Tuesday, September 5, 2017

Stress pada Bayi dan Balita

RemajaIslamHebat.Com - Apakah bayi dan balita mengalami stress? Tentu saja. Karena stress adalah segala sesuatu yang dipersepsikan dan dihayati sebagai beban. Baik itu real/nyata maupun bentukan pikiran.

Stress menimbulkan reaksi fisik dan juga meningkatkan emosi serta mempengaruhi perilaku.
- Reaksi fisik misalnya, debar jantung bertambah cepat, wajah memucat, nafas tidak teratur, sesak nafas, gatal2, hilang nafsu makan, sakit perut, muntah2, dll.
- Emosi misalnya, takut, cemas, marah, sedih, dll.
- Perilaku, misalnya; menangis, menarik diri, bersembunyi, minta digendong  terus, mogok sekolah, agresi (memukul, mengamuk), berteriak, dll.

Berat ringannya stress pada anak, selain ditentukan pada bentuk stress itu sendiri juga ditentukan pada seberapa kuat anak bisa menghandlenya. Oleh karena itu ada anak yang tahan pada situasi yang bising tapi ada yang tidak. Menjadi lebih rumit ketika orangtua kurang peka dan kurang berempati terhadap stress yang dialami anaknya. Sehingga tidak menyadari bahwa anak mengalami stress atau bahkan perilaku orangtua sebetulnya menimbulkan srtess pada anak.

Stress dalam jumlah tertentu memang dapat menguatkan anak. Syaratnya adalah orangtua tahu ambang batas kemampun anak. Atau orangtua melakukan pendampingan dan mengajarkan serta mencontohkan cara menghandle stress yang dihadapi.

Beberapa jenis stress yang mungkin dialami bayi dan balita.
1. Stress karena lingkungan fisik,
Terlalu panas, terlalu dingin, terlalu berisik, di dalam air, tempat tinggi, suara keras tiba-tiba, aroma yang terlalu tajam, silau, gelap, dll. Level kematangan sensory cukup berpengaruh di sini. Sehingga semakin muda anak, semakin kurang matang sensorinya maka peluang terganggu lingkungan fisik menjadi signifikan. Tantangan lebih besar juga ada pada anak2 berkebutuhan khusus.

2. Benda, binatang atau orang asing termasuk badut, ondel2, dll

3. Situsi dan lingkungan baru atau yang tidak menyenangkan.
- Ke tempat2 yang baru pertama kali dikunjungi.
- Ke dokter
- Sekolah atau tempat terapi yang dihayati kurang menyenangkan

4. Perubahan ritme dalam hidup.
- Kehadiran adik baru
- Perpisahan atau perceraian orangtua
- Pindah rumah
- Pertama kali masuk sekolah atau Day Care
- Pengasuh baru

5. Kejadian tidak menyenangkan
- Perawatan kesehatan di rumah atau di RS dalam jangka waktu lama
- Situasi belajar yang tidak menyenangkan di rumah atau di sekolah
- Perawatan dan pengasuhan yang tidak menyenangkan (kasar, banyak hukuman, bentakan, dll) baik oleh orangtua maupun pengasuh.
- Bullying dari lingkungan.

6. Kejadian luar biasa
- Pelecehan, kekerasan, perkosaan
- Bencana alam
- Penculikan atau hilang di tempat keramaian
- Kecelakaan berat
- Menyaksikan kejadian buruk (penyiksaan, pembunuhan, kecelakaan dll).

Sebagian dari stress tersebut di atas tidak bisa diduga datangnya. Sementara sebagian lain bisa diperkirakan. Ada juga yang bisa dihindari. Sedapat mungkin untuk yang bisa diperkirakan, orangtua bisa menyiapkan anak terlebih dahulu.

Hal-hal yang bisa dipersiapkan, misalnya terkait, datang ke tempat baru, ke dokter, kehadiran adik baru, perceraian, dll.

Yang bisa dihindari, misalnya terkait perawatan dan pengasuhan yang tidak menyenangkan atau lingkungan tertentu.

Sementara untuk yang tidak bisa dihindari maka orangtua perlu mengembangkan strategi stabilisasi emosinya. Misalnya dengan memeluk, mengusap, berkata lembut, dll yang intinya memberikan rasa aman dan nyaman.

Ada banyak situasi ketika anak stress, orangtua ikut stress dan panik. Sehingga tindakan yang muncul adalah menghardik, defense (membenarkan tindakannya), mengeluh, bingung dan panik. Yang semuanya kontraproduktif dengan meredanya stress pada anak.

Bagaimanapun kita sebagai orangtua terus belajar dan belajar. Mungkin kita kerap melakukan kesalahan dan lepas kendali. Itulah yang menunjukkan kita manusia biasa dan bukan malaikat. Tapi kita tetap memiliki kesempatan untuk memperbaiki diri terus-menerus.

Penulis : Yeti Widiati

Sumber:

Fb: Yeti Widiati


SHARE THIS

Author:

Etiam at libero iaculis, mollis justo non, blandit augue. Vestibulum sit amet sodales est, a lacinia ex. Suspendisse vel enim sagittis, volutpat sem eget, condimentum sem.

0 comments:

Mohon komentarnya santun dan sopan!