Friday, September 1, 2017

Puasa, Dan Ayat Al Qur'an Yang Dianak Tirikan

RemajaIslamHebat.Com - Ayat Al Quran yang paling populer diungkapkan ketika puasa, dalam majelis kultum, mimbar khutbah jumat, tausiyah, dan forum Ceramah² para Dai kita selama bulan puasa ini adalah Surat Al Baqarah ayat 183. Kita pasti hafal di dalam kepala tentang bunyi ayat ini.
َ

Ayat di atas tanpa dituliskan artinya pun kita sudah pasti tahu maknanya. Sekarang coba bandingkan dengan ayat di bawah ini, apakah kita pernah dengar ?

Coba kita baca pelan-pelan ayat yang satu ini. Ayat ini adalah penggalan surat Al Baqarah ayat yang ke 178-179. Ayat ini hanya mundur 5 ayat dari Al Baqarah 183. Apakah kita pernah dengar ayat ini ? Apakah kita pernah dengar penjelasan PELAKSANAAN ayat ini, sebagaimana detailnya penjelasan Al Baqarah 183 ?
-
Coba kita baca pelan-pelan, APA KESAMAAN DARI Albaqarah 183 dan Al Baqarah 178 ? Kesamaannya adalah kedua ayat ini pada bagian awal mempunyai frasa Subjek redaksi yang sama yakni sama-sama dengan diawali :

Kedua ayat ini sama-sama DIWAJIBKAN untuk kita. Maka tentu saja sebagai Konsekuensi Berakidah Islam kita wajib untuk melaksanakan ayat ini, tanpa tebang pilih. Lantas apa BEDANYA antara kedua ayat ini ? Bedanya adalah pada sisi Khitab Objek seruannya. Perhatikan baik-baik.

Al Baqarah 183 Khitabnya seruannya adalah Kewajiban Berpuasa, sementara Al Baqarah 178 Khitab seruannya adalah kewajiban QISHAS. Qishas merupakan ajaran Islam dalam hal persanksian ( 'Uqubat ). Lantas sekarang bagaimana penyikapan Umat Islam hari ini terhadap Syariah berkaitan dengan Qishas ini ? Ingat ini dari sisi seruan sama-sama Wajib untuk dilaksanakan. Apakah karena umat ini tidak mau melaksanakan ? Kalau mau bagaimana pelaksanaanya ? Siapa pelaksananya ? Ataukah Umat hari ini mengambil satu hukum, seraya mencampakkan hukum yang lain ? Apakah umat hari ini menjadikan Islam seperti " hidangan Prasmanan " yang terlihat enak-enak diambil sementara bagian yg tidak enak dicampakkan ? Ataukah memang Penjajah berusaha untuk menjauhkan Umat ini dari penerapan Islam secara kaafah ? Ataukah umat ini menikmati dipaksakan dengan Aturan SEKULARISME warisan penjajah, yang meletakkan Islam hanya untuk ritual ibadah an sich, sementara dalam politik ketatanegaraan menggunakan aturan warisan penjajah ?
-
Wonosobo, 28/05/'17

Sumber:

Fb: Pristian Surono Putro


SHARE THIS

Author:

Etiam at libero iaculis, mollis justo non, blandit augue. Vestibulum sit amet sodales est, a lacinia ex. Suspendisse vel enim sagittis, volutpat sem eget, condimentum sem.

0 comments:

Mohon komentarnya santun dan sopan!