Wednesday, September 27, 2017

TENTANG ROHINGYA : Mari Peduli Mereka, Meski "Hanya" Lewat Untaian Doa

Oleh: Fissilmi Hamida (@fissilmihamida)

Tentang Rohingya...

Sungguh, aku tak peduli dengan banyaknya orang yang lantang menuliskan bahwa Rohingya baik- baik saja, yang dengan keji menuduhkan bahwa kejadian di Rohingya hanyalah hoax belaka.

Aku tak peduli pada mereka, yang kekeuh dalam status-statusnya bahwa ini hanya ulah media sehingga seolah keadaan di Rohingya sedemikian parahnya. Padahal aslinya baik- baik saja.

Aku tak peduli pada mereka yang nyinyir : "Tak usahlah memikirkan mereka yang ada di Rohingya. Toh di negeri sendiri saja banyak orang menderita." Sebab bagiku, peduli pada orang lain tak berarti melupakan rumah sendiri.

Pun aku tak peduli pada banyaknya orang yang berlindung di balik nama takdir untuk menutupi ketidak pedulian mereka dengan berucap : " tak perlulah engkau terlalu memerdulikan mereka, sebab memang begitulah takdir hidup mereka."

Aku tak peduli pada mereka yang katanya ahli politik, ahli analisis konflik dan perang, ahli di bidang keamanan, atau ahli- ahli lainya yang sibuk perang analisis bahwa penyebab pembantaian massal di Rohingya adalah begini, adalah begitu. Bahwa yang salah adalah kelompok ini, kelompok itu.

Sungguh. Aku tak peduli mereka, aku tak butuh analisis mereka. Aku tak butuh perdebatan mereka.
___________________

Yang aku tahu...

Derita para korban itu nyata adanya. Tidakkah kau lihat beberapa dari mereka yang beberapa tahun lalu mengungsi ke negeri kita?

Yang aku tahu, hancur hatiku melihat segala pemberitaan tentang mereka.

Yang aku tahu, kesalku menanjak sampai ubun ubun melihat wanita tua yang tak pantas meraih nobel perdamaian itu diam saja. Bahkan terus saja mengelak akan kejadian sebenarnya. Andai saja ia di depanku, ingin kuteriakkan : "ROT IN HELL, BITCH!" tepat di hadapan wajahnya.

Yang aku tahu, sesak dadaku melihat berita di The Guardian yang menyatakan bahwa Myanmar menolak visa tim UN yang ingin melakukan investigasi atas kejadian pembantaian disana.

Yang aku tahu, nuraniku pilu saat melihat mereka-mereka yang menyebut diri mereka manusia, tapi terus nyinyir dan mencerca siapa saja yang menunjukkan kepedulian bagi korban pembantaian Rohingya. Bahkan tega menjadikan tragedi kemanusiaan ini sebagai bahan candaan mereka.

Demi Tuhan.

Aku tak peduli siapa yang memulai perang, apa masalahnya, siapa yang salah..... yang aku tahu banyak korban berjatuhan disana, banyak melayang karenanya. Yang aku tahu Rohingya berdarah, dibanjiri darah para korban penbantaian, yang mereka semua adalah manusia, adalah saudara kita.
___________________

Tentang Rohingya...

Jika hartamu belum mampu membantu mereka, tolong, rengkuhlah mereka walau hanya sekadar dalam doa. Sebab kita tidak tahu doa siapa yang akan diijabahNya

Jika engkau masih teguh pada ketidak pedulianmu, jika engkau masih bertahan pada keangkuhanmu, jika engkau masih bersikeras pada tuduhan kejimu bahwa kejadian di Rohingya hanyalah kebohongan semata, rasanya engkau perlu merenung sebentar. Sebab sejatinya yang perlu dipertanyakan bukanlah penyebab kejadian pilu di Rohingya, melainkan HATI DAN STATUSMU SEBAGAI MANUSIA.
___________________

Dear Rohingya.

Maafkan aku yang tak bisa melakukan apa apa. Maafkan aku yang masih bisa tersenyum merayakan hari idul qurban, sedangkan di saat yang sama, kalian sedang dibantai oleh para setan.

Maafkan aku yang hanya mampu memelukmu dengan mengisi petisi-petisi yang menyuarakan derita yang kau rasa agar dunia tak lagi tutup mata. Maafkan aku yang hanya mampu merengkuhmu dengan lantunan doa. Semoga kalian dikuatkan olehNya

Dan teruntuk yang tengah berupaya membantu baik pemerintah dengan berbagai upaya diplomasi, badan-badan yang menyalurkan bantuan, para relawan, semoga diberikan kemudahan, kelancaran, dan keselamatan.

Dear manusia.
Mari peduli mereka, meski 'hanya' melalui untaian doa.
_________________

[Foto asli : foto ini adalah fotoku saat membawa lukisan seorang ibu yang memeluk anaknya yang meninggal ditusuk dengan tulisan 'Black Lives Matter' yang sengaja kubuat ketika mengikuti aksi solidaritas 'Black Lives Matter Candlelight Vigil' di Bristol City Hall, Inggris. Sebuah aksi solidaritas sebagai sesama manusia untuk warga kulit hitam yang masih sering mendapatkan diskriminasi dan dibunuhi tanpa sebab pasti. Di postingan ini, lukisan tersebut aku edit dengan menaruh foto #stoprohingyagenocide yang aku ambil dari Google. Jadi, masihkah engkau peduli pada sesama manusia? ]
_________________

#PENTING : Kita memang murka, kita memang berduka dengan pembantaian di Rohingya. Tapi tolong tetap waras dan waspada. Jangan sampai asal share dan comot berita sampai beberapa foto-foto hoax juga kau sebarkan dan kau claim sebagai foto tragedi Rohingya. Kita memang sakit melihat tragedi disana. Kita memang muak dengan diamnya dunia. Namun menyebarkan foto foto tanpa menelisik kebenarannya hanya akan membuat  semakin banyak orang meragukan tragedi Rohingya. Jangan pula menjadi bagian dari provokator dan penyulut api kebencian yang semakin memperkeruh suasana. Berhentilah saling hujat dan saling menyalahkan. Mari kita bantu mereka sesuai porsi yang kita bisa.

#Saking sedihnya, nulisnya jadi typo. Ralat : seharusnya 'ashamed' bukan 'asshamed'.

Sumber:

Fb: Fissilmi Hamida


SHARE THIS

Author:

Etiam at libero iaculis, mollis justo non, blandit augue. Vestibulum sit amet sodales est, a lacinia ex. Suspendisse vel enim sagittis, volutpat sem eget, condimentum sem.

0 comments:

Mohon komentarnya santun dan sopan!