Monday, September 4, 2017

NESTAPA ROHINGYA

RemajaIslamHebat.Com - Jilatan raksasa langit dalam gugusan tata surya kian menggila, ia enggan beringsut, tetap saja bersungut,  menatap bengis menampakkan teriknya yang memanggang dengan garang.

Sejauh mata menyapukan pandangan yang tampak  hanyalah belantara nestapa  bertebaran, mengundang nelangsa yang tak berujung, tak bertepi dan tak berkesudahan.

Menyaksikan tubuh ringkihmu ditopang belulang, lalu ragamu yang hanya dibalut kulit hitam, pun kadang tak nampak sehelai benang yang menggelayut di tubuh kurusmu, sungguh demi melihat itu semua terlucuti rasa kemanusiaanku. Perih !!

Pembantaian yang menggurita di kolong langitmu bak sahabat karib yang enggan beranjak, barang sedetikpun. Pembunuhan demi pembunuhan menjadi pemandangan yg lazim,  kebiadaban beranak pinak menjalar demikian massif. Ahh Rohingya nasibmu kini. Miris!!

Pendar derita terpampang nyata di guratan wajahmu, meskipun sesekali kau belajar bagaimana mencipta senyum yang mampu mengimbangi raut pilumu.

Bungkam seribu bahasa menatapmu mengais setetes kemerdekaan di sela serakan keserakahan tangan-tangan kanibal. Kupastikan bahwa menghirup udara freedoom untuk menjalankan keyakinanmu selaku muslim, jaaaaauuuhhhh lebih berharga dibanding sekarung emas berlian yang hanya mengenyangkan matamu memandangnya.

Gamang tercipta saat kau masih mampu berbagi dgn para sesama ''tawanan'' tatkala mendapatkan uluran penyambung nyawa dari manusia berhati malaikat. Sungguh kepekaan rasamu berbagi, seketika mengebiri prasangkaku tentang dikau yg hanya mementingkan diri sendiri disituasi yang genting.

Di belahan bumi pertiwi yang kupijak ini berkejaran lamunan tentangmu. Imajinasiku liar berfantasi, membayangkan bersua denganmu, lalu kau menghempaskan segala gundah gulanamu padaku.

Tetiba aku disusupi tanya dan harap, bagaimna jika seandainya kesulitan yang dialami oleh sukumu adalah anugerah besar di masa depan? Semoga kelak akan bermetamorfosis menjadi taman-tamab syurga. Bukankah tidak ada yang impossible dan rumit bagi Allah manakala Ia berkehendak? Dalam sepersekian detik segalanya bisa berubah.

Bukankah Tuhan juga telah mengatakan bahwa Dia takkan menguji hamba-Nya diluar kapasitas kemampuannya menanggung beban? (QS. Al-Baqarah : 286)

Allah juga mewartakan melalui firmanNya bahwa Dia akan mengabulkan doa setiap hamba-Nya. Lalu apa yang membuat kita ragu akan ketetapan Allah ?

Ketahuilah bahwa...

"Boleh jadi kamu membenci sesuatu, padahal ia amat baik bagimu, dan boleh jadi (pula) kamu menyukai sesuatu, padahal ia amat buruk bagimu; Allah mengetahui, sedangkan kamu tidak mengetahui.” (Al-Baqarah: 216).

Dari kejadian yang menimpamu saya banyak belajar dan berkontemplasi.

Mari bermuhasabah, menghitung diri, menghawatirkan amalan-amalan. Adakah amalan-amalan kita lolos pada proses scanner malaikat Atid?

So, berhentilah membandingkan hidup kita dengan orang lain,  bandingkan saja ibadahmu, karena tiket u/ selamat di dunia ini hanya akumulasi dari amalan-amalan yang senantiasa kita persembahkan untukNya:). 

Janganlah keliru dalam membandingkan, cobalah kita bandingkan dari perspektif dan sudut pandang yg menyejukkan hati dan pikiran saja :).

Jika sekiranya hitung-hitungan dari segi harta dan materi yang menjadi kalkulasi, maka tamatlah riwayat orang yang papa di seantero jagad ini, termasuk saya.

Kebanyakan dari kita melensa hidup dari sudut duniawi, menakar dari segi ekspektasi penghuni bumi tentang apa yang telah menjadi kehendak Allah SWT.

Kenapa?

Karena kita hanya melihat dari tataran kulit luarnya saja. Kita benar-benar tidak pernah tau yang sesungguhnya, hanya berperang dengan prasangka, bertempur  dgn pikiran, membandingkan kehidupan orang lain sembari menepikan kehidupan sendiri. Bukankah ini mubazzir waktu pemirsa?

Percayalah tak ada yg keliru dalam penetapanNya. Jangan rusak bahagiamu dengan membandingkan bahagianya orang lain, siapapun dia. 

Bersyukurlah!!!

Tidak ada manusia yang cukup mulia untuk tidak di uji. Nabi dan Rasul saja ditempa sedemikian hebatnya apalagi kita yg hanya manusia biasa berlumur dosa bergelimang maksiat?

Wahai saudaraku nun jauh di kolong langit Myanmar sana tetaplah gagah, gentle, cantik dan anggun (hati) dalam musibah dan cobaan. Meskipun tak semua penduduk bumi aware terhadap penderitaanmu tapi Allah azza Wajallah telah menyiapkan kompleks khusus di tanah Syurga u/ kalian huni sebagai balasan sekaligus penebus atas ketaqwaan dan keistiqamahanmu berpegang pada tali agama Allah.

Sore mulai merangkak malas,bergulir menjemput malam, saat kau dalam khayalku berkisah dalam kepiluan. Kami mencintaimu, do'a-doa kami akan senantiasa membumbung tinggi mengetuk pintu langit . Pray for Rohingya .

Kusematkan nasehat pada diri sendiri agar lebih taat dalam menghamba pada Ilahi, kusyukuri nikmat aman dan tenang dalam bermunajat kepadaNya.

Tak ada desingan peluru, tak ada sabetan pedang, tak ada diskriminasi dan tak ada pemerkosaan Hak Asasi Manusia dalam menjalankan ritual ibadah.

Malulah pada Allah saat beberapa kemudahan dan dispensasi yang diberikan tidak digunakan u/ investasi jangka panjang menuju akhirat.

Tak ada jaminan bukan bahwa negara kita akan selalu melenggang kangkung dalam kedamaian? Bukankan gejala kegaduhan dan carut marut itu getarannya semakin terasa mengguncang?? So, mari berbenah agar tak mendulang sesal dikemudian hari.

Nb:
#SaveRohingya!!
Orang bijak berkata tak perlu menjadi islam untuk menerbitkan empati pada mereka, cukup jadi manusia!!!

**Nurb@y@ Tanpa Siti.

Penulis : Nur Baya

Editor kata : Hardi Jofandu

Sumber:

Fb: Nur Baya


SHARE THIS

Author:

Etiam at libero iaculis, mollis justo non, blandit augue. Vestibulum sit amet sodales est, a lacinia ex. Suspendisse vel enim sagittis, volutpat sem eget, condimentum sem.

0 comments:

Mohon komentarnya santun dan sopan!