Monday, September 4, 2017

Myanmar : Antara Budha Dan Kapitalis-Sekular

RemajaIslamHebat.Com - Saya mencoba mengingat-ingat kembali penjelasan dalam sebuah acara Daurah, salah seorang Guru saya ketika itu beliau menyampaikan sebuah slide power point yang bergambar dua buah lingkaran yang saling beririsan. Lingkaran pertama adalah lingkaran AQIDAH RUHIYAH yang di dalamnya ada Hindu, Budha, Kristen, Majusi, Konghuchu,dan beragam agama lainnya selain Islam dll, sementara lingkaran kedua adalah lingkaran AQIDAH SIYASAH yang di dalamnya ada Sekularisme-Kapitalisme, Sosialisme-Komunisme. Dan uniknya ISLAM menjadi satu-satunya yang ada dalam irisan kedua lingkaran tersebut, yang artinya ISLAM masuk di Aqidah Ruhiyah juga masuk di Aqidah Siyasah.
-
Maksudnya bagaimana ?
-
Aqidah Ruhiyah maksudnya adalah berkaitan dengan pemahaman dan amaliyah spiritualitas yang berkaitan dengan tata aturan hubungan manusia dengan penciptanya. Aqidah ruhiyah menjelaskan bagaimana mentaqdiskan ( mencucikan ), menyembah Pencipta dalam arti ritual ibadah an-sich, dan juga beberapa bagian terkait makan-minum, pakaian, dan tingkah laku serta moralitas.
-
Sementara Aqidah Siyasah adalah Pandangan hidup yg darinya terpancar Pemahaman tentang tata kelola aspek publik kehidupan interaksi antar manusia, meliputi persoalan pemerintahan, ekonomi,pendidikan,  pergaulan, politik dalam-luar negeri, dan persanksian.
-
Dalam aspek Aqidah Ruhiyah, maka hampir semua "AGAMA" mempunyai tata cara spesifik bagaimana menyembah Tuhannya sesuai dengan Keyakinannya-terlepas dari pembahasan benar-salahnya sebuah agama. Dalam hal ini masuk di dalamnya adalah Kristen, Hindu, Budha, KongHuchu, Majusi, dl, Agama-agama tersebut punya cara khas masing-masing dalam tatacara menyembah Tuhannya.
-
Sementara dalam konteks AQIDAH SIYASAH,kendati menjelaskan tatacara menyembah Pencipta dalam arti ritual an-sich Agama-Agama di atas tidak mempunyai penjelasan dalam hal terkait tata kelola aspek publik kemasyarakatan seperti soal Pemerintahan, Ekonomi, Pendidikan, Pergaulan, Politik dalam-luar Negeri, dan Persanksian. Agama-agama tadi tidak mempunyai penjelasan dalam hal-hal terkait aspek publik di atas. Karena yang terkategori mempunyai Aqidah Siyasah hanya ada tiga yakni SEKULARISME, Sosialisme, dan Islam.
-
Disinilah uniknya ISLAM, Islam adalah Agama yang diturunkan oleh Allah SWT kepada Nabi Muhammad SAW untuk mengatur manusia dengan penciptanya ( Aqidah-ibadah ), mengatur hubungan manusia dengan dirinya sendiri ( Pakaian-makan/minum, akhlak ), dan mengatur hubungan manusia dengan sesamanya ( Pemerintahan-pendidikan- pergaulan-ekonomi-politik luar negeri-persanksian ). Melihat definisi Islam ini maka Islam mencakup aqidah ruhiyah SEKALIGUS aqidah Siyasah.
-
Dari penjelasan POLA di atas, maka agama-agama selain Islam, dalam hal AQIDAH SIYASAH bisa diterapkan secara khas mengambil Sekularisme, Sosialisme, atau Islam. Dalam Negara-negara yang mengadopsi Sekularisme, Agama-agama yg hanya bercorak ritual-moral an-sich akan tetap hidup dan bahkan berkembang. Sementara di Negara yant mengadopsi Sosialisme dalam kadar tertentu akan menghadapi tangan besi Rezim Sosialisme untuk tidak beragama. Pun dalam Negara yang menjadikan Islam sebagai Akidahnya ( Khilafah ), tidak boleh Negara memaksa Orang Kafir baik itu Ahli kitab maupun Musyrik untuk memeluk Islam, bahkan warga negara yg Kafir harus dijamin kebutuhan pokoknya dengan cara menerapkan Syariat Islam secara nyata.
-
Saya melihat pembantaian Umat Islam Rohingnya yang dilakukan oleh Junta Militer Myanmar dan juga pembiaran oleh sipil berkuasa Aun SuKyi adalah dalam kapasitasnya sebagai representasi resmi sikap Negara Myanmar yang membebek Sistem Kapitalis-Sekular. Sementara disisi lain Biksu Budha pimpinan Wirathu di Rakhine yang menjadi Mayoritas yang juga IKUT SERTA andil dalam pembantaian ini ( dengan sentimen Agama Budha ) ikut pula dan sejalan dengan Rezim Myanmar hari ini.
-
Tentang bahwa Myanmar masuk dalam pusaran Kapitalisme-Sekular bisa kita baca secara luas di situs resmi kementerian Perdagangan RI ketika menganalisis sisi perekonomian Negara Myanmar. Myanmar telah membuka kran investasi asing maupun masuk dalam pusaran hutang dengan IMF. Secara lengkap bisa disimak di aeccenter.kemendag.go.id/peluang-produk-jasa-indonesia/internal-asean/myanmar/
-
03/09/'17

Penulis : Pristian Surono Putro


SHARE THIS

Author:

Etiam at libero iaculis, mollis justo non, blandit augue. Vestibulum sit amet sodales est, a lacinia ex. Suspendisse vel enim sagittis, volutpat sem eget, condimentum sem.

0 comments:

Mohon komentarnya santun dan sopan!