Sunday, September 3, 2017

Soal Aqiqah

Soal :

Syekh Rifaldi.. Gmana soal aqiqah dan penamaan buat anak..

❄ Jawab :

Nama-nama yang disukai oleh Allah adalah nama-nama yang menunjukkan sikap penghambaan seperti Abdullah dan Abdurrahman. Atau yang secara makna adalah sama yaitu hamba Allah. Dari Ibnu Umar beliau berkata, bahwa Rasulullah bersabda : _"Sesungguhnya nama yang paling dicintai Allah adallah Abdullah dan Abdurrahman.” (HR. Muslim 3/1683, Tirmidzi 5/132; Abu Dawud, 4/287)

Bagus juga memberikan nama anak dengan nama para Nabi, seperti Ibrahim, Yusuf, dan lain-lain. Sebagaimana yang Rasulullah contohkan ketika menamakan anaknya dan anak Abu Musa dengan nama Ibrahim.

Dari Yusuf bin Abdullah bin Salam, dia berkata : “Rasulullah menamakan saya Yusuf.” (HR. Bukhari) 

Ada nama-nama yang dibenci (makruh) seperti barakah (mengandung berkah), ya’la (yang tinggi), aflah (yang menang), yassar (yang mudah), nafi’ (yang bermanfaat). Nama-nama ini dibenci Karena mengandung makna mengunggulkan diri.

Dari Samurah Ibn Jundub radhiyallaahu ‘anhu, ia berkata,

نَهَانَا رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ أَنْ نُسَمِّيَ رَقِيقَنَا بِأَرْبَعَةِ أَسْمَاءٍ أَفْلَحَ وَرَبَاحٍ وَيَسَارٍ وَنَافِع

"Rasulullah shallallahu ‘alayhi wasallam melarang kami menamakan budak kami dengan empat nama: aflah (menang), rabah (beruntung), yasaar (mudah), dan naafi’ (bermanfaat)." (HR. Muslim No. 2136)

Atau nama yang melambangkan kesombongan seperti Maha Raja, Raja Diraja.

Hal ini didasarkan pada hadits, dari Abu Hurairah beliau berkata, bahwa Rasulullah bersabda:

أَغْيَظُ رَجُلٍ عَلَى اللَّهِ يَوْمَ الْقِيَامَةِ وَأَخْبَثُهُ وَأَغْيَظُهُ عَلَيْهِ رَجُلٍ كَانَ يُسَمَّى مَلِكَ الْأَمْلَاكِ لَا مَلِكَ إِلَّا اللَّهُ

“Seorang yang paling Allah murkai dan yang paling buruk/keji di sisi Allah pada hari kiamat nanti adalah seseorang yang bernama Malikul Amlak (Raja Diraja/Rajanya para raja), padahal tidak ada raja kecuali Allah.” (HR. Bukhari No. 6205, Muslim No. 2143, ini menurut lafaz Muslim)

Juga dibenci menamakan anak dengan nama-nama yang tidak jelas(karena ingin kebarat-baratan misalnya), atau nama yang mengandung konotasi buruk seperti musyrikah (wanita musyrik), Jarimah (Kejahatan), atau Farji (kemaluan). Atau nama-nama neraka seperti jahanam, wail, saqar. Atau nama-nama tokoh kafir Barat, atau nama para ahli maksiat seperti artis dan lain-lain.  Diharamkan pula dengan nama Abdul Masih (Hamba al Masih), Abdul Uzza (hamba dewa uzza), dan seluruh nama yang berarti penghambaan kepada selain Allah SWT.

Dianjurkan ganti nama jika terlanjur memiliki nama yang Buruk, sebagaimana yang dicontohkan langsung oleh Rasulullah ketika ia memberikan nama-nama para sahabatnya yang baru memeluk Islam. Boleh juga menggunakan nama kun-yah, yaitu nama sandaran yang menjelaskan nasab. Contoh ada orang bernama Syamsul atau apa saja, ia memiliki anak bernama Abdullah, maka ia dipanggil Abu Abdillah (Bapaknya si Abdullah). Atau seorang anak bernama Zaid punya bapak bernama Abdurrahman, maka ia dipanggil Ibnu Abdirrahman (Anaknya si Abdurrahman).

Setelah diberi nama, maka boleh saja bagi keluarga bayi untuk mengadakan makan makan , atau mengundang ustadz untuk tausiyah. Ini semua merupakan bagian dari menampakkan nikmat Allah SWT atas hamba-Nya, yang memang dianjurkan-Nya untuk disyi'arkan.
Allaah SWT berfirman:

وَأَمَّا بِنِعْمَةِ رَبِّكَ فَحَدِّثْ

“Dan terhadap nikmat Tuhanmu, Maka hendaklah kamu siarkan.”(QS. Adh Dhuha (93): 11)

💐 Sebar ilmu, raup Pahala Besar...
https://telegram.me/ngajifiqh


SHARE THIS

Author:

Etiam at libero iaculis, mollis justo non, blandit augue. Vestibulum sit amet sodales est, a lacinia ex. Suspendisse vel enim sagittis, volutpat sem eget, condimentum sem.

0 comments:

Mohon komentarnya santun dan sopan!