Sunday, September 10, 2017

Yee

Oleh : Pristian Surono Putro ( Founder KomunitAs SUka BAca/KASUBA Wonosobo, Penulis )

Sebuah memoar yang luar biasa, dengan ketebalan 356 halaman menjadikan kita bisa melihat secara umum persepsi militer Amerika Serikat terhadap Islam. Buku ini mengajak kita untuk berjalan-jalan ke Penjara Guantanamo beserta sebagian aktivitas di dalamnya. Kita akan tercengang ketika sipir penjaga Penjara menjadikan Islam sebagai bahan olokan, merobek-robek Al Qur'an, serta menistakan Islam.
-
Kapten JAMES YEE seorang warga keturunan Amerika, salah satu lulusan terbaik akademi militer West Point, dan menjadi seorang CHAPLAIN ( Ulama untuk militer ), semacam Bimbingan Rohani ( Binroh ) untuk tentara Amerika yang beragama Islam. Dedikasi terhadap profesinya, dan kesetiannya terhadap Amerika Serikat menjadi terlihat tak bernilai apa-apa ketika ia malah dijebloskan ke Penjara dengan tuduhan " mengancam keamanan negara " hanya karena ia adalah seorang Muslim.
-
Karir militernya berantakan hanya karena ia memberikan nasihat kepada atasannya soal pelecehan terhadap agama Islam yang dilakukan oleh sipir militer penjaga Guantanamo, nasihat itu malah dianggap sebagai bentuk pengkhianatan.
-
Kisah itu berawal ketika ia memutuskan Yee muda setelah lulus SMA memutuskan untuk memberikan kontribusi lebih bagi Amerika, tempat ia dilahirkan. Dedikasi ini ia wujudkan dengan masuk ke salah satu akademi militer kenamaan yang bernama West Point. Ia adalah seorang penganut Kristen Lutheran. Suatu ketika ia bertemu dengan sahabat barunya yang juga beragama Kristen. Dan waktu itu Yee dan sahabatnya ini tertarik untuk membicarakan Islam. Satu topik pembicaraan yang akhirnya mengubah jalan hidup Yee adalah ketika berpikir tentang " Tuhan itu Ahad atau Trinitas ?".
-
Pertanyaan inilah yg membuat ia gelisah saat tidur malamnya. Hingga akhirnya ia tertarik untuk mendalaminya, hingga akhirnya dari pendalaman, keikhlasan, dan kejujurannya melihat Akidah Islam membuat ia untuk menjadikan Islam sebagai jalan hidupnya. Dan ternyata dalam waktu bersamaan teman diskusi Yee juga telah mememuk Islam. Yee ingin mendalami Islam, maka ia memutuskan untuk mempelajari Islam di Damaskus, Suriah. Dari situlah lewat pertemuan singkat ia menikah dengan Huda, perempuan Muslimah asal Damaskus.
-
Dengan modal belajar Islam di Damaskus ia mempunyai cita-cita untuk memperbaiki persepsi Militer Amerika tentang Islam, serta menjadi pembimbing khusu bagi anggota militer beragama Islam. Maka sejak saat itu ia bernama Kapten James Yee, dan akrab kesehariannya di militer dengan sebutan Chaplain Yee.
-
Pasca peristiwa 11 September dengan runtuhnya dua menara kembar USA, membuat tugas Chaplain Yee semakin berlipat. Ia menghadapi kecurigaan dari kalagan militer, mulai diragukan kesetiannya.
-
Tuga pertamanya sekaligus awal malapetaka itu saat Chaplain Yee diberi tugas untuk menjadi bagian penjaga Penjara Guantanamo, sebuah penjara dengan pengawasan penuh bagi apa yang Amerika sebut sebagai Teroris. Sebagai muslim ia terusik saat tertuduh teroris itu diperlakukan secara keji. Ia marah saat Islam dilecehkan. Ia geram saat al Qur'an tersebar dalam bentuk sobekan-sobekan di lantai. Bahkan dalam sesi interogasi ia tidak habis pikir ketika interogator mendatangkan PSK untuk meluluhkan hati para tertuduh teroris itu.
-
Tetapi kegeraman ini harus ia simpan di hati saja, dan dituangkan dalam bentuk laporan formal sebagai bahan rekomendasi terhadap atasannya juga sekaligus menjelaskan Islam kepada militer. Chaplain Yee menjelaskan posisi Al Quran yg kitab ini adalah Kitab Suci Umat Islam yang harus dihormati dan tidak sepatutnya dilecehkan. Ia memberikan masukan sssuai dengan profesinya sebagai " Chaplain " bahwa suatu bentuk pelecehan menjadikan PSK sebagai alat interogator.
-
Mimpi buruk itu akhirnya datang, setelah 6 bulan bertugas di Guantanamo. Dan ketika akan pulang, malah ia ditangkap dengan alasan " mengganggu keamanan negara ". Sebuah tuduhan yg akhirnya dihapuskan sendiri oleh pihak Amerika, dan dialihkan dengan tuduhan berzina. Lagi-lagi ini tidak ada buktinya, sekedar untuk meruntuhkan kredibilitasnya seorang Chaplain. Semua tuduhan ini sebenanya bermuara pada fakta bahwa hanya karena ia menjadikan Islam sebagai pandangan hidupnya.
-
Akhirnya ia mengundurkan diri dari militer. Dan dengan penuh keberanian James Yee menceritakan dan  menuliskan jalan hidupnya yang spesial ini dalam buku ini. Yee mencintai Islam, dan karena cintanya kepada Islam ini membuat ia dituduh sebagai anti amerika. Ah soal tuduhan anti ini itu saya jadi teringat Indonesia.
-
Ada banyak hal menarik yg kita dapatkan setelah membaca buku ini. Tulisan ini hanya sekedar untuk " mengikat makna " setelah lebih kurang selama 3 hari menikmati setiap episode setiap lembarnya. Ada yang tertarik untuk membaca ? Saya bisa membantu menemukan buku ini di Perpustakaan Wonosobo.
-
10/09/'17

