Thursday, September 7, 2017

Pesawat Kertas

RemajaIslamHebat.Com - Mentari telah bangun dari tidurnya. Tubuh para pecinta subuh pun demikian. Bahkan, ia mampu mengalahkan matahari yang masih berselimut malam.

Ketika mentari mulai meninggi, kehangatannya membawa semangat baru. Semangat untuk memberikan yang terbaik untuk hari ini.

Kaki melangkah pada satu tujuan setelah usai sholat dhuha tertunaikan. Taman Posyandu Anggrek Bulan 1 yang menjadi tujuan. Bukan gedung mewah, tak juga gubuk reot. Hanya sebuah ruang parkir sebuah rumah pinggir jalan yang menjadi saksi bisu perjalanan mengajar generasi masa depan.

Pagi itu tak biasa. Hanya sendiri. Tanpa pengajar lain yang menemani.

Tapak kaki berhenti sejenak, bibir bergumam, "Ah, sudah ada yang menata."

Berjalan kembali masuk ke ruang parkiran yang cukuplah untuk menampung 25 anak plus ibunya. Tak lama terpaku. Satu per satu anak dan ibunya melangkah dengan senyum hangat ke arahku. Salam, salim, dan bertegur sapa agenda wajib dalam perjumpaan.

Anak-anak masa kini itu bermain riang. Semua mainan yang ada dimainkan. Sederhana tapi mereka suka. Tak mewah tapi takkan memkusutkan muka mereka.

Doa, nyanyi, senam, mengenal tubuh ciptaan Allah telah terlampaui. Saatnya berkreasi.

Tiap ibu mendapatkan 1 kertas bekas, "Ayo ibunya yang membuat pesawat dan anak-anaknya mewarnai. Bisa bu?"
"Tidak," jawab mereka kompak

Tersentak. Kaget. Kukira semua ibu bisa membutkan pesawat sederhana untuk anaknya.

"Baik, saya ajari. Silahkan diperhatikan dan tirukan," pintaku sembari menyiapkan selembar kertas.

Ya, tak sesulit mengajari para krucil untuk mengajari ibunya membuat pesawat. Ketika usai, anak-anak dengan semangat mewarnai  dengan beragam warna yang mereka mau.

"Ayo kita terbangkan!" seruku seraya menggiring mereka ke halaman.
Lihatlah, bahagia itu sederhana. Ia dimiliki oleh anak-anak yang polos. Hanya secarik pesawat kertas telah mengukirkan senyum dan tawa bahagia diantara mereka. Tak perlu mainan mewah untuk membuat mereka bahagia. Temani mereka bermain dan jadilah sesederhana mereka agar Anda miliki bahagia dan berbagi bahagia.

Penulis : Choirin Fitri

Sumber:

Fb: Choirin Fitri

Tulisan lain dari fb Choirin Fitri :

Wanita Ibarat Permen

Suatu siang 2 cowok asyik ngobrol di pelataran kampusnya. Sebut saja namanya ikhwan dan boy. Tema yang dibahas tak beralih dari topik pria kebanyakan. Soal perempuan.

Boy: "Muslimah tu ribet banget ya? Liat aja kemana-mana mereka pakai pakaian kedodoran kayak gitu. Udah gitu rambutnya ditutup pula."

Ikhwan: "Heeeemmm..."

Boy: "Susah ngeliat cantiknya klo dah gitu."

Ikhwan: (membuka sebungkus permen lalu melemparkannya ke lantai bersamaan dengan sebungkus permen lainnya)

Boy: "Gile lo! Permen enak-enak Lo buang gitu aja!" (sambil memungut permen yang masih terbungkus)

Ikhwan: "Kenapa yang masih terbungkus yang kamu ambil?"

Boy: "Gue masih waras kali. Nggak mungkin lah ngambil yang sudah Lo buka. Kotor bro"

Ikhwan: "Itu kamu tahu. Wanita itu ibarat permen. Begitulah Islam memperlakukannya.  Ia melindungi kehormatan wanita dengan mewajibkannya menutup aurot. Hanya laki-laki sholeh yang mampu mempersuntingnya saja yang bisa melihat kecantikannya. Ia suci dengan pakaian kemuliaannya. Hanya orang waras yang bisa memilihnya bro!"

Boy: (masih tercengang dengan analog temannya) "Heeemmm, betul juga!" (pikirnya)

Ikhwan: "Ayo, kita masih ada kelas!"


SHARE THIS

Author:

Etiam at libero iaculis, mollis justo non, blandit augue. Vestibulum sit amet sodales est, a lacinia ex. Suspendisse vel enim sagittis, volutpat sem eget, condimentum sem.

0 comments:

Mohon komentarnya santun dan sopan!