkan oknum-oknum Muslim, seolah-olah menghindari maksiat. Seperti kawin kontrak, hanya agar tidak dianggap berzina. Nikah sejam-dua jam, atau beberapa hari bersama wanita, sehingga masing-masing tidak menjalankan hak dan kewajiban suami istri. Berpoligami tanpa keterbukaan pada istri terdahulu, disebabkan motif bulus suami. Nikah karena zina atau hamil duluan, sekadar menutupi rasa malu. Jelas ini menyesatkan.
.
Saat ini, nikah sirri ada karena menikah melalui Departemen Agama tidak dipermudah (untuk tidak dikatakan dipersulit). Seperti terbentur biaya, kelengkapan dokumentasi, hingga persyaratan-persyaratan khusus bagi pelaku poligami. Sementara rendahnya taraf berpikir dan pendidikan masyarakat, banyak yang tak peduli dan tidak mau ribet dengan urusan administrasi seperti ini. Hal ini yang menyuburkan nikah sirri.
.
Dalam peradaban Islam, ketika sistem Khilafah tegak kelak, tentunya tidak dikenal lagi istilah nikah sirri. Nikah, ya nikah saja. Semua pernikahan, selama terpenuhi rukun sahnya, otomatis akan tercatat dalam dokumen negara Islam. Baik nikah ada resepsi atau tanpa resepsi, petugas negara yang ditunjuk yang melakukan pernikahan. Tidak boleh sembarang orang.
.
Memang, kaum muslimin pada zaman dahulu mencukupkan diri untuk melangsungkan nikah dengan lafadz dan saksi, tanpa memandang perlu dicatat resmi atau tidak. Namun, dengan kondisi zaman yang berkembang, dimana dimungkinkan para saksi lupa, lalai, meninggal dunia, dan sebagainya, pencatatan akad nikah secara tertulis menjadi keniscayaan. Dan, itu menjadi tugas negara.
.
NIKAH ITU IBADAH
.
Nikah bukanlah jalan untuk menghalalkan perzinahan. Tujuan utama menikah adalah ibadah. Menggenapi setengah agama, sekaligus melestarikan keturunan. Demi menjalankan syariat-syariat Islam seperti hukum nafkah,  hadhonah, nasab, waris, dll. 
.
Motif nikah bukan melampiaskan gejolak syahwat, menutupi aib, daripada zina, atau mengumpulkan pundi-pundi rupiah. Maka itu tidak ada di dalam Islam kawin kontrak atau nikah mut'ah. Nikah harus diniatkan untuk seumur hidup. Tidak dibatasi waktu, tempat dan kondisi. Jika di dalam perjalanan biduk rumah tangga karam, bukanlah sesuatu yang direncanakan sejak awal. Tetapi itu adalah ketetapan Allah SWT semata. 
.
Pernikahan bukan pula solusi untuk mengatasi kemiskinan. Meskipun, biasanya setelah menikah, Allah SWT memberikan berbagai kelimpahan rezeki yang membuat “kaya” kedua pasangan. Maka, pernikahan tidak dibangun di atas landasan materi.
.
Nikah bukanlah transaksi jual-beli kelamin. Adanya syarat mahar, bukanlah sebagai simbol pembelian keperawanan. Mahar bersifat pemberian atau hadiah dari calon suami, bukan alat tukar untuk membeli kelamin perempuan. Islam tidak merendahkan perempuan dengan memperjualkan alat kelaminnya.
.
JADI TUMBAL
.
Ide lelang keperawanan untuk mengatasi kemiskinan, jelas ngawur. Hanya ilusi. Siapa juga yang akan membeli keperawanan dengan banderol ratusan juta atau miliaran? Hanya para kapitalis yang tidak beriman yang tega melakukannya. 
.
Lagipula, keperawanan hanya akan laku di negara-negara sekuler yang masyarakatnya sudah tidak agamis. Di sana, mereka biasa bergaul bebas sejak usia dini. Gadis-gadis yang menjaga keperawanan menjadi sangat langka. Keperawanan pun menjadi komoditas mewah yang laku diperjual-belikan.
.
Ini jelas-jelas pelecehan dan merendahkan martabat perempuan. Harga seorang wanita diukur dari kemaluannya. Na'udubillahi minzalik. Ini bukanlah ajaran Islam sama sekali. Lelang keperawanan berkedok nikah sirri, jelas-jelas bertentangan dengan Islam. Itu tak ubahnya prostitusi.
.
Lebih dari itu, kemiskinan saat ini terjadi karena penerapan sistem kapitalisme. Penerapan sistem ekonomi yang tidak adil, telah meluaskan kemiskinan. Memperdalam jurang kesenjangan, si kaya dan si miskin. Lantas mengapa gadis-gadis perempuan miskin yang harus mengatasi kemiskinan dengan menjual keperawanannya ? Sungguh tidak adil.  Mereka dijadikan tumbal untuk mengatasi problem kemiskinan yang bukan disebabkan oleh mereka.
.
Islam sungguh memuliakan perempuan. Jangankan kemaluan dijual, selembar rambut pun aurat yang tidak boleh ditampakkan. Islam juga memiliki seperangkat sistem komprehensif untuk mengantisipasi kemiskinan. Melalui penerapan sistem ekonomi Islam, pendidikan, kesehatan dll yang menyejahterakan. Tanpa mengorbankan para gadis perawan tentu saja.(kholda) 
.
#nikahsirri #lelangkeperawanan

