Monday, September 11, 2017

Semut Imut Pembawa Bahagia

RemajaIslamHebat.Com - Kenal dengan semut? Pasti dong yah?
Pernah digigit semut? Yahhhh, pernah juga.
Pernah membunuh semut? Mungkin sering, hehehe.

Okeh, sebelum kita berpanjang kali lebar membahas semut, saya curhat dulu sikki’ yahhh.

Kadang ada yang japri saya seperti ini “Maaf mba, emang Mbak sebaik tulisan-tulisan mba?  Tulisan-tulisan mba sarat dengan kebenaran dan kebaikan, emang sudah ngamalin mba?

WA dan messenger saya jadi riuh dengan tanya yang kurang lebih senada jadi saya jawab melalui status ini Mba2 yah.

Saya suka Mba bertanya seperti itu, itung-itung jadi selfreminder  buat saya pribadi. Jadi gapapa warga fesbuk bertanya demikian, saya suka.. saya suka.. saya suka (Ala Meymei dalam serial Upin dan Ipin, hehehe ).

Kembali lagi ke nawaetu kita, kita menulis untuk apa? Kalo saya pribadi menulis sebagai upaya untuk mencipta kebaikan yang menular dan menularkan kebaikan. Kelak seiring dengan detakan waktu yang tak kunjung berujung, tulisan2 kita akan menjumpai jodohnya. Tulisan2 kita akan menemukan pada siapa ia akan terpatri. Tulisan kita akan menemukan pada siapa ia akan bertuan setelah penulisnya membiarkan ia mengembara dalam kesendirian .

Terlepas dari banyaknya yg ngelike ato share itu hanya bonus dari Allah.

Meskipun yang baca tulisan saya cuma sebiji, 2 biji atau 4 biji mata tapi ada perubahan ke arah lebih positif pasca membaca tulisan saya bukankah itu sudah menjadi deposito amal jariah saya kelak?

Adapun untuk menjawab pertanyaan bahwa apakah saya sebaik tulisan2 saya? Jawabannya TIDAK!!! Cukuplah Allah yang menjadi hakim atas amalan2 yang kita lakukan.

Kita mengaku baik sekalipun kalo Allah tidak meridhai, bukankah itu belum masuk kategori kebaikan yang menambah daftar panjang catatan kita di buku amalan malaikat Rakib?

Saya juga manusia biasa yang terus belajar mengupgrade dan memperbaiki diri.

Ketahuilah ketika ada secuil rasa bahwa kita lebih baik dari si dia, hati-hati syetan akan segera menyusup dengan sigap menaburkan kesombongan sehingga kita merasa kitalah paling “Ter” diantara yang lain. Terbaik, tersholeh, terrajin, tercerdas pokoknya ter dari segala arah penjuru mata angin.

Tetaplah merendah, tidak akan hilang kehormatanmu dengan merendahkan hatimu. Tetaplah tawadhu, tidak akan hilang pesonamu dengan meneduhkan pandanganmu atas dunia. Tetaplah humble, tidak akan hilang mahkotamu hanya dengan menundukkan matamu dari silaunya pujian manusia.

Ikatlah kebaikan dari siapapun ia lahir, bahkan dari mulut penjahat sekalipun. Kebaikan tetap kebaikan meski keluar dari mulut pendosa. Kebenaran tetap kebenaran meskipun disampaikan oleh dia yang berlumur dosa bergelimang maksiat.

Jangan bangga dengan amalan2mu yang membumbung tinggi. Jangan bangga dengan tahajudmu yang senantiasa kau tunaikan dipenghujung malam.

Jangan ujub dengan jilbab syar’i yang kau kenakan. Usah merasa puas dengan tadarusmu yang kau amalkan tiap hari.

Jangan sombong dengan sedekah dan amalan puasa sunnahmu. Jangan merasa bangga dengan banyaknya stok ilmu agama yang kau miliki.

Karena boleh jadi mereka yang “standar2” saja ibadahnya lebih dicintai oleh Allah karena ketawadhuannya. Lebih disayang oleh Allah karena ia lebih menghamba padaNya, rasa takutnya melebihi dari takutmu yang sibuk membandingkan dirimu dengan orang lain.

Hasan Al Bashri berkata : “Ilmu bukanlah dengan banyak menghafal riwayat, namun ilmu adalah yang menimbulkan rasa takut pada Allah”.

Curcolnya jadi kepanjangan yahhh, baiklah back to the topic about ant (ciyeee sok Enggres-Enggres ni yeeehhh, hahaha)
***
Tentang semut, semut ini punya predikat yang tak bisa dipandang sambil ngelirik, ia bertahta dalam Al-Qur’an, tak tanggung-tanggung namanya sekalian diabadikan dalam 1 surah khusus oleh Allah.

Allah begitu memuliakan semut, terbukti pada kisah nabi sulaiman dan bala tentaranya yang gagal melintas demi menunggu kawanan semut masuk ke kediamannya. Seperti yang difirmankan oleh Allah, “Hai semut-semut, masuklah ke dalam sarang-sarangmu agar kau tak diinjak oleh Sulaiman dan tentaranya, sedangkan mereka tak menyadari. Maka Nabi Sulaiman tersenyum dan tertawa karena mendengar perkataan semut itu. Dan dia berdo’a ; Ya tuhanku, limpahkanlah kepadaku karunia untuk mensyukuri nikmatMu yang telah Engkau anugerahkan kepadaku, dan kepada kedua orang tuaku, karuniakan kepadaku untuk mengerjakan amal sholeh yang Engkau ridhai, dan masukkanlah aku dengan rahmatMu ke dalam golongan hamba-hambaMu yang sholeh “ (QS. An-Naml : 16-19).

