Monday, September 4, 2017

TATAPANMU MELUKAI TEMANMU, NAK. MAAFMU MENGALIHKAN DUNIAKU

RemajaIslamHebat.Com - Ia berhaha hihi ria bermain di area bermain KF* sembari menunggui saya selesai makan.

Saya sengaja mengambil angle yang bisa langsung mengawasi si buah jantung  naik turun berseluncuran bersama teman  baru yang bersua perdana.

Banyak ragam tingkah laku anak-anak dalam pengamatan saya yang menyedot perhatian paripurna , dan sejauh ini saya menarik hipotesa bahwasanya bentukan anak yang terjadi hari ini adalah hasil dari pola asuh kita di hari-hari kemarin, kemarin dan kemarinnya lagi.

Ada anak yang tidak mau antri untuk naik tangga, mengancam temannya dengan tatapan tajam setajam silet penuh rona kebencian, mengancam temannya dengan mengepalkan jari bak petinju kelas berat, ada yang menangis karena ketakutan dan ada yang berlari melapor pada orang tuanya meminta suaka.

Tiba-tiba…..

Mata saya tertuju pada Fahri dan anak perempuan yang sepantaran dengannya di ujung tangga naik. Tanpa sengaja si anak perempuan  menginjak kaki anak saya saat tergesa menaiki tangga. Jantungku berdesir  disusupi perasaan haru, kaki si anak perempuan sudah menggapai tangga pertama tapi kemudian berbalik turun lalu meminta maaf pada anak saya.

Sungguh  budi pekerti yang wajib diadopsi. Fahripun tersenyum lalu si anak perempuan mempersilahkan anak saya untuk naik lebih awal.

Saya didera rasa penasaran tentang orang tua si anak, saya kagum dengan pola asuh dari anak perempuan itu. Tak mudah bagi anak usia 3 tahunan untuk terbiasa meminta maaf, pun juga bukan perkara gampang mengalah untuk org lain jika tak ada stimulasi berkali2 dari orang tua. Iyahh berkali – kali !

Mengajarkan anak untuk mengulurkan permohonan maaf tatkala melakukan kesalahan tak akan berhasil jika hanya 1x diajarkan secara verbal. Perlu pengejawantahan sesering mungkin.

Membiasakan anak untuk mengalah tak semudah merapalkan sim sala bim abra ka dabra, butuh ketabahan untuk menunggu momen yang pas dan tepat mengajarkan anak u/ mengalah tanpa merasa kalah.
***
Setelah selesai bermain, fahri mendekati meja saya lalu berkata “ibu, tadi teman saya minta maaf”
“ooo yaaah?” responku antusias berlagak tidak tahu apa-apa padahal saya liat secara live adegan yang dimaksud.

“Teman Fahri pintar yaaahh, Fahri juga pintar minta maaf kalo ada salah kan?” pujiku sambil mengusap rambutnya yang acak- acakan pasca bermain. Sejurus kemudian Fahri minta minum, kusodorkan air minum yang ada di meja, refleks Fahri duduk di lantai saat menenggak air minum, kontan saja semua mata yang duduk di sekitar mejaku tertuju pada kami.

Bagi beberapa pasang mata yang melihat mungkin aneh melihat anak saya duduk di lantai untuk minum, tapi bukankah itu yang justru disunahkan nabi? Dan apakah anak akan begitu saja duduk ketika minum jika saja tidak ada latihan beratus-ratus kali di rumah?

Ketika mindset anak sudah tertanam dan terfiksasi di alam bawah sadar bahwa saat minum harus duduk maka dia tak lagi peduli dengan tatapan orang sekitar, terjadi otomatisasi tanpa instruksi, terjadi spontanitas tanpa pengawasan.

Anak saya malah merasa aneh saat melihat orang minum sambil berdiri, saking anehnya dia bahkan protes iklan2 susu dan minuman di Televisi. ”Iiiiiiii… tidak diajar sama ibunya minum sambil duduk ibu toh??” demikian protesnya suatu ketika.
***
Kenapa harus duduk saat minum?

Karena  mengamalkan sunnah rasulullah “Janganlah sekali-kali salah seorang diantara kalian minum sambil berdiri. Apabila lupa, maka hendaklah memuntahkannya” (HR.Muslim), dalam riwayat yang lain Qatadah bertanya : bagaimana dengan makan? Rasulullah menjawab : itu lebih buruk lagi. (HR.muslim)

Apakah terdapat hasil penelitian ilmiah terkait sunnah nabi tersebut?

Yupp !!!  Kita dilarang minum sambil berdiri karena akan berdampak pada organ vital kita (ginjal). Allah sudah mensetting tubuh kita begitu sempurna, lengkap dengan fitur-fitur penunjang. Di dalam tubuh kita ini terdapat sebuh jaringan filter yang disebut spinger. Spinger ini bisa membuka dan menutup. Penyaring / filter ini akan terbuka secara otomatis saat kita duduk dan juga otomatis tertutup saat kita berdiri.

Ketika spinger dalam mode on (terbuka) maka air yang kita konsusmsi akan tersaring. Tapi jika spinger dalam mode off (tertutup) maka air yang melintasi tenggorokan kita akan masuk hingga kandung kemih tanpa ada filterisasi.

Akibatnya bisa terjadi pengendapan di dalam saluran uretra dan jika terus terjadi maka akan menyebabkan gangguan pada ginjal kita.

Selain itu….

Makan dan minum dalam keadaan berdiri dan dilakukan secara terus menerus dapat membahayakan dinding usus dan tidak menutup kemungkinan lambung bisa mengalami luka.

Oia, pada saat kita berdiri organ keseimbangan dalam pusat saraf sedang berjuang agar mampu mempertahankan semua otot pada tubuh demi membuat kita berdiri secara prima dan stabil.

Pada saat berdiri syaraf  berada dalam keadaan tegang, sebaliknya ketenangan bisa tercipta saat kita duduk, syarafpun dalam kondisi rileks sehingga posisi ini sangat baik untuk mencerna makanan dan minuman yang kita konsumsi.

So, mulai sekarang mari ajarkan dan biasakan anak-anak dan keluarga kita untuk duduk saat minum. Tak lupa juga untuk mengcopy didikan orang tua si anak perempuan tadi membiasakan anak minta maaf saat melakukan kesalahan.

***Nurb@y@

Penulis : Nurbaya

Sumber:

Fb: Nur Baya


SHARE THIS

Author:

Etiam at libero iaculis, mollis justo non, blandit augue. Vestibulum sit amet sodales est, a lacinia ex. Suspendisse vel enim sagittis, volutpat sem eget, condimentum sem.

0 comments:

Mohon komentarnya santun dan sopan!