Monday, September 4, 2017

SENJATA PAMUNGKAS ala EMAK-EMAK yang KELIRU

RemajaIslamHebat.Com - Menyimak akun-akun teman medis khususnya bidan, lagi gencar-gencarnya nih ''bergerilya'' di sekolah-sekolah melakukan BIAS (Bulan Imunisasi Anak Sekolah).

Beragam pengalaman dan peristiwa saat teman-teman sejawat melakukan ''informed consent'' terhadap anak sekolah. Apalagi diusia mereka yang masih belia tentunya butuh pendekatan persuasif yg lebih lembut selembut belaian sang ibunda.

Anak-anak polos, yang hati mereka belum dihinggapi culas.
Anak-anak suci yang qalbu mereka alpa dr noktah keserakahan.
Anak-anak lugu yang dipikiran mereka hanya ketulusan.

Tak ada desisan cinta dunia, cinta jabatan, dan pongah akan harta layaknya orang-orang dewasa.
Tak ada ''mimpi'' menggadaikan kedaulatan negara demi memuaskan nafsu duniawi.

Belasan tahun ke depan, mereka-merekalah yang menggantikan peran kita. Mereka-mereka adalah generasi kita. Yaaahh ''seleksi alam'' adalah hal mutlak yg pasti terjadi.

Namuuuuunnnn...

Bagaimana jika kemudian si anak tak mau kooperatif dgn petugas kesehatan? Mereka antipati dengan kedatangan tim medis? (Yang mungkin br liat alisnya sj bak clurit udah menyeramkan apalagi ngeliat jarum suntik? Hehehe just kid-)

Mungkin tak ada salahnya kita sedikit ''bermanuver'' menciptakan suasana menyenangkan, maybe dengan memakai kostum unik, mendongeng (dongeng yg relevan dengan suntik menyuntik ) , memperbanyak stok senyuman sampe gigi kering , mengurangi wajah masam , dan klo bs kasih hadiah kecil-kecilan (hadiahnya mungkin permen, bola, mobil-mobilan, barbie-barbie ato apalah apalah ⚽ ).

Ngomong-ngomong tau gak asal muasal,  etiologi ato penyebab si anak mogok diimunisasi alias takut sm jarum suntik?  takut sama tante bidan, perawat atawa dokter? Meskipun rata-rata mereka ini cantik-cantik lho!!!

Yupppp, kita-kitalah para orang tua yang menjadi penyumbang terbesar anak kita takut disuntik. Masih ingat kan saat anak kita kecil dahulu kala, ada 3 senjata ampuh emak-emak??  (hayoooo coba ingat-ingat lagi deeeehhh).

3 senjata pamungkas ala emak-emak yang saya maksud adalah sbb :

1.
Eh jangan ribut ntar disuntik lho!!  Dokterrrrr, mana suntiknya dokteeeerrr, tuh tuh tuh bentar lagi dokternya datang bawa suntik.

Biasanya juga supaya semakin dramatis malah kadang nunjuk siapa aja ato teman yang ada disekitar kita sambil nunjuk2 ''ini teman mama punya jarum suntik lho, mana-mana jarum suntiknya? '' si teman pun yang maksud hati membantu menenangkan si adek yang ribut, dengan penuh suka dan rela ngeluarin akting terbaik, pura-pura merogoh tas ato saku seolah-olah nyari jarum suntik beneran   . 

Padahal ini efek jangka panjangnya gak baik lho, alam bawah sadar si anak akan mensave bahwa jarum suntik itu BAHAYA dan WAJIB dihindari. Berabe sendiri kan apalagi saat anak diopname di rmh sakit yang mengharuskan ada injeksi untuk memasukkan obat. Di rumah sakit juga sudah komplit tuh, ada dokter, bidan dan perawat plus mereka-mereka pake baju kebesaran pulak (putih-putih) waaahh semakin takutlah si anak .

2. 
Jangan nangis, awas kalo nangis ditangkap sm polisi lho. Pak polisiiiiii, disini ada anak nangiiisss, tangkap pak polisiiiii....(si emak pura-pura berteriak sok dikenceng-kencengin.. ) si anak pun mendekap ketakutan meluk si emak, eeeehhh malah si emaknya akting sekali lagi (apa gak kasihan sama anaknya buuuukkkk?? ). Pak polisinya punya tembak lho !!? Mau ditembakin? Doorrr . Kalo ditangkap polisi dimasukin dalam penjara mau? (duuuuhhhh jangan jd emak-emak sadis yahhhh) hati si anak udah ketar ketir tuh, udah ketakutan setinggi gunung Himalaya  .

Ingat ya mak, ini juga gak baik untuk si anak lho.. Mereka jadi benci ama pak Tito K*rnavian!  (etzzz..  Kalo sm ini mah, emaknya kali yang gak suka ).
Back to the topic, kalo si anak udah keseringan dicekoki tentang frame buruk dan menakutkan terhadap polisi maka pikiran bahwa; polisi itu JAHAT akan terfiksasi di alam bawah sadar si anak.

Nah, Kalo puluhan juta anak seantero Indonesia berpikir polisi itu jahat, secara tidak sengaja mereka menghimpun energi untuk ''mendaulat'' bahwa polisi itu jahat. Padahal bukannya tugas mulia pak polisi menumpas orang jahat kan yahhhh...  Atooooo emang ada orang ''jahat'' menangkap orang jahat??? Hehehe.

3.
Senjata ke-3 adalah awas ada hantu, awas ada pocong, awas ada genderuwo, awas ada kuntilanak, awas ada mak lampir, awas ada Suleeeee prikitiwwww!!! Hehehehe.

Hayoooo ibu-ibu acungkan tangan, ngaku klo minimal pernah mengamalkan salah satu senjata pamungkas di atas, atoooo jangan-jangan menggabungkan ke tiga-tiganya sekaligusssss???

Yuk, mulai sekarang kita belajar untuk tak lagi menggunakan ''ancaman-ancaman'' itu yah? Kasihan kami-kami tim medis, pak Polisi, dan makhluk-makhluk gaib yang tak bersalah dan sama sekali tdk berkepentingan sama emak-emak selalu jadi kambing hitam.

Stigma yang tertanam dibenak para generasi kita sebaiknya jangan ''diracuni'', mari mencipta dan mencetak generasi yang berakhlak mulia, gagah, kesatria, tangguh, cerdas, santun dan berani.

Semua berawal dan bermula dari keluarga.

Pict di bawah ini adalah potret anak-anak yang mungkin sering dihantui seramnya jarum suntik ketika ''disidang'' oleh sang orang tua tercinta .

***Nurb@y@

Penulis : Nur Baya

Sumber:

Fb: Nur Baya


SHARE THIS

Author:

Etiam at libero iaculis, mollis justo non, blandit augue. Vestibulum sit amet sodales est, a lacinia ex. Suspendisse vel enim sagittis, volutpat sem eget, condimentum sem.

0 comments:

Mohon komentarnya santun dan sopan!