Melanconglah, mengembaralah bersama makhluk Allah yang lain niscaya akan kau temui telaga kebahagiaan. Kau akan bersinergi dengan alam hanya dengan kebaikan sederhana, yaaahh salah satunya bersahabat dengan semut.

Alkisah saya pernah menceritakan pada anak saya tentang kisah semut ini. Secara singkat saya mengisahkan semut dan bala tentara nabi Sulaiman. Tak lupa saya menyertakan kisah perempuan “pendosa” yang akhirnya masuk syurga hanya karena memberi minum pada anjing yang kehausan.

Ajaibnya, sambil saya mencuci piring di dapur, anak saya (umur 3 tahun) berteriak “Ibu, ibu… siniki ibu” secepat kilat saya segera mencuci tangan saya yang berlumur dosa eh berlumur busa s*nlight. Sepertinya ini teriakan darurat, tak boleh ditunda sampai cucian piring saya kelar.

Saya lalu mendekat untuk menghampirinya. “Ada apa nak?” Sapaku sambil melayangkan senyum terindah yang kumiliki. Aku kemudian ikutan berjongkok di sisinya.

“Ituhhh liatki ibu, banya’na semut toh, kukasih makanki juga ibu, tadi satu ekorji tapi datangi juga ayah sama ibunya semutka, anak-anaknya juga banya’na ibu, bisama juga masuk syurga seperti yang qita ceritakanga tadi ibu toh?” tatapnya sendu menawan menunggu kata iya meluncur dari mulutku.

Ahh ada rinai dipelupuk mata, kudekap ia dengan tangis yang berderai. Terima kasih Allah. Aku lalu mengangguk diselimuti haru, iya nak insya Allah anak ibu juga masuk syurga. Anak ibu pintar bersedekah sama semut. Kukecup ubun-ubunnya, kupeluk ia sekali lagi.

Tahukah apa yang diberikan untuk  semut itu? Potongan biskuit yang ia makan. Iapun kini mengerti diusianya yang masih belia bahwa kita tak boleh semau jidat kita untuk membunuh semut.

Jika kawanan semut itu numpang lewat melintas di rumah kita berilah ia jalan. Jika semut mengadu nasib dirumah kita berilah ia sedikit ruang untuk berteduh di rumah kita.

Berbicaralah dengan semut, yahhh berbicara selayaknya ia manusia. Percayalah kau akan temui kedamaian.

Pernah suatu ketika saat saya hendak mandi lalu koloni semut menjadikan kamar mandi sebagai lintasan untuk bermigrasi, saya kemudian mengurungkan niat saya untuk mandi.

Saya membayangkan semut ini adalah rombongan keluarga besar yang mencari tempat terbaik. Saya hanya berjongkok sambil berkata pada mereka “silahkan melintas yah, insya Allah kalo kalian sudah selesai menyebrang saya balik lagi untuk mandi” kataku sambil mengutas senyum.

Terlihat konyol memang. Terkesan gila emang ia. Tapi percayalah ketika kita mampu menerbitkan empati pada makhluk sekecil mereka niscaya kita akan lebih mampu berempati kepada sesama manusia tanpa memandang siapa dia, agama dia apa, status sosial yang ia sandang seperti apa.

Saat menyapu lantaipun ketika tanpa sengaja sapu kita menyambar semut, minta maaflah. Tatkala ia terjepit selamatkanlah.

Saat ia tergenang di atas air entah di minuman atau makanan kita segeralah evakuasi dia ke tempat yang kering sebelum ia meregang nyawa.

Percayalah dengan melakukan kebaikan-kebaikan sederhana seperti ini, Allah akan mengirimkan perasaan bahagia pada rongga hatimu.

Tahukah kita bahwa hewan terkuat satu-satunya bukan hanya gajah, tapi semut juga masuk dalam daftar hewan yang kuat. Bayangkan ia mampu memikul beban yang beratnya 50 x lebih berat daripada berat badannya.
Semutpun sanggup menempuh jarak yang begitu jauh sambil memanggul beban yang ia bawa.

So, stop kriminalisasi semut yah. Kalopun kehadirannya sudah amat sangat mengganggu dan membahayakan “usirlah” dengan cara elegan dan terhormat.

Jangan menyemprotnya membabi buta dengan pembasmi serangga sambil mengumpat mengobarkan amarah. Permisilah baik-baik, minta maaf sambil minta izinlah pada penciptaNya.

Lafadzkan basmalah ketika kita ingin mengusir atau merenggut nyawanya. Merenggut nyawanyapun itu kita jadikan alternatif terakhir.

Silahkan praktekkan tips yang biasa saya gunakan untuk menghalau semut tanpa menyakitinya dengan semprotan pembunuh serangga.

Letakkan beberapa potongan timun pada tempat mereka berkerumun, insya Allah ia akan mengerti dengan kode cinta mentimun yang Anda letakkan.

Ia akan pelan-pelan meninggalkan Anda, ia akan mengerti bahwa anda tak lagi merasa nyaman seatap dengannya, hehehe.

Cukup sekian dari saya, mari mencipta kebaikan yang menular dan menularkan kebaikan.

***Nurb@y@ tanpa siti.

Penulis : Nur Baya

Sumber:

https://m.facebook.com/story.php?story_fbid=10207846617402134&id=1796337115


SHARE THIS

Author:

Etiam at libero iaculis, mollis justo non, blandit augue. Vestibulum sit amet sodales est, a lacinia ex. Suspendisse vel enim sagittis, volutpat sem eget, condimentum sem.

0 comments:

Mohon komentarnya santun dan sopan!