Tuesday, September 5, 2017

WAJIB MENOLONG SAUDARA MUSLIM

RemajaIslamHebat.Com -Pernyataan sikap Sahabat Muslim Rohingya dalam aksinya di depan Kedubes Myanmar, hari ini (4/9) atas tindak kejahatan rezim Myanmar terhadap muslim di Rakhine: .
.
1. Wajib menolong saudara muslim yang dizalimi sebagaimana  firman Allah SWT "Jika mereka meminta pertolongan kepadamu dalam agama, maka menjadi kewajibanmu untuk menolong mereka." (TQS. Al-Anfal : 72). Dan hadits Rasulullah SAW bahwa "Perumpamaan orang-orang beriman dalam hal saling mencintai, mengasihi dan saling berempati bagaikan satu tubuh. Jika salah satu anggatanya merasakan sakit, maka seluruh tubuh turut merasakannya dengan  berjaga dan merasakan demam. (Shahih Muslim No.4685).
.
2. Pertolongan bukan hanya dengan bantuan kemanusiaan, pemberian kewarganegaraan, dan sejenisnya, melainkan dengan membebaskan mereka dari kejahatan militer Myanmar. Kami menyerukan kepada pemimpin negeri muslim, khususnya Indonesia sebagai negeri muslim terbesar untuk mobilisasi kekuatan militer demi menegakkan kehormatan lslam dan kaum muslim.
.
3. Politik nonintervensi antarnegara dan sekat nasionalisme adalah penghalang besar untuk melakukan kewajlban menolong saudara muslim, sehingga yang biasa dilakukan sebatas mengutuk, mengecam dan perundingan tanpa aksi nyata. Karenanya hilangkan penghalang tersebut, kembali kepada perintah Islam untuk membela dan menolong sesama muslim.
.
4. Dan Allah SWT Rabb alam semesta melalui lisan Rasul-Nya telah memerintahkan kepada kaum muslimin untuk mempunyai seorang pemimpin yang menjadi 'perisai' umat. Rasulullah Muhammad SAW bersabda: "Sesungguhnya seorang pemimpin Itu adalah perisai, rakyat akan berperang di belakangnya serta berlindung dengannya. Apabila ia memerintahkan untuk bertaqwa kepada Allah 'Azza wa Jalla serta bertindak adil, maka Ia akan mendapat pahala. Tetapi jika ia memerintahkan dengan selain Itu, maka ia akan mendapat akibat buruk hasil perbuatannya. (Shahih Muslim no. 3428).
.
5. Bahwa kami menyeru kepada seluruh umat untuk serentak dan solid memperjuangkan tegaknya sistem Islam dan pemimpin muslim yang akan menyelesaikan seluruh persoalan umat khususnya pembantaian Rohingya dan membebaskan deruta umat akibat tatanan hukim liberal yang bertentangan dengan Islam dan mengembalikan kehidupan umat dalam kedamaian hakiki dan kesejahteraan.

Tulisan lain Fb Asri Supatmiati :

* Tragedi Rohingya (1)
KEPALA ANAK-ANAK DIPENGGAL

.
Hingga kemarin, jumlah warga Rohingya yang menyeberang ke Bangladesh sudah mencapai 73.000 orang. Sebagian besar nekat berjalan kaki ke perbatasan Bangladesh. Beruntung, aparat yang berjaga di perbatasan baik hati. Meskipun Dhaka memerintahkan polisi dan penjaga keamanan menolak kehadiran kaum Rohingya, pada praktiknya para personel di perbatasan lebih memakai hati.
.
Selain puluhan ribu pengungsi Rohingya yang sudah berhasil masuk Bangladesh, masih ada sekitar 20.000 warga lainnya yang terjebak di sekitar Sungai Naf. Sungai besar yang terletak di perbatasan Myanmar dan Bangladesh itu berarus deras dan menjadi habitat ular berbisa. Phil Robertson, wakil direktur Human Rights Watch untuk Asia, menyebut ancaman kematian karena tenggelam dan gigitan ular sangat tinggi.
.
Kemarin, sejumlah warga Rohingya yang berada di Bangladesh menceritakan penderitaan mereka di tanah kelahiran. Abdul Rahman, pria 41 tahun asal Desa Chut Pyin di Negara Bagian Rakhine, mengaku beruntung karena masih bisa hidup setelah terperangkap selama sekitar lima jam dalam pertempuran sengit. ”Mereka menangkap dan menyekap kami di gubuk bambu yang kemudian dibakar,” katanya.
.
Rahman mengaku kehilangan saudara laki-lakinya dalam pertempuran sengit yang berakhir dengan kebakaran hebat tersebut. ”Tentara Myanmar membakar saudara saya itu bersama beberapa pria kaum kami yang sebelumnya mereka tangkap. Saya juga menemukan beberapa kerabat sudah menjadi mayat di lahan terbuka. Ada luka tembak dan bekas sayatan pada tubuh mereka,” ungkapnya sambil menerawang.
.
Yang lebih parah lagi adalah kondisi anak-anak. Menurut Rahman, dua keponakan lelakinya tewas dengan kondisi sangat mengenaskan. ”Kepala keponakan-keponakan saya terpenggal dari badan mereka. Yang satu berusia enam tahun dan yang lain berusia sembilan tahun,” katanya. 
.
Tentara Myanmar yang merazia Rakhine memang brutal. Mereka tidak hanya membakar hidup-hidup para pria Rohingya, tapi juga menembaki kaum Pernyataan yang senada dengan Rahman dipaparkan oleh Sultan Ahmed. ”Saya menyaksikan beberapa mayat tanpa kepala di desa kami. Karena itu, saat tentara mendekati rumah saya, saya bersembunyi tanpa suara,” ujar Ahmed.
.
Sayangnya, laporan-laporan itu tidak bisa dikonfirmasikan kebenarannya. Sebab, akses ke Rakhine sangat terbatas. Jika tadinya Myanmar masih mengizinkan staf PBB atau sukarelawan masuk provinsi termiskin itu, kini tidak lagi. Gara-garanya adalah skandal biskuit World Food Programme (WFP) yang dikasuskan oleh Suu Kyi pekan lalu. Kini, seluruh distribusi bantuan makanan dihentikan.
.
”Pemerintah Myanmar telah gagal melindungi rakyat dan memberikan jaminan keamaman. Sudah waktunya masyarakat internasional bertindak,” tegas Robertson. Bersamaan dengan desakan dari HRW dan Inggris terhadap rezim Suu Kyi, Turki melontarkan tudingan serius bahwa Myanmar sedang berusaha memusnahkan etnis Rohingya. Presiden Recep Tayyip Erdogan menyebut krisis Rohingya sebagai genosida.
.
Sumber:

Fb: Asri Supatmiati


SHARE THIS

Author:

Etiam at libero iaculis, mollis justo non, blandit augue. Vestibulum sit amet sodales est, a lacinia ex. Suspendisse vel enim sagittis, volutpat sem eget, condimentum sem.

0 comments:

Mohon komentarnya santun dan sopan!