Wednesday, September 6, 2017

Perlunya Menstimulasi Semua Gaya Belajar di Usia Dini

RemajaIslamHebat.Com - Masa anak merupakan fase yang sangat fundamental atau penting bagi perkembangan individu. Masa anak juga merupakan peluang besar untuk pembentukan dan pengembangan pribadi seseorang. Usia dini yang juga disebut sebagai masa emas (golden age) merupakan masa kritis, di mana seorang anak membutuhkan rangsangan yang tepat untuk mencapai kematangan yang sempurna. Keluarga merupakan pusat pendidikan yang pertama dan terpenting. Sedangkan sekolah adalah sebagai pembantu kelanjutan pendidikan dalam keluarga.

Hal yang mempengaruhi kegiatan belajar anak bergantung pada tipe kecerdasan dan modalitas belajar anak yang berbeda. Modalitas belajar ialah semua organ indera yang mendukung fungsi belajar anak. Ada anak yang memiliki pendengaran yang tajam, ada anak yang penglihatannya awas dan tajam atau perabaannya yang sensitif. Di sisi lain, ada anak yang memiliki perasaan yang peka. Semua modalitas belajar tersebut selanjutnya digunakan untuk belajar.
Belajar adalah suatu proses. Artinya kegiatan belajar terjadi secara dinamis dan terus- menerus yang menyebabkan terjadinya perubahan dalam diri anak. Perubahan yang dimaksud dapat berupa pengetahuan (knowledge) atau perilaku (behavior). Dua anak yang tumbuh dalam kondisi dan lingkungan yang sama, meskipun mendapat perlakuan yang sama, belum tentu akan memiliki pemahaman, pemikiran dan pandangan yang sama terhadap dunia sekitarnya. Masing-masing memiliki cara pandang sendiri terhadap setiap peristiwa yang dilihat dan dialaminya. Cara pandang inilah yang kita kenal sebagai “Gaya Belajar”.
Belajar sebenarnya mengandung arti bagaimana kita menerima informasi dari dunia sekitar kita dan bagaimana kita memproses dan menggunakan informasi tersebut. Mengingat setiap individu memiliki keunikan tersendiri dan tidak pernah ada dua orang yang memiliki pengalaman hidup yang sama persis, hampir dipastikan bahwa “Gaya Belajar” masing-masing orang berbeda satu dengan yang lain.
Gaya belajar setiap anak dipengaruhi oleh faktor alamiah (pembawaan) dan faktor lingkungan . Jadi ada hal-hal tertentu yang tidak dapat diubah dalam diri seseorang bahkan dengan latihan sekalipun. Tetapi ada juga hal-hal yang dapat dilatihkan dan disesuaikan dengan lingkungan yang terkadang justru tidak dapat diubah.

Mengenali gaya belajar anak, belum tentu membuat anak menjadi lebih pandai. Tapi dengan mengenali gaya belajar anak, kita akan dapat menentukan cara belajar yang lebih efektif. Ayah Bunda tahu bagaimana memanfaatkan kemampuan belajar anak secara maksimal, sehingga hasil belajar yang diperoleh dapat optimal.

Gaya belajar anak bisa kita amati dari sejak usia 3 tahun. Cara mengenalinya dengan mengamati aktivitas sehari- hari anak. Ayah Bunda bisa amati aktivitas yang paling sering diulang, paling diminati atau disukai anak sehingga anak merasa nyaman dan betah. Ayah Bunda dapat menggunakan panduan berdasarkan artikel – artikel El Hana sebelumnya tentang gaya belajar (baik visual, audio, kinestetik maupun global analitik). Yang terpenting untuk dilakukan orang tua adalah bukan sekedar mengenali gaya belajar anak, namun menstimulasi anak sejak usia dini yakni dari bayi hingga usia 8 tahun dengan memberikan beragam aktivitas untuk membantu perkembangannya.
Sebenarnya hampir semua anak usia dini memiliki gaya belajar campuran, sangat sedikit anak yang memiliki hanya satu gaya belajar. Gaya belajar campuran adalah gaya belajar dimana anak kadang bertipe auditorial sekaligus visual dan atau juga kinestetik, atau hanya kinestetik dan visual. Jadi anak perlu banyak distimulasi lewat bermain. Ketika anak melakukan kegiatan main, semua alat indra dan kinestetiknya akan dimanfaatkan secara maksimal. Itulah sebabnya bermain merupakan kegiatan yang paling tepat diberikan pada anak usia dini, karena di samping menyenangkan buat anak, juga akan memaksimalkan pengindraan dan kinestetik anak, sehingga mampu memberikan informasi pengetahuan sebanyak-banyaknya pada anak. Ketika anak bermain lompat tali maka otomatis kinestetiknya akan berkembang, anak juga akan mengamati bunyi yang ditimbulkan oleh lompatan kaki, anak akan berusaha menghitung berapa kali
mereka melompat dan melihat/mengamati gerak tali atau kesalahan yang dilakukan temannya. Kegiatan gerak, mendengar dan mengamati tersebut merupakan berbagai kegiatan belajar yang melibatkan seluruh alat indra anak.

Anak memiliki dunia dan karakteristik tersendiri yang jauh berbeda dari dunia dan karakteristik orang dewasa. Anak itu sangat aktif, dinamis dan anak memiliki rasa ingin tahu yang tinggi. Rasa ingin tahu yang tinggi ini yang menunjukkan anak sudah memulai aktivitas belajar walaupun gaya belajar anak masih sebagian besar dilakukan dengan bermain.

For any child, LIFE remains a sea full rich experiences just waiting to be explored. – Natan Gendelman

Salam,
Admin El-Hana Learning Kit

Sumber Bacaan ⤵

Pemahaman Gaya Belajar Pada Anak Usia Dini. Jurnal STAIN Kudus.
www.balitabunda.com

Sumber:

Fp: El-Hana Learning Kit


SHARE THIS

Author:

Etiam at libero iaculis, mollis justo non, blandit augue. Vestibulum sit amet sodales est, a lacinia ex. Suspendisse vel enim sagittis, volutpat sem eget, condimentum sem.

0 comments:

Mohon komentarnya santun dan sopan!