Tuesday, September 5, 2017

PENTINGNYA TOILET TRAINING PADA ANAK

RemajaIslamHebat.Com - Inspirasi menulis bisa menetas kapan saja, dimana saja dan dalam kondisi apa saja.

One day, dalam perjalanan pulang dari Makassar menuju Panciro (daerah Gowa) saya dan suami bermotor – motor ria membelah jalanan (posisi duduk saya menunggang kuda).

Kebiasaan kami kalo lagi boncengan kadang tebak-tebakan, main sambung lagu, bahas pendidikan anak, ngaji dikit2, bahas politik, bahas ekonomi, bahas emas, dll dsb pokoke bejibun.

Pembahasan kami macem2 kayaaaaakk gado2 getohhh.. (berasa pejabat bisa bahas segalanya hahaha pejabat rumah tangga tapi  ).

Naek motor sambil nyanyi lagu andalan wanita sejagad tak terkecuali saya “Karenna wwanita ingin dimengerti, manjakaaaannn ddi… TIBA – TIBA lagu saya terhenti otomatis, bukan karena suara saya cempreng lho yahh,, whong yang nikmatin cuman saya dan suami. hehehe

Tapi……

Demi melihat pemandangan langka terpampang nyata tanpa fatamorgana di depan mata,
gak ada sensor
gak ada crop
gak ada bluran kamera apalagi seutas penghalang???!!! No!!

Kontan kerongkongan saya tersedak (serasa tercekik) Astagfirullahhh al adziiimm kompak saya dan suami beristigfar.

Pemandangan apakah yang kami saksikan???

Adalah anak kisaran kelas 1 atau 2 SD (menurut pengamatan saya pribadi) paling banter usianya mungkin 7 or 8 tahunan berdiri tegak posisi sempurna layaknya lagi upacara bendera.
Di pinggir jalan raya yang begitu ramai kendaraan hilir mudik, dengan santainya menikmati pipis sambil berdiri.

Sedikitpun tidak ada guratan malu di wajah belianya, tak nampak ekspresi buru-buru layaknya orang kebelet, tak seujung kukupun bias takut terlukis di raut mukanya.

Peduli amat organ vitalnya lagi melongok menyaksikan luasnya hamparan dunia (meskipun cuma skala kabupaten), peduli setan ama penampakan belahan pantatnya yang meskipun gak menggoda dan gak mengundang syahwat tapi tetep aja gak bisa dibenarkan dan dibiarin.
Astagfirullahh al adzim..
wallahu A’lam dia beristinja’ (cebok) pasca buang hajat atau tidak.
(Huffffftt.. kuhela nafas sebuas mungkin)

After that,,,,,,,

Karena risih ngeliat pemandangan yang bikin mata dan hati menjerit,
saya palingkan muka ke seberang jalanan, berjarak sekitar 5 meter dari bocah tadi.
Allah ya kariiiiiimmm naudzu billahi min dzalik saya dan suami reflex tertawa terbahak –bahak, Hwahahaha,, wkwkwkwkw, hihihi, qiqiqiqiqi, tanpa kukomando suami saya menambah laju motor menghindari suguhan pemandangan gratis binti aneh berikutnya. 

Ditengah gelak tawa yang membahana, kami menyelipkan istigfar berkali - kali astagfirullah al adzimmm.
Percaya tidak percaya yang kami lihat di seberang jalan yang hanya berjarak sekian meter dari si bocah, dengan interval waktu hanya berdurasi hitungan detik, seorang bapak – bapak usia kisaran 30an – 40an kelakuannya PERSIS si bocah.

Dengan belahan pantatnya yang begitu fenomenal creamy.. meeeee..mbuat mata menari nari (Syahrini nyanyi lagu iklan mie s*edaa**p).

Enteng sekali si bapak2 menikmati prosesi pipisnya. Naudzu billahi min dzalik. Semoga si bapak segera memahami kekeliruannya.

99,99 %  menurut hipotesa saya si bocah dan si bapak bukan orang gila sungguhan seperti layaknya orang yang mengalami degradasi mental berkeliaran sana sini, tapi kelakuannya sungguhan melebihi orang gila.

Kenapa saya berasumsi demikian?

Penampilan si bocah seperti bocah2 pada umumnya dari segi perawakan dan pakaian.
Apalagi si bapak2?
Waaahhh asli edan !!!
Motornya di parkir manjaHHHH pemirsa, dan bisa jadi resleting celananya gak bisa diajak kompromi, jadilah belahan pantatnya dipamerin sekalian. Nanggung pak yahhh?? Kebelet tingkat kabupaten??? Hadeeehhh gak sampe segitunya juga kali paaa…aakkk.