Pagi

Pagi

Oleh : Wina Risman

Bagaimana suasana pagi di rumah anda? Terutama pada hari kerja/sekolah?
Rame dan hiruk pikuk pastinya. Apalagi jika ada anak lebih dari dua. Mempersiapkan agar mereka sampai sekolah tepat waktu tanpa ketinggalan suatu apapun. Sekaligus melatih kemandirian dan kedisiplinan, yang terkadang terasa masih sangat jauh dari kesempurnaan. Belum lagi membantu persiapan sang ayah yang juga ngak kalah repotnya.

Jika anda ada sedikit saja  waktu luang, saya ingin mengajak anda untuk melihat kembali bagaimana suasana pagi di rumah anda? Apakah ada ketengangan yang terekskalasi atau meningkat? Suara yang meninggi karena anak belum juga melakukan apa yang disuruh, dan waktu berjalan terus? Ataukah pagi yang tenang? Dimana semua saling tersenyum dan mengucapkan selamat pagi kepada sesama? Yang mana?

Coba anda bayangkan suasana pagi di rumah anda, dan memposisikan diri sebagai seorang penonton. Suasana apakah yang sedang anda lihat?

Pertanyaan berikutnya, sudah berapa lama seperti itu?

Pagi adalah awal hari yang menyimpan banyak keberkahan. Seakan diberi izin oleh sang pencipta untuk memulai kembali dengan bersih. Saya dengar dari ustadz, bagaimana harimu, ditentukan oleh bagaimana sholat shubuhmu. Entahlah itu kata bijak atau dalil, saya menganggapnya baik, dan mempercayainya. Burung mencari rezekinya di pagi hari, dan pasti dapat. Siang sudah pulang, membagikannya kepada keluarga. Itu burung. Harusnya, kan manusia lebih baik.

Saya tergelitik menulis tentang pagi, ketika suatu hari, saya membaca sebuah artikel tentang pagi, yang sangat menampar saya sebagai ibu dan istri di rumah tangga saya.

Artikel dimulai dengan pertanyaan seperti diatas, 'bagaimana pagimu?'. Lalu artikel itu menjelaskan, bahwa terkadang kita lupa, menyiapkan dan menjalani pagi dengan bahagia. Pagi kita selalu diisi dengan stress tingkat dewa. Apakah yang dipersepsi anak-anak tentang semua ini? Akankah pagi yang seperti ini yang akan menjadi rutinitas mereka selama mereka diusia sekolah? Pagi seperti inikah yang kita ingin mereka kenang?
Yang pastinya, mereka akan mengulangi hal yang sama, diluar sadar mereka, ketika mereka berumah tangga kelak.

