Sunday, September 10, 2017

Ridho Allah, Kunci Kebahagiaan

RemajaIslamHebat.Com - Apakah arti kebahagiaan bagi manusia hari ini? Tentunya, setiap orang punya standar tersendiri dalam memahami kebahagiaannya. Namun, krn standar itu dinilai oleh masing-masing individu tentulah menjadi kekacauan dalam kehidupan.

Kenapa bisa begitu? Lihatlah, bagaimana orang-orang yang menyatakan bahagia dg bisa bersama pasangan tak halal, bahagia hanya dengan selingkuhan, bahagia jika punya rumah mewah/mobil mewah, bahagia jika makan enak-enak, bahagia jika sering jalan-jalan & shopping. Atau bahkan ada sebagian yg memaknai bahagia dengan hanya bersyukur apa adanya tanpa usaha. Bahagia membantu orang lain, bahagia dengan nikmat sehat, dll.

Ya, tidak ada salahnya jika manusia memaknai kebahgiaan dengan arti materi duniawi. Tapi, tidak benar jika kebahagiaan itu mengikuti nafsu manusia. Manusia tempatnya alfa dan khilaf. Sehingga, ia tidak bisa menentukan kunci kebahagiaan dengan mutlak.

Salah satunya, orang-orang yang merasa bhwa pasangan tak halal adalah sebuah kebahagiaan. Atau diskotik, dugem, dll. Ini sangat jauh melenceng.

Karenanya, bahagia itu tak sepenuhnya diberikan standar penilaiannya pada manusia. Tapi, Allah-lah yang memberikan maknanya. Apa itu?? Ridho Allah.

Ya, ridho Allah adalah kunci kebahagiaan. Puncak tertinggi peraihan amal manusia. Ridho Allah hanya akan diperoleh jika manusia berjalan di muka bumi ini sesuai dgn perintah dan larangan Allah.

Karenanya, bagaimana meraih ridho Allah tergantung sejauh mana kita mengikatkan diri pada syariat-Nya.

Sehingga, dalam beberapa hadits Rasulullah kita temui indikasi-indikasi kebahagiaan yang disebutkan dengan kata BERUNTUNG.

1. Beruntunglah para al Ghuroba

“Beruntunglah orang yang asing.” sahabat bertanya, “Siapakah orang-orang asing itu?” Nabi menjawab, “Orang asing (yang beruntung itu) adalah orang-orang shalih yang berada di tengah masyarakat yang banyak melakukan keburukan, yang melakukan kemaksiatan lebih banyak daripada yang melakukan ketaatan.” (Al hadits)

2. Orang yang beriman pada Rasulullah

“Berbahagialah orang yang melihatku dan beriman kepadaku dan berbahagialah dan (beruntunglah) orang yang tidak melihatku dan beriman kepadaku (7x menyebut).”(HR. Bukhari). 3. Orang-orang yang BERAMAL dengan ILMU “Berbahagialah orang yang beramal dengan ilmunya.” (HR. Bukhari)

4. Orang-orang yang Ikhlas

“Berbahagialah orang-orang yang ikhlas, mereka adalah pelita-pelita hidayah yang dari mereka setiap fitnah yang gelap menjadi terang.” (HR. Abu Nua'im)

5. Orang yang menahan Lidahnya “Berbahagialah orang yang dapat menahan lidahnya…” (HR. Baihaqi)

Barakallahu fiikum...

Sumber:

Fb: Sulastri


SHARE THIS

Author:

Etiam at libero iaculis, mollis justo non, blandit augue. Vestibulum sit amet sodales est, a lacinia ex. Suspendisse vel enim sagittis, volutpat sem eget, condimentum sem.

0 comments:

Mohon komentarnya santun dan sopan!