Friday, September 8, 2017

Perbedaan menyatukan Kita

Oleh : Hilmi Firdausi

SAYANG, tau nggak, sejak pertama kali bertemu kamu 10 tahun yang lalu, lalu memutuskan menikahimu di tanggal cantik 9-9, yang juga secantik dirimu , aku berpikir...kamu adalah wanita yang sangat berbeda, berbeda sifat denganku ;

Kamu itu pendiam, sedangkan aku cenderung lebih banyak menjelaskan.

Kamu dulu berjilbab biasa, padahal aku mendambakan akhwat berhijab sempurna.

Kamu itu cool, sedangkan aku dikenal cukup supel.

Kamu dulu tidak bisa memasak, padahal salah satu kriteria calon istriku adalah jago masak.

Kamu dulu muslimah biasa, padahal dulu aku adalah aktivis dakwah yang mendambakan pendamping yang sekufu.

Aku orangnya easy going, kamu agak sensitif, baper alias suka ngambek.

Aku suka sepakbola, kamu bahkan bertanya "kenapa satu bola diperebutkan segitunya..?"

Aku suka gunung kamu suka pantai. Kamu suka merenung, Aku suka nyantai.

Kamu lebih suka Instagram, sedang aku lebih suka menulis di Facebook.

Kamu wanita melow yang kadang menangis waktu menonton film, aku tipe orang yang sering ketiduran waktu nonton.

Kamu suka bawang merah, aku bahkan (dulu) langsung kabur begitu mencium baunya.

Kamu orang yang agak "ribet" jika mau bepergian, sedang aku nyantai bak Koboy jalanan.

Lemari bajumu begitu rapi, sedang lemari bajuku...ah, jadi malu untuk dikatakan.

Aku tipe romantis perangkai kata, sedang kamu tipe romantis bertindak nyata.

Tapi entah kenapa, perbedaan itu yang meyakinkan bahwa kamu adalah calon Istri yang sempurna untukku...

Semua perbedaan yang ada pada kita malah membuat kita menumbuhkan toleransi dan sibuk saling melengkapi dan memperbaiki diri.

Dan itupun semua terbukti, Kamu hari ini adalah seorang Istri sholihah berhijab sempurna, aktivis dakwah, bisa memasak dan mengurus rumah...namun tetap dengan sikap kamu yang cool, bicara seperlunya namun tegas dalam bersikap.

Kita berdua secara ajaib menjadi pribadi-pribadi yang saling menyesuaikan. Kamu berusaha berubah menjadi keinginanku, dan akupun berusaha menjadi sesuai seleramu...walau tak menjadi keharusan, namun pasti kamu akan senang kalau aku bisa makan bawang, menyukai pantai dan tidak lagi seperti koboy jalanan. Demikian juga kamu, mencoba beberapa hal yang aku sukai, demi menggapai ridha suami.

Terimakasih untuk menjadi wanita yang "berbeda" dalam hidupku.

Terimakasih telah berjihad melahirkan dan membesarkan ketiga buah hati kita.

Terimakasih untuk menjadi partner berjuangku, tempat curhatku, sekertaris pribadiku, pemijat handalku...Permaisuri tercantik dalam hidupku.

Terimakasih untuk 10 tahun yang begitu berwarna dan beraneka rasa.

Satu dasawarsa kita bersama di dunia, semoga abadi hingga ke Surga.

Tak perlu lagi ku bilang "I Love U" kepadamu di 10th anniversary ini, karena bagi kita setiap hari adalah anniversary, sepanjang waktu adalah I Love U. ❤️❤️❤️

Dari aku, yang Insya Allah akan menghabiskan sisa umurku bersamamu...

*Peringatan, postingan tulisan dan video ini bisa buat baper. Semoga jadi doa dan motivasi buat para jomblo se Nusantara .

Tulisan lain fb Hilmi Firdausi :

Terbuat dari apa hati kalian ?!

Oleh : Hilmi Firdausi

Jika anda berkata jangan seret konflik Rohingya ke Indonesia, pikniklah sebentar, ini bukan memindahkan konflik tapi menunjukkan solidaritas, lebih jauh inilah prinsip seorang mu'min yang diajarkan baginda Rasul, bahwa mu'min bagai satu tubuh, jika satu bagian sakit maka seluruh badan juga akan merasakannya.

Jika anda bilang semua gambar-gambar sadis, video-video kejam itu hoax...bergaullah dengan banyak orang, para asatidz yang langsung pergi ke perbatasan, para relawan kemanusiaan yang berani mati menembus daerah konflik. Kesaksian mereka mengatakan bahwa semua foto dan video itu benar adanya! Pengungsi Rohingya yang langsung bertutur kepada mereka, bahwa pembantaian "super" sadis itu berlangung hampir tiap saat di desa mereka.

Jika anda berkata konflik Rohingya adalah konflik bermuatan ekonomi karena dikawasan tersebut kaya akan sumber daya alam, hai...bacalah sejarah, pembantaian dan upaya pembersihan etnis Rohingya sudah berlangsung sangat lama, jauh sebelum ditemukannya gas dan minyak bumi yang diperebutkan.

Jika anda berkata konflik Rohingya bermuatan politis, ingin menjatuhkan pemerintah Pak Jokowi, pikniklah sebentar, sudah ramai demo dukungan kepada Rohingya di berbagai negara, apakah demonstran di negara-negara itu ingin menjatuhkan Pak Jokowi ? Berpikirlah yang waras sedikit, jangan sedikit-sedikit dikaitkan dengan politik, makar dan kudeta.

Untuk membuka mata kalian, cobalah sesekali menggunakan hati melihat Konflik Rohingya ? Bayangkan jika kebiadaban itu terjadi pada anda, suami anda, istri anda, anak-anak anda, orangtua anda...bayangkan! Jika tak bisa, istighfar, mohon ampunan, karena ini pertanda hati anda sudah mengeras bagai batu, atau seperti yang dilukiskan Al-Qur'an..."fii qulubihimul marod" ada penyakit di dalam hati anda !

Jika untuk pernikahan Hamis dan Raisa kalian sanggup untuk patah hati, lalu kenapa hati kalian tak luluh lantah menyaksikan genosida etnis Rohingya ? Terbuat dari apa hati kalian ? Atau jangan-jangan kalian sudah tak punya hati ?

Hilmi Firdausi
Kajian Hilmiyah

*saya sertakan link youtube ceramah saya kemarin tentang Rohingya "Lukamu lukaku" di Masjid Raya Bogor. Silahkan disimak semoga bermanfaat.

Sumber:

Fb: Hilmi Firdausi


SHARE THIS

Author:

Etiam at libero iaculis, mollis justo non, blandit augue. Vestibulum sit amet sodales est, a lacinia ex. Suspendisse vel enim sagittis, volutpat sem eget, condimentum sem.

0 comments:

Mohon komentarnya santun dan sopan!