Oia sedikit deskripsi tentang TKP si bocah dan si bapak2 yang entah tercecer dimana urat malu dan kewarasannya.
Peristiwa ini terjadi di tengah – tengah jantung dan hati kota Sungguminasa (Ibu kota kabupaten Gowa), hanya berjarak puluhan meter dari kantor Bupati, Mesjid Agung Kabupaten, Kantor DPRD, dan Puskesmas Somba Opu.

Bagi orang Makassar yang bermukim di Gowa atau sering naik angkot pasti sudah tau betul rute yang saya maksud. Adalah jalur pertigaan yang menghubungkan kantor Bupati, kantor DPRD, Mesjid raya dan Puskesmas Somba Opu (semua angkot / pete – pete  mengarah dan melintasi rute ini). Bikin hati mirissssss.

Tetiba….

Kelebat bayangan anak saya berkeliaran di samudera pikiran yang tak bertepi. “Pa, untungnya si Fahri menjelang usia 2 tahun saya ajarkan toilet training dan alhamdulillahhh sangat membantu” saya membuka percakapan.

“Oooo toilet training itu apa ma?” Tanyanya antusias.

“Yang jelas bukan Training Pengkaderan Tarauna Melati (PKTM 1,2 dst seperti di organisasi Muhammadiyah kita)” balasku bercanda.
Kompak kami tertawa (entah guyonan saya memang lucu ato mungkin sama2 mengenang pengkaderan kami tempo doloe).

“ Toilet training itu proses mengajarkan kepada anak untuk belajar pipis dan BAB di kamar mandi, pada fase ini si anak kita ajarkan, dampingi serta dibimbing agar tidak lagi menggunakan popok sebagai media untuk menampung urin  dan feses (tinja)” jawabku serius.

“Pipis di popok aja dihindarin apalagi pipis di pinggir jalan kayak si bocah dan bapak2 tadi?” lanjutku.

Kembali gelak tawa tercipta (settingnya masih di atas motor pemirsa).

“Fahri udah gak pake popok di awal usia 2 tahun pa, dan tau gak waktu omanya tau kalo cucunya udah pintar gak pake popok diajaklah si Fahri ke kamar mandi, tentunya setelah Fahri bilang kalo dia mau kencing.

“Terus?” timpal suamiku sambil tetap fokus mengemudi.

Terus dipinggiran kamar mandi Oma cuma pelorotin celananya separoh sambil berdiri plus ngeluarin si Mr.P.

Tau gak responnya Fahri seperti apa?

Dia nangis sambil merajuk dan berkata sama oma “kalo kencing dikloset nenek, celana dikeluarkan semua, gak boleh berdiri nenek, ibu di rumah bilang kalo kencing harus duduk di kloset, nabi Muhammad gak kencing berdiri, Allah marah nenek“ .

Alhamdulillah Omanya kooperatif, jadi Fahri pipisnya dikloset pungkasku sambil tersenyum.

Selaksa haru menyerbu perasaan kami selaku orang tua, Qalbu kami merapalkan syukur Alhamdulillah.. sembari berdoa semoga Anak kami menjadi investasi dunia akhirat.

****

Tak jarang kita jumpai bau amoniak di tempat – tempat umum, hawa pesing yang bikin kepala pusing bin pening.

Bisa jadi oknum – oknum yang pipis sembarangan tersebut tidak diajarkan toilet training sejak dini. Tidak terpapar nilai – nilai moral dan tidak teredukasi dengan baik tentang pentingnya menjaga adab buang air kecil.

Sadarkah kita????

Dalam ajaran islam buang air kecil termasuk tindakan yang tidak bisa ditolerir.

Dari Ibnu Abbas ia berkata : Nabi SAW pernah melewati salah satu sudut kota Madinah atau Mekah, lalu beliau mendengar suara dua orang yang sedang diazab di dalam kubur.

Kemudian Nabi SAW bersabda : Mereka berdua disiksa. Mereka menganggap bahwa itu bukan perkara besar.

Orang yang pertama disiksa (karena) tidak menutupi diri ketika kencing.
Adapun orang yang kedua disiksa karena suka mengadu domba.
(HR. Bukhari Muslim).

Penulis : Nurbaya

Sumber:

Fb: Nur Baya


SHARE THIS

Author:

Etiam at libero iaculis, mollis justo non, blandit augue. Vestibulum sit amet sodales est, a lacinia ex. Suspendisse vel enim sagittis, volutpat sem eget, condimentum sem.

1 comments:

Pencari Ilmu said...

ternyata toilet traning penting bagi balita, dan sebaiknya di ajarkan saat anak masih kecil, dan sudah bisa membuka pintu kamar mandi sendiri

Mohon komentarnya santun dan sopan!