Sunday, September 10, 2017

Perpustakaan Mulai Ditinggalkan

RemajaIslamHebat.Com - Ada komentar lucu yang muncul dari seorang reporter, langsung disiarkan liputannya dari lantai 2 perpustakaan Masjid Baitul Haram Mekkah. Kata dia, "Banyaknya koleksi buku berbahasa Indonesia di perpustakaan ini, karna minimnya pengunjung asal Indonesia"

Memang begitulah karakter masyarakat Indonesia. Jangankan di negeri orang, di negerinya sendiri saja masih banyak yang malas ke perpustakaan. Termasuk, saya sendiri. Jangankan ke perpustakaan, ke toko buku aja bisa dihitung dengan jari. Pasalnya, sekarang ini adalah era digital online dan semua orang bebas mengakses koleksi bacaan versi e-book kan. Free, bebas ongkir, cepat akses, dan yang paling penting adalah koleksi digilib tersebut tidak gampang robek atau lusuh.

Nah! Ruginya, kita bakal kesulitan membuat caping alias catatan pinggir dari koleksi bacaan berbentuk digital. Bedanya dengan koleksi buku hard cover, pemiliknya tentu bebas membuat coretan di setiap sudut buku yang tercetak resmi. Mau dicoret sesuka hati pun sah-sah aja, tak ada yang akan minta ganti rugi karna buku telah rusak atau lepas sampulnya. Perkara-perkara inilah yang sebenarnya secara psikologis membuat sebagian orang Indonesia malas mengunjungi perpustakaan.

Bayangkan, kalau-kalau buku yang telah dipinjam dari perpustakaan itu hilang. Jelas sekali sanksinya. Jika buku rusak atau hilang berarti peminjam harus menggantinya dengan yang baru atau membayar seharga buku. Umh.. apalagi kalau itu merupakan buku terbitan luuuaama sekali, maka akan sangat sulit mencari gantinya bukan?. Rumit bin ribet.

Inilah saatnya perpustakaan dan para pustakawan pustakawati berinovasi.! Misalnya dengan membolehkan kami mencoret-coret koleksi buku mereka, atau jika buku rusak tidak perlu didenda, diganti bahkan dibayar seharga yang baru. Hahaa

Sumber:

https://m.facebook.com/story.php?story_fbid=1613967795321780&id=100001257244081

Tulisan lain Baiq Dwi Suci Angraini :

Kapitalis Komunis, ataukah Islam?

Kapitalis dan Komunis bekerja untuk menciptakan kerusuhan dan perang dimana-mana, 'katanya sih,' untuk menstabilkan kehidupan dunia. Ah, itu cuma bualan! Ingat, simak baik-baik Alif Lam Mim The Movie, kita akan terperanjak melihat cara kapitalis bekerja.
Kedua ideologi ini tidak diterapkan untuk menciptakan perdamaian dunia, melainkan hanya untuk menguasai dunia dengan sistem perekonomian mereka masing-masing.
Menjadi sangat penting islam memimpin dunia dengan membebaskan umat dari ideologi-ideologi yang merongrong perekonomian negeri mereka. Pasti. Karna islam menstabilkan kehidupan dunia dengan menyerahkan kedaulatan di tangan syara'. Manusia hanyalah penerap syariat, tak usah latah mengutak-atik aturan yang sudah dipatenkan Allah dalam syariat islam.

Kapitalis dan komunis mungkin sedang berperang, demi mewujudkan kerjasama satu sama lain untuk menghancurkan ideologi islam. Mereka tak rela islam kembali memimpin dunia. Kedua ideologi ini tak ikhlas islam bangkit untuk kedua kalinya. Sebab itulah dunia makin gonjang-ganjing dibuat, semua penilaian negatif diciptakan untuk menyudutkan islam sebagai biang kerok atas semua permasalahan dunia. Padahal kita tahu, mereka berdualah trouble maker-nya. Kapitalis rasa komunis, komunis rasa kapitalis.

Alhamdulillaah..
Sejarah tak pernah berdusta, islam selalu menjaga perdamaian dunia dalam kepemimpinannya. Islam menyatukan ufuk timur hingga ujung barat dunia, bukan untuk menguasai negeri-negeri itu dengan sistem ekonominya. Islam melakukan pembebasan, futuhat dilakukan hanya untuk membebaskan manusia dari jeratan pemimpinnya yang diktator, jahat, keji, radikal, semena-mena dan mencekik rakyat sendiri. Islam datang untuk memberi keamanan dan perlindungan, mengajak berakidah pada yang lurus, bahkan sejarah tak pernah berbohong bahwa islam menguasai dua per tiga dunia dengan sentausa lagi berperadaban tinggi.


SHARE THIS

Author:

Etiam at libero iaculis, mollis justo non, blandit augue. Vestibulum sit amet sodales est, a lacinia ex. Suspendisse vel enim sagittis, volutpat sem eget, condimentum sem.

0 comments:

Mohon komentarnya santun dan sopan!