Artikel itu juga sedikit megingatkan bahwa, jangan jangan, pagi yang tinggi tingkat stress tersebut sudah menjadi sebuah kebiasaan di rumah tangga anda, sehingga anak-anakpun sudah menganggap itu wajar dan biasa.

Waduh

Saya lantas berkaca, sedih tapi saya harus berubah. Dimulai lagi lagi dengan mengatur schedule yang lebih rapi, sejak malam. Selalu disounding tentang perlunya disiplin dalam kehidupan. Pujian tehadap keberhasilan-keberhasilan kecil yang mampu dilakukan anak sepanjang jalan. Misalnya jika si tengah sudah mandi tepat waktunya, dan lebih dulu dari saudara-saudaranya. Dipuji, dipeluk dan tanpa diberi tahu dua minggu kemudian dapat apalah, coklat atau apa, dan katakan itu adalah sebagai hadiah dari hebatnya ia mandi pagi tepat waktu dan paling duluan selama beberapa hari terakhir.

Perhatikan senyum kegembiraan, ketika kita mengapresiasi hal -hal kecil tersebut. Juga perhatikan bahagianya ia diberi coklat sebagai reward yang tidak dikira-kira.. karena ia bukanlah iming iming.

Disiplin itu ditumbuhkan dari dalam diri. Ia harus menjadi faktor internal yang dimiliki anak. Tugas kita adalah mengajarkan dan memahamkan kenapa ia penting. Sehingga, kita tidak perlu lagi tegang tingkat tinggi dan atau teriak-teriak mengingatkan apa yang mesti dilakukan.. pagi-pagi (terkadang sore dan malam juga). Jika sampai saat ini, itu masih terjadi, berarti disiplin yang ada pada anak masih external, artinya orang lain yang mengontrolnya, bukan dirinya sendiri.  Sehingga, jika orang lain itu tiada, begitu juga dengan disiplin yang sudah ditanamkan olehnya.

Disiplin adalah produk konsistensi dan ketekunan. Ngak mungkin ada tanpa dua hal itu.

Saya sempat terkejut dan takjub ketika berbicara dengan seorang ibu, kawan dari anak saya. Mereka orang Afrika,  suaminya itu tahfidz Qur'an Masha Allah. Ternyata di keluarga itu, ngak perduli anak umur berapa, dari sedini mungkin, satu rumah dibangunkan setengah jam sebelum shubuh, sholat tahajud bersama, sampai sholat subuh. Lalu anak-anak bersiap untuk sekolah. Walau anak-anak itu tekantuk kantuk, tapi ini masalah pembiasaan. Setelah beberapa waktu, makan anak pun terbiasa, walau dia baru usia TK.

Oleh karena bangun awal tadi, setelah sholat shubuh, anak-anaknya bisa 'beroperasi' dengan normal dan cepat, dan tidak pelan-pelan layaknya orang yang baru dibangunkan. 

Masha Allah! Memang Allah tidak bohong tentang keberkahan pagi. Oleh sebab itu saya semakin percaya, pagimu adalah bagaimana shubuhmu.

Yuk kita ciptakan pagi yang lebih ramah, disiplin dengan kasih sayang. Peraturan dan kejelasan yang berterusan (ditekankan bisa melalui cerita, terutama bukan di pagi harinya).  Puji setiap keberhasilan kecil. Lihat perubahannya.

Mari menyambut pagi dengan senyuman, rendahkan oktaf suara, pelukan dan pujian.

Pagi adalah permulaan hari bagi keluarga kita.  Mari mulai dengan keindahan. Minimal diusahakan. Ibu adalah tolak ukurnya, ibunya tenang, suasana terkendali dan nyaman.

Bukankah pengasuhan itu meninggalkan kenangan?

Wallahu a'lam bis shawab