Sumber:

Fb: Pristian Surono Putro

Tulisan lain :

Ketika Malaka Menjerit
-
Malaka, sekarang masuk negara Malaysia. Pernah menjadi wilayah Kesultanan Islam. Menjadi salah satu pusat ilmu dan lalu lalang perdagangan. Hingga penjajah Portugis pimpinan Alfonso D'albequerque datang memporak porandakan Malaka. Bumi dirusak, kehormatannya diacak-acak, akidahnya dirampas.  Malaka menjerit !
-
Jeritan Malaka terdengar sampai telinga Kesultanan Islam Demak di Bumi Jawa. Dikirimlah armada tempur Mujahidin Jawa pimpinan Adipati Unus dari Jepara, untuk membebaskan Malaka dari Penjajah Portugis. Dengan izin Allah SWT angkatan laut Mujahidin Demak menggetarkan Perusak Portugis. Panji Islam membuat Portugis kerepotan.
-
Cukup untuk membuat penjajah gerah, walaupun akhirnya Adipati Unus dari Kesultanan Islam Demak Syahid dalam perjuangan mulia untuk membebaskan Malaka.
-
Dan hari ini muslim Rohingnya menjerit, adakah penguasa Negeri Islam yang seberani Adipati Unus ? Nenek moyang kita yang gagah berani itu seorang pelaut Muslim itu.
-
10/09/'17


SHARE THIS

Author:

Etiam at libero iaculis, mollis justo non, blandit augue. Vestibulum sit amet sodales est, a lacinia ex. Suspendisse vel enim sagittis, volutpat sem eget, condimentum sem.

0 comments:

Mohon komentarnya santun dan sopan!