Monday, September 25, 2017

Puluhan Pelajar Antusias Hadiri Dialog Interaktif “Darurat Narkoba di Kota Kendari”

RemajaIslamHebat.Com - “Darurat Narkoba di Kota Kendari” menjadi pilihan tema Komunitas Anti Narkoba dalam Dialog Interaktif yang digelar di Warkop Ta  Andoonohu, Kota Kendari. Kurang lebih 80 orang pelajar yang berasal  dari SMA/SMK/Sederajat Kota Kendari antusias menghadiri acara tersebut Kejadian luar biasa di Kota Kendari yang memakan korban sebagian besar adalah remaja terhadap penyalahgunaan obat menjadi latar belakang diadakannya agenda tersebut.

Nur Andna Aga, S.KM.,M.Kes (BNN Kota Kendari) selaku pemateri pertama menyampaikan bahwa peredaran gelap narkoba bukan hanya menyasar dewasa dan remaja, tapi juga anak-anak. 7 negara pengedar narkoba terbesar di dunia versi on the spot yaitu 1) Colombia, 2) China, 3) Brazil, 4) Iran, 5) Mexico, 6) Indonesia dan 7) Italia. Menurut hasil penelitian BNN dan UI khusus untuk di Sulawesi Tenggara merupakan peringkat pertama penyalahgunaan narkoba dikalangan pelajar dan mahasiswa kategori coba pakai dengan angka 65.7%.. Untuk di Kota Kendari dari Klinik Pratama BNN Kota Kendari ditemukan penyalahgunaan bahan adiktif yaitu lem fox, mumbul, PCC dan lain-lain. Sungguh Menyedihkan!

“Yang paling berperan penting dalam masalah narkoba adalah kita semua, karena masalah ini terjadi dalam masyarakat” papar dr. Hamliati (dosen kedokteran UHO) mengawali pembahasannya. Kemudian sifar remaja selalu mencari hal hal yang baru, sehingga dengan mudahnya mencoba obat-obatan yang kita lihat sekarang. Dilingkup anggota IDI sudah mengeluarkan surat edaran bahwa harus melakukan pengawasan dan pengobatan, hal ini berkatan dengan kejadian luar biasa yang terjadi di Kota Kendari ini. 

Lebih lanjut djelaskan bahwa efek dari Narkoba antara lain yaitu sebagai : 1) Stimulan : pengguna langsung merasa bahagia, fly, bisa membuat tidak mengetahui apa yang dia lakukan, 2) Halusinogen: terjadi halusinasi pada pengguna, sehingga muncul sesuatu yang manusia normal tidak melihatnya dan 3) Depresan : pengguna dapat mengantuk dan  menghambat respon tubuh. PCC  sudah digunakan dalam bidang kedokteran sudah lama, dan untuk penggunaannya dalam pengawasan dokter serta tidak dijual bebas tapi harus mempuyai resep dokter dan untuk obat golongan-golongan tertentu sudah dicabut surat izinnya.

“Anak-anak hari ini tidak tumbuh dengan bahagia sehingga memunculkan keinginan untuk mencoba. Anak-anak dalam Al Qur;an dikatakan sebagai perhiasan. Hal ini terjadi karena memisahkan agama dalam kehidupan. Pihak yang bertanggung jawab dalam memenuhi hak anak yaitu orang tua, keluarga, masyarakat dan Negara” tegas ibu Selpirahmawati Saranani, S. Farm., M.Si

“Dalam penyalahan obat, Islam mengatasinya dengan cara memelihara kesehatan jiwa individu, mendorong peran masyarakat, menekankan peran penting Negara dan menetapkan sanksi hukum. Dalam Fatawa Mu’ashirah  Yusul Al-Qaradhawi: hukuman mati untuk pengedar narkoba jauh lebih layak dibanding mereka yang mendapat hukuman mati karena membunuh. Karena orang yang membunuh, ia hanya membunuh satu orang saja, sedangkan pengedar narkoba, ia bukan hanya membunuh satu orang akan tetapi membunuh generasi satu bangsa” lanjutnya.

Diskusi berlangsung hangat dengan  banyaknya pertanyaan yang masuk. Pukul 11.00 WITA, acara ditutup dengan dengan doa. Semoga para pelajar bisa tercerahkan dengan penjelasan para pemateri dan menjadi duta duta anti narkoba di sekolahnya masing masing bersinergi dengan masyarakat dan pemerintah[Muslimah Sultra4Islam]


SHARE THIS

Author:

Etiam at libero iaculis, mollis justo non, blandit augue. Vestibulum sit amet sodales est, a lacinia ex. Suspendisse vel enim sagittis, volutpat sem eget, condimentum sem.

0 comments:

Mohon komentarnya santun dan sopan!