Wednesday, September 6, 2017

Pemudi dan Mahasiswi Kota Semarang Tolak Perppu Ormas

RemajaIslamHebat.Com - Puluhan muslimah muda dan mahasiswi Kota Semarang Sabtu sore mengadakan forum pembahasan sejarah kepemimpinan di Indonesia (25/8). Topik bahasannya yaitu dikeluarkannya Perppu Ormas Nomor 2 tahun 2017 yang pada kenyataannya digunakan untuk membungkam ormas-ormas kritis terhadap kebijakan Pemerintah. Bertempat di sebuah kedai di Tembalang, acara diskusi berjalan dengan santai tapi sarat makna. Novin Nur Pratiwi mengawali diskusi dengan memaparkan berbagai macam kebijakan-kebijakan pemerintah yang tidak berpihak pada rakyat serta dampaknya bagi masyarakat. Pembahasan berlanjut pada Perppu Ormas yang seolah-olah digunakan untuk mematikan langkah ormas di Indonesia yang dianggap tidak sesuai dengan Pancasila.

"Tindakan yang diambil oleh Pemerintah ini adalah jalan pintas karena dalam membubarkan suatu ormas harus melalui jalur hukum dan prosedur yang panjang dalam Mahkamah Konstitusi," ujar Novin.

Ia juga mengutip pernyataan Komnas HAM bahwa Perppu Ormas ini memiliki 5 kecacatan yakni cacat lahir, cacat substansi, cacat metodologi, cacat pikir, dan cacat paham. Maka jelaslah, Perppu Ormas adalah sebuah produk yang cacat.

Azizah Retnowati menyambung diskusi dengan membedah Perppu Ormas dari pasal per pasal.  Setelah penelaahan didapat simpulan bahwa Perppu ini memiliki banyak kecacatan. Di mana Indonesia sudah memiliki hukum yang mengatur tentang Ormas mulai dari pendirian sampai pembubaran, tetapi anehnya justru Presiden mengeluarkan sebuah Perppu yang digunakan untuk menangani ormas. Padahal faktanya tidak ada hal ihwal genting yang memaksa.

Aktivis kampus itu memaparkan bahwa Perppu Ormas hanya digunakan untuk mempercepat prosedur pengadilan dalam membubarkan Ormas yang anti Pancasila. Namun sebenarnya makna Pancasila itu multitafsir sesuai dengan keinginan pemerintah. Hal ini sama seperti pemaknaan pancasila di zaman pemerintahan Soekarno berbeda dengan zaman Soeharto.

"Jadi jelas bahwa Perppu Ormas ini memperlihatkan sikap pemerintah yang diktaktor dengan tidak mau menerima kritik dari rakyat," tegas Azizah.

Forum berlangsung lancar dengan diskusi-diskusi yang mengalir. Di akhir sesi diskusi, peserta bersepakat melakukan penolakkan Perppu Ormas. Sebab keberadaannya selain cacat secara hukum Indonesia sendiri juga  cerminan kedzaliman penguasa terhadap rakyat dan Islam.[Muslimah Jateng Bersyariah]


SHARE THIS

Author:

Etiam at libero iaculis, mollis justo non, blandit augue. Vestibulum sit amet sodales est, a lacinia ex. Suspendisse vel enim sagittis, volutpat sem eget, condimentum sem.

0 comments:

Mohon komentarnya santun dan sopan!