Wednesday, September 6, 2017

Tokoh Muslimah Semarang Tolak Perppu Ormas

RemajaIslamHebat.Com - Penolakan dan perkembangan Perppu Nomor 2 Tahun 2017 tentang Ormas sedang ditenggelamkan oleh isu yang tidak kalah menyita perhatian publik. Betapa tidak, Indonesia sedang dibanjiri kebijakan tidak berpihak kepada rakyat yang diperlihatkan dengan begitu jelas. Mulai dari impor garam yang berimbas pada lesunya penjualan garam lokal, pembidikkan dana haji untuk infrastruktur, penyegelan gula lokal, proyek meikarta city, kelangkaan premium, sampai dana zakat yang akan diperlakukan layaknya pajak. Namun dari semua isu itu harus diingat bahwa Perppu Ormas menjadi salah satu hal pokok. Sebab keberadaannya yang tengah dalam penggodokkan dapat melahirkan rezim otoriter yang memusuhi Islam. Itulah yang disampaikan, Dr. Ervia Yudiati dalam prolognya ketika menjadi moderator Forum Muslimah Peduli Negeri, Jum'at (25/8).

Di era pemerintahan ini, Ormas-ormas yang lantang melakukan kritik terhadap pemerintahan menjadi bidikan penguasa. Terutama ormas-ormas Islam. Sebut saja salah satunya adalah Hizbut Tahrir Indonesia (HTI) dengan gerakan pemikirannya yang khas. Keberadaan dan aktivitasnya membuat gerah penguasa. Sebab pergerakan mereka bukan hanya atas dasar kajian Islam secara spiritual, tapi juga politik. Hal tersebut menjadikan HTI sebagai salah satu Ormas yang idenya berpengaruh di tengah-tengah masyarakat. Telak, kegerahan penguasa terhadap HTI dijawab dengan terbitnya Perppu pada 10 Juli 2017 lalu. Padahal sebelumnya, Menkopolhukam, Wiranto menyebut akan membubarkan HTI melalui pengadilan.

Peraturan Pemerintah Pengganti Undang-undang (Perppu) Nomor 2 Tahun 2017 ini sejatinya diterbitkan untuk menggantikan UU 17/2013 tentang Organisasi Kemasyarakatan. Di mana HTI sendiri secara fakta tidak dapat digebuk dan dihabisi dengan menggunakan UU tersebut. Pada akhirnya pemerintah pun mengada-adakan berbagai alasan kegentingan dalam negeri untuk memberikan jajan lahirnya Perppu Ormas. Padahal di waktu-waktu itu, sebagai RI 1, Jokowi masih bisa jalan-jalan dengan keluarganya dan masih leluasa menggunakan baju adat saat upacara peringatan kemerdekaan Indonesia. Belum lagi pemerintah masih bisa mendatangkan artis Korea dengan dana fantastis dalam sebuah perhelatan.

"Jelas landasan Perppu lemah dan mengada-ada," tegas pembicara forum yang diadakan di kawasan Wonderia Semarang itu, Siti Sholihat.

Sayangnya, Perppu ini sudah masuk di Bamus DPR. Di kemudian waktu jika masuk sidang Paripurna maka sama sekali tidak akan ada pembahasan konten. Yang ada hanya menerima atau menolak Perppu. Sementara dari 10 fraksi di DPR, 6 di antaranya menjadi pendukung Perppu. Jadi kemungkinan Perppu ini menjadi UU cukup besar.

Pengasuh Majelis Ta'lim An-Nisa, Sampangan Kota Semarang itu menyebut Perppu Ormas akan menjadi penghalang bagi dakwah Islam. Sebab apa yang diajarkan dalam Islam sesungguhnya banyak bertentangan dengan apa yang dilakukan penguasa saat ini. Sehingga, melalui Perppu itu akan ada pembatasan tegas bahwa agama hanya untuk aspek ritual saja. Sementara jika bicara Islam secara politik, dapat dipastikan akan dikupas sampai akarnya. Sebab di sana ada upaya mengoreksi penguasa sebagaimana dilakukan HTI selama ini. Artinya Perppu mengancam keseluruhan dakwah amar ma'ruf nahi munkar.
"Kabarnya tidak hanya HTI, ada statement yang muncul 5 ormas berikutnya segera dibubarkan," imbuh Siti Sholihat.

Kondisi penyudutan Islam oleh pemerintah juga tercermin dan dipertegas oleh berbagai fakta di lapangan. Bagaimana pemerintah memperlakukan tidak hormat para ulama. Begitu mudah mereka melakukan penangkapan atas dasar yang tidak jelas terhadap ulama yang mendakwahkan khilafah, yang menyebut ancaman komunis, dan sebagainya. Mereka diperlakukan layaknya penjahat berbahaya dengan tangan diborgol saat persidangan. Hal tersebut jelas jauh berbeda dengan tersangka pembacokan yang justru mendapat jamuan hangat dengan borgol plastik di tangan.

Maka forum sepakat bahwa Perppu Ormas hanya akan membungkam dakwah Islam dan melahirkan pemerintah yang otoriter. Peserta forum yang merupakan tokoh muslimah Semarang juga dengan tegas menyatakan penolakkan terhadap Perppu Ormas dan meminta DPR menolaknya sebab keberadaan Perppu Ormas hanya akan membungkam kekritisan. Selain itu juga Perppu Ormas menjadi peluang besar lahirnya penguasa diktaktor.[Muslimah Jateng Bersyariah]


SHARE THIS

Author:

Etiam at libero iaculis, mollis justo non, blandit augue. Vestibulum sit amet sodales est, a lacinia ex. Suspendisse vel enim sagittis, volutpat sem eget, condimentum sem.

0 comments:

Mohon komentarnya santun dan sopan!